
" Nil, Kamu nggak papa kan Kami tinggal sebentar? " Tanya Wati
" Iya nggak papa, Kalian hati hati di jalan ya." Jawab Nila dengan senyum manisnya itu
" Ok makasih ya Kami berangkat dulu." Sahut Ditya
Ditya dan Wati pun berangkat menghadiri jamuan pesta makan malam di perusahaan tempat Ditya bekerja sekaligus malam pelantikan dirinya menjadi manager itu.
Sementara itu rombongan Eyang Putri bersama Tyas juga Naka terlihat tengah dalam perjalanan menuju kantor cabang tempat akan diadakannya acara makan malam.
Naka, Eyang Putri dan Tyas terlihat duduk satu baris dibangku belakang kemudi , sementara Seketaris Anton duduk di sampingnya Pak Prapto yang tengah sibuk mengemudikan mobil tersebut.
Dan di sepanjang perjalanan itu pula Naka memandangi wajah cantik nanti teduh milik Tyas, ada rasa kagum juga rasa bersyukur beristri kan Tyas dan Dia pun berjanji akan selalu menjaganya hingga nanti
" Naka, selepas acara ini Kamu dan Tyas berangkat honeymoon ke Jepang ya refresing gitu." Kata Eyang Putri yang sedari tadi melihat kalau Naka tengah sibuk mengamati wajah cantik sang istri itu
"Jepang? " Ucap Tyas kaget
" Iya Jepang, Kamu belum pernah kesana kan di sana itu pemandangan nya bagus bagus lo." Jawab Eyang Putri dengan senyum penuh wibawah nya itu
Tyas menatap kearah Naka seakan tengah bermusyawarah mengenai tawaran dari Eyang Putri barusan.
" Gimana Kalian setuju kan? " Tanya Eyang Putri
" Tapi Eyang kenapa harus buru buru, sementara Kami belum mempersiapkan segala keperluan yang dibutuhkan." Jawab Naka
Mendengar penuturan Naka barusan, Eyang Putri pun tertawa gemas ya bagaimana tidak tertawa melihat ucapan polos dari Sang cucu kesayangan nya itu yang jelas tidak tau kalau segala sesuatunya sudah Eyang Putri persiapkan sejak kemarin itu.
" Lo Eyang Putri kok malah tertawa? " Tanya Tyas heran
" Iya Eyang memangnya ada yang lucu ya? " Kata Naka menimpali pertanyaan nya Tyas barusan
"Ya Kalian memang lucu, masa ditawari honeymoon malah masih bingung ngurus ini itu." Jawab Eyang Putri sembari menoleh kearah Tyas dan Naka
Tyas dan Naka saling melemparkan pandangan satu sama lain dan semakin bingung dengan maksud ucapan Eyang Putri barusan sembari memikirkan bukan kah benar jika Mereka belum ada rencana ke Jepang dalam waktu dekat ini.
" Kalian jangan bingung begitu, segala sesuatunya sudah diurus oleh Seketaris Anton jadi besok siang Kalian sudah bisa berangkat ke Jepang honeymoon ." Ujar Eyang Putri
__ADS_1
Mendengar ucapan Eyang Putri barusan membuat Naka dan Tyas lega ya lega dari rasa penasaran yang teramat dalam di dalam hati Mereka masing masing, dan secara spontan Mereka berdua pun berhamburan memeluk Eyang Putri sembari menciumi sang Eyang sebagai tanda Terima kasih.
Tak berselang lama rombongan Eyang Putri itu telah sampai di tempat acara dan Mereka di sambut langsung oleh Direktur Arif sebagai pimpinan perusahan cabang Bagaskara grub itu.
Pak Arif demikian Direktur tersebut dipanggil, mempersilahkan ketiga tamu terhormat nya itu untuk masuk kedalam ruangan tempat acara akan diselenggarakan itu lalu mempersilahkan para tamu kehormatan nya itu untuk duduk di bangku VVIP tentunya.
Naka mengajak Tyas untuk menemui sekaligus berkenalan dengan para klien yang datang malam ini, sementara Eyang Putri memilih untuk berbincang bincang dengan orang kepercayaan nya di kantor cabang tersebut
Tak lama setelah itu datang seorang pelayan yang dengan nada sopan memberitahu kepada seluruh tamu hadir termasuk Naka dan rombongannya itu untuk bersantap menu makan malam sebelum memasuki ke acara inti.
Eyang Putri memilih dengan istri Direktur Arif, sementara Naka dan Tyas terlihat duduk berdampingan di kursi khusus VVIP dengan aneka hidangan di meja depan nya itu.
Saat tengah asik makan tiba tiba dari arah belakang ada anak kecil yang jatuh menabrak kursi tempat Tyas duduk , kebetulan anak kecil tersebut tengah membawa kue dan Alhasil kue tersebut jatuh menimpa ujuk gaun milik Tyas.
Anak kecil tersebut menangis ketakutan apalagi saat Dia melihat kue tersebut mengenai ujung gaun mewah milik Tyas dan seakan paham dengan apa yang ditakuti oleh gadis kecil tersebut.
Tyas pun bangkit dari duduk nya dan berjongkok di depan anak kecil tersebut sembari berkata.
" Hay gadis kecil, kenapa Kamu menangis apakah kaki mu ada yang sakit? " Tanya Tyas dengan nada lembutnya
Gadis itu hanya menggeleng dan masih saja menangis dan nampak dari anak belakang muncul seorang perawat anak yang terlihat pucat pasi mungkin karena sangking takutnya.
Melihat hal itu membuat hati Tyas menjadi trenyuh dan teringat kembali bagaimana kerasnya mencari kerja di ibu kota juga teringat dari mana asal nya dulu sebelum dinikahi Naka.
" Nggak papa Mbak, Kamu tidak salah nanya anak kecil berlarian jatuh lalu mengenai orang lain itu wajar toh nona dibaju ini masih bisa di cuci." Balas Tyas sembari mengusap kedua pundak perawat anak tersebut.
Mendengar perkataan Tyas barusna membuat Perawat tersebut merasa lega, sungguh Dia tidak bisa membayangkan jika yang ditabrak oleh majikan kecilnya tadi adalah sosok yang galak maka habis lah riwayatnya malam ini
" Terima kasih banyak Nyonya." Sahut perawat tersebut sopan
" Sama sama, Kamu sudah makan belum? " Tanya Tyas
" Sudah tadi Nyah, maaf Saya permisi dulu." Jawab perawat tersebut sembari menggendong anak majikannya itu berlalu pergi meninggalkan Tyas.
Naka yang sedari tadi mengamati perilaku Tyas kepada Anak kecil yang menabrak nya hingga membuat gaun kesayangan nya itu kotor juga perilaku Tyas kepada perawat anak yang sopan dan baik itu pun semakin kagum saja dengan sifat sopan nanti ramah nya itu.
" Mas Aku ijin ke toilet sebentar ya, Aku mau membersihkan noda ini." Ucap Tyas sembari menunjukan noda kue di ujung gaun nya itu ke arah Naka
__ADS_1
" Iya sayang Kamu hati hati ya." Sahut Naka
Tyas pun tersenyum mengangguk dan berjalan menuju toilet, seperginya Tyas ke toilet itu terlihat Naka tengah memanggil seorang pengawal yang biasa mengawal Tyas jika sedang tidak bersama dirinya itu untuk mengikuti Tyas ke toilet.
Ya hal itu Naka lakukan bukan karena Naka tidak percaya ke pada Tyas tapi karena Naka takut terjadi hal hal buruk pada Tyas apalagi sekarang Mereka tengah berada di area pesta kantor yang sangat meriah dengan ratusan ribu tamu yang hadir, dan Naka takut kalau kalau Maritha menyuruh anak buah nya untuk menyelinap masuk dan mencelakai Tyas.
Sesampainya di toilet , Tyas segera membersihkan ujung gaunnya yang terlihat kena percikan kue yang jatuh tadi, Dia membersihkan nya dengan pelan pelan hingga tak berselang lama gaun nya sudah bersih kembali dan Dia pun berjalan hendak kembali menyusul Naka.
Saat hendak keluar dari kawasan toilet tersebut Dia berpapasan dengan Wati yang malam ini ternyata juga hadir di acara jamuan pesta tersebut.
" Wati." Panggil Tyas lirih
Ya meskipun Wati adalah orang ketiga dalam kadasnya rumah tangganya dulu bersama Ditya namun nampaknya Tyas tidak sedikitpun menaruh dendam maupun membenci pada sosok Wati yang mana Dia adalah sahabat kecilnya dulu.
Wati yang namanya dipanggil itupun segera menoleh dan menatap tajam kearah Tyas yang terlihat tengah berdiri di depan pintu utama toilet tersebut.
" Kamu juga hadir di sini Wat? " Tanya Tyas
Wati yang melihat kehadiran Tyas di dalam pesta itupun merasa sedikit risih cenderung rasa tidak suka takut bila saja Tyas masih mencari perhatian di depan Ditya secara malam ini Ditya dilantik menjadi manager di perusahaan itu.
" Ya tentu saja Aku hadir, Aku menemani suami ku yang malam ini dilantik jadi Manager di perusahaan ini." Jawab Wati
" Apa Mas Ditya dilantik jadi manager? " Tanya Tyas kaget
" Ya benar Suami tercinta ku malam ini dilantik menjadi seorang Manager di perusahaan bonafide ini dan pasti Kamu menyesal ya dulu ngotot minta cerai , iya lagian ngapain Kamu disini atau jangan jangan suamimu juga kerja di kantor sini? " Tanya balik Wati yang menyombongakn diri itu
" Aku disini tidak ada urusannya dengan Kamu maupun suamimu itu." Jawab Tyas singkat
Nampaknya Wati emosi mendengar jawaban Tyas barusan, Dia menjadi naik pitam dan berjalan maju hendak memaki maki juga menampar Tyas tentunya , untung saja seorang pengawal rahasia yang tadi diperintahkan oleh Naka itupun sigap berjalan maju melindungi Tyas.
" Maaf Nyonya, Anda tidak diperkenalkan untuk membentak juga menyentuh Majikan Saya." Kata pengawal tersebut tegas
Melihat hal itu Wati pun tertawa terbahak bahak, sungguh Dia tidak mengetahui kalau Tyas kini sudah sangat jauh berbeda dengan jaman dulu.
" Maaf Anda ini siapa, dan siapa yang barusan Anda maksud dengan sebutan majikan? " Tanya Wati dengan nada sinis
"Beliau ini majikan Saya Nyonya, tolong jangan menyentuh maupun membentak nya atau Kami akan bersikap begitupula sebaliknya juga tolong tinggal kan Majikan Kami ini." Jawab pengawal tersebut dengan nada tegas dan dingin
__ADS_1
Hingga mau tidak mau Wati pun berjalan menjauhi Tyas ya meskipun Dirinya kurang puas untuk memanas manasi Tyas dengan jabatan baru sang suami.