Saat Suamiku Lebih Memilih Temanku

Saat Suamiku Lebih Memilih Temanku
Duka 1


__ADS_3

Ditya dengan wajah kesalnya menyudahi ciuman panas nya dengan Tyas itu dan segera mengangkat telepon yang ternyata dari sang Mama


" Iya Ma ada apa sih ganggu aja ?" Tanya Ditya dengan nada kesal .


Sementara Tyas yang ada di samping Ditya masih menahan malu juga shock dengan adegan ciuman barusan .


"Apaaaa Mbah Kong masuk rumah sakit ?"Tanya Ditya dengan nada sedikit tinggi dan wajah yang berubah serius .


Tyas menoleh kearah Ditya dan bertanya ada apa


Sementara Mama menjelaskan dengan detil tentang keadaan Mbah Kakung yang tiba tiba drop dan masuk ruang Ugd itu dengan isak tangis nya Mama juga memberi tahu Ditya kalau Mbah Kakung menyebut nyebut nama Tyas sejak tadi


Tyas ikut mendengarkan penjelasan Mama karena Ditya sengaja menekan loudspeaker hpnya agar Tyas bisa ikut mendengarkan percakapannya dengan Mama Ratih tersebut .


Setelah menjelaskan secara jelas dan padat Mama Ratih pun mengakhiri panggilan teleponnya karena Beliau harus menemani Mbah Kakung di dalam


" Mas biar Aku pulang dulu ya rawat Mbah Kung kasian Mama ?" Tanya Tyas meminta ijin pada Ditya


Ditya terlihat mengernyitkan dahi tanda kurang setuju


Tyas paham dengan arti kernyitan dahi Ditya


" Nggak papa Mas Kamu jangan kawatir beneran deh Aku nggak papa pulang sendiri jaga Mbah kung di rumah sakit kasian Mama sendirian ." Kata Tyas mencoba membujuk Ditya


Sebenarnya Dityakurang setuju kalau Tyas harus pulang sendiri dan merawat Mbah kung di rumah sakit tetapi mau dikata apa Dia sendiri tengah sibuk akibat sering ijin cuti akhirnya oekerjaan nya menumpuk dan harus segera di selesaikan itu saja sebagian masih di bantu Fredi kalau tidak pasti Ditya kepontalan dan berahir dengan di pecat .


" Nggak Dek besok Aku akan menemanimu pulang tetapi Aku sore harus kembali ke Jakarta dan kalau Mbah Kung sudah sembuh Aku akan segera menjemputmu Aku nggak mau pisah terlalu lama ." Balas Ditya


Tyas pun mengangguk dan malam itu Ditya mengajak Tyas makan diluar sebenarnya Ditya ingin mengajak Tyas makan di restoran berbintang tapi Tyas lebih memilih makan di warteg dengan menu yang spesial sambal penyetan


Selesai makan Tyas langdung mengajak Ditya pulang untuk mempersiapkan baju untuk dibawa besok pulang lanjut istirahat lebih awal agar besok lebih fresh dalam perjalanan .


Sementara di Yogyakarta Wati tengah duduk melamun di dekat jendela kamarnya dengan memandangi ke sembarang arah pikirannya kalut dengan persiapan pernikahan sirinya dengan Adit ditambah dengan sikap Adit yang tiba tiba berubah menjadi dingin sedingin es itu Wati mulai berpikir apakah Adit menikahinya karena paksaan dari Budhe bukan lagi murni karena cinta dan masih banyak lagi kemungkinan yang lainnya hingga tanpa di sadarinya Budhe sudah berdiri di samping nya


" Ada apa nduk kok kelihatannya Kamu sedih begitu ada masalah apa ?" Tanya Budhe sembari membelai rambut Wati


Wati kaget dan menoleh kearah Budhe


" Nggak ada masalah apa apa kok Budhe , Wati hanya sedikit bingung dengan perubahan sikap Mas Adit yang akhir akhir ini sedikit cuek ke Wati ." Jawab Wati sembari menyendarkan kepalanya ke dada Budhe itu


" Halah itu hanya pikiran mu saja Nduk karena Budhe rasa sikap Adit tetap kok kamu jangan mikir yang aneh aneh ya ingat kalian akan menikah dan Budhe tau menikah dengan Adit adalah kebahagian terbesar Mu ." Nasehat Budhe


Wati mengangguk patuh dan beeterima kasih pada Budhe karena selama di Yogyakarta Budhe lah yang merawat Wati dengan penuh kasih sayang juga Budhe lah yang selalu mrndukung hubungan nya dengan Adit


Budhe meminta Wati agar cepat istirahat supaya besok lebih segar dan lebih semangat lagi dan Wati pun menurut


Sementara dikamar Wiland tengah berbaring dikasurnya menatap ke langit langit kamar sejak tadi matanya enggan diajak kompromi untuk tidur lebih awal pikirannya melayang angannya dipenuhi dengan bayangan senyum dan wajah cantik Tyas


Mungkin kan Wiland jatuh cinta dengan Tyas yang notabene adalah adik dari sahabatnya itu


Pagi pun tiba Tyas dan Ditya sudah siap mau berangkat pulang kampung dan sebelum berangkat Ditya tak lupa menelpon kantor meminta ijin cuti sehari saja dan atasannya mengijinkan Ditya mengambil cuti karena Ditya termasuk karyawan teladan dan disiplin dalam pekerjaan nya .

__ADS_1


Karena buru buru berangkat takut kesiangan dan macet mereka tadi belum sempat sarapan di rumah dan di separuh perjalanan Ditya mengajak Tyas istirahat sebentar di rest area tol sarapan di restorant western


Ditya memesan makanan dan minuman untuk dirinya dan juga untuk Tyas dan sambil menunggu pesanan nya datang mereka pun ngobrol santai Ditya terlihat mencuri curi pandang kearah Tyas Dia mengagumi kecantikan sang istri juga santun sikapnya


Singkat cerita mereka pun telah sampai di kampung halaman dan langsung menyusul Mama Ratih di rumah sakit


" Assallamuallaikum Ma , Pa ." Sapa Ditya saat mereka berdua masuk ke kamar perawatan Mbah kung yang kebetulan sudah boleh pindah ke kamar perawatan .


" Waallaikumsallam Le Nduk gimana lancar to perjalanan kalian ?" Tanya Pak sugeng


" Alhamdhulillah lancar ." Kini giliran Tyas yang menjawab .


Setelah salaman dengan Pak sugeng dan Bu Ratih , Ditya dan Tyas pun berjalan mendekat ke ranjang tempat Mbah Kakung berbaring dan segera meraih tangan Mbah Kung untuk bergantian salaman


" Sejak kemarin sore Mbah Kakung manggil manggil Kamu lo Nduk Yas ." Kata Pak Sugeng


" Mbah Kung bangun ini lo Nduk Tyas ." Kata Bu Ratih membangunkan Mbah Kung .


Mbah Kakung pun bangun lalu memandang Tyas dan Ditya secara bergantian dan tersenyum hendak bangun


Ditya membantu mendudukan Mbah Kakung dengan memberi bantal di punggung Mbah Kung sebagai sandaran


" Nduk Le cucu Mbah Kung sudah datang to ?" Tanya Mbah Kung dengan suara lemah


" Sampun Kung ." Jawab Ditya


"Duduk sini Nduk dekat Mbah Kung ." Pinta Mbah Kung agar Tyas duduk di sampinya .


Tyas menuruti permintaan Mbah Kung Dia duduk di samping Mbah kung dan meraih tangan Mbah Kung


" Kamu sehat Nduk , Mbah Kung kangen ." Kata Mbah Kung


" Enggeh Mbah Kung Saya dan Mas Ditya Alhamdhulillah sehat ." jawab Tyas


Kemudian Tyas mencoba menawari makan kepada Mbah Kung karena tadi Mama memberitahu Tyas kalau Mbah Kung belum makan dari kemarin dan Mbah Kung pun mau makan asal di suapi Tyas semua yang ada di situ dibuat heran dengan Simbah Kakung karena hanya mau nurut dengan Tyas


Tyas menyuapi makan dan minum obat dengan telaten Tyas juga meminta ke kedua Mertuanya untuk pulang dulu istirahat dan memberitahu Ditya kalau mau kembali ke Jakarta berangkat saja Dia akan menjaga Mbah Kakung sementara waktu sampai keadaan nya membaik semula Ditya keberatan meninggalkan Tyas sendirian merawat Mbah Kakung tapi atas bujuk rayu Tyas akhirnya Ditya pun menuruti nya kembali ke Jakarta


Kedua Mertua juga Suami nya sudah pulang kini tinggal Mbah Kakung dan Tyas saja di rumah sakit


dan hari pun berlalu dengan cepat tak terasa sudah dua hari Mbah Kung dirawat di rumah sakit dan berkat ketelatenan Tyas merawat Mbah Kung kesehatan Mbah Kung pun berangsur membaik


Pagi itu seperti biasa Tyas bangun terlebih dahulu untuk membersihkan diri dan barulah membangun kan Mbah Kung untuk cuci muka lalu sarapan dan minum obat dan setelah urusan Mbah Kung beres barulah Dia ijin keluar sebentar untuk membeli makanan dan segera kembali dan menemani Mbah Kung ngobrol


Tetapi pagi ini ada yang lain Mbah kung meminta Tyas untuk tidak keluar dulu dan memintanya mendekat duduk di dekat nya dan Tyas pun menuruti


" Nduk Kamu anak baik Mbah Kung sangat berterima kasih banyak pada mu ." Kata Mbah Kung sembari memegang erat tangan Tyas


Tyas mengangguk pelan sambil tersenyum .


" Nanti sepeninggal Mbah Kung Kamu jangan menangis ya dan ini sebagai tanda terima kasih karena Kamu sudah mau datang dan merawat Ku ini adalah cincin tanda cinta yang dulu Mbah Kung berikan pada Nenek mu dulu sekarang ku wariskan padamu jika suatu saat nanti Kamu merasakan kesedihan mendalam menunduk lah dan pandangi cincin ini agar Kamu ingat ada Mbah Kung yang selalu menyayangi mu ."Kata Mbah Kung melanjutkan nasehatnya sembari menyerahkan cicin itu ke Tyas

__ADS_1


Tyas bingung dengan maksud kata kata dari Mbah Kung dan tanpa disadari air matanya menetes jatuh membasahi pipi


" Mbah Kung kok ngomong begitu , Mbah Kung kan sudah sembuh ." Balas Tyas dengan suara terbata bata


" Mbah Kung rasa sudah saat nya Mbah Kung menyusul nenek mu Nduk Kamu orang baik pasti akan bertemu dengan orang baik sudah jangan menangis lagi ya Mbah ingin lihat Kamu tersenyum untuk terahir Nduk ." Jawab Mbah Kung


Tyas berusaha menahan tangisan nya dan memaksa tersenyum manis untuk Mbah Kung kemudian Mbah Kung meminta Tyas untuk membantunya berbaring masih dengan memegang erat tangan Tyas Mbah Kung mulai terlihat kesusahan nafas dan mulutnya terlihat melafal kan kalimat sahadat Tyas yang berdiri di samping nya pun panik terlihat Dia memanggil manggil dan mengguncang ngguncangkan tubuh Mbah Kung


Tyas hendak melepaskan pegangan tangan Mbah Kung dan memanggil Dokter agar memeriksa Mbah Kung akan tetapi Mbah kung malah semakin mengeratkan pegangan tangan nya seakan memberi isyarat jangan pergi dan benar saja Mbah Kung menghembuskan nafas terahirnya dengan menoleh kearah Tyas sembari tersenyum


Tyas menjerit menangis histeris hingga suster yang kebetulan lewat pun kaget dan segera masuk ke kamar tempat Mbah Kung dirawat itu


Tyas meminta suster untuk memanggil Dokter agar memeriksa Mbah Kung dan tak berselang lama Dokter pun datang memeriksa keadaan Mbah Kung dan saat Dokter tengah memeriksa Mbah Kung Tyas segera menelpon kedua Mertua nya


" Halo Ma Mbah Kung Ma Mbah Kung ." kata Tyas dengan suara terbata bata


" Iya Yas Mbah Kung kenapa Nduk ?" Tanya Mama Ratih


Tyas tidak bisa menjawab lagi Dia hanya menangis sesenggukan Bu Ratih dan Pak Sugeng pun panik dan memutuskan segera menyusul Tyas ke rumah sakit


Setelah memeriksa dengan seksama Dokter memberitahu Tyas bahwa Mbah kung sudah mangkat tangis Tyas semakin pecah dan menjadi jadi bagaimana tidak kemarin Dokter memberi tahu dirinya bahwa kesehatan Mbah Kung sudah membaik dan kemungkinan dua hari lagi sudah boleh pulang kerumah tetapi kenyataan nya berubah


" Nduk apa yang terjadi dengan Mbah Kung ?" Tanya Pak Sugeng saat Beliau dan Bu Ratih sudah sampai di depan kamar perawatan Mbah Kung


" Mbah Kung Ma ,Pa Mbah Kung ." Jawab Tyas dengan tangisan yang menjadi jadi


" Iya ada apa dengan Mbah Kung ?" Kini giliran Bu Ratih yang bertanya


"Mbah Kung sudah mangkat Ma , Dan sekarang dokter dibantu suster tengah melepaskan slang infus dan slang ogsigen ." Jawab Tyas dengan suara terbata bata


" Apaaaaa , Tidak mungkin kemarin sore saja kelihatan sudah pulih kesehatannya baik baik saja ." Balas Pak Sugeng dengan nada sedikit meninggi karena panik


Bu Ratih menangis sembari memeluk Tyas berharap agar Tyas sedikit tenang


Tidak berselang lama Dokter meminta ke pihak keluarga untuk masuk kedalam ruangan tempat Mbah Kung kemarin di rawat , Dokter menyampaikan ke Pak sugeng dan Bu Ratih juga Tyas bahwa Mbah Kung sudah meninggal pihak rumah sakit juga menyampaikan bela sungkawa atas meninggalnya Mbah Kung juga memohon agar pihak jeluarga mengikhlaskan kepergian Mbah Kung


Pak Sugeng dan Bu Ratih menerima ucapan bela sungkawa dari Dokter dan suster itu dan berusaha tegar dan ikhlas menerima kenyataan ini sementara Tyas masih shock dengan meninggalnya Mbah Kung yang terkesan mendadak itu


Bu Ratih menghampiri Tyas yang masih menangis di samping jenazah Mbah Kung Beliau bertanya apakah Tyas sudah menelpon Ditya agar cepat pulang dan Tyas pun menjawab


" sudah sepuluh kali Ma Tyas menghubungi Mas Ditya tetapi hp nya tidak aktif ." Jawab Tyas


" Kemana Si Ditya itu kok tumben tidak mengaktifkan hpnya ?" Tanya Pak Sugeng


" Mungkin sedang di Yogyakarta Pa , Kan kantor Mas Ditya sedang membuka cabang di Yogyakarta dan Mas Ditya dipercaya kantor untuk mengawasi nya ."Jawab Tyas dengan suara sedikit lebih tenang dibanding tadi


" Ya sudah sekarang kita urus dulu urusan Mbah Kung Tyas tolong Kamu hubungi Bapak mu dan keluarga lainnya agar membantu menyiapkan pemakaman untuk Mbah Kung ."Sahut Pak Sugeng


Sementara Bu Ratih dan Pak Sugeng mengurus adminitrasi dan kendaraan yang akan membawa Mbah Kung pulang , Tyas terlihat pulang lebih dulu membuka pintu rumah Dia dibantu para tetangga juga Bu Rukmi sang Bunda juga kerabat yang laiN menata meja untuk meletakkan jenazah Mbah Kung juga menggelar tikar untuk mensholati jenazah


" Nduk Kamu sudah nelpon Suami mu ?" Tanya Sang Ibu .

__ADS_1


" Sudah Buk tadi waktu di rumah sakit dan barudan juga Tyas menghubungi nya tetapi tidak aktif hpnya ." Jawan Tyas sopan


Hingga tengah hari keluarga kerabat dan tetangga berdatangan di rumah duka bersiap menyambut kedatangan rombongan mobil yang membawa jenazah Mbah Kung dan tak berselang lama mobil jenazah itu pun datang Pak Sugeng dan Bu Rukmi turun terlebih dahulu baru diikuti oleh petugas rumah sakit yang mengangkat peti jenazah dan membawanya masuk kedalam Rumah .


__ADS_2