
Hay hay para Readers yang Mamak sayang i dan Mamak cintai bagaiaman kabarnya ?
Semoga Readers tercinta nya Mamak selalu di beri kesehatan dilimpahi keberkahan dan selalu dilindungi yang Maha Kuasa Aamiin.
Readers Kita sudai ya POV Wati ini dan kembali ke Bab normal ya dan jangan lupa hadiah nya dongggg agar Mamak cemunguttt nulissss 😘😘😘😘😘
Terima kasih .
Pagipun Tiba matahari menyinari Bumi dengan hangat nya .
" Sayang Aku pulang dulu ya Aku nggak enak kalau ngga pulang lagi hari ini nanti malah bikin Dia curiga lagi ." Pamit Adit pada Sang Istri
" Duh sebenarnya Aku masih pengen Kamu disini temani Aku mas tapi ya sudah lah Aku harus rela ikhlas menerima kalau Aku tidak sepenting Dia ." Jawab Wati dengan nada sedikit ketus
" Eh eh sayang kenapa Kamu bilang begitu Kamu lebih penting dari pada Dia tetapi Aku hanya tidak ingin kalau Dia menjadi curiga seperti kemarin lalu mengadu pada Mamaku dan hal itu akan menyulitkan hubungan kita sayang ." Sahut Adit sembari menempelkan kedua telapak tanganya di kedua pipi Wati
" Baiklah tapi Kamu janjiya besok kesini lagi ." Ujar Wati dan Adit menyanggupinya
Adit masuk kedalam mobilnya lalu segera beranjak pulang sementara Wati juga segera masuk kerumah dan istirahat Dia merasa badannya amat sangat capek akibat pertempuran nya dengan Adit yang entah sudah berapa puluh kali mereka lakukan .
Sementara di apartement tempat tinggal Ditya dan Tyas , Terlihat Diah sedang di dapur tengah sibuk memasakan bubur putih untuk Tyas , Sedangkan Tyas dia masih berbaring di kamar pribadinya karena perutnya masih belum membaik sepenuhnya .
Tak berselang lama Ditya sampai di apartement nya Dia kaget saat melihat Diah tengah memasak di dapur
" Loh Diah ,ngapain Kamu disitu ?" Tanya Ditya keheranan dengan keberadaan Diah di rumah nya tersebut .
" Ya seperti yang Anda lihat Saya sedang memasak bubur untuk Tyas ." Jawab Diah ketus sambil menuang bubur putih kedalam mangkok saji tersebut.
Ditya merasa aneh dan heran dengan sikap Diah yang berubah tidak seperti biasanya yang baik dan ramah dan yang lebih membuatnya heran kok tumben Dia menginap di sini terus Dia juga memasak bubur untuk siapa atau jangan jangan Tyas sedang sakit
Ditya segera bergegas menyusul Tyas di kamar pribadinya dan saat masuk kamar tersebut Ditya kaget ternyata benar Tyas sakit , Dia melihat Diah tengah menyuapi Tyas dengan bubur yang barusan Dia masak .
" Dek Kamu sakit ? Tanya Ditya
" Nggak Mas ." Jawab Tyas singkat
Ditya semakin heran dengan jawaban Tyas itu dan bertanya dalam hatinya ada apa dengan Tyas
" Di , Aku sudah cukup baik terima kasih banyak ya atas bantuan juga Mas Wiland tadi malam dan sskarang Kamu boleh pulang istirahat juga tolong sampaikan ke Mas Wiland terima kasih banyak atas bantuannya tadi malam ." Kata Tyas mengucap terima kasih atas bantuan Mereka tadi malam .
" Iya Yas kalau begitu Aku pulang duluya nanti kalau ada apa apa Kamu telepon Aku atau Mas Wiland ya juga jangan lupa obat nya di minum ." Balas Diah dengan setengah menyindir Ditya yang tengah berdiri disamping ranjang tempat Tyas berbaring
" Iya , Hati hati ya di jalan ."Sahut Tyas
__ADS_1
Diah mengambil tasnya diatas nakas samping tempat tempat tidur dan segera beranjak keluar kamar lalu pulang ke kost an sendiri dengan jalan kaki dan sepanjang jalan menuju ke temoat kost nya Diah menangis meratapi nasib Sang Sahabat Mereka suami istri tapi kenapa hubungan mereka tidak selayaknya suami istri pada umum nya dan yang membuat Diah semakin sedih saat Tyas tadi malam mendadak sakit perut suaminya itu tidak ada di rumah hp nya pun ditidak bisa dihubungi dan yang membuat curiga Diah adalah apakah Ditya selama ini sering meninggalkan Tyas seorang diri di rumah dan selalu mematikan hpnya ketika sedang diluar rumah sungguh aneh dan mencurikan guman Diah dalam hati , Sungguh Kamu wanita hebat Ya dan Aku berjanji akan membantu Mu mencari tau ada rahasia besar apa yang tengah Ditya sembunyikan dari Mu ." Janji Diah pada dirinya sendiri .
Sementara itu di apartement tempat Tyas dan Ditya tinggal terlihat Ditya berjalan menuju ranjang tempat Tyas berbaring
" Tyas sekarang jelaskan pada Ku apa maksudMu memanggil Wiland dengan sebutan Mas dan juga jelaskan apa yang terjadi padamu ?" Tanya Ditya dengan nada sedikit menahan emosi .
"Peduli apa Kamu dengan apa yang terjadi padaku Mas lagian kenapa Kamu marah saat mendengar Aku memanggil Wiland dengan sebutan Mas Wiland toh akhir akhir ini Aku juga sering dengar Kamu memanggil Sayang kepada wanita lain saat kalian mengobrol lewat telepon dan Aku biasa saja ." Jawab Tyas ketus
Dari kata kata Tyas barusan Ditya curiga kalau Tyas sudah tau tentang hubungannya dengan Wati
" Kamu ini lupa ya kalau Aku ini Suami Mu Aku berhak tau tentang keadaan Mu juga hubungan Mu dengan Mereka ." Sahut Ditya yang mulai terpancing emosinya
" Sudah Mas Aku ingin istirahat dan tolong keluar dari kamar ini ." Pinta Tyas ingin menghindari pertengkaran dengan Ditya .
Ditya semakin emosi tetapi Dia juga melihat wajah pucat Tyas hingga membuatnya tidak tega
" Baik Aku akan keluar kamar tapi ingat Kamu masih punya hutang penjelasan kepada ku ." Kata Ditya setengah menghardik Sang Istri yang tengah sakit itu
Ditya keluar kamar lalu menuju kamar pribadinya sedangkan Tyas masih tetap di posisi yang sama hanya bedanya Dia terlihat meringkuk dengan tangisan yang sudah tidak bisa di bendung lagi terisak isak .
Pagi pun tiba hari ini Ditya sengaja ijin tidak masuk kerja dengan alasan merawat Istri nya yang sedang sakit terlihat Dia tengah duduk di meja makan dan tengah menikmati secangkir kopi yang barusan dibuatnya hari ini ada yang berbeda dimeja makan Tyas tidak memasak sarapan untuk nya dan Ditya tidak mempermasalahkan hal itu akan tetapi Dia masih menunggu penjelasan Tyas soal kemarin
Tak berselang lama Tyas keluar kamar terlihat keadaan nya sudah cukup membaik tidak sepucat kemarin , Dia berjalan hendak menuju dapur
" Tyas sekarang Kamu jelaskan padaKu soal kemarin ." Kata Ditya dengan nada dingin
" Jelaskan pada Ku apa yang terjadi padaMu kemarin dan apa maksudMu memanggil Wiland dengan sebutan Mas apa Kamu menyukai Wiland ?" Cecar Ditya dengan emosi yang sedikit naik
Ya benar Ditya tidak terima saat Tyas memberi sebutan Mas untuk Wiland sementara Tyas saja sering mendengar Ditya memanggil wanita lain dengan sebutan sayang .
" Tidak ada yang spesial dengan sebutan itu dan Mereka berdua lah yang kemarin membawa Aku ke Dokter malam malam ." Jawab Tyas masih nada rendah
" Kamu sakit kemarin lalu kenapa Kamu malah menelpon Mereka dan tidak menelpon Aku ?" Tanya Ditya sedikit menurunkan nada emosinya
" Sebelum Aku menjawab nya sekarang Aku tanya Kamu Mas , Dimana Kamu kemarin ?" Tanya Tyas sambil memandang wajah Sang Suami dan tak sengaja Dia menemukan tanda merah bekas kecupan di leher Ditya kembali
" Bukankah Aku sudah pamit akan menginap di rumah teman Ku ." Jawab Ditya ketus
" Sekarang Aku mau tanya ke Kamu Siapa yang mengangkat telepon dari Ku tadi malam berkali kali Mas Aku menghubungi Mu juga mengirim pesan meminta Mu agar pulang sebentar untuk membelikan Aku obat tapi Kamu tidak ada jawaban maupun balasan dan karena Aku sudah tidak tahan dengan sakitku Akhirnya Aku menghubungi Diah lalu tanpa sepengetahuanku Diah menelpon Mas Wiland untuk mengantar kan Aku ke dokter sebab sudah larut malam Dia tidak berani menyetir motornya dengan membonceng Aku yang sedang sakit." Jawab Tyas sambil menahan air matanya
Ditya segera mengecek hpnya apakah ada panggilan masuk dari Tyas atau tidak tadi malam waktu Dia di rumah nya Wati dan ternyata hasilnya nihil tidak ada panggilan masuk atau pun pesan dari Tyas malam itu
" Kamu jangan bohong tidak ada panggilan mau pun pesan dari Mu tadi malam jadi jangan berbohong lagi ." Bentak Ditya yang sudah mulai dikuasai emosi
__ADS_1
" Bisa saja Dia yang menghapus daftar panggilan masuk juga pesan yang Aku kirim tadi malam ." Jawab Tyas
" Dia siapa yang Kamu maksud , Jangan mengalihkan pembicaraan dengan mencurigai Aku ?" Tanya Ditya bingung dengan kata kata Tyas barusan
" Kamu jangan pura pura Mas , Aku tau tadi Dia yang mengangkat panggilan dari Ku ." Jawab Tyas dan air matanya mulai jatuh menetes di pipi
" Kamu jangan sembarangan menuduh Aku ya ." Bentak Ditya
" Aku tidak menuduh Mu sembarangan Mas selama ini Aku tau Kamu membohongi Ku, Kamu selingkuh di belakang Ku Mas tetapi Aku masih mendiamkan saja dan kalau bukan karena Kamu pancing barusan dengan tuduhan yang tidak jelas itu Aku tidak akan mengatakannya ke Kamu sekarang ." Jawab Tyas
" Mana buktinya kalau Aku selingkuh ." Kata Ditya meminta bukti atas tuduhan Tyas .
"Jangan Kamu kira Aku tidak tau kalau selama ini Kamu sudah membohongi Aku tentang Kamu yang ditugaskan mengawasi kantor cabang di Yogyakarta itu adalah bohong sebab kantor tempat Kamu bekerja tidak pernah membuka cabang di Yogyakarta seperti yang Kamu ucapkan ."Ucap Tyas dengan nada tinggi memberi bukti .
" Dari mana Kamu tau itu lancang sekali Kamu mencari tau tentang Aku ?" Balas Ditya dengan penuh emosi
" kenapa benarkan yang Aku ucapkan kalau Kamu selama ini membohongi Aku Mas dan ingat Mas Ditya Aku ini istriMu Aku berhak tau tentang Kamu juga satu bukti lagi Aku punya rekaman suara menjijikan Mu yang tengah mengobrol dengan wanita selingkuhan Mu itu ." Ujar Tyas tak kalah emosi
Hari ini emosi Tyas benar benar memuncak sudah tidak bisa dikendalikannya lagi ternyata diam diam Tyas tau kalau Ditya selingkuh dibelakang nya Dia juga tau kantor di Yogyakarta yang sering dibicarakan dan dikunjungi Ditya itu adalah fiktif alias tidak ada itu hanya alasan Ditya untuk menemui selingkuhan nya itu juga agar Tyas tidak menaruh curiga padanya .
Beruntung Tyas mempunyai sahabat sebaik Diah yang meminta Yaris untuk membantunya melacak keberadaan Ditya dan hasilnya pun mengejutkan ternyata selama ini Ditya telah membohongi Tyas , Dia menemui kekasihnya seorang gadis manis di sebuah tempat makan makanan khas Kota tersebut .
Sungguh menyakitkan bagi Tyas saat Yaris menghubungi nya secara pribadi memberitahu keberadaan Ditya itu , Tyas juga meminta kepada Yaris agar merahasiakan temuannya tersebut Dia tidak ingin Diah ikut kepikiran .
Yaris ini adalah seorang anggota Intelegent Polisi jadi sudah biasa baginya melacak keberadaan seseorang tanpa di ketahui oleh target nya .
Ditya terdiam tak mampu mengelak dengan semua tuduhan tuduhan Tyas berikut bukti buktinya itu Dia terlihat menunduk entah itu sedang merangkai kata kata untuk menyangkal atau sedang menyesali keteledorannya itu
" Kenapa Kamu diam Mas ?" Tanya Tyas menatap Sang suami .
Ditya memberanikan diri menatap Sang Istri seolah olah tengah menyesali sebuah kesalahan yang tidak Tyas ketahui
Setelah perdebatan itu selesai Tyas berlalu meninggalkan Ditya yang masih berdiri mematung di depan meja makan Dia lebih memilih masuk kekamar untuk ganti baju dan bermake up secantik mungkin , Dia berniat mau keluar rumah untuk menemui Sahabatnya Diah dan mengajaknya pergi bersama menemui Wati Sang Sahabat kecilnya itu karena mereka sudah janjian kemarin untuk ketemuan .
Sebelum berangkat Tyas masih menyempatkan diri berpamitan dengan Ditya hanya saja Dia tidak mau menatap wajah Sang Suami .
Sementara Ditya masih penasaran benarkan Tyas menghubunginya tadi malam juga mengiriminya oesan tapi kenapa tidak ada riwayat panggilan masuk atau pun pesan masuk dari Tyas , Ditya curiga jangan jangan orang yang mengangkat panggilan dari Tyas itu adalah Wati lalu Dia juga yang menghapus daftar panggilan juga pesan yang dikirim Tyas .
Sementara itu kebahagian tengah meliputi hati Tyas yang bisa berjumpa kembali dengan Wati Sang sahabat Dia juga mengenalkan Wati kepada Diah begitupula sebaliknya Tyas juga meminta mereka agar bisa menjadi sahabat seperti dirinya
Wati menatap Tyas dengan tatapan yang sulit diartikan entah itu tatapan takut atau tatapan marah tetapi tidak dipungkiri Wati mengagumi apa yang ada di diri Tyas yang periang tidak menunjukan sedikit pun rasa curiga atau kesedihan apapun terhadap rumah tangganya Wati juga mengagumi penampilan Tyas yang sekarang ini benar benar sudah berubah menjadi sangat cantik bodynya tinggi semampai kulitnya putih bersih dan wajah yang sangat cantik pakaian yang Dia pakai pun terlihat berkelas sungguh Tyas sekarang sudah menjelma sebagai wanita berkelas dan wajar saja jika Adit menamai kontaknya dengan nama my sweety .
Tetapi di satu sisi terlihat gurat gurat kecewa di hatinya ternyata Tyas lah yang menjadi madu nya Tyas lah wanita pilihan kedua Orang Tua Adit dan Tyas lah yang menghancurkan mimpi mimpi indahnya bersama Adit dan memilikinya seutuhnya .
__ADS_1
Mereka bertiga pun mengobrol seru membahas banyak hal tetapi tidak ada obrolan yang membahas urusan pribadi mereka masing masing hal itu sesuai dengan permintaan Tyas tadi yang mengajak mereka untuk girls time tanpa melibatkan masalah pribadi diobrolan mereka .
Puas mengobrol mereka pun melanjutkan acara jalan jalan di pusat perbelajaan terkenal di Jakarta Mereka asik belanja baju maupun perlengkapan lainnya hingga sore pun datang dan barulah mereka berpisah pulang kerumah masing masing .