Saat Suamiku Lebih Memilih Temanku

Saat Suamiku Lebih Memilih Temanku
pulang kerumah Eyang


__ADS_3

Malam semakin larut semua anggota keluarga pun sudah kembali ke kamar Mereka masing masing begitupun dengan Tyas dan Naka yang juga kembali ke kamar hotel tempat Mereka menginap selama dua malam ini.


Tyas terlihat langung masuk kedalam kamar mandi untuk mandi dan tak lupa Dia juga mengunci pintu kamar mandi itu agar tidak di ganggu Naka.


Selesai mandi Dia segera ganti baju lalu keluar kamar mandi dan langsung merebah kan dirinya di atas kasur empuk hotel itu, sementara Naka ganti masuk kedalam kamar mandi untuk mandi sekalian ganti baju.


Mulanya Tyas menunggui Naka yang sedang mandi itu sembari memainkan ponsel nya menonton you tube acara kesukaan nya itu, namun nampak nya Dia seperti kecapean hingga Dia pun tertidur lelap sementara layar HP masih menyala.


Naka keluar dari dalam kamar mandi dengan wajah fresh dan sudah wangi tentu nya, Dia pun berencana mengajak Tyas untuk melanjutkan permainan nya tadi siang namun Dia harus sedikit kecewa saat berjalan menghampiri Tyas dan melihatnya sudah terlelap tidur.


Sungguh Naka tidak tega melihat gurat gurat kecapean di raut wajah sang istri itu dan juga Dia tidak tega membangunkan Tyas, Naka pun memilih untuk menyingkirkan HP milik Tyas dan membetulkan selimutnya kemudian Dia pun ikut tidur di samping Tyas.


Naka dan Tyas ini masing masing punya kebiasan yang hampir sama seperti Mereka punya kesamaan kebiasaan suka minum kopi panas ditemani sepotong cake , sama sama suka makan sayur, sama sama pengusaha hanya saja beda nya Naka adalah pengusaha besar dibidang bisnis properti, pangan, perhotelan juga bisnis batubara sedangkan Tyas adalah pengusaha skala berkembang dibidang penjualan makanan menu sarapan pagi juga melayani pesanan aneka cake dan pastry dan Mereka sama sama punya kebiasaan yakni bangun pagi lebih awal.


Seperti pagi itu Mereka berdua bangun lebih awal dengan diawali saling mengucapkan selamat pagi lalu sama sama bangkit untuk membersihkan diri lalu menunaikan ibadah sholat shubuh berjamaah baru setelah itu Mereka pun merapikan barang barang pribadi Mereka bersiap untuk pulang.


" Mas." Panggil Tyas sesaat setelah Mereka selesai ngerjakan pekerjaan Mereka merapikan barang barang pribadi nya itu.


" Iya sayang kenapa? " Tanya Naka seraya duduk disofa samping sangat istri nya itu


" Nanti Kita pulang kerumah Eyang Putri kan?" Tanya balik Tyas seraya menatap wajah Suami tampan nan mapan nya itu.


" Em sementara Kita pulang ke rumah Eyang Putri dulu sayang, setelah pulang dari umroh baru Kita pulang ke apartemen pribadi Kita sayang." Jawab Naka seraya mengusap lembut pundak istrinya itu.


" Oh begitu." Sahut Tyas manggut manggut.


" Kamu nggak keberatan kan sayang kalau Kita tinggal beberapa hari di rumah Eyang Putri?" Tanya Naka memastikan apakah Tyas keberatan atau tidak.


" Kamu ini ngomong apa sih Mas, tentu saja Aku sama sekali tidak keberatan bahkan Aku sangat senang bisa tinggal dengan Beliau." Jawab Tyas seraya melotot kearah Naka


" Iya Kamu nya senang Aku nya sebel." Sahut Naka merengut


" Lah kenapa kok sebal?" Tanya Tyas heran


" Iya pasti Kamu akan lebih senang ngobrol dengan Eyang Putri terus waktu buat Aku akan berkurang." Jawab Naka jujur


" Dih manja." Sahut Tyas sewot


" Biarin kan sama istri sendiri nggak papa dong manja." Balas Naka seraya mencolek pinggangnya Tyas


Tyas semakin sewot dan menatap wajah Naka dengan tatapan marah, namun hal itu malah membuat Naka semakin senang dan gemas melihat marahnya sangat istri itu dan mencari ide untuk mencairkan suasana hati Tyas yang tengah sebal itu.

__ADS_1


" Sayang ada kecoa dibawah kaki mu." Kata Naka yang tiba tiba melihat kecoa kecil di bawah meja dekat kakinya Tyas


Sontak saja Tyas kaget mendengar perkataan Naka barusan Dia langsung menjerit dan melompat ke pangkuannya Naka dan langsung memeluk erat Naka dan membenamkan wajahnya di dada Suami nya itu.


Menyaksikan hal itu sukses membuat Naka senang berbunga bunga hatinya dan Dia pun tidak melewatkan kesempatan emas itu dengan membalas pelukan dari Tyas seraya membisikan sesuatu di telinganya.


" Nggak papa sayang hanya kecoa kecil kok." Bisik Naka pada telinganya Tyas.


Tyas sadar dan langsung melerai pelukan eratnya pada tubuh Naka, Dia tersipu malu malu menatap wajah Naka dengan sedikit salah tingkah tentunya.


Naka menatap wajah cantik istrinya yang sama sekali tidak dipoles make up sedikit pun itu dengan tatapan penuh arti kekaguman, Dia pun menyibakkan rambut yang jatuh dipipi istrinya itu dan mendekatkan wajahnya di dekat wajah Tyas hingga hembusan nafasnya pun dapat Tyas rasakan.


Dia mulai mencium wajah Tyas dengan lembut dan berlanjut mencium bibir nya dengan lembut dan semakin menuntut, hingga mau tak mau Tyas pun mengimbanginya dan terjadilah pergulatan ranjang nanti panas pagi itu sebelum Mereka kembali kerumah Eyang Putri.


Dan menjelang siang barulah Mereka berdua terlihat keluar dari dalam kamar dengan menyeret koper pribadinya dan langsung menyusul anggota keluarga yang lainnya yang telah sejak tadi menunggui Mereka di lobi hotel itu.


" Nduk Kami pulang ke rumah nya Mbak Rina dan Mas Gunawan ya sembari menunggu proses pengurusan dokumen untuk umroh nanti." Kata Bapak sesaat setelah melihat Tyas dan Naka sudah berjalan mendekat kearah Mereka.


" Iya Pak Bu, Mas, Mbak oya gimana kalau Mas Abi dan Mbak Yuni juga Mbak Yani dan Boby nginap di ruko tempat tinggalnya Tyas dulu? " Kata Tyas seraya bertanya pada Mas Abi dan yang lainnya itu.


" Wah ide bagus itu Yas, Kami akan menginap di ruko aja sekalian mau ngeliat proses pembuatan cake durian yang enak itu." Balas Mas Abi dengan wajah sumringah nya


" Kalau begitu biar nanti diantar pihak travel hotel untuk diantar ke sana Mas Mbak." Sahut Naka


Mas Abi dan yang lainnya pamit untuk pulang ke ruko milik Tyas, di susul dengan Bapak dan Ibuk juga Mas Gunawan dan Mbak Rina yang juga berpamitan untuk pulang kerumahnya Mbak Rina hingga akhirnya Eyang Putri mengajak pasangan pengantin baru itu untuk pulang kerumah Beliau.


Disepanjang perjalanan terlihat Eyang Putri banyak mengobrol santai dengan Tyas sementara Naka terlihat tengah berbincang bincang dengan Seketaris Anton membahas tentang persiapan perjalanan umroh bersama keluarga besarnya itu.


Hingga tanpa disadari Mereka telah sampai di kediaman keluarga besar Bagaskara grub, Seketaris Anton keluar terlebih dahulu dan segera membuka pintu untuk para majikannya itu juga mempersilahkan Mereka semua untuk keluar mobil.


" Ayo Kita masuk sayang." Ajak Eyang Putri pada cucu kesayangannya berserta istri itu.


Tyas dan Naka mengangguk lalu segera masuk kedalam rumah tempat tinggalnya Eyang Putri yang sangat megah mewah bagus dengan banyak tanaman bunga di taman depan itu.


" Selamat datang Bu Sekar, Den Naka dan Non Tyas." Kata Mbok Rah menyapa para majikannya itu


" Terima kasih." Ucap Tyas sopan


" Mbok Rah, Kamu sudah tau kan Dia ini istrinya Naka dan Mereka akan tinggal disini untuk beberapa hati sebelum Kita berangkat umroh dan Kamu sudah siapkan kamar untuk Mereka? " Ucap Eyang Putri kepada Mbok Rah pengasuh Naka sejak kecil dulu


" Sudah Buk, Saya sudah menyiapkan kamar untuk Den Naka dan Non Tyas ." Jawab Mbok Rah sopan.

__ADS_1


" Em bagus, ya sudah Kalian berdua istirahat sana pasti Kalian capek Eyang Putri juga mau istirahat dan Mbok Rah tolong kasih tau Mbak Murti untuk membagi makanan yang tadi Aku beli untuk semua pekerja di rumah ini." Kata Eyang Putri seraya berjalan menuju kamar pribadinya untuk istirahat itu.


" Ayo Kita ke kamar istirahat sayang." Kata Naka mengajak Tyas ke kamar itu


Tyas pun mengangguk dan segera ikut Naka naik tangga menuju lantai atas menuju kamar tidur pribadi milik Naka .


Alangkah kaget nya Tyas saat Dia dan Naka sudah masuk kedalam kamar tidur itu, Kamar tidur nya Naka itu sangat luas penampilannya di dominasi warna kuning gading sangat mewah dan elegant dan itu wajar mengingat Mereka ini dari kalangan pengusaha sukses.


Tyas mengamati tiap sudut kamar itu dengan seksama dan juga menatap nya dengan tatapan penuh kekaguman yang sangat laur biasa bahkan Dia mencoba mencubit kecil lengan nya sendiri memastikan apakah Dia sedang bermimpi namun ini nyata.


" Sayang, baju baju Mu di simpan dalam satu ruang dengan baju ku juga aksesoris untukmu termasuk sendal dan sepatu juga tas ." Kata Naka seraya menunjuk sebuah ruangan khusus yang tersambung dengan Kamar tidurnya itu.


" Baju ku? " Kata Tyas heran kok bajunya ada di sini


" Iya baju untukmu sayang kebetulan Aku baru beli beberapa stel baju untukmu sisanya nanti Kita belinya bareng ya ." Jawab Naka seraya memeluk tubuh Tyas dari belakang itu


" Terima kasih Mas, tapi kan bajuku banyak Mas di ruko sana tinggal ambil aja nggak usah beli kan boros Mas sayang uangnya." Sahut Tyas seraya mengusap lengan suaminya itu


" Nggak papa boros kan buat nyenengin istri lagian uang ku kan memang buat nyenengin Kamu jadi Kamu jangan mikir yanga neh aneh lagi ya lagian biarin aja baju mu yang di ruko tetap di ruko atau nggak Kamu kasih ke Diah dan Yesi dan mulai sekarang Kamu harus pakai baju yang Aku beliin sebagai tanda mulai kehidupan baru bersama Aku." Balas Naka lanjang lebar menjelaskan pada Tyas


" Sekali lagi Terima kasih ya Mas Kamu baik pada Ku semoga rejeki mu semakin lancar semakin berkah dan Kamu semakin sayang ke Aku ." Ujar Tyas seraya membalikkan badan menghadap kearah Naka itu


" Sama sama sayang, oya Kamu buka dong lemari bajunya dan lihat Kamu suka nggak dengan baju baju yang Aku beli." Ucap Naka seraya meminta Tyas agar membuka lemari baju itu


Tyas pun tersenyum mengangguk dan langsung membuka lemari baju itu dan Dia pun dibuat terperangah dengan isi lemari itu yang isinya bergantungan baju baju dress mewah untuk harian ada juga untuk pesta pun ada dan Dia pun juga melipat bertumpuk tumpuk baju dengan segala macam model untuk dipakai harian juga untuk keluar rumah.


" Wah Mas apa ini nggak kebanyakan untuk Ku? " Tanya Tyas heran.


" Nggak dong malah ini menurutku masih sangat sedikit." Jawab Naka seraya menatap wajah istrinya itu


" Makasih ya Mas." Sahut Tyas dengan senyum manisnya itu


" Sama sama sayang, em Kita istirahat yuk." Balas Naka dengan senyum nakal nya


Tyas pun paham dengan arti senyuman nakal nya Naka itu, Dia pun bergidik geri mengingat tadi pagi saja Dia sudah menghajar dirinya habis habisan diranjang hotel sebelum Mereka kembali kerumah Eyang Putri.


" Kamu istirahat duluan saja Mas Aku masih belum ngantuk." Sahut Tyas seraya berjalan menjauh dari Naka itu


Naka pun seakan tidak mendengar jawaban Tyas barusan Dia segera membopong tubuh Tyas dan membawanya keranjang super besar di kamar pribadinya itu dan mengajaknya oleh raga .


Hingga menjelang waktu makan malam barulah Mereka keluar kamar untuk makan bersama sama dengan Eyang Putri juga para pekerja lainnya itu, Mereka makan malam dengan santai di selingi obrolan juga candaan hingga menciptakan suasana yang hangat penuh kekeluargaan.

__ADS_1


Selesai makan malam Eyang Putri mengajak Tyas untuk mengobrol santai di ruang keluarga, sementara Naka masuk kedalam ruang kerjanya memeriksa file file pekerja yang tadi dikirim oleh Seketaris Anton sebab besok Dia harus kembali masuk ke kantor.


Hingga malam pun tiba dan Mereka semua pun masuk kedalam kamar untuk istirahat


__ADS_2