
Tyas dan Mbak Rina kini sudah di dalam pesawat untuk kembali ke Jakarta liburan telah usai dan mereka kini membawa semangat baru untuk menghadapi rutinitas seperti biasa kembali .
Jika Mbak Rina dengan rutinitas sebagai Ibu rumah tangga dengan mengurusi suami nya maka hal berbeda dengan yang dijalani oleh Tyas dimana dulu sewaktu masih tinggal bersama Ditya Dia juga menjalani peran seperti Mbak Rina mengurus semua keperluan yang dibutuhkan oleh Suaminya dan sekarang Tyas tidak lagi mengurusinya .
Tyas memandangi jendela pesawat mengintip langit yang mulai gelap itu pikirannya melayang dan tiba tiba sembuah ide baru muncul kini dalam hatinya sudah tenang tidak lagi stres seperti kemarin ya berkat Mbak Rina yang mengajak nya berlibur kini Tyas sedikit merasa lebih tenang .
" Aku harus siap apapun resiko nya nanti dan.Aku harus ikhlas dengan keputusan yang telah Aku ambil ini Bismillah " Guman Tyas dalam hati .
Hingga tak lama setelah itu pesawat pun landing di bandara Jakarta Tyas dan Mbak Rina pun berjalan keluar menemui Mas Gunawan yang menjemput mereka
Dan tanpa di sengaja Tyas menabarak Naka sewaktu mereka sama sama berjalan keluar arah parkiran mobil .
" Nona apakah Anda sedang mengantuk ?" Tanya Seketaris Anton dengan wajah seriusnya
Sementara Naka hanya diam saja sembari memperhatikan Tyas dari balik kaca mata hitamnya itu .
"Maaf kan Adik Saya Tuan mungkin Dia kurang hati hati tadi maaf ." Jawab Mbak Rina meminta maaf .
" Kok malah Mbak Rina sih yang minta maaf jelas jelas Tuan ini yang tiba tiba berhenti tepat di depanKu Mbak ." Sahut Tyas sewot sembari menunjuk kearah Naka
" Nona Anda menabrak Tuan Naka sudah dua kali ini lo lalu Anda malah menyalahkan Tuan Naka gimana sih ." Balas Seketaris Anton
" Hei hei jelas jelas yang salah itu Tuan Kamu ini kok Kamu malah membelanya ." Ujar Tyas sesikit emosi
" Yas Yas stop Yas jangan sewot begitu ayo Kita pergi ."Ajak Mbak Rina
"Nggak Mbak memang Dia yang salah kok Kemarin di mall Dia hampir saja menjatuhkan es cream ku terus sekarang juga Dia tiba tiba berhenti didepan ku."Balas Tyas
__ADS_1
Mbak Rina setengah gusar menyeret Tyas untuk segera menghampiri Mas Gunawan yang sedari tadi sudah menunggui mereka di tempat parkir mobil .
"Kalian kok lama banget sih ada apa ?" Tanya Mas Gunawan .
"Ini lo Mas Si Tyas barusan nabrak orang malah Dia sendiri yang sewot ke Orang tersebut malah berdebat lagi dengan mereka ."Jawab Mbak Rina sembari mencebikkan bibir nya kearah Tyas.
" La memang mereka yang salah kok ." Sahut Tyas membantah ucapan Mbak Rina barusan .
" Sudah sudah jangan bertengkar ah bukankah kalian baru pulang liburan gimana seru nggak ?" Tanya Mas Gunawan mencoba mengalihkan pembicaraan .
"Seru banget Mas kapan kapan Kita kesana ya ." Jawab Mbak Rina
Sementara Tyas terlihat sedang asik melihat beberapa foto yang diambil sewaktu di bali
" Oya Yas Aku lupa ngasih tau kemarin itu ada surat dari pengadilan Agama panggilan sidang perceraian Kamu dan Ditya dan Kemarin juga Aku sudah menghubungi temanku yang kebetulan seorang pengacara untuk membantuMu mengurus perceraian Mu jadi Kamu nggak usah ribet bolak balik ." Kata Mas Gunawan
" Yas apakah Kamu sudah memikirkannya matang matang soal keputusanMu itu juga apa yang akan Kamu lakukan setelah perceraian Mu nanti ?" Tanya Mbak Rina dengan penuh iba
" Iya Mbak Aku sudah memikirkannya matang matang Aku juga siap dengan segala resiko nya niatKu sudah bulat Mbak untuk memilih cerai dengan Mas Ditya dan mengenai langkah selanjutnya Aku ingin membuka usaha kecil kecil an ." Jawab Tyas tegas tak lagi cengeng seperti kemarin .
"Baik lah jika itu sudah jadi keputusan mu Kami akan tetap mendukungMu ."Balas Mas Gunawan
"Ngomong ngomong Kamu pengen buka usaha apa Yas dan dimana tempatnya ?" Tanya Mbak Rina penasaran.
"Aku pengen buka usaha toko roti Mbak dan mengenai tempatnya bisakan Mbak Rina dan.Mas Gunawan membantuKu mencarikan tempat yang jauh dari tempat tinggal Mas Ditya agar Dia tidak menggangguKu ." Jawab Tyas
" Kenapa harus menjauh Yas kalau hanya Ditya masalah utamanya Kami bisa bantu kok lagian kalau Kamu jauh dari Kami itu membuat Kami kawatir ya kan Mas ?Ujar Mbak Rina
__ADS_1
" Aku ingin bamgkit Mbak Aku ingin mengubur semua kenangan masa lalu ki bersama Dia dikota ini jika Aku masih di daerah sekat sini itu sama halnya Aku tetap membiarkan luka itu tetap menganga ." Balas Tyas
" Ya udah nanti biar Aku carikan tempat yang pas buat Kamu buka usaha ." Sahut Mas Gunawan
Kemudian mobil yang mereka tumpangi pun tak terasa sudah sampai di depan rumah kediaman Mbak Rina dan Mas Gunawan
Tyas dan kedua Kakak nya itu pun segera menurunkan koper dan tas nya dari dalam mobil lemudian segera masuk rumah lalu beranjak masuk keadalam kamar untuk mandi dan ganti baju dan barulah setelah itu Tyas kelaur kamar untuk menyiapkan makan malam untuk mereka bertiga .
Kurang dari satu jam Tyas sudah selesai memasak menu makan malam mereka bertiga dan segera Dia memanggil Mbak Rina dan Mas Gunawan untuk makan malam bersama
" ngomong ngomong roti apa Yas yang akan Kamu jual dan siapa yang akan membuatnya ?" Tanya Mas Gunawan si sela sela sesi makan malam tersebut .
" Ya semacam cake saja Mas dan Aku sendiri yang akan membuatnya ." Jawab Tyas
" Kamu bisa Yas? Tanya Mbak Rina penasaran
" Inshaallah Mbak mohon doanya ya ." Jawab Tyas penuh semangat
" Iya pasti dong oya kalau Kamu butuh bantuan ngomong aja jangan sungkan sungkan ya ." Balas Mbak Rina
Tyas pun memgangguk paham kemudian mereka pun melanjutkan makan malam tersebut dengan diselingi obrolan candaan hingga suasana pun menjadi hangat penuh kekeluargaan dan hal.tersebut menguntungka bagi Tyas karena kini dirinya sudah tidak terlalu bersesih lagi dengan proses perceraiannya itu .
Selesai makan malam dan juga selesai membereskan peralatan makan yang baru saja mereka pakai barusan Tyas segera masuk kamar berniat untuk istirahat awal .
Sementara Mbak Rina dan Mas Gunawan mereka kini juga berada di dalam kamar pribadi dan Mereka sedang mengobrolkan sesuatu menyangkut dengan ide dan niatan Tyas untuk membuka toko kue di tempat yang terpisah dengan Mereka
Dan tak bisa dibohongi baik Mbak Rina maupun.Mas Gunawan sama sama keberatan dengan rencana Tyas itu mengingat bagaimana kerasnya kehidupan di Jakarta persaingan bisnis yang ketat juga tingkat keaamanan yang rendah ssmua itu membaut pasangan Suami Istri itu sedikit was was untuk melepaskan Tyas tinggal terpisah dsngan Mereka
__ADS_1
Namun baik Mas Gunawan maupun Mbak Rina sama sama tidak mau mengekang Tyas mereka mendukung apapun yang menjadi keputusan Tyas karena mereka yakin bahwa kini tengah bangkit dari keterpurukannya itu