
Meskipun Diah merasa kurang puas dengan jawaban dari Naka barusan, Namun nyatanya Dia pun memilih untuk diam dan duduk di samping ranjang tempat Tyas tengah berbaring itu.
Tak lama setelah itu HP milik Naka berdering tanda ada panggilan masuk Naka meminta ijin ke Diah untuk mengangkat panggilan telepon yang kelihatannya penting itu
" Halo Tuan ada sedang dimana kok belum sampai di kantor?" Tanya Seketaris Anton
Ya benar ternyata Seketaris Anton lah yang menghubungi nya itu.
" Ada apa? " Tanya Naka singkat
" Apakah Tuan lupa, pagi ini ada rapat dengan para pimpinan dewan Direksi juga kepala kantor anak cabang Kita." Jawab Seketaris Anton dengan nada serius.
" Oh Aku lupa, Baiklah Aku akan segera ke kantor." Jawab Naka
Naka mematikan panggilan telepon dari Seketaris Anton itu lalu kembali menghampiri Tyas dan Diah.
" Maaf Nona Diah melihatannya Aku tidak bisa menemanimu menjaga Tyas disini sebab Aku ada urusan penting dan mendadak tapi Aku janji nanti setelah urusanKu selesai Aku pasti akan kesini lagi." Kata Naka seraya memandang kearah Diah kemudian berganti memandang Tyas yang masih belum sadarkan diri itu.
__ADS_1
" Iya Tuan Naka hati hati di jalan dan tak lupa Kami ucapkan terimakasih banyak atas bantuan Anda." Balas Diah
Naka pun segera berpamitan dan berlalu meninggalkan Rumah sakit tempat Tyas di rawat dan menuju kantor tempat kerjanya.
Sementara Diah yang masih diliputi rasa panik bercampur khawatir bercampur kepo siapa sebenarnya Naka itu dan ada hubungan apa dengan Tyas, Kemudiah Diah pun menghubungi Yesi dan memintanya untuk mengurus segala urusan ruko untuk beberapa hati ini sebab Dia harus menjaga Tyas yang sedang dirawat itu.
Hampir dua jam berlalu dan Tyas pun mulai siuman Dia terlihat menggerakkan jari jemarinya lalu pelan pelan membuka mata nya melihat kekanan dan kekiri secara bergantian
Tyas bingung sepertinya ini bukan ruangan di ruko tempat tinggal sekaligus tempat usahanya itu dan Diah yang baru saja keluar dari kamar mandi pun kaget bercampur senang saat mendapati Tyas sudah siuman
" Yas Tyas Kamu sudah sadar Yas?" Tanya Diah seraya memeluk tubuh Tyas
Diah segera membantu Tyas untuk bersandar di ranjang tersebut, Dia juga mengambilkan minum untuk Tyas dan memintanya untuk minum.
" Kamu dirawat di rumah sakit Yas." Ujar Diah sembari meraih tangan Tyas yang tengah terpasang infus itu
" Aku di rawat di rumah sakit memangnya Aku kenapa Di?" Tanya Tyas kebingungan.
__ADS_1
" Apakah Kamu nggak ingat Yas, Kamu tadi pagi jatuh pingsan Yas dan untung saja tadi calon suamimu sigap membawa Kamu ke sini." Jawab Diah
" Calon suami, siapa yang Kamu maksud calon suamiku itu Di?" Tanya Tyas bertambah bingung.
" Dia seorang pria tampan berusia matang dan kelihatannya Dia mapan dalam hal materi hebat Kamu Yas bisa punya calon Suami secakep dan sekaya Dia." Jawab Diah seraya mengaitkan kedua telapak tangan nya itu
Tyas semakin bingung dengan kata kata Diah itu lalu Tyas mulai berpikir apakah pria yang dimaksud Diah itu Wiland atau Naka atau Pria lainnya atau malah Diah seng berhalusinasi akibat setiap hari bergelut melawan bahan masakan itu.
" Kamu tau siapa namanya?" Tanya Tyas penasaran.
" Tuan Naka." Jawab Diah
Tyas terkejut mendengar jawaban Diah barusan darimana ide menyebut Naka adalah calon Suaminya itu apakah Diah benar benar sudah sinting." Guman Tyas dalam hati
" Kamu gila Di, Dia itu hanya teman Ku saja Kita kenalan juga secara nggak sengaja dan Dia pula yang membantu Ku membawa barang belanjaan kemarin lagipula mana mungkin Orang semapan Dia mau sama Aku yang hanya penjual menu sarapan." Balas Tyas seraya menatap wajah sang teman.
" Meskipun kini Kalian hanya berteman tetapi Aku selalu berdoa semoga Kamu berjodoh dengan Naka, Semoga saja Naka adalah sosok yang pas untukmu sebagai pengobat sakit hatiMu akibat perceraian Mu kemarin." Ucap Dia dengan nada serius
__ADS_1
Tyas mengangguk mendengarkan nasehat dari Sang Teman sejati itu , Dia juga mulai berpikir kenapa Naka menyebutkan dirinya sebagai calon Suami di hadapan dokter juga ke Diah sahabatnya.