Saat Suamiku Lebih Memilih Temanku

Saat Suamiku Lebih Memilih Temanku
Ijinkan Aku lebih dekat dengan Mu


__ADS_3

Pagipun Tiba suasana di ruko lagi itu terlihat sedikit sepi dan lengang maklum hari ini adalah hari minggu yang artinya para karyawan langganan Mereka sedang libur.


Tyas terlihat juga baru bangun tidur dan Dia segera masuk kedalam kamar mandi untuk mandi dan ganti baju santai lalu turun ke lantai bawah untuk sarapan.


Di lantai bawah terlihat Diah, Yesi dan karyawan lainnya tengah menjalani aktivitas nya masing masing ada yang sedang sarapan ada pula yang tengah melayani pembeli yang datang dan sebagian lagi asik berkutat dengan aktivitas nya di ruko samping yakni tengah memproduksi cake untuk pesanan sore nanti.


" Hay semua." Sapa Tyas sesaat setelah sampai di dapur lantai bawah itu


" Hay juga, baru bangun ya." Balas Yesi seraya menoleh kearah sahabat sekaligus majikannya itu


" Kamu mau sarapan apa Yas biar Aku masakin buat Kamu? " Tanya Diah seraya menawari Tyas


" Nggak usah repot repot bestie Aku bisa bikin sarapan Ku sendiri dan makasih lo atas tawaran nya." Jawab Tyas dengan senyum manis nya


Tyas pun berjalan menuju kulkas dan terlihat mengambil beberapa bahan untuk dimasak lalu dimakannya lagi ini.


Saat sedang asik fokus memasak sarapan di dapur itu, Tyas tidak menyadari kalau Naka sudah datang dan sudah berdiri tepat di sampingnya.


" Masak apa nih kok kelihatan enak, mau dong Aku? " Tanya Naka seraya mengendus aroma masakan Tyas itu


" Astaghfirullah , Mas Naka Kamu itu mengejutkan Aku saja." Jawab Tyas yang terkejut dengan kehadiran Naka di sampingnya itu


" Heheheh maaf deh, oya Kamu lagi masak apa mau dong Aku? " Sahut Naka.


" Ini Aku lagi masak nasi goreng resep Ibukku Mas, Aku kangen Beliau." Jawab Tyas dengan senyum manisnya


" Kalau kangen kenapa Kamu nggak pulang jenguk Mereka Yas? " Tanya Naka


" Yas sebenarnya Aku juga punya keinginan untuk pulang sebentar jenguk Mereka Mas, Tapi yah seperti yang Kamu tau kesibukan ini sungguh menyita waktu." Jawab Tyas seraya menghentikan sebentar aktivitas masak memasaknya itu


" Kalau Kamu menuruti kesibukan pekerjaan itu tidak akan ada habisnya, kalau boleh Aku kasih saran lebih baik Kamu luangin waktu jenguk Mereka selagi Mereka masih ada sering sering lah jenguk Mereka agar Mereka bahagia jangan sampai Kamu menyesal nantinya Kamu lihat Aku Yas Aku sudah tidak punya orang tua kadang Aku iri saat teman temanKu bisa mengeluh dan mengadu pada kedua Orang tuanya." Kata Naka menasehati Tyas.


Tyas nampak mendengarkan ucapan Naka barusan, Dia mencerna semua nasehat Naka itu dan Dia pun sadar kalau Dirinya sudah lama tidak pulang ke desa menjenguk kedua Orang tuanya itu terahir Mereka bertemu itu satu tahun yang lalu tepatnya saat kedua Orang Tuanya menjenguknya dulu ya meskipun Mereka setiap hari biasa video call


Terlihat air mata Tyas menetes membasahi pipinya mungkin akibat pertunjukan rasa rindu dan rasa menyesal bersalah menjadi satu hingga membuatnya menangis.


" Loh kok malah nangis sih cup cup cup." Ujar Naka seraya mengusap pundak Tyas


" Nggak Mas Aku hanya terharu mendengarkan nasehat Mu barusan, dan Aku juga tersadar atas kekeliruan Ku ini makasih ya Mas Kamu sudah menyadarkan Aku ." Jawab Tyas seraya mengusap air mata yang membasahi pipinya itu.


" Sama sama Kamu nggak perlu berterima kasih seperti itu kan Kita sahabat dan sudah sewajarnya Kita saling mengingatkan jika diantara Kita ada yang salah dan mana sarapanKu." Balas Naka


Tyas pun tersenyum manis, kemudian Dia pun mengambil dua piring dan segera mengisinya dengan nasi goreng yang baru saja di masaknya itu lengkap dengan telur mata sapi dan acara timun juga kerupuk.


" Ayo Kita sarapan dimeja makan lantai atas saja Mas." Ajak Tyas seraya mengangkat kedua piring yang berisi nasi goreng itu.


" Ayo, Mana biar Aku yang bawa piringnya dan Kamu bawa minum nya." Balas Naka


Kemudian Mereka berdua pun berjalan beriringan naik tangga menuju meja makan lantai atas, Sementara kedua duta kepo alias Diah dan Yesi yang sedari tadi curi curi pandang dan juga mencuri dengar obrolan Tyas dan Naka pun nampaknya Mereka harus kecewa sebab Tyas dan Naka memilih duduk di lantai atas itu artinya Mereka berdua tidak bisa menguping pembicaraan Mereka.

__ADS_1


Tyas dan Naka sudah sampai di meja makan lantai atas dan kini Mereka tengah asik menikmati nasi goreng buatan Tyas barusan dengan diselingi obrolan candaan.


Hingga tiba tiba HP milik Tyas berdering tanda ada panggilan masuk yang ternyata panggilan video call dari Bapak dan Ibuk


" Maaf ya Mas Naka, Aku angkat telepon dari Bapak dan Ibuk dulu." Kata Tyas meminta ijin ke Naka dan nampaknya hal ini membuat Naka senang merasa di hargai.


" Iya silahkan." Jawab Naka mempersilahkan Tyas mengangkat telepon


" Assalamu'alaikum Buk, Pak bagaimana Kabar Bapak dan Ibuk apakah baik baik saja? " Sapa Tyas sesaat setelah melihat wajah Bapak dan Ibuk di layar HP nya itu


" Waalaikumsalam Nduk, Alhamdulillah Kami baik baik saja dan bagaimana kabar Mu juga usahamu apakah lancar lancar saja? " Tanya Bapak


" Alhamdulillah semua baik baik saja Pak dan sesuai doa Bapak dan Ibuk usaha milik Tyas semakin lancar Terima kasih ya Pak Buk atas doanya." Jawab Tyas sumringah


" Itu sudah kewajiban Kami Nduk mendoakan semua anak anak Kami, oya Kamu sudah sarapan belum jangan lupa makan teratur juga jaga kesehatan." Kata Ibuk menasehati Tyas.


" Sudah Buk, dan ini Tyas lagi sarapan bareng Mas Naka." Jawab Tyas seraya mengarahkan kamera HP nya kearah nasi goreng di piringnya juga kearah Naka yang sedang menyendok kan nasi ke mulutnya itu


" Naka itu siapa Nduk, apakah Dia calon suamiMu mana Bapak mau kenalan sama Dia? " Tanya Bapak dengan wajah serius


" Ah bukan Pak , Mas Naka ini sahabat baik Ku kok." Jawab Tyas yang kaget mendengarkan pertanyaan Bapak barusan


Sementara Naka yang ikut mendengarkan pertanyaan Bapak barusan itu senang dan senyum senyum sendiri.


" Ah masak Kamu bersahabat dengan laki laki, hayo jujur saja sama Bapak dan Ibuk lagian mana ada Kamu punya sahabat laki laki kan sahabat Mu itu Diah dan Yesi terus kalau cuma sahabat masa iya sarapan pagi bareng, ayo mana biar Kami kenalan dengan Dia ." Balas Ibuk


Dan tanpa berpikir panjang Naka segera merebut HP ditangan nya Tyas itu dan segera menatap layar HP itu hingga Dia dan juga kedua Orang Tuanya Tyas itu bisa saling menatap wajah.


" Waalaikumsalam Nak Naka salam kenal ya Kami berdua ini Orang Tua nya Tyas." Jawba Bapak dengan wajah sumringah menatap wajah nya Naka


" Nggih Salam kenal kembali Pak." Balas Naka


" Maaf Naka Naka ini sudah berapa lama kenal dengan Tyas, kok Tyas belum kenalin ke Bapak dan Ibuk to terus tinggal dimana Naka Naka ini ? " Giliran Ibuk yang bertanya


" Kami sudah kenalan cukup lama Buk, hanya saja Tyas tidak mau mengenalkan Saya ke Bapak dan Ibuk , Saya tinggal di kota yang sama dengan ruko tempat tinggal Tyas ini Buk." Jawab Naka


" Loh gimana to ini Tyas punya pacar seganteng dan se baik Nak Naka eh kok nggak segera dikenalin ke Kami? " Tanya Ibuk mencoba memancing pengakuan jujur dari Naka dan Tyas


Tyas yang mendengarkan perkataan Ibuk dan Bapak barusan merasa kaget bercampur malu hingga pipinya menjadi merah merona bagai tomat.


Bagaimana tidak hubungannya dengan Naka hanya sebatas sahabat namun apa yang terjadi pagi ini eh malah kesua orang tuanya menganggap Naka adalah pacar bahkan calon suaminya dan lihatlah Mereka bertiga tengah asik mengobrol lewat video call itu.


" Ya sudah Pak Buk nanti kalau Tyas pulang menjenguk Bapak dan Ibuk biar Saya ikut pulang untuk kenalan secara langsung dan sekaligus melamar Tyas hehehe." Ucap Naka seraya tersenyum manis kearah Bapak dan Ibuk itu


" Wah ide bagus itu Nak Naka dan kapan kita kira Kalian pulang biar Kami bisa siap siap dan biar Bapak suruh Ibuk memasak yang enak enak untuk Mu." Balas Bapak penuh semangat


" Secepatnya Pak Buk." Sahut Naka


Dan lagi lagi pipi Tyas semakin merah merona mendengar percakapan kedua Orang Tua nya dengan Naka barusan, Tyas merasa malu sekaligus kaget bagaimana bisa Mereka bertiga mengobrol panjang sampai sampai membahas soal lamaran sedang kan hubungan keduanya masih sebatas Sahabat.

__ADS_1


Hingga akhirnya panggilan video call itupun berakhir tanpa memberikan kesempatan pada Tyas untuk menjelaskan hubungan nya dengan Naka yang sebenarnya


" Bapak dan Ibuk itu orang nya asik dan ramah ya Yas? " Kata Naka seraya meletakkan kan HP diatas meja dengan ekspresi wajah sumringah sebab sudah mendapatkan lampu hijau dari kedua orang tuanya Tyas untuk mendekati Tyas.


" Ya begitulah Mereka Mas, dan maaf ya atas kesalah pahaman Mereka tentang Kamu dan hubungan Kita." Balas Tyas seraya menatap wajah Naka intens


" Kamu nggak perlu minta maaf Yas, Mereka tidak salah paham kok, Mereka sedang mendoakan Kita berdua." Sahut Naka


" Apa maksudMu Mas? " Tanya Naka seraya mencondongkan kepalanya kearah Naka


" Yas ijinkan Aku mengenalMu lebih dekat juga ijinkan Aku membantu mengobati luka trauma di hatimu dan ijinkan Aku hadir dihatiMu untuk menghapus jejak kelam masalalu kegagalanmu dulu dan menghadirkan bunga bunga kebahagiaan masa depan yang akan datang." Jawab Naka dengan tatapan serius


Tyas terlihat kaget dengan ungkapan yang baru saja disampaikan oleh Naka itu, Dia bingung harus menjawab apa sementara hatinya sendiri menuntutnya untuk jujur bahwa sebenarnya dirinya juga mulai merasa nyaman dengan sikap dan perilaku Naka padanya.


" Tapi Mas." Kata Tyas yang terhenti oleh ekspresi tangan Naka yang memintanya untuk diam


" Shutttt jangan ada tapi diantara Kita, Kita jalani seperti air yang mengalir saja duluAku tak ingin memaksaMu untuk menjawab nya sekarang namun Aku ingin memastikan bahwa Kamu tau kalau Aku ingin mengenal Mu juga keluarga Mu lebih dekat lagi dan yang terpenting Aku ingin katakan kalau Aku mencintaimu Yas."Kata Naka dengan nada mantap tanpa senyuman sedikitpun


Dan duarrrrrr seperti disambar petir hati dan perasaan Tyas pagi itu saat mendengar pengakuan Naka yang mencintai nya itu dan Dia pun semakin bingung harus menjawab apa sementara hatinya semakin menuntut untuk berkata jujur saja pada Naka


" Mas Naka maaf Aku pengen ngomong sama Kamu." Kata Tyas memulai kata katanya untuk menuruti tuntutan hatinya yang menuntut untuk segera jujur saja.


" Iya Kamu mau ngomong apa silahkan." Jawab Naka


" Aku menerima niat baikMu itu silahkan Kamu mengenal Aku juga keluarga Ku lebih dekat lagi dan Aku juga ingin mengenal Kamu dan keluarga Mu lebih dekat lagi." Balas Tyas seraya menatap wajah Naka secara seksama


" Apakah itu artinya Kamu mengijinkan Aku hadir dihatiMu Yas dan apakah Kamu juga menerima cintaKu? " Tanya Naka dengan wajah sumringah.


Tyas tidak menjawab pertanyaan Naka barusan dengan sepatah katapun namun Dia mengangguk tanda mengiyakan kata kata Naka barusan


" Terima kasih banyak ya Yas Kamu sudah mengijinkan Aku mengenalmu lebih dekat dan Kamu sudah menerima ungkapan cintaku ini dan mulai sekarang Aku akan memanggilMu dengan panggilan sayang." Kata Naka seraya meraih tangannya Tyas


" Dih lebay, Aku nggak mau ya Kamu panggil sayang dan Aku minta Kamu janji sama Aku Kamu sanggup nggak memenuhi nya? " Tanya Tyas seraya me melotot kearah Naka


" Kamu mau minta Aku janji apa silahkan katakan saja." Jawab Naka dengan wajah sumringah bahagia


" Aku mau Kita jalani hubungan ini seperti air yang mengalir apa adanya tanpa merubah apapun itu namun hati Kita harus berubah Aku percayai Kamu adalah sosok laki laki yang baik dan setia jadi tolong jaga kepercayaan Ku begitupula sebaliknya Aku akan setia sama Kamu Mas." Balas Tyas seraya memandang Naka


" Ya Aku akan menjaga janji Kita berdua, Aku akan setia ke Kamu dan Aku juga meminta agar Kamu menjaga hatiMu hanya untuk Ku jangan biarkan Wiland masuk di hatiMu Kamu harus setia sama Aku saja." Sahut Naka dengan tatapan serius


" Iya Kita janji Ya." Ucap Tyas


Tyas mengangkat jari kelingking nya dan meminta Naka mengaitkan jari kelingking nya pada kelingking milik Tyas sebagai tanda janji telah disepakati .


Kini perasaan Naka senang dan lega sebab apa yang diharapkan telah terkabulkan, Dia bersyukur pada Yang Maha Kuasa atas kebahagiaan yang tengah meliputi hatinya itu atas diterimanya niatan baik juga ungkapan perasaan nya pada Tyas itu.


Sementara itu Tyas merasa senang dengan pengakuan jujurnya Naka barusan juga keberanian nya berkenalan langsung dengan kedua Orang tuanya dan menyampaikan niatannya untuk melamar dirinya.


Meskipun sampai sekarang Tya masih belum mengetahui jati diri juga latar belakang kehidupan Naka dan keluarganya , namun Tyas percaya bahwa Naka adalah sosok yang penuh tanggung jawab.

__ADS_1


Tyas menilai sosok Naka adalah pria yang baik sopan tidak memaksakan kehendaknya mau mendengarkan setiap keluh kesahnya, membimbing nya menjalani usaha yang dirintis nya itu dan masih banyak lagi.


__ADS_2