
Setelah mengobrol panjang lebar dengan Diah dengan topik utama membahas pertemuan Tyas ddngan Wati siang tadi
Diah mengajak Tyas untuk jalan jalan ya seperti biasa Mereka hunting makanan juga minuman di pasar malam tempat pavorit Mereka
Dimulai dari antri makanan kesukaannya Diah lalu berganti dengan makanan kesukaan Tyas yakni salad sayur dengan toping saging bebek panggang dan rujak buah tentunya sedangkan untuk minuman mereka berdua sepakat untuk membeli jus buah .
Selesai mengantri membeli makanan juga minuman kedua gadis itu pun berjalan hendak mencari tempat duduk yang kosong dan karena hari ini adalah hari sabtu otomatis pasar malam itu sangat ramai oleh pengunjung yang kebanyakan sedang mencari makan juga
"Yas cobaiin.deh martabak telur ini rasanya nyussss gurih lo ." Ujar Diah mencoba menawari Tyas untuk mencoba makan martabak yang tadi Dia beli .
" Nggak ah terlalu berminyak nih Kamu aja cobain makanan Ku sehat dan tentunya less oil ." Jawab Tyas sembari menyodorkan sepiring plastik salad sayuran itu .
" Ih sory bestie Aku bukan spesies kambing yang suka makanan memtah kayak gitu ." Balas Diah sembari menutup mulutnya dengan kedua telapak tanganya itu .
" Huahahahahaha jadi Kamu ngatain Aku kambing gitu ?" Tanya Tyas sembari tertawa mendengar kata kata Diah barusan .
" Hemmm menurut mu apa coba sebutan yang pas untuk penyuka sayuran mentah seperti itu dan juga apakah Kamu masih saja dengan diet Mu itu untuk apa coba toh Wanita secantik dan tubuh sesexi Kamu aja masih di selingkuhi ."Jawab Diah
Diah tak sadar kalau ucapannya itu menusuk perasaan Tyas dan terlihat Tyas menunduk dan meneteskan air matanya.
"Bestie hey kok Kamu malah menangis Kamu tersinggung ya dengan ucapanKu barusan Aku minta maaf ya bercanda Ku kelewatan ."Kata Diah meminta maaf pada Tyas
Tyas menoleh kearah Diah seraya menggelengkan kepalanya
"Nggak papa kok kan emang itu kenyataannya ."Jawab Tyas tersenyum manis kearah Diah seraya menggenggam tangan Sahabatnya itu .
"Terus kenapa Kamu menangis coba ?" Tanya Diah dengan rasa bersalah .
__ADS_1
" Aku hanya teringat dengan perkataan Mas Ditya dulu yang selalu melarangKu untuk diet Di ." Jawab Tyas berterus terang .
" Sudahlah Yas lupakan kenanganMu bersama Dia kubur dalam dalam bersama dengan penghianatannya bersama Wati ." Sahut Diah mencoba menyadarkan Tyas
Tyas pun mengangguk paham Kemudian Dia pun mengelap air matanya dengan selembar tisu dan melanjutkan obrolan lain nya .
Hingga malam pun tiba Tyas mengajak Diah untuk pulang kerumah masing masing Diah kembali ke kamar kost nya sedangkan Tyas kembali ke rumah Mbak Rina .
Tyas sudah sampai dirumah Mbak Rina rumah terlijat sepi mungkin saja Mbak Rina belum pulang dari belanja bersama Mas Gunawan .
Dan tanpa pikir panjang Tyas segera mengambil kunci rumah yang ada di dalam tasnya dan segera membuka pintu lalu masuk kedalam dan ketika hendak mengunci pintu nya kembali tiba tiba saja Ditya menrrobos masuk kedalam rumah dan langsung memeluk tubuh Tyas dengan erat
Tyas terjengah kaget dengan kehadiran Ditya yang mendadak itu kemudian Dia mencoba melepaskan pelukan Ditya tersebut seraya berkata
" Mas Ditya tolong lepaskan Aku ."
" Tidak Aku tidak akan melepaskan Kamu Yas selama Kamu tidak mau mencabut gugatan itu dan mau rujuk dengan Ku ." Jawab Ditya
" Mau apa Kamu kesini Mas Kamu jangan macam macam Mas atau Aku akan melaporkan Kamu ke Polisi ." Ancam Tyas
" Silahkan Kamu melapor dan Polisi tidak akan menanggapi laporanMu karena Kamu masih resmi istriku ." Balas Ditya yang mencoba mendekati Tyas kembali .
" Jangan mendekat Mas dan katakan apa maksud tujuan Mu kesini ?" Bentak Tyas
" Aku ingin minta maaf ke Kamu dan meminta Kamu untuk pulang dan tinggal bersama Ku seperti dulu ."Jawab Ditya
" Tidak Mas itu tidak akan terjadi Aku tidak mau ikut dengan Mu Aku mau Kita pisah dan Kamu hiduplah bersama Wati juga anakmu nanti ." Balas Tyas mulai emosi
__ADS_1
"Apa yang membuatMu tidak mau , Bukankah selama ini Aku sudah cukup adil pada Kalian berdua dan juga bukankah Aku sudah mengatakan alasanKu menikahi Wati lalu lurang apa lagi ?" Tanya Ditya dengan nada mulai sedikit naik .
" Kamu bilang menikahi Wati itu atas permintaan terahir Budhe nya Wati Kalian menikah karena terpaksa tapi kini Wati sedang hamil anakMu lalu apakah itu yang namanya dipaksa Mas Kalian menikmatinya bukan juga barusan Kamu bilang selama ini sudah cukup adil untuk Kami berdua lalu adil yang mana maksud Kamu Mas Kita menikah hampir satu tahun dan selama itu pula Kamu tidak pernah menyentuhKu dan Kamu malah menghamili Dia itukah yang Kamu maksud adil Mas ?" Ujar Tyas dengan nada penuh emosi
"Oh Jadi Kamu mempermasalahkan nafkah batin Ku untuk Mu itu yang Kamu mau baik lah Aku akan menuruti Ke mauan Mu itu Sayang ."Balas Ditya seraya mulai mendekat kearah Tyas
Tyas mulai panik saat melihat Ditya tengah berjalan kearahnya dengan tatapan mesum penuh nafsu
" Mau apa Kamu Mas jangan coba coba mendekat atau Aku akan berteriak ." Kata Tyas mencoba menghentikan langkah Ditya yang semakin mendekati nya itu .
Sementara itu Ditya tidak menjawab juga tidak memperdulikan ucapan Tyas barusan Dia terus mendekat sedankan Tyas berusaha menjauh dan berlari menjauhi Ditya dan Ditya pun secepat kilat memburu Tyas dan berhasil Dia memeluk erat tubuh ramping Tyas dari belakang
Ditya memeluk erat tubuh Tyas dan mulai menciumi rambut Tyas juga mulai menciumi pundak Tyas sungguh aroma yang telah lama Ditya rindukan sementara itu Tyas memberontak hendak melepaskan diri Dia menendang kaki Ditya dengan sekuat tenaga namun hasilnya nihil Ditya yang dipenuhi nafsu beecampur amarah itupun seakan tidak bergeming dengan perlawanan Tyas tersebut
Hingga Tyas pun menggigit lengan Ditya dengan keras lah yang membuat Ditya melonggarkan pelukanya itu hingga Tyas bisa meloloskan diri kemudian berlari hendak meraih gagang pintu dan membukanya
Namun sayang Ditya lebih dulu meraih tubuh Tyas kembali kali ini Ditya sesikut nekat Dia berusaha mencium bibir Tyas namun secepat kilat Tyas menolaknya dan dengan tangannya Tyas menutupi wajahnya dari usaha penciuman yang tengah Ditya lakukan
Ditya meraih tangan Tyas dan menguncinya dengan tangan satunya sementar tangan satunya memeluk erat pinggang ramping Tyas Ditya menyandarkan tubuh Tyas di dinding rumah Mbak Rina kemudian Dia mulai mendekati wajah cantik Tyasyang air matanya mulai mengalir deras membasahi pipinya itu dan Ditya pun tidak peduli dengan kepanikan juga permohon Tyas itu Dia mulai menciumi Tyas mulai dahinya pipinya dan mulai ******* bibir **** Tyas ciumanya sedikit brutal dan menuntut agar Tyas membuka bibirnya
Tyas tetap tidak bergeming Dia tidak mau membuka bibirnya dan Ditya pun menggigit bibir milik Tyas lalu secara refleks Tyas membuka bibirnya karena merasa kesakitan akibat gigitan itu
Ditya menciumi menjilati mengulum bibir **** milik Tyas itu Dia sangat menimati nya memainkan lidahnya di dalam mulut Tyas
Sementara itu Tyas yang merasa panik ketakutan hanya bisa pasrah dan berharap ada bantuan yang ALLAH turunkan untuk menyelamatkan dari ambisi gilanya Ditya itu .
Puas menikmati bibir Tyas , Ditya kemudian melancarkan aksinya dengan menciumi leher uga daun telinga milik Tyas secara bergantian dan yang lebih gilanya lagi Ditya sengaja menggesek gesekkam bagian celana depannya pada bagian bawah pusar perutnya Tyas seakan akan Ditya tengah memberi signal kalau hari ini Dia akan menuntaskan apa yang Dia tahan selama Dia pendam .
__ADS_1
Dan di saat inilah Tyas merasa sesak dadanya dipenuhi rasa panik takut bercampur satu dan yang tak kalah membuatnya sakit hati lagi adalah Dia merasa benar bemar dilecehlan oleh Ditya manakala tangan Ditya yang semula memeluk pinggangnya itu tiba tiba meraba raba bokong Tyas
Air mata Tyas terus memgalir membasahi pipinya dalam hati Dia tak henti hentinya berdoa semoga ada pertolongan yang datang menolongnya