
Naka segera bergegas menebus obat juga suplemen vitamin untuk Tyas juga calon bayi dalam kandungan nya itu sekalian mengurus semua biaya administrasi ya meskipun rumah sakit itu separuh saham nya milik Bagaskara grub namun Naka tidak mau aji mumpung dan membayar selayaknya pasien pada umum nya.
Sementara Eyang Putri terlihat sedang mendorong kursi roda yang di duduki oleh Tyas menuju mobil pribadinya.
Sebenarnya Tyas menolak duduk di kursi roda itu tapi Eyang Putri bersikukuh meminta Tyas untuk menurut naik kursi roda mengingat keadaannya yang terbilang cukup lemah itu.
Dari kejauhan nampak Pak Prapto datang dengan mengendarai mobil dan langsung memarkirkan nya di tempat khusus tamu VVIP rumah sakit tersebut dan langsung membantu Tyas pelan pelan naik mobil dengan diikuti oleh Eyang Putri tentunya.
Tak berselang lama Naka berjalan menghampiri mobil tersebut dan langsung masuk lalu duduk di samping nya Tyas, kemudian Pak Prapto pun mulai menghidupkan mesin mobil dan melaju untuk pulang.
" Maaf Bu Sekar, Den Naka Kita mau pulang ke mana ini? " Tanya Pak Prapto
" Kita pulang ke apartemen saja Pak. " Jawab Naka
" Apa nggak sebaiknya Kita bawa Tyas pulang ke rumah Eyang saja? " Tanya Eyang Putri
Naka menatap Tyas begitupula sebaliknya Tyas juga menatap Naka dan Mereka berdua pun saling melemparkan tatapan yang seakan mengandung arti sedang saling bertanya satu sama lain.
Eyang Putri yang menyaksikan kedua cucu kesayangan nya itu tengah saling adu pandang seakan tengah bermusyawarah itupun paham dan langsung berkata.
" Eyang nggak maksa Kalian harus mengikuti kata Eyang barusan, karena Eyang sadar Kalian sudah dewasa dan berhak mengambil keputusan dalam rumah tangga Kalian ini termasuk menyetujui atau menolak saran Eyang untuk tinggal di rumah Eyang." Ucap Eyang Putri seraya memegang tangan Naka dan Tyas.
" Maaf Eyang, bukannya Kami tidak sopan menolak tawaran Eyang barusan tapi sebaiknya Kami pulang ke apartemen saja kasian Mas Naka kalau kejauhan jarak nya dengan kantor. " Sahut Tyas sopan
" Apa yang barusan dikatakan Tyas itu benar Eyang lagipula jarak apartemen ke rumah sakit dekat kalau ada apa apa bisa segera ke rumah sakit dan juga Naka bisa leluansa mengawasi Tyas." Kata Naka menimpali ucapan Tyas barusan
" Tapi Eyang nggak begitu tenang kalau Tyas di apartemen sendirian sementara Kamu kerja Eyang masih sangat trauma ." Ucap Eyang Putri yang terlihat khawatir
__ADS_1
" Eyang tolong maafkan kesalahan Tyas yang dulu telah mengabaikan larangan Mas Naka juga Eyang Putri untuk tidak keluar rumah hingga mengakibatkan keguguran tapi Kali ini Tyas janji akan selalu berhati hati menuruti setiap nasehatnya Mas Naka dan Eyang Putri tentunya untuk selalu menjaga calon buah hati ini." Kata Tyas seraya mengelus lembut perutnya yang masih rata itu
Eyang Putri spontan memeluk erat tubuh Tyas seraya membelai lembut rambutnya, pelukan itu cukup lama dan hangat nampaknya Eyang Putri tengah berusaha menghilangkan rasa trauma di hatinya atas kejadian yang menimpa kehamilan Tyas yang dulu juga berusaha menghilangkan rasa penyesalan yang mendalam pada diri Tyas.
" Ya sudah sayang jika itu yang keinginan Kalian berdua Eyang manut saja, tapi ingat tolong jangan mengulangi kejadian yang lalu Kalian harus janji sama Eyang untuk selalu menjaga calon penerus Bagaskara ini. " Ucap Eyang Putri seraya mengusap perut Tyas
" Iya Eyang, Kami janji akan menjaganya sekuat tenaga yang Kami punya jadi Eyang jangan khawatir lagi ya." Sahut Naka berusaha meyakinkan Eyang Putri.
Eyang Putri pun tersenyum dan mengangguk tanda mengiyakan ucapan Naka dan Tyas barusan, karena Eyang Putri ini sifatnya bukan tipe yang suka memaksakan kehendaknya sendiri.
Tak berselang lama mobil yang dikemudikan Pak Prapto itupun telah sampai di apartemen tempat tinggal Naka dan juga Tyas.
Naka turun terlebih dahulu dan langsung membukakan pintu mobil untuk Eyang Putri dan Tyas tentunya, Dia juga langsung menuntun sang istri itu berjalan menuju lift naik ke lantai paling atas tempat tinggal Mereka.
" Nggak papa Mas, Aku bisa jalan sendiri kok nggak usah di tuntun begini." Kata Tyas
" Tyas katanya mau dengerin kata kata Suami, kok sekarang malah mau membantah." Sahut Eyang Putri yang pura pura sewot kearah Tyas
Hingga mau tidak mau Tyas pun menurut di tuntun Naka menuju lift dan langsung naik ke lantai paling atas yang menjadi tempat tinggal Mereka berdua.
Sesampainya di unit tempat tinggal Mereka itu Naka segera menuntun Tyas masuk kedalam kamar dan memintanya untuk istirahat.
Tapi sebelum istirahat Tyas meminta untuk dibantu mandi lalu ganti baju agar badan nya terasa segar tidak loyo sekaligus sudah menjadi kebiasaan Tyas yang selalu membersihkan diri juga ganti baju setelah pulang dari kerja maupun dari manapun pergi nya tadi.
Jika Naka tengah sibuk membantu menyiapkan baju untuk ganti Tyas sekaligus menuntunnya ke kamar mandi, maka beda hal dengan Eyang Putri yang terlihat tengah serius menghubungi seseorang.
Beliau terlihat tengah duduk di sofa depan TV dan terlihat tengah terlibat pembicaraan yang serius dengan seseorang lewat sambungan telepon.
__ADS_1
Ternyata Eyang Putri tengah menghubungi Seketaris Anton dan memintanya mencarikan seorang bodyguard khusus untuk melindungi dan menjaga Tyas baik sewaktu di ruko tempat usahanya maupun di aktifitas lainnya termasuk di kawasan apartemen.
Seketaris Anton menyanggupi permintaan Eyang Putri tersebut dan langsung saja Dia menghubungi pihak agency bodyguard dan memintanya bekerja sesuai permintaan Eyang Putri tadi tanpa diketahui oleh Tyas maupun Naka tentunya.
Setelah menghubungi Seketaris Anton, Eyang Putri terlihat tengah menghubungi Mbok Rah pekerja senior di rumahnya guna memberitahu tentang kabar kehamilan Tyas ini dan ini sungguh kabar yang membahagiakan bagi seluruh pekerja di rumah kediaman Eyang Putri.
Kini Tyas sudah keluar dari dalam kamar mandi dan sudah berbaring diatas kasur empuk nya dengan ditemani Naka di samping nya.
Eyang Putri menyusul masuk kedalam kamar tersebut dan langsung duduk di sampingnya Tyas, dan nampak dengan sangat jelas raut kebahagian yang tersirat di wajah Beliau yang masih terlihat cantik meski diusia yang tidak lagi muda itu.
" Sayang mulai hari ini Eyang akan meminta Mbak Morti untuk tinggal bersama Kalian disini untuk membantu pekerjaan rumah yang selama ini alami kerjakan sendiri." Ucap Eyang Putri lembut
" Tapi Eyang apakah itu tidak berlebihan toh Tyas masih bisa mengerjakannya lagipula bagaimana dengan pekerjaan Mbak Morti di rumah nya Eyang? " Tanya Tyas sopan
Mendengar pertanyaan Tyaa barusan itu membuat Eyang Putri tersenyum manis kearah sang menantu kesayangan tersebut sungguh Beliau merasa kagum dengan sosok Tyas dimana Beliau tidak mendapati sedikit pun sifat manja maupun aji mumpung pada diri Tyas yang nota bene adalah nyonya pewaris tunggal pemilik perusahaan besar Bagaskara Grub itu.
" Sayang Kamu tidak usah memikirkan bagaimana pekerjaan Mbak Morti di rumah nya Eyang nanti pasti ada yang mengerjakan lagipula Kamu ini seorang Nyonya Janaka Bagaskara sudah sepantasnya Kamu mempunyai asisten yang mengerjakan pekerjaan rumah tangga ini terlebih saat ini Kamu sedang mengandung calon pewaris keluarga Bagaskara sayang." Sahut Eyang Putri
" Iya sayang apa yang barusan di sampaikan Eyang Putri itu benar untuk sementara ini biar Mbak Morti tinggal disini untuk bantu bantu sementara Kamu fokus pada calon buah hati Kita ini ya please." Balas Naka yang juga ikutan membujuk Tyas itu
" Baiklah asal tidak ada yang direpotkan , Tyas ngikut saja Eyang." Ujar Tyas seraya memandangi Sang Eyang Putri juga Sang Suaminya Naka.
"Sayang di sini tidak ada yang direpotkan jadi Kamu jangan sungkan begitu ya." Sahut Eyang Putri seraya meraih kedua tangan Tyas.
Kemudian Mereka berdua pun memeluk erat Sang Eyang Putri orang yang sangat disayanginya itu
Hingga sore pun tiba dan Eyang Putri pun berpamitan pulang dan sebelum pulang Beliau berpesan bahwa sebentar lagi Pak Prapto akan mengantarkan Mbak Morti ke sini.
__ADS_1
Beliau juga meminta agar Tyas segera menghubungi kedua orang tua juga para kakak nya untuk mengabarkan kehamilannya itu.