Saat Suamiku Lebih Memilih Temanku

Saat Suamiku Lebih Memilih Temanku
Terima kasih


__ADS_3

Tyas nampak mengamati seisi ruangan tempat nya di rawat itu, Dia kagum dengan kemewahan ruangan tersebut lengkap dengan fasilitas untuk pasien maupun yang menjaga pasien.


" Di." Panggil Tyas


"Iya Yas ada apa, Kamu perlu apa biar Aku bantu ambilkan?" Tanya Diah seraya menggenggam erat tangannya Tyas.


" Kenapa Kamu memilih kan kamar semewah ini, Pasti Aku tidak akan sanggup membayar nya." Ujar Tyas cemberut


Diah sudah menduga dengan pertanyaan Tyas barusan dan Dia pun sudah menyiapkan jawaban nya.


" Tenang Yas, Kamu jangan memikirkan tentang biaya perawatan beserta kamar ini sebab semua sudah diurus oleh Naka sebelum berangkat ke kantor tadi dan Dia juga janji akan kesini sebentar lagi ." Jawab Diah.


" Nanti Aku akan bilang ke Dia Terima kasih banyak atas bantuan nya ini." Balas Tyas


" Ya sudah semestinya Kamu ngucapin terimakasih ke Dia Yas sekarang Kamu istirahat dulu ya biar cepat pulih dan bisa segera pulang dan pasti Naka sebentar lagi akan kesini." Sahut Diah


Tyas pun mengangguk kemudian Dia pun segera berbaring untuk istirahat kembali, Tak berselang lama Naka pun datang dan nampak Dia membawa buah buahan minuman dan aneka jenis camilan untuk Tyas dan Diah tentunya.


" Hay Yas, Di." Sapa Naka


Tyas yang semula berbaring hendak istirahat pun berusaha bangun dan duduk di ranjang sementara Diah membantunya bangun.


" Hay Tuan Naka." Balas Diah sementara Tyas hanya tersenyum manis kearah Naka


" Bagaimana keadaan Mu Yas, apakah sudah mending an? " Tanya Naka seraya meletakkan buah buahan dan aneka makanan di meja samping ranjang.


" Aku sudah cukup membaik dan tak Aku juga mengucapkan banyak Terima kasih atas semua bantuan Tuan Naka. " Jawab Tyas


" Sama sama Yas, Oya Kamu nyaman nggak di kamar ini kalau kurang nyaman Kamu bilang aja biar dipindahkan sama suster?" Tanya Naka memastikan kenyamanan Tyas itu.


"Aku sudah cukup nyaman di ruangan ini Tuan, Hanya saja apakah ini tidak berlebihan lalu apakah Aku sanggup membayar nya." Jawab Tyas setengah menunduk membayangkan betapa puluh juta uang yang harus dikeluarkan untuk membayar sewa kamar itu.


" Hahahaha Kamu jangan memikirkan tentang biaya itu sebab sudah Aku urus yang penting Kamu cepat sehat pulih kembali ." Balas Naka


" Tidak Tuan, Aku harus mengganti uang Anda." Sahut Tyas dengan nada serius.

__ADS_1


" Sudahlah Kamu jangan berpikir macam macam yang penting Kamu sehat dulu mengenai biaya itu Kamu jangan terlalu pikirkan kan Kita sudah sepakat bahwa kita Sahabat jadi sudah sepantasnya Aku tolongin Kamu juga Aku ingatkan kembali jangan panggil Aku dengan sebutan Tuan sebab Aku bukan Tuan Kalian jadi Kamu dan kamu mulai sekarang tolong jangan panggil Aku dengan sebutan Tuan." Balas Naka seraya menunjuk Tyas dan Diah secara berganti an.


" Lalu Kami harus panggil Kamu bagaimana?" Tanya Diah


" Terserah." Jawab Naka singkat.


" Ya sudah kalau begitu Mas Naka Aku minta tolong jagain Tyas ya Aku mau pulang ambil baju dulu." Pamit Diah pada Tyas dan Naka.


"Kamu mau pulang Di, Hati hati ya di jalan dan jangan lama lama nggak enak saman mas Naka ganggu waktu kerjanya aja." Kata Tyas


" Nggak papa pulang aja Di, toh pekerjaan Ku semua sudah beres. " Balas Naka.


Diah pun berpamitan kemudian berjalan keluar Ruangan tempat Tyas dirawat itu


Kini tinggal Naka dan Tyas saja di ruangan tempat Tyas dirawat itu, Naka mulai mengajak Tyas mengobrol membahas banyak hal mulai dari kejadian sebelum Tyas pingsan tadi pagi juga membahas tentang ide jualan menu sarapan itu juga siapa yang meracik dan memasak.


Naka memuji tekad bulat yang dimiliki oleh Tyas juga kepiawaian nya memasak dan menyajikan menu sarapan untuk dijual itu, Dia juga memuji kopi buatan Tyas yang rasane sangat pas itu.


Sangking asiknya ngobrol tak terasa kini sudah waktunya makan siang, Suster terlihat mengetuk pintu kamar perawatan Tyas itu dan menyerahkan nampan yang berisi menu makan siang untuk Tyas kemudian Suster pun keluar ruangan tersebut.


" Iyaaa Terima kasih." Jawab Naka.


Melihat Tyas yang masih lemas dan terlihat kesusahan menyendok makanan dipiring itupun membuat Naka turun tangan dan meraih piring dan sendok tersebut lalu membantu menyuapi nya.


Awalnya Tyas menolak bantuan Naka tersebut namun Naka terus mendesak hingga akhirnya Tyas pun menyerah dan menurut pada Nya.


" Makan yang banyak Yas biar Kamu cepat sehat dan pulih kembali." Ucap Naka seraya menyuapi makanan ke mulut Tyas.


" Iya Mas Terima kasih banyak." Balas Tyas seraya membuka mulutnya itu.


Selesai menyuapi makanan hingga habis Naka pun membantu menyuapi obat untuk Tyas .


" Mas Naka sudah makan?" Tanya Tyas seraya menatap wajah Naka secara intens hingga terlihat jelas wajah tampan nya Naka.


" Aku hati ini sedang nggak selesai makan Yas." Jawab Naka seraya memandang balik wajah Tyas itu

__ADS_1


Dan pandangan mata itu pun bertabrakan hingga suskes membuat Mereka tersipu malu sendiri.


" Kenapa apakah Mas Naka sedang ada masalah, Makan yang teratur Mas jangan sampai nanti Kamu masuk angin dan jatuh sakit sana makan dulu Mas nggak papa Aku sendiri an disini." Balas Tyas


" Nggak usah Yas, Aku sedang nggak mood aja apalagi Kamu lagi sakit begini." Kata Naka


" Kamu nggak boleh begitu Mas tadi aja Kamu nyuruh Aku makan banyak kok sekarang malah Kamu nggak mau makan curang dong namanya, Sudah sana Kamu keluar dulu cari makan terus balik lagi kesini biar Aku temani makannya." Ucap Tyas saraya menepuk lembut lengan Naka yang tengah duduk di samping ranjang itu


"nggak usah Yas." Balas Naka


"Sudah sana." Sahut Tyas dengan pura pura cemberut merajuk


"baik lah Aku keluar beli makan dulu ya, Oya Kamu mau dibawain apa?" Tanya Naka seraya memandang wajah Tyas yang masih sangat pucat itu


" Nggak usah Mas, Tapi jangan lama lama ya." Jawab Tyas.


"Ok Aku pergi sebentar ya ." Balas Naka.


Kemudian Naka pun terlihat keluar meninggalkan kamar tersebut untuk membeli makan siang untuk dirinya sendiri.


Tak berselang lama Naka terlihat sudah kembali ke kamar tempat Tyas dirawat, Terlihat Dia menenteng dua kantong plastik yang berisi minuman dan kotak makan siang yang dibeli di restoran sebrang jalan itu.


Tyas senang saat melihat Naka sudah kembali lagi ke kamar itu, Dia pun meminta Naka agar cepat makan siang sebab hampir jam satu siang dan Naka pun menuruti nya terlihat Dia tengah duduk di sofa penunggu pasien dan bermaksud untuk mulai santap siang.


Tyas berusaha untuk bangun dan hendak berdiri, Naka pun melihatnya dan Dia pun segera berjalan mendekati Tyas yang tengah berusaha berdiri itu.


" Kamu mau kemana Yas?" Tanya Naka


" Aku mau duduk di sofa iyu Mas menemani Kamu makan." Jawab Tyas


" Nggak papa Yas Kamu istirahat saja di sini." Balas Naka


" Nggak papa Mas, Aku hanya ingin temani Kamu makan kok." Sahut Tyas.


Kemudian Naka pun menuntun Tyas menuju sofa penunggu pasien itu lalu mendudukkan Tyas tepat di depannya.

__ADS_1


Naka mulai membuka kotak makan siang nya itu kemudian mulai memyantapnya, Sementara Tyas hanya menyaksikan Naka yang sedang makan itu dengan seksama .


__ADS_2