
"Apa Kamu nggak kecapekan Nduk dengan kerjaan Mu ini ,Bapak kasian sama Kamu apa nggak sebaiknya Kamu ikut Kami pulang ke desa saja ?"Tanya Bapak di sela sela waktu istirahat Mereka .
"Iya lo Nduk Ibuk juga kawatir dengan Kamu ,Ibuk nggak tega kalau melihat Kamu kerepotan jualan seperti ini ."Sahut Ibuk .
"Nggak Pak Buk ,Tyas akan tetap disini melanjutkan usaha jualan ini dan berharap bisa besar usaha Tyas nantinya ,Bapak dan Ibuk jangan kawatir Tyas baik baik saja toh ada Mbak Rina dan Mas Gun yang selalu menjaga dan membantu Tyas tak lupa Tyas juga meminta doa restu Bapak dan Ibuk agar usaha Tyas ini diberi kemudahan dan rejeki yang lancar agar Tyas bisa membahagiakan Bapak dan Ibuk ." Jawab Tyas seraya menggenggam erat tangan Ibuk
" Maafkan Bapak yo Nduk , Karena keegoisan Bapak Kamu harus mengalami semua ini ." Ucap Bapak dengan mata yang mulai berkaca kaca
" Sudah lah Bapak jangan minta maaf terus ,Tyas nggak papa kok bukankah ini sudah takdir dari Yang Maha kuasa untuk Tyas ." Balas Tyas seraya memeluk Bapak
Setelah berbincang bincang sekitar sepuluhan menit , Mereka pun membuyarkan diri
Tyas meminta Bapak dan Ibuk naik ke lantai atas ruko untuk istirahat , Sementara Dirinya melanjutkan pekerjaannya merapikan perabotan yang digunakan untuk jualan hari ini hingga selesai dan barulah Dia beranjak masuk kamar nya untuk istirahat karena hari sudah mulai beranjak malam .
Sementara itu dirumah kediaman keluarga Bagaskara terlihat Eyang Putri Ningrum yang tak lain adalah Nenek nya Naka yang meskipun sudah berusia enam puluh lima tahun namun masih terlihat cantik gesit dan energik , Beliau terlihat sedang duduk termenung di kamar kerja nya Pandangannya kosong melayang membayangkan masa lalu nya dulu
Beliau teringat dengan seseorang yang spesial dihatinya dulu jauh sebelum dirinya menikah dengan Kakek nya Naka yaitu Tuan Bagaskara yang tak lain adalah pendiri dari perusahaan Bagaskara Grup yang kini di pimpin oleh Naka
" Eyang ." Panggil Naka
" Lo Kamu sudah pulang Naka ?" Tanya Eyang Putri
" Sudang Eyang Putri sedang apa di sini ." Jawab Naka
" Nggak sedang apa apa kok , Bagaimana kerjaan Mu hari ini Naka apakah semua baik baik saja ?" Tanya Eyang Putri seraya menepuk pundak Sang Cucu
Naka ini sejak kecil dibesarkan oleh Eyang Putri dan Almarhum Eyang Kakung saja sebab Mama dan Papa nya Naka telah meninggal akibat kecelakaan dulu , Oleh sebab itu lah Eyang Putri sangat memanjakan Naka tetapi Eyang Putri juga mendidik Naka dengan sangat tegas juga mengajari nya tentang bisnis mengingat Naka adalah pewaris tunggal dari perusahaan besar Bagaskara Corp .
" Alhamdhulillah semua berjalan lancar dan sesuai harapan ,Eyang Putri ." Jawab Naka seraya duduk di sofa samping meja kerjanya Eyang Putri .
Eyang Putri pun bangkit dari kursi kerjanya lalu menyusul duduk di samping Naka , Beliau juga meminta Seketaris Anton yang sesari tadi berdiri di samping Naka untuk duduk bersama .
" Naka Kamu ini secara karier sudah sangat mapan , secara ekonomi pun sudah Alhamdhulillah dan secara usia Kamu sudah cukup matang sudah waktunya Kamu menikah dan menata masa depan juga melahirkan Cucu generasi penerus Bagaskara grub nantinya ." Ucap Eyang Putri seraya membelai lembut rambut Naka .
" Iya Eyang Putri ." Jawab Naka singkat .
" Jangan iya iya saja , Kapan Kamu mengenalkan calon pendampingMu ke Eyang ?" Tanya Eyang Putri serius .
" Naka belum punya calon pendamping Eyang ." Jawab Naka tegas
" Ah masa Laki laki seganteng dan semapan Kamu belum ada yang melirik ." Balas Eyang Putri
" Benar Eyang Putri , Naka belum ada calon coba tanya Seketaris Anton saja kalau nggak percaya ." Ucap Naka seraya melirik kearah Seketaris Anton seakan memberi kode untuk memintanya mengalihkan pembicaraan .
" Iya Eyang Putri , Itu benar kok Tuan Naka masih jomblo ." Kata Seketaris Anton seraya menahan senyum nya .
" Apaaaaa , Masa cucuk kesayangan Eyang Putri ini jomblo , Kamu jangan macam macam Anton atau mau Ku potong bonus Mu bulan ini karena lancang menyebut Naka jomblo ?" Tanya Eyang Putri pada Seketaris Anton
Wajah Seketaris Anton seketika berubah pucat pasi mendengar perkataan Eyang Putri barusan yang berniat memotong bonusnya bulan ini .
Melihat wajah pucat Sang Seketaris , Naka pun kasihan dan Dia pun menyikut lengan Seketaris Anton sekan memberi kode bahwa semua akan baik baik saja .
" Ya sudah Eyang Putri , Naka pamit ke kamar ya mau istirahat capek banget rasanya ." Pamit Naka pada Eyang Putri
__ADS_1
" Iya sayang sana Kamu istirahat , Dan Kamu Seketaris Anton untuk malam ini Kamu nginap di sini saja ya kasian sudah malam ." Balas Eyang Putri
" Iya Eyang Putri , Terima kasih banyak ." Sahut Seketaris Anton
Hingga akhirnya Mereka bertiga pun membuyarkan diri masing masing masuk ke kamar untuk istirahat mengumpulkan tenaga untuk esok hari .
Sementara itu diapartement Ditya , Terlihat Pak Sugeng dan Bu Ratih duduk di sofa depan tv dan terlibat obrolan singkat .
" Mas sebaiknya besok Kita ke ruko tempatnya Tyas ya , Mama kangen sama Dia Mas Tyas itu menantu terbaik dan tercantiknya Mama lo Pa ." Kata Bu Ratih
" Iya Ma , Besok Kita kesana melihat katanya Tyas itu membuka usaha jualan sarapan gitu Memang Tyas itu hebat dan juga pintar masak ." Balas Pak Sugeng .
Saat Mereka tengah asik membahas Tyas , tanpa Mereka sadari Wati yang sedang di dapur hendak mengambil minum itu pun mendengar dengan sangat jelas dan lengkap bagaimana kedua Mertuanya itu membanggakan juga mengagung agungkan Tyas tanpa memperdulikan perasaannya .
Wati segera menuang kan air dingin ke gelas lalu segera berjalan kembali ke kamar tidur , Dan tanpa disadarinya air matanya jatuh membasahi pipinya Dia menangis hatinya sakit mendengarkan pembicaraan kedua Mertua nya yang tengah membahas Tyas tanpa memperdulikan dirinya sama sekali .
Ditya yang melihat Wati sedang menangis itu pun kaget dan segera mendekati Wati
" Kamu kenapa Dek ?" Tanya Ditya seraya memegang pundak nya Wati
" Nggak kenapa kenapa kok Mas , Hanya saja tadi sewaktu mengambil minum di dapur tak sengaja Aku mendengar Mama dan Papa tengah membahas Tyas Mereka berdua membanggakan Tyas dan itu membuat hatiku sakit Mas ." Jawab Wati dengan ucapan jujur .
Ditya paham apa yang dirasakan Wati , Namun Dia tidak bisa berbuat banyak sebab ini semua juga salah nya dan Wati Ditya juga tifak bisa meminta kedua Orang Tuanya untuk stop membanggakan Tyas dan menghormati keberadaan Wati di rumah itu namun Ditya juga tidak tega melihat Wati begini hingga akhirnya Ditya oun bingung dan stres sendiri .
Hingga pagipun tiba Tyas dengan kesibukan nya yang hampir sama dengan hari kemarin , Namun bedanya hari ini Ibuk bangun lebih awal dan sudah di dapur dan terlihat tengah mengaduk aduk masakan diatas kompor .
Tyas yang baru saja selesai menata aneka menu sarapan yang akan di jualnya itu pun kaget saat mendapati Sang Bunda tengah memasak di dapur .
" Hemmmmm sedap sekali Buk , Ibuk sedang masak apa ?" Tanya Tyas seraya berdiri di samping Sang Bunda .
" Pasti enak aduh perut Tyas jadi lapar Buk ." Balas Tyas
" Sebentar lagi matang kok , Oya Kamu sudah selesai menyiapkan daganganMu Nduk ?" Tanya Bu Rukmi
" Sudah Buk , Semua sudah beres dan ini Tyas mau siap siap dulu permisi ya Buk ."Jawab Tyas seraya meminta ijin untuk masuk ke kamar mau ganti baju juga memoles sedikit make up di wajah nya supaya terlihat fresh saat melayani pembeli yang datang nanti .
" Buk , Sedari tadi Tyas nggak melihat Bapak Beliau kemana Buk ?" Tanya Tyas seraya berjalan menuruni tangga ruko itu
" Oh itu tadi sewaktu Kamu sedang sibuk memasak , BapakMu keluar ruko katanya mau kepasar beli bunga ." Jawab Bu Rukmi seraya mencuci wajan yang barusan Beliau pakai untuk memasak nasi goreng .
" Lo Memangnya Bapak tau dimana pasarnya Bu ?" Tanya Tyas kembali .
" Tadi BapakMu menyetop taxi di depan ruko terus bilang mau beli bunga di pasar begitu ." Jawab Bu Rukmi seraya menoleh kearah Tyas dan Beliau pun terpana mana kala menatap wajah juga penampilan Tyas yang berubah drastis itu
Tyas yang merasa tengah di perhatikan Sang Bunda itu pun merasa sedikit aneh dan bingung
"Ada apa Buk ?" Tanya Tyas heran .
" Nggak Nduk nggak ada apa apa kok hanya saja Ibuk kaget kok Kamu sekarang cantik sekali Nduk ." Jawab Bu Rukmi .
" Halah biasa saja kok Buk , Ya sudah Tyas mau mulai jualan ya Buk doakan agar dagangan Tyas cepat habis hehehe." Balas Tyas
"Kamu nggak sarapan dulu Nduk , Ini Ibuk sudah ngambilin nasi goreng nya buat Kamu lo ."Kata Ibuk seraya menyerahkan sepirih nasi goreng hangat untuk Tyas .
__ADS_1
" Terima kasih banyak Buk , Tapi Tyas makan nanti ya soalnya tu sudah ada pembeli yang datang ." Balas Tyas seraya menerima piring berisi nasi goreng buatan Ibuk itu lalu meletakkannya diatas etalase menu dagangannya itu .
Dan benar saja pembeli pun mulai berdatangan memesan sarapan , Ada yang langsung dimakan di situ ada pula yang membawanya pergi ke kantor .
Tyas terlihat sangat kerepotan melayani pembeli yang mulai ramai itu , Hongga Ibuk pun tak tega dan Beliau pun turun tangan membantu Tyas melayani pembeli .
Dan ada yang lucu nya ada seorang pelanggan yang melihat sajian nasi goreng hangat lengkap dengan telur ceplok yang ditaruh diatas etalase
" Mbak Tyas ini menu baru ya , Boleh di tester nggak ?" Tanya pelanggan tersebut .
Tyas kaget mendengar pertanyaan dari pelanggannya itu , Dia bingung menu mana yang dimaksud itu hingga pelanggan itu pun menunjuk kearah sepiring nasi goreng tersebut dan sontak saja Tyas dan Bu Rukmi menoleh seraya tersenyum manis .
" Silahkan boleh kok silahkan di tester ." Jawab Tyas
Sementara Bu Rukmi menyikut lengan Tyas seraya membisikinya
" Kenapa malah di suruh mencoba nya Nduk kan Ibuk jadi malu dan takut nggak enak ." Ucap Bu Rukmi .
Tyas hanya memggeleng seraya tersenyum manis dan pelanggan itu pun mencicipi nasi goreng tersebut .
" Wah ini nasi goreng nya enak sekali Mbak Tyas , Rasanya khas sekali dan kalau boleh tanya kapan ya menu ini bisa si pesan ?" Tanya pelanggan tersebut seraya mengacungkan dua jempolnya .
Seketika Tyas dan Ibuk kaget dengan ucapan berisi pujian sekaligus pertanyaan kapan menu baru tersebut bisa dipesan , Mereka bingung harus menjawab apa karena sejatinya nasi goreng tersebut bukanlah menu baru namun sarapan yang di masak Ibuk untuk Tyas hingga akhirnya Ibuk pun menjawab pertanyaan pelanggan tersebut .
" Maaf Mbak sebenarnya nasi goreng ini bukan menu baru di sini , ini hanya nasi goreng biasa yang Saya masak untuk sarapannya Tyas dan rasanya pun jaub dari kata layak untuk di jual jadi Kami tidak bisa menjualnya ." Jawab Ibuk sopan .
" Ah Ibuk jangan merendah begitu wong nasi goreng nya saja sangat enak begini kok ,dan Aku rasa pasti laku berat ini juga bisa menyaingi spagetti jadi Mbak Tyas dan Ibuk jangan pesimis begitu tapi harus optimis biar hasilnya bagus ." Balas pelanggan tersebut
" Iya Mbak terima kasih banyak atas nasehat nya ." Sahut Tyas seraya tersenyum manis
" Sama sama Mbak , Jadi besok sudah ready ya nasi goreng nya ?" Balas Pelanggan
Tyas pun mengangguk seraya melirik Ibuk Sang pemilik resep , Hingga pelanggan itu pun beranjak pergi meninggalkan ruko tersebut .
Waktu sudah menunjukan pukul delapan tandanya sudah jam masuk kantor dan itu artinya sudah tidak ada lagi pembeli yang datang dan Tyas juga Ibuk pun bisa istirahat sebentar sebelum melanjutkan pekerjaannya merapikan meja sekaligus peralatan bekas digunakan barusan .
" Kamu lapar Nduk , Biar Ibuk buatkan sarapan lagi ya ?" Tanya Ibuk
" Nggak usah Buk , Tyas mau makan ini saja kasian Ibuk capek barusan bantu bantu jualan ." Jawab Tyas seraya menunjukan sepotong cake lemon yang hari ini Dia buat .
" Ndak papa Ibuk nggak capek kok , Lagian Kamu apakah kenyang hanya makan sepotong roti begitu ." Jawab Ibuk
" Kenyang kok Buk kan sudah biasa , Oya Buk besok tolong ajari Tyas memasak nasi goreng yang kayak barusan itu ya ." Jawab Tyas seraya memegang kedua tangan Sang Bunda .
" Iya Nduk Ibuk akan ajari masak besok dan itu lihat Bapak Mu sudah pulang ." Balas Ibuk seraya menunjuk kearah depan dan benar saja terlihat Bapak sudah kembali dengan membawa beberapa pot berisi bunga bunga juga pot kosong ,Satu karung tanah dan beberapa pot kosong lengkap dengan aneka jenis bibit bunga .
Tyas dan Ibuk segera berjalan kedepan ruko membantu Bapak menurunkan bunga juga perlatan lainnya dari dalam bagasi taxi itu .
" Bapak kok beli bunga nya banyak sekali to ."Kata Tyas seraya menjunjung pot berisi bunga .
" Iya Nduk tadi Bapak bingung mau beli bunga di mana begitu dan Alhamdhulillahnya Bapak sopir taxi ini sangat baik Beliau menujukan tempat penjualan bunga dan perlatan nya dan berhubung harganya murah ya Bapak belinya banyak ." Jawab Bapak dengan senyum merekahnya .
Tyas dan Ibuk pun hanya mengangguk mendengar penuturan Bapak itu , Kemudian Mereka pun segera mengangkat pot pot Bunga itu sekaligus peralatan lainnya untuk dibawa masuk kedalam ruko
__ADS_1
Dan karena hari sudah sore juga kebetulan pelanggan yang datang hari ini cukup ramai hingga membuat Ibuk dan Tyas kewalahan , Akhirnya Tyas pun menutup ruko nya lebih awal dan langsung istirahat tidur dikamarnya
Sementara Bapak jangan ditanya lagi Beliau sedang asik diteras belakang ruko , Beliau tengah asik menanami pot pot kosong yang tadi Beliau beli tadi dengan bibit bunga kemudian membawanya untuk ditata di depan ruko dan juga meletak kan beberapa pot bunga di dalam ruko hingga penampilan ruko pun berubah lebih fresh dan lebih manis