Saat Suamiku Lebih Memilih Temanku

Saat Suamiku Lebih Memilih Temanku
Murka (1)


__ADS_3

Jika Tyas sedang menikmati kesibukannya sebagai penjual menu sarapan pagi dengan penuh semangat maka hal berbeda tengah dirasakan oleh Wati dan juga Ditya tentunya .


Hari ini adalah hari sidang lanjutan gegatan cerai yang dilayangkan oleh Tyas meskipun Dia sendiri tidak menhadiri sidang itu dan mewakilkannya pada pihak pengacara yang di sewakan oleh Mas Gunawan ,sedangkan Ditya lebih memilih tidak menghadiri sidang itu Dia juga melarang pengacaranya untuk menghadiri sidang tersebut hal ini Ditya lakukan dengan maksud mengulur waktu sidang dan berusaha menolak gugatan cerai itu .


Siang itu Wati terlihat berkali kali menghubungi Ditya dan memberitahunya agar segera pergi menghadiri sidang tersebut namun Ditya dengan tegas menolaknya dan bersikukuh tetap mempertahankan rumah tangganya bersama Tyas , dan meskipun Wati merasakan sakit yang luar biasa dihatinya namun Dia tidak bisa berbuat banyak apalagi usia kandungannya kini sudah menginjak tiga bulan dan sitambah dengan pesan juga nasehat Tyas dulu waktu mereka terahir bertemu .


Sementara itu Pak Sugeng dan Bu Ratih juga sudah sampai di Jakarta dan juga sudah sampai di apartement tempat tinggal Ditya bersama Tyas , Ya Beliau berdua memang datang ke Jakarta tanpa memberitahu kedua anak dan menantunya tersebut ,dan berharap kedatangan Mereka tersebut sebagai kejutan untuk Mereka berdua .


Bu Ratih segera mengetuk pintu apartement Ditya dan sudah tak sabar untuk segera memeluk menantu kesayangannya Tyas hingga tak lama setelah itu pintu apartement pun terbuka namun aneh nya bukan Tyas yang membuka nya .


Bu Ratih dan Pak Sugeng terlihat kaget bercampur bingung juga keheranan kok bukan Tyas yang membuka pintunya lalu siapa wanita itu dan kenapa bisa ada di apartement Ditya .


Sementara itu Wati juga terlihat bingung dengan kedatangan Pak Sugeng dan juga Bu Ratih itu dan dalam hati Dia bertanya siapa sebenarnya Mereka berdua ini ?"


" Mas apakah Kita salah unit ?" Tanya Bu Ratih pada Pak Sugeng .


" Nggak Ma ." Jawab Pak Sugeng singkat


" Maaf Pak Buk ada yang bisa Saya bantu ?" Tanya Wati sopan tanpa menaruh curiga .


Wati benar benar tidak mengetahui bahwa kedua tamunya itu adalah kedua orang tua nya Ditya yang nota bene adalah mertuanya dan hal itu lumbrah mengingat Mereka belum pernah sekali pun bertemu dan juga Wati tidak.pernah.sekalipun melihat foto nya , Dan hal yang sama juga dirasakan oleh Pak Sugeng dan Bu Ratih .

__ADS_1


" Maaf Mbak bukankah ini unit apartement Ditya Winata Putra Kami ?" Tanya Pak Sugeng dengan wajah serius


" Iya benar Pak Buk ada apa ya dan silahkan masuk dulu ." Jawab Wati sopan seraya mempersilahlan Beliau berdua masuk ke dalam .


Kemudian Mereka bertiga pun masuk kedalam rumah , Wati mempersilahkan kedua tamunya itu duduk di sofa ruang tamu sementara dirinya kedapur membuat minuman untuk Mereka .


Pak Sugeng dan Bu Ratih masih diliputi tanda tanya besar di dalam hatinya siapa wanita hamil yang berada di apartement Ditya itu dan dimana Tyas berada , Hingga Bu Ratih pun bangkit dari tempat duduknya dan berjalan mendekati meja makan di apartement Ditya itu .


Dan alangkah terkejutnya Bu Ratih sewaktu mendapati sebuah amplop berisi surat yang bertuliskan pengadilan agama itu , Segera beliau membawa amplop berisi surat tersebut dan menyerahkan ke Pak Sugeng suaminya itu .


" Mas coba lihat ini Mas ." Teriak Bu Ratih dengan tangan gemetaran .


Pak Sugeng kaget dan segera meraih amplop berisi surat tersebut lalu membukanya dan membaca isi surat tersebut .


Wati yang tak merasa curiga sedikit pun terlihat sedang berjalan menuju ruang tamu dan meletakkan cangkir berisi teh panas itu untuk Pak Sugeng dan Bu Ratih , Lalu Dia pun mempersilahkan kedua tamunya itu untuk meminum tehnya selagi panas .


Pak Sugeng dan Bu Ratih pun kompak tidak menjawab tawaran Wati tersebut namun Mereka berdua pun terlihat kompak meemperhatikan Wati dari ujung kepala hingga ujung kaki


" Maaf Bapak dan Ibuk ada keperluan apa ya mencari Mas Ditya suami Saya ?" Tanya Wati dengan nada lembut


Dan sekali lagi bagai disiram es batu Mereka berdua pun kaget setengah mati dengan ucapan Wati yang menyebut Ditya adapah Suaminya itu .

__ADS_1


" Siapa Kamu sebenarnya dan dimana Tyas ?" Tanya Bu Ratih dengan nada emosi mencari menantu kesayangannya Tyas .


" Lo Ibuk kenal sama Tyas , Sebenarnya Anda berdua ini siapa ?" Tanya Wati sedikit was was .


" Jawab pertanyaanKu barusan siapa Kamu sebenarnya dan apa hubungan Mu dengan Ditya ." Balas Bu Ratih tegas .


Wati terlihat mulai gemetar mendengar pertanyaan Bu Ratih barusan dan menduga kalau kedua tamunya itu adalah Orang Tua Ditya


Dan belum sempat Wati menjawab pertanyaan Bu Ratih barusan tiba tiba Ditya pulang dari kerja langsung membuka pintu apartement tersebut ,dan betapa kagetnya Ditya saat melihat Papa dan Mama nya sedang duduk di kursi ruang tamu apartement nya itu


" Ma Pa ." Sapa Ditya sembari berjalan mendekat kearah Kedua Orang Tuanya itu


Pak Sugeng dan juga Bu Ratih segera bangkit dari duduknya dan


" Plakkkk "


Suara tamparan dari Pak sugeng cukup keras mendarat di pipi Ditya hingga meninggalkan bekas merah di pipi Ditya ,membuat semua orang yang ada ruang tamu itu terkejut .


" Ditya Winata jelas kan kepada Kami apa maksud semua ini dan juga siapa Wanita ini ?" Cecar Pak Sugeng dengan penuh emosi sembari menunjukan surat dari pengadilan itu .


" Pa Ma Ditya minta maaf dan Ditya akan menjelaskan semua ini ." Jawab Ditya

__ADS_1


Kemudian Ditya menjelaskan pada Mama dan Papanya siapa sebenarnya Wati dan juga memberitahu Beliau berdua kalau Tyas menggugat cerai dirinya .


Dan hal itu sukses membuat kedua Orang Tuanya murka


__ADS_2