Saat Suamiku Lebih Memilih Temanku

Saat Suamiku Lebih Memilih Temanku
Naik jabatan


__ADS_3

" Mas besok Aku boleh minta ijin keluar nggak? " Tanya Tyas sesaat setelah Mereka selesai merapikan alat alat makan yang barusan digunakan untuk makan malam itu.


Naka yang sedang mengelap meja makan itu pun menghentikan sementara aktifitas nya lalu menoleh kearah Sang istri yang tengah mengelap tangannya yang basah habis membersihkan wastafel tempat cuci piring


" Memang nya Kamu mau kemana sayang? " Tanya Naka heran


" Aku mau ke ruko Mas, sudah lama banget Aku nggak mainan tepung jadi kangen ni." Jawab Tyas jujur


Naka pun mengernyit kan kening seakan bingung dengan keinginan Tyas barusan, satu sisi Dia tau kalau Sang istri tengah dilanda kebosanan akibat selalu di rumah saja yang mana ini bertolak belakang dengan jiwa Tyas yang menyukai pekerjaan.


Namun satu sisi Dia tidak rela membiarkan Tyas untuk kembali bekerja seperti sedia kala yang intinya Naka tidak mau kalau Tyas kecapean apalagi Tyas masih dalam proses pemulihan pasca keguguran bulan lalu lagi pula Tyas ini sudah Nyonya besar pemilik perusahaan.


" Mas Naka kok malah diam sih di tanya? " Ucap Tyas sembari berjalan menghampiri Naka.


" Sayang kayaknya nggak dulu deh lebih baik Kamu baik baik di rumah istirahat yang cukup sambil nungguin Aku pulang kerja, biar Aku yang kerja Kamu cukup di rumah saja Kamu ini Nyonya Janaka Bagaskara sayang yang Insyaallah semua kebutuhan mu tercukupi jadi Kamu nggak perlu capek capek kembali kerja dan mengenai urusan ruko serahkan semua ke Diah dan Yesi juga akan Aku awasi langsung." Jawab Naka panjang lebar


Mendengar jawaban Naka barusan membuat hati Tyas harus menanggung kecewa hingga tanpa terasa air matanya jatuh membasahi pipi mulusnya itu.


" Mas Naka Aku minta maaf bukan masalah materi atau apapun yang membuatku ingin kembali ke ruko karena Aku tau Kamu mampu bahkan sangat mampu mencukupi seluruh kebutuhan Ku tapi asal Kamu tau Mas ruko itu separuh jiwaku Mas, jatuh bangun Aku membangunnya dari nol hingga sekarang menjadi semakin besar dan terkenal meski Aku tau semua ini tak lepas dari campur tanganMu." Sahut Tyas dengan nada sendu


Mendengar ucapan Tyas barusan membuat Naka sadar kalau Sang istri tercintanya itu kecewa dengan ucapannya barusan, meskipun niat nya Naka baik dengan melarang Tyas kembali bekerja di ruko namun nampaknya niatan itu tidak terlalu berdampak baik untuk hati Tyas


Dan ya Naka sadar kalau istri tercintanya ini adalah seorang pengusaha dengan jiwa pekerja keras yang tangguh tanpa mau hanya ongkang ongkang tinggal nunggu laporan keuangan dari para anak buah kepercayaan nya ataupun hanya mengandalkan bekingan nya yang notabene adalah istri dari seorang Janaka pengusaha muda nanti sukses


Terlihat Naka berpikir sejenak antara mengijinkan atau tidak Tyas kembali kerja di ruko, sebenarnya hatinya sangat berat sekali memberi ijin ke Tyas untuk kembali bekerja namun dirinya sungguh tidak sanggup menatap wajah penuh kekecewaan yang tergambar jelas pada diri Sang istri itu.


" Baik lah sayang Aku ijinkan Kamu kembali ke ruko tapi dengan persyaratan yang harus Kamu penuhi." Ujar Naka sembari mengusap lembut pundak Tyas


Tyas mengusap air matanya nya itu dan langsung menatap wajah Sang suami tercinta nya, Dia seakan tengah mencari jawaban apa yang menjadi syarat dari Naka barusan agar dirinya bisa kembali kerja di ruko


" Apa itu Mas? " Tanya Tyas sedikit kepo

__ADS_1


" Yang pertama Kamu harus janji jangan terlalu kecapean, yang kedua Kamu harus mau dikawal dan diawasi oleh anak buahnya Seketaris Anton Aku nggak mau kejadian buruk tempo hari itu menimpa Mu kembali dan yang ketiga Kamu pulang lebih awal dari jam biasanya ruko tutup." Jawab Naka sembari menatap wajah Sang istri dengan tatapan serius.


Semula Tyas berpikir pasti Naka akan mengajukan persyaratan yang berat untuk dirinya namun nyatanya tidak.


" Terima kasih banyak Mas, dan Aku akan berusaha untuk memenuhi persyaratan dari Mu juga menjaga amanah mu itu." Sahut Tyas yang tiba tiba berubah sumringah


Naka meriah tubuh Tyas dan memeluk nya erat erat sungguh Dia merasa bersyukur mempunyai istri sesederhana Tyas yang mana hanya diijinkan kembali kerja saja sudah sangat bahagia dan tak lupa berterima kasih padanya itu.


Sebagai seorang suami Naka merasa di hargai juga dihormati dengan sikap sikap sopan Tyas yang selalu meminta ijin terlebih dahulu kepadanya meskipun bisa saja Tyas pergi tanpa harus meminta ijin dari nya terlebih dahulu.


Dan hal ini lah yang membuat Naka bahagia bersyukur kepada Allah tentunya karena sosok istri sebaik dan setaat Tyas pah yang diinginkannya , bukan harta yang menjadi prioritas utama bagi seorang Naka untuk mendapat kan seorang istri namun akhlak yang baik lah yang menjadi prioritas nya.


" Sama sama sayang." Kata Naka sembari memeluk erat Tyas


Tyas membalas pelukan Naka itu dan menatap wajah Sang suami yang terlihat tampan penuh karisma itu lalu membisikan kata kata di telinganya.


" I love u Mas Naka." Bisik Tyas mesra di telinga Naka


Merinding bulu roman nya Naka saat mendengar bisikan nan mesra nya Tyas barusan dan sebagai laki laki normal tentunya Naka terpancing dengan ******* nya Tyas barusan hingga Dia pun membalas bisikan itu di telinganya Tyas.


" I love u too sayang. " Balas Naka


Kemudian Naka pun mencium bibir Tyas dengan lembut dan mesra hingga lama kelamaan menjadi semakin menuntut ya menuntut agar Tyas membalas nya hingga Mereka pun saling ******* mencium bibir pasangan nya itu.


Permainan bibir itu semakin lama semakin panas dan semakin menuntut dengan tangan tangan Naka yang mulai bergerilya dan dengan sigap tangannya membopong tubuh Tyas yang sudah sedikit melayang karena rangsangan dari nya menuju ke ranjang kamar Mereka hingga terjadilah pertempuran ranjang nan sengit di antara Mereka berdua.


Hingga akhirnya Mereka pun mencapai puncak kenikmatan dan terkulai lemas tidur hingga lagi pun datang menyambut dengan segala aktifitas yang sudah menunggu untuk dijalani tentunya dengan penuh semangat apalagi hari ini adalah hari pertama Tyas kembali bekerja di ruko miliknya itu.


Pagi ini suasana di rumah milik Ditya dan Wati itu terlihat aktivitas seperti layaknya rumah rumah lainnya dimana para penghuni nya terlihat tengah sarapan bersama dengan menu yang bisa di bilang sederhana yakni roti panggang dengan olesan aneka selai juga omelette dan kopi panas tentunya.


Tak ada obrolan yang berarti bagi Mereka bertiga terlebih Ditya yang lebih banyak diam menyimak kala Wati dan Nila tengah asik ngobrol membahas tentang kerjaan yang akan dilakoni Nila hari ini yang mana menjadi hari pertama dirinya bekerja di restoran bersama Wati .

__ADS_1


Selesai sarapan Mereka bertiga pun berangkat kerja bersama, Ditya mengantar kan Wati dan Nila terlebih dahulu barulah dirinya berangkat dan ini sedikit aneh karena biasanya Dia memilih untuk berangkat lebih awal dan jarang sekali mau mengantarkan Wati terlebih dahulu.


" Makasih ya Mas." Kata Wati sesaat setelah Mereka berdua turun dari mobil


" Iya Kalian hati hati." Balas Ditya dengan sedikit senyum smirk nya


Dan Mereka pun membubarkan diri dimana Wati mengajak Nila untuk masuk kedalam dan mulai bekerja sementara Ditya terlihat berangkat menuju kantor tempat nya bekerja.


Terlihat Ditya sudah sampai di kantor tempat nya bekerja dan segera memulai kerjanya yakni meng audit laporan perusahan sebelum nantinya akan di sampaikan sewaktu meeting nanti siang.


" Maaf Pak Ditya, Anda di tunggu di ruang nya direktur." Kata Sekretaris wanita itu


" Terima kasih." Balas Ditya sopan


Ditya pun beranjak dari duduk nya dan bersiap menemui direktur di ruangan nya itu, ya Ditya akan menemui direktur Arif


Direktur Arif ini adalah salah satu orang kepercayaan nya Naka yang menangani kantor cabang Bagaskara grub milik Naka, Direktur Arif ini sudah bekerja cukup lama di kantor tempat Ditya bekerja ini


" Selamat pagi Direktur." Sapa Ditya sesat setelah dirinya masuk kedalam ruangan direktur tersebut


" Pagi juga, silahkan duduk Dit." Balas Direktur Arif


Ditya pun mengangguk dan langsung duduk di depan meja kerjanya Direktur Arif, hatinya menjadi tak karuan kenapa tiba tiba Direktur memanggil dirinya itu kesalahan apa gerangan yang telah di dibuat nya dan masih banyak monolog lainnya di hati Ditya.


Sementara itu direktur Arif pun paham dan tau dengan kebingungan yang terlihat jelas di wajahnya Ditya dengan pemanggilan dirinya itu


Hingga akhirnya Direktur Arif pun menjelaskan maksud dirinya memanggil Ditya kedalam ruangannya itu yakni menyampaikan kabar baik bahwa dirinya akan di angkat menjadi Manager umum diperusahaan tersebut juga menyampaikan perihal acara makan malam bersama seluruh karyawan kantor tersebut besok sore.


Selesai menyampaikan kabar bahagia itu, Direktur Arif mempersilahkan Ditya untuk kembali ke ruangannya guna melanjutkan pekerjaan yang tertunda sesaat itu hingga siang pun tiba dan sudah waktunya makan siang.


Suasana hati Ditya hari ini sungguh diliputi rasa bahagia senang tak terkira karena akhirnya dirinya diangkat naik jabatan menjadi manager di perusahaan tempatnya bekerja itu.

__ADS_1


Sungguh Dia tidak bisa membayangkan bagaimana wajah bangga pada diri kedua orang tuanya atas pencapaian nya saat ini hingga Dia pun segera menghubungi Pak Sugeng dan Bu Ratih Untuk memberi tahukan kabar bahagia itu.


__ADS_2