Saat Suamiku Lebih Memilih Temanku

Saat Suamiku Lebih Memilih Temanku
Bali (2)


__ADS_3

Pagi pun tiba Mbak Rinadan Tyas pun sudah bangun dan sudah siap untuk turun kebawah sarapan lalu pergi jalan jalan menikmati indahnya pulau Dewata itu


"Yas Kamu mau sudah siap untuk jalan jalan hari ini ?" Tanya Mbak Rina saat mereka tengah menikmati sarapannya .


"Sudah Mbak ." Jawab Tyas sembari tersenyu manis


Kemudian mereka pun melanjutkan sarapannya itu hingga selesai lalu berangkat jalan jalan ditempat tempat wisata di Bali hingga sore pun tiba Mbak Rina mengajak Tyas ke pantai terkenal di Bali untuk melihat keindahan sunset .


Tyas terlihat berjalan ketepian pantai memandangi ombak yang bergulung gulung indah cahaya sunset mulai terlihat kuning keemasan banyak wisatawan asing maupun lokal yang mengabadikannya lewat foto


Mbak Rina mendekati Tyas lalu bertanya mau foto atau tidak dan Tyas pun menggeleng sebaliknya Dia meminta ijin ke Mbak Rina untuk berteriak sekencang mungkin mengeluarkan beban yang menumpuk di dadanya dan Mbak Rina pun mengangguk paham


Tyas terlihat berlari sedikit menjauh dari wisatawan lainnya Dia mengambil kerikil kecil lalu melemparkannya kearah ombak yang sedang bergulung gulung indah sembari berteriak mengeluarkan semua beban dihatinya


Selesai berteriak Tyas terlihat jongkok dipasir tepi pantai itu sembari menangis tersedu sedu meratapi jalanan takdir yang harus Dia alami hidup bagai roda jika kemarin pernikahannya terlihat indah dipenuhi bayangan juga mimpi mimpi indah tentang masa depan rumah tangga mereka juga janji janji manis untuk saling ikhlas menerima dan saling mencintai satu sama lainnya juga saling setia namun semuanya harus musna akibat perselingkuhan yang berkedok cinta lama yang belim usai .


Tyas menangis pilu hatinya benar benar hancur bagaimana tidak selama ini Ditya bersikap manis padanya penuh perhatian dan.kasih sayang dan semua nya itu berhasil menumbuhkan rasa cinta di hati Tyas namun nyatanya benih itu harus mati layu akibat penghianatan yang terbungkus rapi .


Mbak Rina membiarkan Tyas untuk berteriak dan menangis sejenak agar beban pikiran yang menghimpit Tyas bisa sedikit berkurang berbarengan dengan teriakan juga air matanya .

__ADS_1


"Hatiku hancur Mbak ." Ujar Tyas saat Mbak Rina datang memeluk tubuhnya .


" Iya Nduk keluarkan semua unek unek dan beban dihatimu agar Kamu


Hingga senja pun berganti malam Mbak Rina mengajak Tyas kembali ke hotel untuk makan malam dan istirahat karena besok rencana nya mereka akan belanja oleh oleh terlebih dahulu sebelum kembali ke Jakarta sore harinya


Sesampainya di hotel Tyas segera menelpon Wiland untuk menanyai apakah Wiland jadi menyusul dirinya ke Bali namun tidak jadi karena Wiland mengatakan bahwa Sang Mama tiba tiba tidak enak badan dan memintanya untuk diantar ke rumah sakit dan Tyas pun memahami nya


Malam semakin larut Tyas dan Mbak Rina istirahat karena tubuh mereka benar benar lelah hari ini .


Tyas hari ini benar benar membuang semua beban dihatinya lewat teriakan teriakan nya dipantai tadi sore dan sepertinya Dia merasa lebih baik dari pada kemarin dan Mbak Rina pun merasa lega ketika melibat Sang adik sudah sedikit melupakan kesesihannya itu .


Sementara itu di Jaakarta Ditya terlihat frustasi dengan meadaan rumah tangganya bersama Tyas Dia merasa hancur hatinya manakala membaca surat dari pengadilan agama tadi pagi .


Ya benar itu adalah surat undangan dari pengadilan agama untuk dironya agar menghadiri sidang pertama gugatan cerai yang diajukan oleh Sang Istri Ning Tyas namanya .


Ditya merasa sungguh sakit hatinya hidupnya seakan tidak ada warna lagi meskipun kini Wati sudah mengandung anaknya namun niatanya tak mampu mengganti kebahagian yang dulu Dia rancang bersama Tyas meskipun Wati adalah cinta pertamanya .


" Mas hari ini Kamu temani Aku ke Dokter ya Aku mau usg ." Kata Wati membuyarlan lamunan Ditya

__ADS_1


"Kamu berangkat sendiri kan bisa besok Aku harus lembur ." Balas Ditya


"Kamu ini sebenarnya kenapa sih Mas kok berubah dingin begitu ke Aku ingat Mas Aku ini tengah mengandung anakmu ." Sahut Wati mulai sedikit emosi.


"Aku ingat kok ." Balas Ditya singkat


"Mas Ditya Aku tanya sama Kamu jawab jujur Kamu menyesalkan dengan keadaan sekarang ini jawab jujur Mas ?Tanya Wati serius


"Nggak ." Jawab Ditya singkat .


"Kamu jangan bohong Mas Aku tau Kamu menyesal terutama menyesali keputusan Tyas yang meminta cerai dari Mu ."Balas Wati


"Dari mana Kamu tau ?" Tanya Ditya


"Kamu tidakperlu tau Aku tau dari mana Mas yang jelas semenjak surat dari pengadilan agama itu datang Kamu mulai berubah dingin ke Aku juga calon anak Kita Kamu itu egois Mas nggak menghargai keberadaanKu ." Jawab Wati dengan sedikit menahan air matanya .


" Sudah lah Aku malas debat sama Kamu ." Sahut Ditya yang kemudian memilih keluar kamar tersebut.


Hal berbeda dengan yang dialami Wiland sebenarnya hari ini Dia harus berangkat ke Bali menyusul Tyas dan Mbak Rina berlibur nmaun semua itu harus batal akibat Sang Mama mendadak sakit dan harus dirawat di rumah sakit untuk beberapa hari .

__ADS_1


Kembali ke Bali saat Tyas dan Mbak Rina sudah terlelap tidur karen kecapean berbeda dengan Seketaris Anton lakukan Dia diam diam meminta anak buahnya menyelidiki asal usul juga nama gadis yang tengah di kagumi oleh Sang majikan.


__ADS_2