
Tyas terlihat begitu lincah dan lihai memilih aneka sayur segar bahan baku salad juga bahan bahan menu sarapan lainnya , Ya benar Dia hari ini belanja sendirian di pasar modern dekat kawasan ruko tempat tinggalnya sekarang.
Setelah belanjaannya dirasa sudah cukup dan sudah menyelesaikan pembayaran nya, Tyas pun berjalan keluar dari dalam pasar dengan menenteng tiga kantong plastik besar berisi aneka sayuran segar, Buah buahan dan barang belanjaan lainnya.
Tyas terlihat sedikit keteteran membawa barang belanjaan nya itu, Dia berjalan menuju depan halaman pasar bermaksud hendak menyetop taxi dan meminta untuk diantar ke ruko.
Namun nasib baik mungkin belum berpihak pada Tyas pagi itu sebab sudah hampir dua jam Dirinya berdiri di tempat itu belum juga ada taxi yang lewat huffff mentang mentang weekend aja taxi juga jarang lewat ". Guman Tyas lirih.
Tyas akhirnya memutuskan untuk berjalan kaki pulang menuju ruko kebetulan jarak pasar tersebut ke ruko tempat tinggalnya berjarak kurang lebih dua kiloan lumayan jauh untuk jalan kaki apalagi dengan membawa barang belanjaan yang cukup banyak itu.
Saat sedang berjalan sekitar seratus meter dari pasar , terlihat sebuah mobil sport mewah warna merah tengah melintas di samping Tyas yang tengah berjalan kaki itu
Dan tiba tiba mobil itu berhenti tepat di samping Tyas yang tengah berhenti sejenak untuk istirahat , dan terlihat seorang pria berperawakan tinggi berkulit kuning langsat dan berparas cukup tampan keluar dari mobil tersebut.
Ya betul Pria itu tak lain dan tak bukan adalah Janaka Bagaskara atau biasa dipanggil Tuan Naka Sang pemilik sekaligus pewaris tunggal Bagaskara corp.
Naka terlihat berjalan kearah Tyas yang tengah istirahat meregangkan tangannya yang kecapean membawa barang belanjaan itu.
" Hay Nona bolehkah Ku bantu membawakan barang belanjaan Mu ini dan juga sekalian mengantarkan Mu pulang? " Tanya Naka saat sudah sampai di depan Tyas
Tyas kaget dan langsung menatap kearah Naka yang sudah berdiri di depannya itu, Dia terlihat memandang Naka dengan seksama sembari mengingat seperti nya Dirinya pernah bertemu dengan pria tersebut dan muncul lah jawabannya dibenak Tyas.
" Terima kasih banyak dan kelihatan nya nggak perlu Tuan Penabrak ." Jawab Tyas sewot sebab Dia masih teringat waktu Mereka bertabrakan dulu.
Naka terlihat mengernyitkan dahinya seakan bingung dengan panggilan yang baru saja disebutkan Tyas.
" Apa maksud Mu dengan memanggil Ku Tuan penabrak Nona? " Tanya Naka penasaran.
" Ya karena Anda sering menabrak Saya Tuan, Tetapi Anda selalu berkilah dan berkata Saya lah yang salah." Jawab Tyas yang semakin sewot saja.
" Huahahahaha Anda ini lucu sekali Nona memang jelas jelas Anda yang menabrak Saya." Balas Naka.
Tyas semakin emosi dan terlihat merengut dengan kata kata Naka barusan.
__ADS_1
" Tukan Anda mulai lagi menuduh bahwa Saya lah yang menabrak Anda." Ucap Tyas dengan sedikit emosi.
Naka nampak tersenyum manakala melihat Tyas yang terlihat lebih cantik saat marah itu
" Iya iya sudah Aku minta maaf Nona dan sebagai tanda permintaan maaf Ku ijinkan Aku mengantarkan Mu pulang gimana Kamu setuju kan Nona galak?" Balas Naka dengan menyilangkan tangan nya di dada.
" Barusan Anda menyebut Ku apa Tuan penabrak?" Tanya Tyas yang ingin memastikan pendengaran nya barusan
" Karena Kamu memanggilku Tuan penabrak maka Aku panggil Kamu Nona galak adilkan ." Jawab Naka seraya mengangkat dua jarinya keatas simbol damai
Tyas semakin emosi pipinya menjadi merah merona bagai tomat seakan tak Terima dengan panggilan yang baru saja di sematkan untuk nya itu.
" Sini biar Aku bantu bawain belanjaan Mu itu dan sana cepat masuk ke mobil." Ucap Naka seraya meraih kantong plastik tersebut
Awalnya Tyas menolak dan bersikeras untuk jalan kaki saja namun Naka berhasil membujuk Tyas agar mau diantarnya pulang ke ruko.
Di sepanjang perjalanan tidak ada obrolan antara Naka dan Tyas, Hingga akhirnya Naka lah memulai obrolan itu.
" Kamu tinggal dimana Nona galak?" Tanya Naka pura pura tidak tau tempat tinggalnya Tyas.
" Em kelihatanya Kita satu tujuan Nona galak." Balas Naka seraya mencuri curi pandang kearah Tyas
" Stop memanggilku dengan panggilan aneh Mu itu Tuan penabrak, Anda bisa memanggilku Tyas saja tidak usah di kasih embel embel Nona ." Jawab Tyas sewot seraya memandang Naka dengan seksama
" Huahahaha maaf maaf Aku akan memanggilMu Tyas dan Kamu juga stop memanggilku Tuan penabrak Kamu bisa panggil Aku Naka saja tanpa embel embel Tuan." Sahut Naka menirukan kata kata Tyas barusan .
" Deal ya? " Tanya Tyas seraya mengacungkan jari kelingking nya ke udara
" Deal." Jawab Naka seraya mengaitkan jari kelingking nya di jari kelingking milik Tyas itu
Jari kelingking Mereka telah saling mengait tanda setuju kalau kini Mereka akan menjadi Sahabat dan juga sepakat untuk berhenti memanggil dengan sebutan tadi.
" Oya Kamu tinggal dengan siapa di Ruko itu dan juga kenapa belanja sebanyak ini sendirian pula?" Tanya Naka seraya menoleh kearah Tyas
__ADS_1
" Aku tinggal bersama dengan kedua sahabat Ku dan ini semua barang belanjaan untuk kebutuhan jualan menu sarapan tiap pagi dan Mereka berdua lah yang membantu Ku." Jawab Tyas dengan senyum manisnya
Senyuman manis milik Tyas itu mampu menyihir hati dan pikirannya Naka, Naka melamun membayangkan seandainya Dia bisa memiliki Tyas Dia juga berdoa semoga saja hayalan nya itu akan terwujud suatu hari nanti.
" Kamu hebat ya diusiaMu yang masih muda tapi Kamu sudah punya usaha sendiri ya ngomong ngomong dimana kedua Orang Tua Mu kok Kamu hanya tinggal dengan kedua Sahabat sekaligus karyawan Mu itu? " Tanya Naka mulai penasaran.
" Kedua Orang Tua Ku tinggal dikampung dan sebenarnya Aku tinggal dengan Kakaku di Jakarta ini cuma beda kota saja Dia juga sering mengunjungi Ku kok." Jawab Tyas
" Hebat ya Kamu Yas." Puji Naka
" Terima kasih, Oya Kamu sendiri tinggal dimana dan kerja dimana?" Tanya Tyas balik
" Aku tinggal dekat kok dari sini palingan lima belas menit dan mengenai dimana Aku tinggal nanti Kamu juga akan tau sendiri." Jawab Naka dengan nada ceria.
" Oh begitu." Balas Tyas seraya manggut manggut kepala
" Oya Aku minta nomer HP Mu ya biar Kita lebih mudah saling tukar kabar kan Kita sahabat heheheh." Ujar Naka
Tyas yang memang sifatnya ramah mudah bergaul dan tidak sedikit pun menaruh curiga pada siapapun langsung memberi kan nomer teleponnya pada Naka dan begitupun sebaliknya.
Hingga tak terasa perjalanan Mereka pun telah sampai di tujuan yakni ruko tempat tinggal Tyas.
Naka terlihat memarkirkan mobilnya di depan ruko lalu Dia pun keluar dari mobil itu duluan dan langsung mengangkat semua barang belanjaannya Tyas dan membawanya masuk kedalam ruko .
Sementara itu, Tyas terlihat menyusul Naka dengan berjalan dibelakangnya, Naka segera meletakkan barang belanjaannya dimeja dapur sementara Tyas mengambilkan segelas jus buah dingin untuk Naka dan memintanya untuk segera Minum.
" Terima kasih banyak ya atas bantuanMu hari ini dan Oya Kamu sudah sarapan belum?" Tanya Tyas seraya menyerahkan segelas jus buah
" Sama-sama dan Aku belum sarapan tadi Aku habis olahraga aja." Jawab Naka jujur.
" Ya sudah Aku buatkan sarapan, Kamu tunggu dulu ya." Balas Tyas
" Memang nya Kamu bisa masak?" Tanya Naka penasaran
__ADS_1
" Ya ngga sebegitu pintar cuma bisa aja dan kebetulan di toko ini Aku yang masak buat jualan. " Jawab Tyas seraya bangkit dari duduknya kemudian berjalan ke dapur hendak memasak sarapan untuk Naka.
Sementara itu Diah san Yesi yang sedari tadi sibuk melayani pembeli itu pun heran saat melihat kearah sebuah mobil sport yang tengah terparkir di depan ruko Mereka berdua mengagumi kemewahan mobil tersebut dan juga bertanya tanya siapa pemilik mobil mewah tersebut.