
Ditya melanjutkan aktivitas kerjanya dengan penuh semangat hingga tak terasa jam kantor telah usai dan itu tanda nya waktu nya pulang.
Dia segera merapikan meja kerjanya dan bergegas pulang dengan mengendarai mobil pribadinya menuju rumah tempat tinggalnya bersama Wati .
Disepanjang perjalanan pulang tak henti hentinya Ditya mengucap syukur kepada Allah SWT atas karunia yang telah di berikan hari ini yakni kabar baik mengenai dirinya naik jabatan menjadi seorang manager itu.
Hingga tak sengaja secara samar samar Dia melihat seorang wanita yang perawakannya hampir mirip dengan Tyas tengah di dalam mobil sport mewah sewaktu dirinya tengah berhenti di depan lampu merah perempatan jalan utama itu.
Ditya memastikan apakah benar yang dilihatnya itu Tyas atau hanya mirip saja sebab wanita ini sangat cantik dengan kulit putih nya ,dan jika benar itu Tyas lalu siapa laki laki tampan yang ada di samping nya itu apakah pria itu suaminya yang sekarang .
Sungguh Ditya hampir tidak percaya dimana dirinya dengan mata kepala nya sendiri Dia melihat kalau wanita itu benar benar Tyas ya secara tidak sengaja Tyas menoleh sebentar kearah mobil samping nya dan Ditya yang tidak menurunkan kaca mobilnya pun masih bisa melihat dengan jelas kalau wanita itu adalah Tyas .
Dia sempat terperangah manakala melihat perubahan besar pada diri Tyas yang kini menjadi sangat cantik anggun berkelas dan kelihatannya suaminya yang sekarang ini bukanlah orang sembarangan namun sayangnya belum sempat Ditya memastikan siapa pria yang ada di samping nya Tyas itu .
Tiba tiba lampu merah pun berubah menjadi hijau yang itu tandanya kendaran harus segera berjalan dan mobil yang ditumpangi Tyas pun melaju dengan cepat nya hingga membuat Ditya kewalahan untuk mengikutinya.
" Soal kenapa mobil itu melaju cepat sih padahal tinggal sedikit saja Aku bisa melihat siapa pria yang ada di samping Tyas itu." Guman Ditya sembari memukul kemudi mobil itu guna melampiaskan kegusaran nya itu.
Sejujurnya Ditya masih diliputi bayang bayang wajah dan kepribadian yang ada di diri Tyas yang nyaris sempurna sebagai sosok seorang istri dengan paket komplit sudah cantik pintar mandiri juga pandai mengurus rumah terutama dalam hal kebersihan juga urusan masak memasak.
Namun apalah daya takdir berkata lain yang mana dirinya dan Tyas harus berpisah dan itu juga bagian dari kesalahan nya yang telah diam diam selingkuh dibelakang Tyas yang sewaktu itu masih resmi berstatus suami istri sah, ya kembali lagi Dia mengatas namakan cinta dari masa lalu lah yang membuat rumah tangganya hancur berantakan.
Mau menyesal ah itu sudah tidak ada gunanya lagi apalagi kini Tyas pun sudah menikah, yang bisa dilakukannya adalah menerima sekaligus menjalani apa yang sudah menjadi pilihannya yakni menjalankan rumah tangga bersama Wati wanita yang di cintainya dulu dan kini kadar cintanya sudah sedikit menurun.
Hingga akhirnya Dia pun telah sampai si depan rumah nya dan segera memarkirkan mobilnya di tempat parkir mobil dan langsung berjalan masuk kedalam rumah menuju kamar tidur dan langsung merebahkan diri diatas kasur empuk itu.
Bayangan wajah cantik alaminya Tyas uang tadi sempat di lihatnya itu menari nari dipelupuk mata Ditya hingga membuatnya sedikit frustasi dan segera bangkit menuju kamar mandi dan langsung menguyur diirnya dibawah guyuran air shower itu
"Tyas andai waktu dapat si putar kembali, Ku pastikan Aku akan tetap setia kepadaMu dan tidak akan meninggalkan dirimu sungguh bayangan wajahmu hampir membuatku gila dan jika diberi kesempatan lagi Aku ingin Kita kembali seperti dulu Yas." Guman Ditya lirih dengan di iringi air mata yang mulai keluar sebagai luapan dari emosinya itu.
Dari luar terdengar suara pintu utama rumah itu di buka yang ternyata Wati dan Nila sudah pulang dari kerjanya, ya hari ini adalah hari pertama Nila kerja bareng Wati di restoran makanan Jepang dan Nila ras atidak ada masalah yang berarti sebab Dia juga sudah punya pengalaman kerja di restoran dulu sewaktu masih di Yogyakarta.
" Aku mau mandi dulu ya Nil, gerah banget ni Kamu juga mandi dulu sana." Kata Wati sembari meletakkan sepatu miliknya di rak sepatu
" Siapp Bu." Balas Nila dengan gayanya yang ceria.
__ADS_1
Kemudian Mereka berdua pun berpisah, Nila masuk kedalam kamar nya dan langsung mandi sementara Wati terlihat masuk kedalam kamar dan langsung menuju kamar mandi untuk mandi dan nampaknya Dia tidak menyadari kalau Ditya sudah pulang dan tengah mandi di dalam kamar mandi tempat dirinya masuk itu.
Dan alangkah terkejutnya Wati maupun Ditya yang sama sama tidak tau keberadaan Mereka masing masing itu.
" Lo Mas Kamu sudah pulang? " Tanya Wati sesaat setelah dirinya berhasil menenangkan diri itu
" Iya, sini mandi bareng yuk sudah lama Kita nggak mandi bareng." Jawab Ditya dengan setengah memaksa itu
Mulanya Wati enggan menuruti ajakan Ditya itu namun akhirnya Dia pun mau menurutinya dan ya sudah seperti yang bisa di tebak Mereka bukan hanya mandi air tapi juga mandi keringat kenikmatan dengan saling paju memacu menuju puncak kenikmatan tentunya.
Sudah lebih dari setengah jam berlalu Mereka masih dengan posisi yang sama dan sudah berapa kali pelepasan kenikmatan yang Mereka lakukan namun nampaknya Ditya masih enggan menyudahi permainanya itu dan masih saja menyodok gua milik Wati .
" Mas, sudahan yuk nggak enak diluar ada Nila." Kata Wati dengan nada ngos ngosan
" Baiklah tapi Kamu janji ya nanti malam bayar lunas." Sahut Ditya yang tanpa aba aba langsung mencabut pedang milik nya itu
Wati pun mengangguk dan segera menyelesaikan acara mandinya yang semula mandi biasa menjadi mandi besar itu dan langsung ganti baju dan segera menyusul Nila di luar.
Dan alangkah terkejutnya dirinya manakala melihat Nila tengah asik di dapur dan nampaknya tengah asik memasak itu.
" Ni Aku masaka sederhana buat makan malam nanti." Jawab Nila sembari mengaduk aduk masakan diatas kompor itu
" Haduh jadi ngerepotin Kamu dong ini, kan Kita bisa keluar cari makan malamnya." Sahut Wati
" Nggak papa bestie, lagian Aku lihat stok bahan masakan di kulkas full jadi Aku punya inisiatif masak aja dari pada Kita harus keluar." Balas Nila masih dengan kesibukannya memasak itu
" Ya udah apa ni yang perlu Aku bantu? " Tanya Wati dengan wajah sumringah itu
" Hem ini masakan udah hampir selesai Kamu panggil suami sana ajak makan malam bareng." Jawab Nila sopan
Wati pun tersenyum dan langsung bergegas ke kamar memanggil Ditya untuk makan malam bersama dan tak berselang lama Dia sudah kembali dengan diikuti oleh Ditya dibelakangnya itu.
Nila menata hasil masakannya itu atas meja makan tak lupa Dia juga menata piring juga peralatan makan lainnya itu di depan Mereka bertiga yang masing masing satu pasang.
" Makan malam sudah siap, ayo silahkan duduk." Kata Nila yang melihat Ditya dan Wati sudah datang itu
__ADS_1
" Makasih bestie." Balas Wati sembari mengambil duduk di samping nya Ditya itu
Sementara Ditya yang menyaksikan parade makanan yang tertata rapi diatas meja makan itu pun tiba tiba teringat pada Tyas yang mana dulu hampir setiap hari selalu bersusah payah memasak dan menyajikan makanan untuk dirinya itu
Dia melihat sosok Nila hampir sama atau bisa dibilang mirip dengan Tyas mengenai ketrampilan masak memasak nya juga mengenai sikap mandirinya hanya saja fisik nya saja yang berbeda.
" Mas Kamu mau makan apa, oya semua ini hasil masakannya Nila lo." Ucap Wati yang membanggakan hasil masakan sahabatnya itu
" Oya hebat banget Kamu Nila bisa masak, ya sudah Aku mau makan ini saja." Jawab Ditya sembari menunjuk kearah tumis paprika daging sapi yang kelihatannya lezat menggugah selera itu
" Makasih banyak Mas Ditya atas pujiannya tapi mengenai rasa nya cocok dilidah Kalian atau tidak Aku nggak tau ya ini Aku asal asalan aja kok masaknya." Sahut Nila malu malu
" Masakan Mu sudah pasti terjamin enak bestie ni Aku udah nyobain." Balas Wati sumringah
Kemudian Mereka bertiga pun makan malam santai dan terlihat Ditya begitu menikmati makan malam nya itu dengan sesekali mencuri pandang kearah Nila.
Mereka makan dengan diselingi obrolan hangat yang mana Ditya memberi tahu Wati kalau besok sore kantor akan mengadakan acara makan malam dan mengundang seluruh anggota keluarga karyawan sekaligus menyampaikan bahwa dirinya akan naik jabatan menjadi manager di kantor tempatnya bekerja.
Wati menanggapi kabar bahagia itu dengan rasa syukur, sungguh tidak dapat di tutupi lagi Dia sangat bahagia dengan kabar kenaikan jabatan pada suaminya dan sangking bahagianya Dia secara spontan berdiri dan mencium Ditya tepat di depannya Nila.
Nila yang melihat nya pun merasa sedikit risih dan Dia pun pamit kebelakang dengan alasan mengambil minum, dan Ditya yang menyadari itu pun segera meminta Wati untuk menghentikan nya karena sejujurnya Dia juga risih dengan sikap dan perilaku Wati terhadap dirinya itu.
Acara makan malam bersama itu pun telah usai, Nila meminta Wati dan Ditya segera masuk kamar untuk istirahat sementara untuk urusan mencuci peralatan makan yang kotor Dia sendiri yang menawarkan diri untuk mencuci dan merapikannya.
Semula Wati menolak keinginan Nila itu namun Nila terus memaksanya hingga akhirnya mau tidak mau Dia pun memilih untuk menuruti nya dengan mengajak Ditya untuk masuk kamar pribadi Mereka dan membiarkan Nila mengerjakan sendiri pekerjaan itu.
Nila segera menyelesaikan pekerjaan nya itu dan segera masuk kedalam kamarnya untuk istirahat karena sejujurnya hari ini Dia benar benar lelah kerja di restoran ya maklum saja hari ini adalah hari pertama nya kerja dan masih ditambah acara masak dan membereskan urusan dapur yang kotor lagi.
Sementara itu di rumah Eyang Putri terlihat Naka dan Tyas juga Eyang Putri tengah bersantai ria di ruang TV ya hari ini Naka mengajak Tyas pulang ke rumah Eyang Putri untuk menjenguk sekaligus berpamitan pada Eyang kalau Mereka berdua akan tinggal di apartemen dengan alasan jarak tempuh dari kantor dan ruko yang dekat.
Semula Eyang Putri menolaknya namun akhirnya Beliau pun mengijinkan nya namun dengan satu syarat kalau Mereka harus sering sering menjenguknya.
Tak lupa Mereka juga membahas mengenai acara makan malam di kantor cabang besok sekaligus acara pelantikan manager baru di kantor cabang tersebut.
Dan karena malam sudah semakin larut maka Mereka pun membubarkan diri masing masing dan masuk kedlam kamar untuk istirahat.
__ADS_1