
Selesai sarapan Naka segera memanggil Seketaris Anton lalu memberitahu agar segera mengurus segala keperluan untuk perjalan ibadah Umroh keluarga besarnya Tyas juga keluarga besar nya itu.
" Baik Tuan semua akan Saya urus seperti kemauan dan kenyamanan Anda." Kata Seketaris Anton setelah mendengar permintaan Sang majikan itu.
" Em bagus dan jangan lupa Kamu pesan hotel yang tidak jauh dari pusat tempat ibadah ya." Sahut Naka
" Baik Tuan." Balas Seketaris Anton
Selesai sarapan semua anggota keluarga itu pun membubarkan diri ada yang jalan jalan di sekitaran hotel juga ada yang nonton film di bioskop dalam kawasan hotel itu
Sementara Naka mengajak Tyas kembali kekamar pengantin Mereka meski sebetulnya Tyas sendiri masih pengen ngobrol juga ikut jalan jalan dengan Mbak Rina juga saudara yang lainnya tapi apalah daya Dia harus menuruti ajakan suaminya itu.
Sesampainya di kamar pengantin itu Tyas segera mengambil hpnya dan mengecek laporan dari Diah dan Yesi tentang ruko tempat usahanya itu dengan seksama, sementara Naka hanya memperhatikan Sang istri itu dengan seksama.
" Kenapa sayang kok kayaknya serius amat ada masalah ya? " Tanya Naka saat melihat Tyas yang nampak serius menatap layar HP itu
" Nggak kok Mas ini Aku lagi baca laporan dari Diah tentang orderan cake durian dan cokelat lava yang naik tajam. " Jawab Tyas seraya menoleh kearah suami nya itu
" Oh kirain ada masalah, oya Aku ada hadiah ni untuk ulang tahun Mu." Sahut Naka seraya menyerahkan sebuah kotak besar namun terlihat ringan itu
" Hem makasih Mas, oya apa ini isinya? " Tanya Tyas seraya meraih kotak kado pemberian Naka itu
" Iya sayang, silahkan di buka sendiri." Jawab Naka seraya mengelus lembut pundak Tyas itu.
Dan dengan wajah sumringah nya Tyas segera membuka kotak kado pemberian Naka itu, Dia shock saat melihat isinya yang mana isinya satu stel baju berwarna hitam namun anehnya baju itu sangat tipis .
Tyas segera mengangkat tinggi tinggi baju itu seraya mengamatinya, Dia heran baju apa ini kok tipis sekali modelnya juga aneh berjaring lucunya baju itu nyaris terbuka dan hanya tertutup dibagian bagian intim nya saja.
" Mas baju apa ini? " Tanya Tyas seraya memandang wajah Naka yang terlihat tengah cengengesan itu.
" Oh itu baju dinas untuk Mu sayang." Jawab Naka sumringah.
" Loh kok baju dinas sih Mas, emangnya dinas kemana dan apa kerjaan untukKu juga baju dinas kok gini sih." Sahut Tyas yang sedikit risih dengan penampilan baju itu.
" Hahahahah ya tentu saja dinas Mu sebagai istri melayani Aku sebagai suami Mu dan baju itu harus Kamu pakai saat Kamu tengah berdinas." Jawab Naka dengan penuh semangat seraya memeluk tubuh istrinya itu.
Tyas kaget dengan ucapan Naka baru dan Dia pun segera mencubit lengan Suaminya itu sebagai ungkapan kesal.
" Hist jangan marah dong sayang, ambil lagi dong itu hadiah satunya." Kata Naka yang paham kalau istrinya sedang ngambek itu.
__ADS_1
Tyas pun mengangguk dan langsung mengambil hadiah kedua di dalam kotak itu, aneh kok malah map kadonya gimana Tyas dalam hati, kemudian Dia pun membuka map itu dan alangkah kagetnya saat Dia melihat tulisan Sertifikat hak kepemilikan tanah bangunan di sampul buku besar itu.
" Apa ini Mas? " Tanya Tyas pada Naka.
" Buka dan baca sendiri sayang nanti Kamu akan tau apa itu." Jawab Naka dengan senyum manisnya.
Tyas segera membuka sampul buku besar itu dan membaca tulisan demi tulisan di lembaran buku tersebut dan alangkah kagetnya Dia saat tau kalau buku itu adalah sebuah sertifikat kepemilikan tanah dan bangunan ruko yang selama ini Dia tempati juga tempat nya membuka usaha.
Dan yang lebih membuat Tyas kaget luar biasa saat Dia dengan mata kepalanya sendiri membaca Namanya tertera dengan jelas sebagai pemilik tanah bangunan itu, Tyas sangat kaget terharu bercampur bahagia mendapat kado tersebut hingga tanpa disadarinya air matanya menetes jatuh membasahi pipinya .
" Loh kok malah nangis itu untuk hadiah ulang tahun Mu sayang ? " Tanya Naka seraya mengusap air mata Sang istri itu.
" Mas Naka." Panggil Tyas seraya memeluk erat tubuh Suami nya itu
" Iya sayang, Kamu senang nggak dengan kadonya itu? " Tanya Naka seraya membalas pelukan dari Tyas itu.
" Iya Mas, Terima kasih banyak atas kado nya semoga Allah mengganti kebaikan Mu ini dengan dilimpahi rezeki yang melimpah berkah dunia akhirat." Jawab Tyas dengan isak tangisnya itu
" Amiin, Kamu ini istri Ku sudah sewajarnya Aku membahagiakan Mu sudah ya jangan nangis lagi." Balas Naka seraya mengusap air mata nya Tyas itu.
Tyas pun mengangguk seraya tersenyum manis kearah Naka, dan sebagai tanda Terima kasih nya pada Naka Tyas pun mencium pipinya.
Tyas tersenyum sinis memicingkan mata menatap Naka seakan tengah ber action galak dan hal ini malah membuat Naka semakin gemas saja terhadap istri tercinta nya itu.
" Ya udah jangan ngambek kan Aku hanya bercanda saja sayang." Ujar Naka seraya menoel pipi Tyas
Tyas pun mendengus kesal dan beranjak bangun dari duduk lalu berjalan menuju kamar mandi.
" Sayang Kamu mau kemana? " Tanya Naka mulai panik saat melihat Tyas yang nampaknya mulai marah itu
" Mandi." Jawab Tyas singkat
" Ikut." Sahut Naka manja
Tyas tidak menggubris permintaan Naka untuk mandi bersama, Dia mempercepat langkahnya menuju kamar mandi dan langsung mengunci nya dari dalam dan segera melaksanakan ritual nya mandi dengan mengguyur tubuhnya dibawah guyuran air shower.
Selesai mandi Tyas segera mengeringkan tubuhnya dan langsung memakai baju yang barusan diberikan oleh Naka itu, Dia menatap cermin yang memantulkan wajah juga tubuh **** nya yang mengenakan baju berwarna hitam dan sangat transparan itu.
" Baju apa ini, dih masa iya Aku harus pakai baju ini di depan Mas Naka malu banget Aku." Guman Tyas lirih.
__ADS_1
Tyas pun berdebat dan bermonolog dengan dirinya sendiri hingga akhirnya Dia sadar maksud Naka memberinya baju nanti haram itu
" Sayang." Panggil Naka dari luar
Tyas pun kaget dan tersadar dari lamunannya itu.
" Iya Mas sebentar." Jawab Tyas seraya merapikan penampilan nya agar terlihat lebih baik
" Bismillah niat ibadah nyenengin suami sendiri, itung itung tanda Terima kasih." Kata Tyas lirih
Dia pun segera mengumpulkan keberanian yang untuk membuka pintu kamar mandi itu lalu keluar menghampiri Naka yang tengah berbaring santai di atas kasur itu.
Naka yang mulanya tengah asik melihat lihat HP itu pun terperangah saat melihat penampilan Tyas yang baru keluar dari kamar mandi itu
Dia bersusah payah menelan saliva jakunnya naik turun manakala melihat Sang istri untuk pertama kalinya memakai lingerie pemberian nya tadi, sementara Tyas sangat gugup dan juga malu dengan penampilannya yang terkesan menggoda itu.
" Sayang." Panggil Naka seraya beranjak lalu berjalan menghampiri Tyas
Tyas sangat gugup dan gemetar melihat Naka berjalan mendekati nya itu ya meskipun dirinya dan Naka telah melakukan hubungan suami istri pada umumnya namun Dia masih saja gugup dengan Naka
Naka berjalan menghampiri Tyas yang berdiri mematung diujung ranjang itu, kemudian Dia pun mulai memeluk tubuh langsing nya Tyas dan langsung mencium keningnya dengan lembut dan mesra
Hingga Mereka pun berciuman bibir cukup lama dan cukup panas manakala tangan Naka mulai aktif bergerilya bebas kesana kemari juga lincah membuka tali baju haram itu dengan sekali tarikan saja sudah jatuh ke lantai.
Baju itu lolos dari tubuh Tyas dan langsung jatuh ke lantai hingga nampaklah tubuh polos nya Tyas yang putih bersih langsing itu.
Mulanya Tyas malu namun karena buaian juga ciuman mesra nya Naka Dia pun terlena dan menikmati sentuhan demi sentuhan jilatan demi jilatan di sekujur tubuhnya itu juga rabaan demi rabaan dari Suami tercinta nya itu
Nafas nya pun naik turun dan itu tanda nya Tyas terangsang sempurna , dan Naka yang menyadari hal itu pun segera membopong tubuh Sang istri dan segera membaringkannya di kasur empuk itu dan langsung memainkan kembali lembah kenikmatan itu dengan jari jemarinya meraba raba mengusap dengan sesekali menusuk nya Dia juga menggunakan lidah dan bibirnya dengan memberikan gigitan gigitan kecil pada bibir lembah itu hingga menimbulkan sensasi panas dingin di tubuh nya Tyas
" Ahhhhhhh." mengurangi panjang lolos keluar dari mulut nya Tyas manakala Naka memasukan lidahnya kedalam lembah kenikmatan itu
Tyas meremas rambut Naka yang masih saja asik di bawah sana dan puncaknya Tyas menarik keatas kepalanya Naka berharap Naka segera memulai permainan itu
Naka paham kalau Tyas sudah sangat panas dan ingin di mulai maka Dia pun segera mengambil posisi dan mengarahkan tongkat saktinya di bibir lembah itu.
Awalnya Tyas meringis kesakitan manakala Naka memaksakan tongkat nya masuk kedalam lembah miliknya itu namun lama lama Dia mulai terbiasa hingga tidak terlalu merasakan sakit seperti kemarin malam itu
Hingga permainan panas itupun dimulai ya siang hari dimana anggota keluarga yang lainnya tengah asik menikmati acara nonton film di bioskop hotel itu, Naka dan Tyas menikmati permainan ranjang nya itu dengan saling mencium mencumbu saling mengejar hingga akhirnya sampai di puncak kenikmatan masing masih lalu tertidur karena kelelahan.
__ADS_1