
" Sedang nelpon siapa Dek kok kelihatannya asik sekali hingga tidak mendengar ucap sallam ku ?" Tanya Ditya sesaat setelah masuk rumah dan mengunci pintu kembali .
Segera Tyas menoleh kearah sumber suara itu dan ternyata Ditya sudah pulang , Tyas segera memberitahu Wati kalau suami nya sudah pulang dan meminta ijin ke Wati untuk mengahiri percakapan via telepon mereka sore itu karena tidak enak dengan Ditya.
" Eh Mas sudah pulang maaf nggak dengar tadi ." Jawab Tyas seraya mematikan panggilan telepon dari Wati .
" Iya nggak papa ,kelihatannya kamu bahagia sekali sedang ngobrol dengan siapa Dek ? Tanya Ditya.
" Oh ini Mas dengan sahabat sedari kecil ku Wati namanya dia sekarang tinggal di Yogyakarta ikut saudaranya kerja dan kami tadi bernostalgia saja sih Mas nanti kalau ada kesempatan pas Dia sudah pindah ke Jakarta tak kenalkan pada Dia ya Mas ." Jawab Tyas dengan senyum manis khas nya itu .
Ditya mengangguk tanda setuju Dia juga terpana dengan senyum manis nan lembut Tyas itu dalam hati Dia membatin duh kenapa Tyas semakin hari semakin cantik dan anggun sekali kenapa dadaku selalu berdetak tak karuan saat melihat tatapan mata juga senyumnya itu dan tiba tiba Ditya kaget saat mendengar nama Wati di sebut oleh Tyas mungkin kah Wati adalah sahabat Tyas atau hanya kebetulan saja dan ah mungkin hanya kebetulan saja bukankah nama itu hal yang lumbrah jika sama disaat Ditya tengah asik bermonolog dalam hati antara mengagumi Tyas juga kepo siapa Wati yang di sebut Tyas adalah sahabat nya itu Tyas menjadi bingung sendiri melihat Ditya bengong termenung hingga Dia pun menggoyang goyangkan tangan nya di depan mata Ditya
" Mas Mas Ditya kenapa ?" Tanya Tyas sambil memperhatikan wajah Ditya .
Ditya tersentak kaget dan sadar dari lamuanan nya itu .
" Ah nggak Dek Aku nggak papa kok ." Jawab Ditya
Tyas pun meraih tas kerja milik Ditya dan beranjak menyimpannya di almari tempat ganti baju kemudian Tyas kembali berjalan kedapur mengambilkan minuman dingin di kulkas untuk do berikan pada Ditya minum .
Kemudian Tyas ijin masuk kamarnya untuk membersihkan diri lalu bersiap siap berangkat kerja .
Ditya yang sedang duduk santai di sofa depan tv itu pun mengangguk pada Tyas lalu meraih gelas minum yang di sodorkan Tyas dan langsung meminumnya hingga setengah gelas kemudian Dia pun terlihat istirahat santai di sofa sambil mengotak atik hp nya .
Dan tak berselang lama Tyas keluar kamar sudah lengkap dengan baju seragam kerjanya ssbelum berangkat Tyas memberitahu Ditya kalau dirinya sudah memasakan makan malam untuk dirinya nanti tinggal menghangat kan saja dan Ditya pun mengangguk paham Dia juga menawarkan diri untuk mengantar Tyas berangkat kerja akan tetapi Tyas menolak halus niat Ditya itu karrna Tyas merasa kasian Ditya baru saja pulang belum sempat istirahat jadi Dia memutuskan untuk berangkat sendiri dan setelah berpamitan pada Sang Suami Tyas pun berangkat kerja dengan jalan kaki karena jarang supermarket tempat nya kerja tidak lah terlalu jauh tapi cukup membuatnya lelah .
Akhirnya Ditya pun mengalah Dia mengijinkan Tyas berangkat sendiri tapi dengan satu catatan nanti pulang nya harus mau di jemput dan Tyas menyetujuinya .
Hal berbeda tengah dirasakan Wati Dia masih teringat dengan suara Suami Tyas waktu dirinya dan Tyas sedang asik bercakap cakap lewat telepon tadi
" Kayak nya Aku tidak asing dengan suara itu ya tapi milik siapa ." Guman Wati lirih saat dirinya tengah melipat baju miliknya yang siang tadi di jemur .
" Ah mungkin saja Aku yang terlalu merindukan mas Adit dan Aku yang akhir akhir ini banyak memikirkan Mas Adit lagian nggak mungkin jug Dia tega hianati Aku kalau pun sudah menikah mana mungkin Dia masih mau menemui Aku dan Aku tau sifat Mas Adit yang selalu jujur ." Kata Wati lirih .
__ADS_1
Saat sedang asikmerapikan baju nya di almari dalam kamar nya tiba tiba Wati mendengar suara benda jatuh cukup keras Dia kaget dan berlari mencari sumber suara itu yang ternyata berasal dari meja makan dan alangkah terkejut setengah mati nya Wati saat mendapati Sang Budhe audah jatuh tak sadarkan diri di lantai
" Budheeeeee Buudheeee kenapa budhe ?" Tanya Wati sambil mengguncang guncangkan tubuh Sang Budhe yang sudah tergeletak di lantai dekat meja makan itu .
Wati panik karena kebetulan di rumah mungil ini Wati hanya tinggal bersama Budhe dan Lek Jumi saja semenjak Sang Suami meninggal Budhe memutuskan mangajak Lek Jumi adik mendiang suaminya yang kebetulan juga hidup sebatang kara semenjak ditinggal pergi suaminya itu untuk tinggal bersama nya Budhe dan suaminya tidak di karuniai anak dalam pernikahan nya itu dan sebagai gantinya Wati lah yang mereka rawat semenjak Wati lulus sekolah hingga sekarang tak hayal Budhe sangat menyayangi Wati selayaknya anak sendiri .
" Bulek Jummmmmm ." Panggil Wati dengan setengah berteriak
Lek Jumi yang sedang ganti baju itu pun berlari mendekat kearah Wati yang sedang menangis histeris
" Wati ada apa ini Mbakyu kenapa Nduk ?" Tanya Bulek Jumi pada Wati .
" Wati ndak tau Bulek tadi waktu Wati sedang dikamar istirahat tiba tiba Wati dengar suara keras benda jatuh trus Wati berjalan mencari sumber suara itu dan ternyata Wati mendapati Budhe sudah pingsan ini ." Jawab Wati dengan berurai air mata kepanikan nya itu .
Bulek Jumi pun berusaha mencoba membangunkan Budhe tapi nihil hasilnya Budhe belum bangun dan alhasil Wati juga Bulek Jumi pun panik ketakutan sendiri ada apa dengan Budhe .
Karena sangking panik dan tidak tau harus bagaimana Wati pun segera Wati menelpon Ditya meminta bantuan padanya .
" Apaaa Budhe pingsan Dek lalu bagaimana keadaannya sekarang ?" Tanya Ditya sesaat setelah mendengarkan penuturan Wati tentang Budhe nya itu .
" Sudah sudah Kamu tenang dulu jangan panik sekarang Kamu telepon ambulans bawa Budhe ke rumah sakit biar di periksa dokter ." Balas Ditya mencoba memberi saran ke Wati .
" Tapi Mas Aku takut Aku belum punya pengalaman bagaimana mengurus adminitrasi dan lain nya di Rumah Sakit Kamu tolong kesini ya Mas Aku mohon ." Kata Wati menangis memohon ke Ditya agar Dirinya mau menemani Wati di rumah sakit .
Ditya kaget bercampur bingung dengan permintaan Wati barusan yang memintanya untuk menemani di rumah sakit mengurus Budhe Ditya berpikir sejenak kasian juga Wati harus pontang panting sendirian di rumah sakit apalagi dia belum punya pengalaman membawa pasien ke srumah sakit besar dan akhirnya Ditya memutuskan untuk menemani Wati di rumah sakit . Dia lalu meminta Wati untuk membawa Budhe ke rumah sakit terlebih dahulu dan juga memberitahunya bahwa Dirinya akan berangkat ke Yogyakarta menyusul Wati di rumah sakit .
Wati pun sedikut tenang saat mendengar Ditya berkata akan menyusul dirinya jadi Dia tidak merasa kebingungan di Rumah sakit menjaga Budhe sedang Bulek Jumi di rumah kasian sudah sepuh .
Ditya segera bangkit dan masuk kamar pribadinya untuk membersihkan diri lalu siap siap untuk berangkat ke yogyakarta setelah selesai mandi juga ganti baju Ditya menelpon Fredi teman sekantor nya untuk minta tolong ijin tidak masuk kerja besok karena ada keperluan mendadak di yogyakarta setelah selesai menelpon Fredi Ditya meletakkan hp nya di nakas sebelah ranjang tidurnya dan Dia tetlihat meraih jaket juga dompet dan kunci mobil nya lalu berangkat ke Yogyakarta menyusul Wati
Wati sudah membawa Budhe ke rumah sakit sesuai arahan Ditya tadi Dokter segera menangani Budhe setelah melakukan pemeriksaan dengan seksama Dokter memberitahu Wati bahwa Budhe sedikit kecapekean dan juga asam lambung nya naik juga diikuti tekanan darahnya menurun sehingga menyebabkan Budhe tiba tiba lemas lalu pingsan Dokter juga memberitahukan bahwa Budhe harus dirawat barang empat hari dulu di rumah sakit agar kesehatannya pulih kembali juga Dokter meminta Wati untuk tidak panik secara berlebihan dan tenang juga berdoa untuk kesembuhan Budhenya itu Wati mendengarkan semua penuturan Dokter tentang keadaan Budhe Dia menjadi sedikit tenang
Ditya menyetir mobil nya cukup ngebut dan alhasil sekarang Dirinya sudah hampir sampai tujuan yaitu rumah sakit terdekat dengan tempat tinggal Budhe juga Wati segera Dia turun mobil dan tergesa gesa mencari kamar tempat Budhe dirawat sesuai yang Wati katakan tadi sebelum dirinya berangkat .
__ADS_1
" Wati bagaimana keadaan Budhe apakah sudah membaik ?" Tanya Ditya saat sudah sampai di depan pintu kamar tempat Budhe di rawat .
Wati menoleh kearah Ditya yang sedang berjalan kearah nya Dia sedikit heran aneh biasanya Ditya tidak pernah memanggil nama nya saja ada apa gerangan ah mungkin karena di rumah sakit jadi Ditya memanggilnya nama saja .
"Mas Adit sudah sampai , Budhe sudah cukup membaik mas sudah stabil tekanan darah nya dan sudah sadar tapi sekarang Beliau tidur lagi Mas mungkin pengaruh obat yang Dokter berikan tadi dan maaf ya Mas tadi Aku sangat gugup ." Jawab Wati sambil memeluk Ditya .
Ditya terlihat sedikit risih Dia setengah berbisik ke Wati untuk melepaskan pelukannya itu meski Wati merasa aneh dengan sikap Ditya akhirnya Wati pun melepaskan pelukannya itu .
Kemudian mereka pun mengobrol di luar kamar Budhe agar tidak mengganggu istirahat nya Budhe
" O ya Mas , Kamu sudah makan ?" Tanya Wati di sela sela obrolan mereka .
" Oh sudah tadi di rumah ." Jawab Ditya singkat
Ditya terlihat tengah meraba saku jaket juga celana terlihat seperti kebingungan mencari sesuatu
Nampak Ditya gelisah Dia teringat bahwa lupa membawa hp nya juga lupa kalau tadi sore Dia berjanji akan menjemput Tyas pulang kerja dan pasti sekarang Tyas sedang menunggu dirinya oh asataga kok bisa lupa begini Aku guman Ditya dalam hati .
Melihat Ditya tengah gelisah Wati pun memberanikan diri bertanya .
" Mas Adit kamu kenapa kok kelihatannya gelisah begitu Kamu kurang enak badan atau capek sini tak pijat ?" Tanya Wati dengan muka penasaran nya .
" Ah nggak usah Dek Aku baik baik saja kok hanya tadi kelupaan bawa hp saja kok hehehehe." Jawab Ditya sambil nyengir
" Atau kamu mau pakai hp ku dulu Mas ?" Kata Wati mencoba menawari Ditya untuk memakai hpnya .
" Ah ngga usah , Terima kasih ya sudah kamu masuk sana istirahat dulu sambil temani Budhe Aku mau ke mini market dulu beli cemilan dan minuman ya ." Jawab Ditya .
Dalam hati Ditya membatin meminjam hp milik Wati untuk menghubungi Tyas itu adahal mustahil baginy Bukankah itu sama dengan bunuh diri dan juga dirinya juga tidak hafal nomer telepon Tyas
Ditya memutuskan untuk berjalan ke minimarket beli cemilan juga minuman untuk dirinya san juga Wati setelah dirasa cukup Ditya pun kembali ke kamar tempat Budhe dirawat .
Lain halnya dengan di jakarta Tyas menunggui jemputan dari Ditya di depan supermarket tempat biasanya Ditya menjemputnya usai pulang kerja Tyas menunggu hingga larut malam supermarket sudah tutup jalanan pun mulai sepi tetapi Ditya belum juga menampakan diri meski sedikit kecewa Tyas tetap berpikir positif mungkin Mas Ditya ketiduran karena kecapekan kerja seharian apalagi dia bilang akhir akhir ini sedang dikejar target laporan pertengahan tahun Tyas memutuskan untuk pulang jalan kaki .
__ADS_1
Sesampainya di apartemen Tyas kaget karena lampu seluruh ruangan menyala tidak seperti biasanya lalu dia pun memanggil Ditya tetapi tidak ada sahutan dan lagi lagi Tyas berpikir positif ah mungkin Mas Ditya sudah tidur dikamarnya
Tyas pun masuk kamar untuk membersihkan diri lalu istirahat karena malam sudah sangat larut ...