Saat Suamiku Lebih Memilih Temanku

Saat Suamiku Lebih Memilih Temanku
Rindu itu berat


__ADS_3

" Sekarang juga Kamu perintah kan Mereka cari tau di mana alamat kedua orang tuanya Tyas dan jika sudah ketemu cepat Kita susul Dia." Perintah Naka pada Anton


" Baik Tuan." Balas Seketaris Anton seraya pamit keluar ruangan menemui anak Buah nya itu


Naka terlihat duduk seorang diri dituang kerjanya itu Dia nampak tidak konsen kerja sama sekali dan hanya mengotak atik HP miliknya dengan berusaha menghubungi Tyas dan hasilnya tetap sama tidak ada jawaban sama sekali dari Tyas.


Nampak Naka mengamati foto Tyas yang secara sembunyi sembunyi di fotonya dan tersimpan rapi di galery ponsel mewahnya itu, mulai dari foto pertama kali Mereka bertemu di mall dulu, waktu bertabrakan di bandara hingga akhirnya bisa menjalin sebuah hubungan asmara.


Tanpa di sadari air mata Naka jatuh menetesi pipinya, Dia merasakan getaran rindu yang sangat hebat di hatinya rasa cinta yang tubuh dan berkembang di hatinya membuat dirinya sangat ketakutan kehilangan Tyas dan sungguh Naka sangat menyesali kejadian kesalah paham yang terjadi ini


Naka sangat rindu dengan Tyas, bayangan wajah nya yang anggun cantik natural terlebih senyuman nya yang manis,tutur kata nya yang lembut dan tegas kepribadian nya yang baik dan sopan dan sikapnya yang baik dan penuh tanggung jawab juga mandiri mampu membuat Naka tergila gila


" Tyas Aku akan segera menyusul dan melamarMu, Aku nggak sanggup berjauhan dengan Mu seperti ini , rindu ini menyiksaku sayang." Guman Naka lirih seraya mengusap air matanya yang tadi sempat jatuh menetesi pipinya itu


Tak berselang lama Seketaris Anton pun mengetuk pintu dan segera masuk keruangan tersebut .


" Maaf Tuan hari ini Kita ada meeting dengan klien dari luar negeri." Ucap Seketaris Anton seraya menyerahkan selembar kertas dokumen yang nanti akan digunakan untuk meeting.


" Aku hari ini tidak semangat tolong tunda saja meeting nya." Balas Naka


Seketaris Anton terlihat terkejut dengan perkataan Naka barusan, sebab selama Dia ikut kerja dengan Naka tidak pernah sekalipun Majikannya itu meminta untuk mengundur meeting apalagi ini klien dari luar negeri dan menyangkut kerja sama proyek besar.

__ADS_1


" Tapi Tuan ini klien besar Kita dan Beliau jauh jauh dari luar negeri hanya ingin meeting dengan Anda ." Ucap Seketaris Anton seraya menatap wajah Sang Bos yang terlihat sangat lesu.


Naka terlihat menatap wajah Seketaris Anton sebentar dan memalingkan mukanya kearah jendela kaca diruang kerja itu sembari menatap lurus kearah luar gedung.


" Baiklah Kamu atur saja jadwal meeting nya itu dan Kamu jangan lupa tentang pekerjaan penting Mu mencari Tyas cari Dia sampai dapat." Kata Naka seraya menghela nafasnya panjang


" Baik Tuan akan Saya jadwal kan sore ini sekalian makan malam." Balas Seketaris Anton


Naka mengangguk tanda mengiyakan ucapan Seketaris Anton barusan, kemudian Dia pun memilih untuk memulai kerja saja ya meskipun suasa hatinya sangat kacau


Sementara itu di desa, Tyas terlihat baru saja bangun tidur dan Dia pun segera beranjak dari ranjang lalu segera cuci muka dan keluar kamar menyusul Ibuk dan Bapak yang terlihat sedang duduk dibawah pohon rambutan belakang rumah.


" Buk, Pak." Sapa Tyas seraya mendudukan bokongnya di samping Sang Ibuk


Tyas hanya mengangguk dan tersenyum dengan pertanyaan Ibuk barusan, Kemudian Ibuk pun beranjak dari duduknya lalu berjalan menuju dapur mengambil tiga gelas kopi panas dan sepiring bakwan jagung untuk menemani waktu santai Mereka di sore hari itu


" Yas, tadi Bapak tanya kok Kamu nggak jawab to." Kata Bapak seraya mengeluarkan sekotak rokok dari dalam saku celananya itu.


" Ini minum kopi dulu , baru setelah itu Kamu cerita." Ucap Ibuk seraya meletakkan nampan yang berisi tiga gelas kopi dan sepiring bakwan jagung itu


" Buk, Pak tolong maafkan Tyas. " kata Tyas seraya menyeruput kopi buatan Ibuk itu

__ADS_1


" Lakok malah minta maaf to, kan Bapak cuma tanya Siapa Dia? " Ujar Bapak seraya menatap wajah Tyas itu


" Dia itu namanya Janaka Bagaskara dan biasa Ku panggil Mas Naka, Pak Buk." Jawab Tyas seraya menatap wajah kedua orang tuanya itu.


" Lalu kapan Kamu akan mengenal kan nya pada Kami, kan kemarin Dia sudah bilang kalau Dia itu calon Suami Mu? " Tanya Bapak dengan suara tegas khas Bapak Bapak desa yang sangat tegas menjaga anak perempuan nya itu.


" Nanti Pak jika waktunya sudah pas, Tyas akan membawa nya kesini untuk berkenalan dengan Bapak dan Ibuk karena sekarang Dia sedang sibuk kantor banyak kerjaan." Jawab Tyas berbohong berharap agar Beliau berdua berhenti membahas Naka.


" Oh begitu ya sudah Bapak dan Ibuk doakan semoga Dia adalah jodoh terahir Mu yang dipilih langsung oleh Allah untuk Mu dan kelihatanya Dia pria yang baik dan penuh tanggung jawab." Balas Ibuk seraya membelai rambut Sang putri bungsu itu


" Aamiin." Ucap Bapak dan Tyas kompak barengan.


Kemudian Mereka pun melanjutkan obrolan santai itu berganti topik dengan membahas tentang kemajuan tempat usaha Tyas berikut pemasukan yang semakin bertambah dan semakin bagus saja dan hal itu sukses membuat Bapak dan Ibuk bangga dan bersyukur pada Allah SWT.


Hingga sore menjelang magrib itu pun tiba dan Mereka bertiga pun membuyarkan diri dan masuk kedalam rumah guna menjalankan ibadah sholat magrib berjamaah.


Selesai sholat Mereka melanjutkan dengan makan malam bersama dengan menu sederhana yang tadi di masak oleh Ibuk dan selesai makan malam juga selesai sholat isya Tyas meminta ijin masuk kedalam kamar dengan alasan mau menghubungi karyawan ruko miliknya itu.


Namun nyatanya Dia tidak menghubungi Diah, Yesi , Dini maupun pekerja lainnya di ruko itu dan terlihat Tyas hanya membuka HP nya saja seraya menyekrol beratus ratus panggilan dari Naka berikut pesan pesan yang ditulisnya itu jumlah mencapai ratusan.


Tyas memilih untuk menutup HP nya saja tanpa merespon panggilan maupun pesan yang dikirim kan oleh Naka itu, nampaknya Dia sangat emosi dengan kejadian demi kejadian yang menimpanya itu.

__ADS_1


Dan tak bisa di bohongi hati nya juga merasakan rindu yang mendalam kepada Naka terlebih jika mengingat nasehat nasehat nya tentang dunia bisnis, tampang nya yang cukup tampan dengan kulit kuning langsat dan penampilannya yang selalu rapi dan wangi.


Dan hal itu mampu membuat Tyas merasakan debaran sakit di hatinya dan diyakini itu adalah debaran rindu pada Naka namun Dia memilih untuk menutupi perasaannya itu dan ego nya yang tinggi membuatnya gelap mata dan memilih untuk tidak menghubungi maupun merespon panggilan juga SMS dari Naka itu


__ADS_2