Saat Suamiku Lebih Memilih Temanku

Saat Suamiku Lebih Memilih Temanku
melamar


__ADS_3

Tyas nampaknya masih tidak menggubris jawaban Naka baru dan, Dia terlihat cuek menatap kearah luar jendela.


" Sayang Kamu masih marah? " Tanya Naka dengan nada lembut.


Dan belum sempat Tyas menjawabnya nampak Mas Abi, Bapak, Ibuk dan saudara Tyas yang lainnya masuk kedalam rumah lalu berjalan menghampiri Tyas dan Naka yang sedang duduk di ruang tamu itu.


Ada apa ini. "guman Tyas dalam hatinya saat melihat ketiga Kakak nya juga kedua Orang Tuanya menghampiri Mereka itu.


" Silahkan duduk Pak Buk Mas Mbak." Ucap Naka seraya mempersilahkan Mereka untuk duduk di samping Mereka itu.


Bapak Ibuk juga yang lainnya itupun segera duduk di dekat Mereka berdua dan semakin menambah rasa ke penasaran di hati Tyas namun Dia tak berani bertanya.


" Pak Buk, Mas, Mbak perkenalan Saya Naka datang langsung dari Jakarta dan tujuan Saya datang kesini adalah untuk melamar Putri Bapak dan Ibuk yang bernama Ning Tyas untuk menjadi istri pendamping hidup saya hingga akhir hayat nanti mohon kiranya agar Bapak dan Ibuk juga anggota yang lainnya untuk merestui lamaran Saya ini." Ucap Naka dengan nada mantap nan tegas .


Dan duarrr bagai di sambar petir hati Tyas, Dia sangat kaget dengan ucapan Naka barusan benarkah apa yang barusan di dengarnya itu benarkah Naka melamarnya.


Sementara Bapak Ibuk dan anggota keluarga yang lainnya pun saling melemparkan pandangan satu sama lainnya hingga terakhir memandang Tyas dengan seksama

__ADS_1


" Tyas dengan di saksikan kedua orang tua Mu juga keluarga Mu Aku Janaka Bagaskara berniat meminangmu tuk jadi istri Ku, Bersediakah engkau jadi pendamping hidup Ku? " Tanya Naka dengan nada serius seraya menatap wajah Tyas dengan tatapan penuh tanda tanya


Tyas tidak langsung menjawab pertanyaan Naka barusan, Dia terlihat menundukkan kepalanya seraya memeluk lengan Sang Ibunda entahlah mungkin Tyas berusaha menenangkan gejolah dihatinya tentang lamaran mendadak dari Naka itu.


Sementara Bu Rukmi yang paham kalau keadaan hati Tyas saat itu tidak sedang baik baik saja pun berusaha menenangkannya seraya menanyai Sang Putri bungsunya itu


" Tyas bagaimana Nduk apakah Kamu mau menerima lamaran Naka atau tidak? " Tanya Bu Rukmi seraya mengusap pundak Tyas


Tyas masih saja diam tanpa mengeluarkan sepatah katapun dan tetap memeluk lengan Sang Ibunda, Maka Bapak lah yang kemudian berkata


" Nak Naka, mengenai lamaran Mu itu Kami sebagai orang tua sekaligus keluarga nya Tyas hanya bisa merestui saja selama itu baik untuk Tyas maupun Kamu tetapi Kami mohon maaf Kami tidak bisa gegabah menerima lamaran itu karena semua ini haknya Tyas mau menerima atau tidak." Ucap Bapak dengan nada lembut


" Dan sebelum semua terjadi Bapak mau tanya apakah Nak Naka benar benar mencintai Tyas dengan sepenuh hati juga tau dan mau menerima dengan ikhlas tentang masalalu nya Tyas yang harus menjadi janda diusia muda nya itu lalu apakah keluarga Nak Naka juga tau dan mau menerimanya dan perlu Nak Naka ketahui Tyas itu punya rasa trauma yang besar dan mendalam atas perceraian nya jadi apakah Nak Naka sanggup untuk setia kepada nya? " Tanya Bapak seraya menatap wajah Naka serius


" Iya Pak Saya sangat mencintai Tyas setulus hati dan mengenai masalalu nya yang pernah gagal dalam rumah tangga Saya bisa menerima nya dengan ikhlas dan akan menjadikan nya sebagai pembelajaran juga Saya berjanji akan setia menjaga Tyas juga membantu nya untuk menghapus trauma di hatinya itu." Jawab Naka dengan mantap berjanji


"Kalau itu benar dan tidak mengandung kebohongan salam ucapan mu itu maka Kami pun senang dan tenang." Sahut Mas Abi

__ADS_1


" Dan sekarang giliran Bapak bertanya pada Mu Nduk." Kata Bapak seraya menatap wajah Tyas yang mulai tenang itu


" Nggih Pak monggo." Balas Tyas sopan


"Apakah Kamu mencintai Naka sebagai mana Dia mencintaimu? " Tanya Bapak dengan nada tegas


Tyas menunduk tanpa mengeluarkan sepatah katapun dan hatinya semakin bergejolak memberontak jika kemarin kemarin hatinya dikuasai emosi yang membumbung membenci Naka maka sekarang keadaan berubah kini hatinya penuh dengan bunga kedamaian juga sesuatu rasa yang menuntut untuk jujur saja.


" Bagaimana Yas apakah Kamu mencintai Naka? " Kata Bapak mengulangi pertanyaan nya barusan


" Nggih Pak, Tyas mencintai Mas Naka sebagaimana Dia mencintai Tyas." Jawab Tyas jujur


Tuingg tuinggg jawaban dari Tyas barusan itu mampu membuat hati Naka berbunga bunga rasa senang tak karuan pun tersirat jelas diraut wajahnya Naka saat mendengar pengakuan jujur Tyas barusan


" Lalu apakah Kamu mau menerima lamarannya Naka? " Lanjut Bapak


Tyas semakin salah tingkah saat mendengar pertanyaan dari Bapak barusan tak terkecuali Ibuk, Mas, Mbak dan Naka tentunya Mereka pun semakin penasaran menanti jawaban dari Tyas.

__ADS_1


Sementara Tyas pun berpikir cukup panjang berdebat dengan hati juga jiwa nya sendiri jika mulutnya berkata tidak maka lain hal nya dengan hati juga pikiran nya yang menuntut untuk menerima saja.


Aduh diterima nggak ya."Guman Tyas dalam hati


__ADS_2