
" Kamu harus pastikan minuman ini diminum oleh Naka dan tunggu sampai reaksi obat itu keluar nanti sisa nya Aku dan anak buah ku yang akan menyelesaikan nya." Kata Tomy seraya menyerahkan sebotol air mineral yang telah di campur obat untuk diberikan pada Naka nantinya.
" Tunggu dulu obat apa yang telah Kamu campurkan pada minuman ini, Aku tidak mau berakibat fatal pada diri Naka? " Tanya Maritha yang terlihat cemas itu
" Oh sayang ayolah ini bukan obat yang berbahaya dan come on bukankah Kamu mencintai Dia juga ingin memiliki Dia? " Tanya balik Tomy dengan senyum liciknya
Maritha semakin bingung dengan maksud ucapan Tony barusan, Dia pun semakin cemas dan curiga pasti Tomy telah menyembunyikan rahasia dari diri nya itu.
" Tidak Aku tidak mau mengambil resiko besar dengan memberikan minuman itu pada Naka sebelum Kamu memberi tahu Aku obat apa yang telah Kamu campur pada minuman itu." Balas Maritha merajuk
" Ok ok Aku kasih tau Kamu, minuman ini telah Aku campur dengan obat perangsang dosis tinggi." Jawab Tomy
" Apa obat perangsang? " Tanya Maritha kaget
" Iya sayang, Kamu harus memastikan Naka meminum minuman ini dan Kamu tunggu sampai obat itu bereaksi pada diri Naka setelah bereaksi Kita bawa Dia ke kamar lalu Kita buat skenario seakan akan Naka telah memperkosa dirimu sayang lalu Kamu menghubungi Ku dan keesokan paginya Aku akan datang ke sini dengan membawa wartawan." Jawab Tomy panjang lebar menjelaskan ide gilanya itu
Maritha nampak berpikir sejenak dengan ide ide jahat yang barusan di sampaikan oleh Tomy itu, hingga akhirnya Dia pun setuju.
" Em ide mu boleh juga sekali dayung dia pulau tergapai, satu dengan kejadian itu Aku pastikan gadis kampungan itu akan menceraikan Naka dan itu akan memuluskan impian ku untuk memiliki Naka seutuhnya dan yang kedua Kita bisa membalaskan dendam kedua orang tua kita dengan menghancurkan perusahaan Bagaskara Grub lewat gosip pemerkosaan yang dilakukan Nak." Sahut Maritha sumringah
" Oh Baby Kamu sangat cerdas sekali, tapi ingat meskipun nanti Kamu sudah menjadi milik Naka jatah serabi untuk ku masih berlanjut." Balas Tomy
" Kamu jangan khawatir dengan hal itu sayang, begitu rencana ku ini sukses Aku akan menuruti semua perkataan mu itu." Ucap Maritha setengah berbohong
Setelah berbincang bincang cukup lama, Maritha pun akhirnya berangkat terlebih dahulu menuju tempat yang telah di sepakati dengan Naka yakni ruang privad di Bar pusat kota itu, sementara Tomy dan anak buahnya berangkat belakang sembari menyusun strategi termasuk menyiapkan kamera juga kamar yang akan menjadi jebakan untuk Naka itu.
Di lain tempat terlihat Seketaris Anton bersama anak buahnya tengah menyusun strategi, ya Mereka sudah mengetahui rencana kotor dari pihak Maritha yang didalangi oleh Tomy itu.
Jika ada yang tanya dari mana anak buahnya Seketaris Anton bisa tau tentang rencana busuknya Maritha dan juga Tomy dan jawaban nya adalah langsung dari anak buah nya Seketaris Anton yang menyamar menjadi anak buah nya Tomy.
" Kalian semua harus pastikan rencana Kita ini tidak di endus oleh pihak lawan, buat rencana ini serapi mungkin hingga Mereka tidak bisa menyadari kehadiran Kita. " Kata Seketaris Anton pada para anak buah nya itu.
Setalah melakukan brifing singkat itu, para anak buahnya Seketaris Anton pun segera membuyarkan diri melakukan yuga Mereka masing dan tentu saja sebagian dari Mereka pun melakukan penyamaran agar bisa dekat dengan Nama dan Maritha nantinya.
__ADS_1
Saat yang di tunggu telah tiba Maritha telah sampai si ruang privat Baru tersebut dan tak berselang lama Naka pun juga tiba dan langsung duduk di kursi depan nya Maritha .
" Naka." Sapa Maritha sesaat setalah Naka memasuki ruangan itu
" Katakan apa yang ingin Kamu katakan, Aku tidak punya waktu banyak untuk meladeni orang seperti Kamu." Balas Naka sengit
" Sebelum Kita ngobrol alangkah baik nya kalau Kita minum dulu Naka, dan ini air mineral untuk Mu minumlah Kamu jangan takut Aku juga minum Kok ." Jawab Maritha sembari menyerahkan sebotol minuman mineral pemberian Tomy tadi.
Naka nampak menatap wajah Maritha yang dibuat seolah olah tengah memelas itu kemudian berganti memandang kearah botol air mineral tersebut ya dirinya juga merasakan haus maka Dia pun segera meraih botol minuman yang di berikan oleh Maritha itu.
Pelan pelan Naka membuka tutup botol minuman itu dan ketika hendak meninggalnya masuk lah kedua pelayan Baru tersebut dan langsung berdiri diantara Mereka berdua.
" Maaf Nona, apakah mobil mewah yang terparkir di depan itu mobil Anda? " Tanya pelayan Baru tersebut sopan
Maritha menatap wajah kedua pelayan itu dengan tatapan penuh kekesalan ya bagaimana tidak kesal rencana nya tinggal selangkah lagi berhasil namun kehadiran kedua pelayan itu lah yang mengagalka nya.
" Ya benar ada apa memangnya, dan juga apakah Anda berdua tidak punya etika sopan santun untuk mengetuk pintu dulu sebelum masuk keruangan tamu? " Kata Maritha kesal
Maritha terlihat sewot dan emosi dengan kata kata pelayan Bar tersebut ya bisa dibilang Dia marah hanya karena hal sekecil itu Dia harus menunda menjalankan rencana besar nya itu.
" Berikan kunci mobil itu pada Mereka agar Mereka membantumu untuk memarkirkan mobil itu." Kata Naka dengan nada datar
Dan Maritha pun setuju dengan kata kata Naka barusan dan Dia pun langsung mencari kunci mobil nya yang Dia masukan kedalam tas mewah miliknya itu, saat Maritha tengah menunduk hendak mencari kunci mobil di dalam tas pribadinya yang kebetulan jatuh dilantai itu kedua pelayan Bar tersebut tidak menyia nyiakan kesempatan emas tersebut dan secepat kilat menukar dia botol air mineral tersebut
Semula Naka kaget saat melihat kedua pelayan itu lancang menukar air mineral tersebut namun salah satu dari pelayan tersebut mengerdipkan matanya memberi kode pada Naka bahwa Mereka adalah anak buahnya Seketaris Anton.
" Ini kuncinya, kalian harus hati hati saat akan memarkir kan mobil mewah ku jangan sampai tergores sedikitpun atau Aku akan menuntut ganti rugi pada Kalian." Kata Maritha
" Terima kasih Nona, dan maaf Kami mohon pamit dulu Tuan Nona." Balas pelayan tersebut sembari berjalan kelaur ruangan tersebut.
Se perginya kedua pelayan tersebut, Maritha menatap kearah botol minuman yang ada di depan Naka itu masih penuh itu tandanya Naka tidak meminumnya sedikit pun .
" Naka kenapa Kamu tidak meminum nya bukankah ini minuman kesukaan Kamu? " Tanya Maritha sedikit merayu
__ADS_1
" Cepat katakan apa yang sebenarnya ingin Kamu bahas." Balas Naka ketus
" Baiklah, Aku sungguh sungguh ingin minta maaf ke Kamu dan Istri Mu atas kelakuan ku tempo hari tapi percayalah itu semua Aku lakukan karena Aku mencintai Kamu dan sekarang Aku sadar kalau apa yang Aku lakukan itu salah dan disini Aku benar benar minta maaf." Kata Maritha dengan drama sok sedihnya itu
" Lalu apakah dengan permintaan maaf mu itu bisa mengembalikan keadaan juga bisa mengembalikan bayi dalam kandungan istriku? " Tanya Naka dengan nada dingin
" Ya Aku tau Naka permintaan maaf ku ini tidak bisa mengembalikan keadaan seperti semula tapi setidaknya Aku sudah meminta maaf ke Kamu, Oya Kamu minum dong biar relax nih Aku juga minum lo." Kata Maritha seraya menenggak minuman di dalam botol itu
" Lalu apa maumu sekarang? " Tanya Naka yang tak menyenggol sedikitpun minuman itu.
" Aku hanya ingin Kamu memaafkan Aku dan juga mencabut keputusan Mu untuk memutuskan kontrak kerja dengan pihak Pranoto grub dan sebagai gantinya Aku akan menuruti semua perkataan Mu." Jawab Maritha
" Sayangnya Aku tidak tertarik untuk mengabulkan permintaan Mu itu, Aku tetap pada keputusan Ku dan mengenai minuman ini Aku tidak akan pernah meminumnya." Kata Naka seraya menatap wajah Maritha dengan tatapan penuh amarah
" Kenapa Kamu tidak mau memaafkan Aku Naka dan juga ini hanya air mineral saja apakah Kamu curiga kalau Aku meracuni Mu? " Tanya Maritha yang mulai sedikit kepanasan
" Kesalahan Mu itu tidak bisa dimaafkan lagi dan asal Kamu tau minuman yang Kamu minum itu sebenarnya minuman yang telah Kamu siap kan untuk Ku bukan, yang telah Kamu campur dengan obat yang Aku tidak tau obat apa itu . " Kata Naka
Maritha kaget setengah mati mendengar kata kata Naka barusan itu, seketika memori otaknya menjadi blank bagaimana bisa Dia meminum air yang telah dicampur dengan obat perangsang dosis tinggi itu.
" Tidak Kamu jangan sembarangan ngomong Naka, Aku tidak memasukan apapun kedalam minuman ini." Ujar Maritha
" Oya Kamu tunggu saja sebentar lagi obat itu akan bereaksi dan asal Kamu tau para anak buah ku sudah mengikuti sekaligus mengawasi Mu sejak tadi." Sahut Naka
Maritha pun semakin stres dengan kata kata Naka barusan di lain sisi kini tubuhnya mulai merasakan sensasi panas gerah mungkin efek obat tersebut
Tak mau ikut menanggung akibatnya Naka pun segera menghubungi Seketaris Anton beserta anak buahnya untuk masuk kedalam ruangan tersebut untuk mengurusi Maritha juga yang lainnya sementara dirinya memilih untuk segera pulang ke apartement.
Seketaris Anton dan beserta para anak buahnya itu segera meringkus para anak buahnya Tomy dengan cara menyekapnta, sedang kan untuk urusan Maritha yang merasakan reaksi dari obat perangsang tersebut mulai bertingkah konyol dan Seketaris Anton bersama anak buahnya itu memindahkan tubuh Maritha kedalam kamar yang semula dipesan oleh Maritha untuk menjebak Naka.
Tak ada penolakan yang berarti dari Maritha yang mana Dia malah semakin panas dengan cara mulai membuka baju nya satu persatu dan Seketaris Anton pun tak kurang akal Dia segera membuka HP milik Maritha dan langsung mengirimi pesan kepada Tomy untuk menemuinya di dalam kamar mewah dalam kawasan Bar tersebut dan tak lupa Dia juga mengirim foto dengan pose syur kepada Tomy
Dan sudah dapat dipastikan Tomy yang mudah sekali terbakar nafsu birahi nya itu pun segera menyusul Maritha di dalam kamar yang mana telah telanjang bulat dan tanpa rasa curiga sedikit pun Mereka pun melakukan hal yangenjijikan itu dengan sangat hias dan binal.
__ADS_1