Saat Suamiku Lebih Memilih Temanku

Saat Suamiku Lebih Memilih Temanku
Menipu Hati 1


__ADS_3

Seperginya rombongan Ditya bersama kedua Orang Tuanya juga Wati dan kedua Orang Tuanya keluar dari ruko tempat tinggal Tyas .


Pak Samsul terlihat sangat depresi Beliau duduk termengung di balkon ruko lantai atas ,Pandangan nya menatap lurus kearah pusat kota pikirannya tengah melayang jauh kemasa lalu saat Mas Abi menentang keras perjodohan Tyas dengan Ditya namun Pak Samsul tetap bersikeras untuk tetap melanjutlan acara pernikahan itu sebab Beliau yakin kalau Ditya adalah sosok Suami yang tepat untuk Tyas


Ya keyakinan Pak Samsul kalau Ditya adalah sosok Suami yang baik untuk Tyas itu bukan tanpa sebab dan alasan , Ditya itu Anak dari sahabat karibnya yaitu Pak Sugeng sosok Ditya yang sopan ramah penuh tanggung jawab juga sudah mapan dan ditambah lagi diantara Beliau dan keluarga Pak Sugeng sudah sepakat untuk menjodohkan Anak anak mereka .


Namun nyatanya harapan Pak Samsul untuk melihat Tyas hidup bahagia langgeng hingga nanti itu hanya hayalan belaka dan kejadian hari mampu menghancurkan hayalan itu berikut kenyataan bahwa Ditya tega menikahi siri Wati hingga Wati menambah hancur dan perihnya hati Pak Samsul .


Pak Samsul sangat kecewa dengan kenyatan ini , Jika tadi sewaktu Pak Sugeng dan Juga Bu Ratih tengah marah besar dengan Ditya juga Wati Pak Samsul terlihat bijaksana dengan menyampaikan pendapat yang baik dan juga terlihat tidak menunjukan emosinya sedikit pun percayalah itu hanya tipuan belakang .


Nyatanya Pak Samsul tengah menipu hatinya sendiri untuk terlihat tegar namun nyatanya hatinya hancur bercampur kecewa bercampur emosi .


" Pak , Ini teh nya di minum dulu ." Kata Bu Rukmi membuyarkan lamunan Pak Samsul .


" Iya terima kasih Buk ." Jawab Pak Samsul


"Bapak menangis ya ?" Tanya Bu Rukmi


" Ah nggak Buk ini tadi mata Bapak kelilipan debu saja oya Tyas sudah tidur to Buk juga Rina dan Gunawan apakah Mereka sudah tidur semua ?" Tanya balik Pak Samsul mencoba mengalihkan pembicaraan


" Bapak jangan bohon dan jangan mengalihkan pembicaraan , Ibu tau kalau Bapak tengah menangis dan Ibu juga paham apa yang Bapak rasakan sekarang Ibu juga tau kalau tadi Bapak itu pura pura terlihat tegar di depan Mereka semua ." Balas Bu Rukmi sembari duduk di samping Pak Samsul.


" Buk , Bapak menyesali kebodohan Bapak dulu yang mau menerima niatan keluarga besar Mas Sugeng untuk menjodohkan Tyas dengan Ditya dan juga keegoisan Bapak yang memaksa Tyas untuk menerimanya dulu Bapak keras kepala tidak mau mendengarkan penolakan Tyas juga perkataan Abi agar tidak buru buru menikahkan Tyas ." Ujar Pak Samsul dengan berurai air mata penyesalan sembari memukul mukul dadanya dengan sangat keras .


" Sudah Pak , Bapak jangan bilang seperti itu Kita ini hanya manusia biasa yang tak luput dari salah juga khilaf Bapak tidak salah menikahkan Tyas dengan Ditya karena Bapak berniat baik agar Tyas ada sosok yang membimbingnya dengan baik juga mengayomi nya namun nyatanya takdir belum mengijinkan Mereka untuk itu Pak ." Kata Bu Rukmi sembari mengusap pundak Sang Suami yang tengah menangis terisak isak


" Tapi Bapak sudah menghancurkan hidup Tyas Buk , Bapak egois Bapak ini bodoh Bapak ini kolot Bapak ini terlalu ambisius ." Balas Pak Samsul dengan suara sedikit meninggi


Sementara itu Tyas yang tengah mengambil minum di dapur pun secara tidak sengaja mendengar tangisan Sang Bapak , Kemudian Dia pun berjalan menuju balkon menyusul Bapak dan Ibuk .


" Buk , Pak ada apa ?" Tanya Tyas heran saat mendapati kedua Orang Tuanya tengah menangis sembari berpelukan itu .


" Nduk Yas sini ." Jawab Bu Rukmi melambaikan tangannya sebagai tanda meminta Tyas untuk duduk di samping nya

__ADS_1


Tyas pun berjalan mendekat kearah Sang Ibunda nya lalu duduk di sampingnya .


" Pak kenapa Bapak menangis ?" Tanya Tyas heran


" Maafkan Bapak ya Nduk atas keegoisan Bapak dulu yang memaksa menikahkan Mu dengan Ditya ,jika saja dulu Bapak tidak egois mungkin saja Kamu tidak akan menjadi seperti ini." Jawab Pak Samsul seraya meraih tangan Tyas


Tyas kaget dengan perkataan Bapak barusan meski jujur saja hatinya masih sangat sakit manakala mengingat dulu Bapak marah marah dan bersikeras memaksa nya untuk menikah dengan Ditya dan ditambah dengan penghianatan yang di lakukan Ditya .


Namun nyatanya Tyas tidak menunjukan sesikitpun kemarahannya itu di depan kedua Orang Tuanya tersebut , Dia sedang memainkan Hatinya bersikap seolah olah Dirinya adalah sosok tegar dan kuat menghadapi cobaan ini Dia menipu hatinya sendiri agar sabar dan ikhlas dengan semua ini


" Bapak tidak perlu minta maaf dengan kesalahan yang tidak pernah Bapak lakukan percayalah Pak ini sudah suratan takdir kehendak dari ALLAH dan Tyas ikhlas denggan semua ujian ini karena Tyas yakin ujian ini bermaksud untuk mendewasan pemikiran Tyas dan Tyas juga percaya ALLAH akan menggantinya dengan yang lebih baik lagi aamiin ." Balas Tyas seraya menggenggam tangan Bapak


" Nduk ,Ibuk tau Kamu tengah menipu hatimu sendiri bersikap seolah olah Kamu ini tegar namun Ibuk bangga dengan sikap dan cara berpikirMu ." Sahut Bu Rukmi seraya memeluk Tyas


Tyas terlihat menitikkan air matanya di pelukan Ibuk , Dalam hati Dia membenarkan perkataan Ibuk barusan bahwa Dia sedang menipu hatinya sendiri terlihat baik baik saja namun nyatanya hatinya hancur dan hal itu lumbrah mengingat tidak ada hati yang baik baik saja manakala rumah tangganya sedang habcur dan sudah diujung perceraian dan Tyas memilih bersikap seolah olah kuat dan tegar itu karena Dia tidak ingin kedua Orang Tuanya kawatir dengan apa yang tengah dialaminya itu .


"Bapak dan Ibuk jangan nangis lagi jangan terus terusan menyalahkan diri sendiri atas masalah ini percayalah Pak Buk Tyas sudah ikhlas menerimanya yang terpenting sekarang Bapak dan Ibu sudah tau kalau Tyas tidak bisa melanjutkan rumah tangga bersama Mas Ditya lagi ." Kata Tyas


" Sesuai dengan yang Tyas ucapkan tadi sore Pak Buk kalau Tyas akan tetap diJakarta sini belajar membuka usaha jualan dan Tyas mohon dukungan juga doa restunya ." Jawab Tyas lembut


" Apa ndak sebaiknya Kamu ikut Bapak dan Ibu pulang saja ke kampung halaman dan disana Kamu juga bisa jualan atau Kamu mau ikut Abi saja ."Balas Pak Samsul .


" Sudah Pak biarkan Tyas dengan pilihannya Dia berhak menentukan arah masa depannya sendiri jangan sampai kejadian ini terulang kembali ." Sahut Bu Rukmi


Sementara itu Mbak Rina dan Mas Gunawan terlihat menyusul Mereka bertiga yang sedang duduk di balkon ruko dengan menenteng beberapa kantong plastik berisi bungkusan makanan untuk makan malam .


"Dari mana Kamu Nduk ?" Tanya Bu Rukmi


" Kami baru saja keluar beli makan malam untuk Kita semua dan pasti Bapak juga Ibuk belim makan sejak siang tadi ." Jawab Mbak Rina


" Tapi Ibuk nggak terlalu lapar lo ." Balas Bu Rukmi


" Tapi Ibuk tetap harus makan begitupun dengan Bapak , Jangan sampai karena memikir masalah ini membuat Bapak dan Ibuk tidak makan lalu sakit nanti malah repot semua juga Bapak dan Ibuk jangan kawatir ada Kami yang akan selalu menjaga dan melindungi Tyas dan Kami akan selalu mendukung Tyas berikut usahanya kelak ." Kata Mas Gunawan dengan mantap meyakinkan kedua Mertuanya tersebut

__ADS_1


" Bapak nitip Tyas yo Le Nduk ." Ujar Bapak seraya memandang Mbak Rina dan Mas Gunawan bergantian


Mbak Rina dan Mas Gunawan pun kompak mengangguk mengiyakan permintaan Bapak barusan .


Hingga akhirnya Mereka berlima pun makan malam dengan makanan yang barusaja di beli oleh Mbak Rina dan Mas Gunawan itu .


Sementara itu diapartement tempat tinggal Ditya , Terlihat Bu Ratih mencecar banyak pertanyaan ppada putra kesayangannya itu mulai dari tentang pernikahanya dengan Wati lalu siapa yang Ditya maksud dengan Budhe juga permintaan aneh nya yang mengundang murka semua orang itu hingga akhirnya membahas rumah yang di tempati oleh Wati itu


" Ditya tolong jawab jujur pertanyaan Mama ,Rumah siapa yang kini tengah di tempati Wati itu ?" Tanya Bu Ratih dengan nada serius .


" Itu rumah Wati Ma , Pa ." Jawab Ditya singkat


" O ya hebat sekali Dia bisa punya rumah sebagus itu diJakarta memangnya kerja apa Dia , Kamu jangan membohongi Mama Dit ?" Sahut Bu Ratih emosi Beliau yakin kalau rumah itu pembelian Ditya.


"Ma."Kata Ditya


Belum sempat Ditya melanjutkan kata katanya barusan , Pak Sugeng pun bangkit dari duduknya dan memotong perkataan Ditya


"Jawab jujur Ditya rumah siapa itu jangan bertele tele lagi didepan Kami ."Bentak Pak Sugeng


Ditya terlihat menundukan kepalanya takut dengan benih benih kemarahan yang ada pada diri Sang Papa itu


"Jawab Ditya ."Kata Pak Sugeng mengulangi kata katanya lagi .


"Sbenarnya rumah itu Ditya yang membeli untuk Wati Ma ,Pa karena Ditya tidak tega melihat Wati dan calon bayinya tinggal si ruamh kontrakan sementara Ditya dan Tyas tinggaldi tempat semewah ini ." Jawab Ditya jujur pada Kedua Orang Tuanya tersebut .


" Jadi Kamu membeli rumah itu juga tanpa sepengetahuan Tyas , Wah hebat sekali Kamu Dit ." Balas Pak sugeng .


" Maaf kan Ditya Pa Ma , Ditya janji akan menceraikan Wati setelah bayi itu lahir dan Ditya akan kembali pada Tyas sesuai dengan keinginan Papa dan Mama ." Ucap Ditya mencoba memohon maaf pada Papa dan Mama nya itu


" Hebat sekali ide Mu itu Dit dari mana Kamu belajar akan hal itu juga apakah Kamu pikir setelah Kamu menceraikan Wati setelah bayi itu lahir Tyas akan mau menerima Mu kembali ." Ujar Bu Ratih emosi manakala mendengar perkataan Ditya barusan


Hingga malam pun semakin larut ,Ditya meminta ijin untuk masuk ke kamarnya untuk istirahat karena besok ada meeting penting di kantor tempatnya bekerja

__ADS_1


__ADS_2