Saat Suamiku Lebih Memilih Temanku

Saat Suamiku Lebih Memilih Temanku
Berkomitmen untuk serius 2


__ADS_3

"Apakah Kamu memasak Yas? " Tanya Eyang Putri disela sela waktu makan bersama itu


"Oh tentu saja Tyas bisa memasak , Secara Dia punya toko menu sarapan dan juga jualan cake dan melayani banyak pesanan cake tiap hari nya." Jawab Naka membanggakan Sang Calon istri itu


"Kamu terlalu berlebihan Mas, Maafkan Saya Eyang Putri kemampuan Saya memasak tak se lihai Eyang Putri ." Balas Tyas sopan


"kriteria calon istri nya Naka haruslah bisa masak makanya Eyang Putri tanya seperti itu dan Aku lihat tadi Kamu bawa buah tangan apakah itu cake buatan Mu sendiri dan bolehkah Aku mencicipinya? " Tanya Eyang Putri dengan nada serius meski dalam hati Beliau tertawa


" Betul Eyang Putri, itu cake buatan Saya sendiri ini cake best-seller di ruko Kami, dan monggo silahkan di cicipi ." Jawab Tyas sedikit gugup


"Mbok, tolong bawakan cake yang baru dan dibawa Tyas kesini, Aku mau mencicipinya." Kata Eyang Putri pada Simbok


Simbok pun menuruti perintah Eyang Putri, Beliau mengambilkan sepotong cake yang tadi dibawa oleh Tyas


" Monggo Nyonya cake nya." Kata Simbok seraya meletakkan piring yang berisi cake durian buatan Tyas


"Looh Kamu juga ambil Mbok dan Kamu duduk disini disampingku untuk bersama sama cicipi cake ini." Ujar Eyang Putri saat melihat Simbok hanya membawa satu piring kecil yang berisi sepotong cake untuknya itu


" Tapi Nyonya? " Balas Simbok yang sungkan duduk satu meja mencicipi cake tersebut


" Nggak papa, ayo sekarang Kamu ambil dan duduk sini Kita cicipi bareng bareng sementara yang lain suruh Mbak Marti untuk membagikan ke yang lainnya. " Perintah Eyang Putri


Simbok pun segera menuruti perintah Majikan nya untuk mengambil sepotong cake dan segera duduk di samping Eyang Putri, sementara Mbak Marti membagikan potongan cake untuk pekerjaan yang lainnya


Eyang Putri terlihat tengah memotong cake tersebut menggunakan sendok khusus cake dan mulai memakannya pelan pelan,


Tyas dan Naka penasaran dibuat nya terlebih Tyas terlihat Dia sangat gugup gemetar takut kalau cake buatannya itu tidak sesuai dilidah Eyang Putri, Sementara Eyang Putri tetap melanjutkan suapan cake ke mulutnya dengan ekspresi datar tanpa senyum sedikitpun menambah kecemasan tersendiri di hati Tyas


Eyang Putri terlihat melirik kearah Tyas yang tengah harap harap cemas menanti komentar darinya itu, Ya meskipun malam ini bukan kali pertama Beliau memakan cake durian buatan Tyas namun Eyang Putri tetap takjub dengan rasa cake durian buatan Tyas tersebut dan Beliau pun terlihat menikmatinya meskipun ekspresi Beliau terlihat datar dan dingin itu sebenarnya hanya kamuflase saja untuk menutupi bunga bunga bahagia yang tengah bermekaran di hati Eyang Putri


" Bagaimana Eyang enak kan cake nya? " Tanya Naka penuh penasaran

__ADS_1


"Nggeh Eyang Putri bagaimana apakah cocok dengan selera Eyang Putri? " Kata Tyas penimpali pertanyaan Naka barusan


"Em pantesan ya cake ini Best-seller di tempat Kalian sebab rasanya itu pas tidak terlalu manis testur nya juga pas dan rasa durian nya pas tidak menonjol jadi tidak bikin enek malah bikin nagih hehehe." Jawab Eyang Putri dengan senyum sumringah nya


" Terima Kasih banyak Eyang Putri atas pujiannya dan kedepannya Tyas mohon saran juga kritikannya." Balas Tyas dengan senyum manisnya


" Nah benarkan Naka bilang Eyang Putri, kalau cake buatan Tyas ini memang enak nggak bikin enek juga beda dari yang dijual luaran sana." Sahut Naka


" Mas Naka tolong jangan berlebihan kalau memuji ku ." Kata Tyas seraya menatap Naka dengan tatapan lembut.


Eyang Putri memperhatikan tatapan Tyas pada Naka itu dengan seksama Beliau paham dan tau kalau arti tatapan itu adalah tatapan cinta dan kasih sayang begitu pun dengan tatapan Naka pada Tyas yang sama artinya


Mereka kini telah pindah ke ruang keluarga untuk ngobrol lebih dalam lagi dan Eyang Putri pun memancing banyak pertanyaan pada Tyas dan juga Naka tentang hubungan Mereka sudah jauh mana.


" Sejak kapan Kalian kenal dan berpacaran seperti sekarang ini, Tyas Kamu jawab terlebih dahulu baru Naka ? " Tanya Eyang Putri pada Tyas dan Naka


" Maafkan saya Eyang Putri ,Kami kenal sudah cukup lama dan baru pagi ini Kami resmi pacaran." Jawab Tyas polos dan jujur kepada Eyang Putri


" Benar yang diucapkan Tyas barusan Eyang Putri, Namun Aku tidak menganggap Tyas itu pacarku." Sahut Naka dengan wajah serius


" Tapi Aku nganggap Tyas adalah calon istri ku Eyang." Kata Naka melanjutkan ucapannya barusan.


Dan wusss sontak saja Pipi Tyas memerah menahan malu bercampur bahagia mendengar pengakuan jujur nya itu di depan Eyang Putri langsung, Sementara Eyang Putri juga merasa senang saat mendengar ucapan Naka barusan tetapi Beliau tetap menyimpan kebahagiaan nya itu rapat rapat dihatinya.


" Naka, tolong Kamu ek apotik sebentar ya beliin Eyang Putri obat gosok tadi Eyang Putri lupa beli." Kata Eyang Putri


" Tapi Eyang Putri gimana dengan Tyas?" Tanya Naka seraya menoleh kearah Tyas


" Nggak papa biar Tyas disini nungguin Kamu sekalian temani Eyang Putri untuk ngobrol ya kan Yas." Jawab Eyang Putri seraya mengerlingkan matanya kearah Tyas seakan memberi kode agar Tyas setuju


" Iya Mas nggak papa kok Aku tungguin Kamu disini sekalian nemani Eyang Putri ngobrol." Kata Tyas yang setuju dengan ide Eyang Putri

__ADS_1


Naka pun mengangguk paham kemudian Dia pun segera berpamitan untuk ke apotik sebentar


" Tyas." Panggil Eyang Putri seraya pindah duduk mendekati Tyas yang tengah duduk diujung sofa ruang keluarga itu


" Iya Eyang Putri." Jawab Tyas


" Ternyata Kamu ya wanita yang disembunyikan cucuku Naka itu." Ucap Eyang Putri seraya mandang kearah Tyas


Tyas tetoihat gugup dan panik mendengar ucapan Eyang Putri barusan.


" Maaf kan saya Eyang Putri." Kata Tyas menunduk


" Kamu nggak perlu minta maaf begitu Tyas, justru Eyang Putri merasa senang dengan kenyataan ini Eyang Putri merasa lega sebab Naka mencintai wanita yang tepat yaitu Kamu." Balas Eyang Putri seraya mengusap pundak Tyas.


" Tapi Eyang Putri." Kata Tyas yang terpotong sebab Eyang Putri meletakkan jarinya didepan bibirnya sendiri kode meminta Tyas agar diam


" Jangan ada kata tapi Yas, Eyang Putri tau Kamu wanita baik sopan mandiri dan yang terpenting bukankah Kalian saling mencintai." Ucap Eyang Putri


" Apa yang Eyang Putri ucapkan barusan benar, Namun Tyas merasa tidak cocok mendampingi Mas Naka Eyang Putri." Kata Tyas seraya memandang Eyang Putri dengan tatapan lembut


" Apanya yang tidak cocok bukankah Kalian kenal sudah lama, Kalian sama sama sendiri Kalian seiman Kamu cantik pintar sedangkan Naka tampan dan penuh wibawa. " Balas Eyang Putri


" Maafkan Tyas Eyang Putri, Setelah mengetahui kemewahan rumah Eyang Putri ini, Tyas jadi malu dan sadar kalau Tyas tidak pantas untuk Mas Naka derajat sosial Kita berbeda Eyang Putri, Mas Naka dari keluarga terpandang sedangkan Saya hanya penjual menu sarapan pagi wanita desa pula dan seperti yang Eyang Putri ketahui sebelum nya kalau Tyas ini sudah janda sudah pernah gagal ." Ucap Tyas seraya menundukan kepala


"Kamu itu ngomong apa Nduk, Harta, Tahta dan kedudukan itu hanya barang titipan Kita ini di depan Allah sama yang membedakan hanya iman dan taqwa dan mengenai statusMu dulu itu semua sudah suratan takdir dari yang maha kuasa Kamu hanya berhak menjalaninya tanpa berhak menolak jadi jangan menyerah sebelum perang ya." Nasehat Eyang Putri panjang lebar seraya membelai lembut rambut Tyas


" Terima kasih banyak Eyang Putri nasehatnya, jadi Eyang mengijinkan hubungan Tyas dan Naka ? " Tanya Tyas seraya menggenggam erat tangan Eyang Putri


" Tentu asal Kamu berjanji untuk mencintai Naka seutuhnya dan berkomitmen untuk serius membina hubungan dengannya dan melanjutkan ke jenjang yang lebih serius lagi." Jawab Eyang Putri seraya menggenggam erat tangan Tyas itu


" InshaAllah Tyas janji Eyang Putri." Balas Tyas seraya memandang Eyang Putri

__ADS_1


" Terima kasih sayang Kamu sudah menumbuhkan rasa percaya diri pada wanita dihati Naka yang menghilang akibat kegagalan nya dulu." Ucap Eyang Putri seraya memeluk Tyas erat.


Tak berselang lama Naka kembali dan langsung memberi kan obat gosok itu kepada Eyang Putri lalu Mereka pun melanjutkan obrolan hangat itu hingga tiba waktunya Naka mengantar Tyas kembali Keruko.


__ADS_2