
"Mas, besok Aku ijin mau ke ruko boleh ya sudah lama ni ngga melihat keadaan ruko? " Tanya Tyas pada Naka sesaat setelah Mereka masuk kamar.
"Ngapain kesana sayang, mendingan Kamu dirumah temani Eyang Putri ngobrol terus istirahat nungguin Suami ganteng mu ini pulang kerja." Jawab Naka seraya menutup rapat pintu kamar itu.
"Mas please ya Aku kangen banget sama Diah Yesi dan yang lainnya Aku juga sudah lama nggak tau keadaan ruko ." Sahut Tyas seraya memohon pada Naka agar diijinkan keruko besok.
Naka terlihat berpikir sejenak sesungguhnya Dia tidak mau Tyas kembali menyibukkan diri di ruko seperti dulu sebelum Mereka menikah Naka sangat khawatir takut kalau Tyas kecapean dan jatuh sakit.
Dia sebenarnya ingin agar Tyas duduk manis dirumah menemani Eyang Putri mengobrol sambil menunggui dirinya pulang kantor menikmati hidup sebagai Nyonya Janaka Bagaskara dengan segala kemewahan yang ada.
Namun nampaknya itu bukan impian Tyas, Dia tetap bersikukuh untuk kembali ke aktifitas nya dulu berkutat dengan dunia pertepungan jualan menu sarapan pagi juga melayani orderan aneka macam cake tanpa mengesampingkan status juga tanggung jawab nya sebagai seorang istri.
" Lah kok malah melamun sih, boleh kan Mas besok Aku ke ruko? " Kata Tyas mengulangi pertanyaan nya barusan.
" Emmm gimana ya." Jawab Naka pura pura kurang menyetujui permintaan Tyas itu
" Mas please ijinin ya, Aku janji tidak akan melalaikan tugas dan kewajibanKu sebagai seorang istri dengan mengurus urusan rumah memasak untuk Mu juga melayani Kamu dengan baik ijinin ya." Sahut Tyas setengah memohon kepada Naka.
" Ya baiklah sayang Aku izinkan Kamu kembali ke ruko tapi dengan syarat pertama Kamu tidak boleh terlalu capek, dan yang kedua Kamu harus membayar kompensasi nya ke Aku." Balas Naka seraya menyedekapkan tangannya itu
" Apa Aku harus bayar kompensasi ke Kamu Mas apa salah Ku ke Kamu coba terus Aku nggak punya banyak uang untuk bayar ke Kamu Mas? " Tanya Tyas heran.
Mendengar ucapan Tyas itu membuat Naka tertawa lepas lebih tepat nya tertawa gemas dengan kepolosan Sang Istri itu mana mungkin Dia meminta bayaran dalam bentuk uang, sementara uang nya saja tak terhitung jumlahnya.
" Kesalahan Mu itu karena Kamu tetap ngotot nggak mau dengerin permintaan ku untuk tidak kembali kerja di ruko dan mengenai kompensasi kesalahan Mu itu Aku nggak mau Kamu bayar pakai uang tapi pakai olah raga ranjang nang hangat dan menyenangkan ." Jawab Naka seraya memeluk erat Tyas dari arah belakang dan mulai menciumi pundaknya Tyas itu.
" Histtt Kamu ini Mas selalu saja membuatku menurut soal begituan, Aku nggak nyangka Mas kenapa Kamu menjadi mesum begini setelah menikah." Sahut Tyas seraya mencubit lengan nya Naka berharap agar Dia mau melepaskan pelukan itu.
" Ya Kamu harus nurut dong dengan perkataan suami selagi itu baik, dan nggak papa dong Aku mesum dengan istri ku sendiri kan Kita sudah hallal sayang ." Ucap Naka seraya menciumi tengkuk leher milik Tyas
" Mas please malam ini Aku ijin istirahat ya absen melayani Mu Aku capek banget Mas Kamu sehari ini saja sudah minta dua kali lama pula jadi Aku capek Mas ." Kata Tyas seraya memohon pada Naka
Sebenarnya Naka sangat berat untuk menahan gejolak nafsu nya itu namun Dia juga kasian dengan Tyas yang berkata sedikit capek maklum saja Mereka baru saja melalui serangkaian acara pernikahan mulai dari lamaran pingitan dilanjut akad nikah lalu resepsi pernikahan dan juga selepas resepsi dirinya selalu meminta jatah ke Tyas dengan durasi waktu yang lumayan lama.
Terlebih Dirinya lah yang membuka segel keperawanannya Tyas jadi wajar kalau Tyas mengeluh capek badannya belum beradaptasi sepenuhnya.
" Ya sudah Kita tidur aja yuk, tapi janji ya besok harus kasih jatah ke Aku." Kata Naka seraya mencubit kedua pipinya Tyas itu.
__ADS_1
Tyas pun tersenyum mendengar kan perkataan Naka barusan yang mengabulkan permintaan nya untuk istirahat dinas malam ini, dan meskipun Dia sedang libur dinas bukan berati tangan Naka libur dinas dimana tangan itu tengah sibuk berlarian dengan lincah meraba raba tubuh bagian depan nya Tyas yang tidur membelakangi dirinya itu.
Namun nampaknya Tyas benar benar capek dan tidak menghiraukan polah tangan Naka yang nakal itu Dia tidur dengan lelap hingga pagi pun datang menyambut.
Tyas bangun lebih awal dan langsung membersihkan diri nya kemudian segera beranjak ke dapur berniat memasak sarapan untuk anggota keluarga.
" Selamat pagi Mbok." Sapa Tyas saat melihat Mbok Rah tengah sibuk menyiapkan bahan masakan untuk menu sarapan itu
" Eh selamat pagi Non Tyas, loh kok sudah bangun? " Balas Mbok Rah seraya bertanya pada Tyas
" Iya Mbok, Aku memang terbiasa bangun pagi, oya Mbok mau masak apa sini biar Aku aja yang masak? " Tanya Tyas seraya mengamati bahan bahan yang akan dimasak oleh Mbok Rah itu.
" Nggak usah Non biar Mbok saja yang masak Non pergi ke kamar lagi saja istirahat wong hari ini Mbok cuma mau masak nasi goreng juga aneka toping untuk sarapan semua orang dirumah ini." Jawab Mbok Rah sopan
" Oh nasi goreng ya, sini biar Tyas masakin dan Mbok Rah bisa bantu Tyas potong buah ini." Sahut Tyas seraya menunjuk kearah buah buahan seger diatas meja itu.
" Tapi Non." Sahut Mbok Rah
" Sudah sini biar Aku yang masak Mbok." Ucap Tyas seraya merebut spatula masak itu dari tangan Mbok Rah dan mulai memasak menu sarapan pagi.
Hingga kurang dari dua puluh menit berlalu menu nasi goreng untuk sarapan sudah tersaji cantik di atas meja makan dengan di temani telur ceplok sati dan aneka lauk pendamping lainnya itu juga tak lupa dengan minuman nya.
" Hay sayang dari mana sih Kamu, dari tadi Aku nyariin tau." Kata Naka seraya menoleh kearah Tyas yang baru saja masuk kamar itu
" Itu tadi Aku barusan bantuin Mbok Rah masak sarapan Mas, maaf ya tadi Aku lihat Kamu masih tidur Mas jadi ya Aku tinggalin ke dapur aja." Balas Tyas seraya membetulkan dasi dan kemeja sang suami tercinta nya itu.
" Pantesan Aku cariin nggak ada, oya nanti Kamu jadi ikut bareng ke ruko nggak ? " Tanya Naka seraya memeluk pinggang ramping nya Tyas itu.
" Jadi dong, ya udah Aku ganti baju dan siap siap dulu Kamu tunggu di meja makan aja nggak papa Mas." Jawab Tyas seraya memeluk mesra tubuh Naka itu
" Nggak papa Aku tungguin Kamu di sini aja sekalian nanti turun bareng, Kamu cepetan ganti baju sana gih atau Kamu mau Aku bantuin ganti baju." Sahut Naka seraya menarik turun kan alisnya itu selama memberi kode.
" Dih mau nya, ya udah Aku ganti baju dulu suami tercinta Ku." Ucap Tyas seraya beranjak menuju wardrobe tempat penyimpanan baju baju itu dan segera ganti baju sekalian merapikan penampilan nya agar terlihat lebih fresh .
Tyas merias wajahnya senatural mungkin dengan ulasan tipis make up juga lipstik tipis di bibirnya, hari ini Dia memakai baju sesuai kenyamanan nya yakni casual mode, selesai bersiap siap penampilan nya juga sudah rapi Dia pun keluar ruangan tersebut dan langsung menggandeng tangan Naka yang sedari tadi menungguinya itu.
" Ayo Mas Kita turun sarapan, Eyang pasti sudah nungguin Kita di meja makan." Kata Tyas mengajak Naka turun
__ADS_1
" Sayang Kamu cantik sekali sih jadi nggak males kerja ni." Sahut Naka seraya membekap erat tubuh Istrinya itu.
" Mas Please Kita sudah di tunggu Eyang Putri nggak enak Mas kalau Beliau kelamaan nungguin Kita kan nanti malam Kita bisa ." Balas Tyas mencoba merayu Naka dengan meraba raba dada bidang milik suaminya itu.
" Janji ya." Ujar Naka seraya menbalikkan tubuh Tyas agar menghadap dirinya itu.
" Iya iya Aku janji." Balas Tyas seraya memegang kedua pipinya Naka itu
Naka pun tersenyum senang mendengar jawaban Tyas barusan, Dia pun segera melerai pelukannya dan bergandengan turun ke lantai bawah menyusul Eyang Putri yang sedari tadi sudah duduk di kursi meja makan menunggui pasangan pengantin baru itu.
" Selamat pagi Eyang." Sapa Tyas dan Naka yang hampir barengan menyapa sang Eyang Putri itu seraya mencium nya secara bergantian.
" Pagi sayang sayang nya Eyang, gimana istirahat nya nyenyak kan terus tadi Mbok Rah bilang hari ini Kamu yang masak sarapan ini semua benar begitu Yas? " Tanya Eyang Putri seraya menatap kearah Tyas
" Ya Alhamdulillah tadi malam Kami istirahat dengan nyenyak dan benar hari ini Tyas yang masak bantuin Mbok Rah ." Jawab Tyas jujur
" Wah Kamu hebat, ya udah yuk Kita sarapan aja Eyang Putri sudah lapar." Ucap Eyang Putri dengan senyum sumringah nya itu
Tyas dan Naka pun mengangguk dan seperti kebiasaan Eyang Putri selalu memanggil seluruh pekerjaan di rumah nya itu untuk sarapan bersama sembari mengobrol santai
" Eyang hari ini Tyas ijin mau ke ruko ya? " Kata Tyas meminta ijin pada Eyang Putri
" Iya tapi Kamu harus hati hati jangan kecapean soalnya lusa Kita mau menjalankan ibadah umroh." Jawab Eyang Putri lembut.
" Terima kasih banyak Eyang." Sahut Tyas seraya menggenggam erat tangan Eyang
" Iya sama sama sayang, terus Kamu berangkat nya bareng Naka atau diantar Pak Prapto sopir Kita? " Tanya Eyang Putri
" Nanti biar Naka aja yang nganter Tyas Eyang, dan mungkin malam ini Kami nginep di apartemen Eyang." Sahut Naka.
" Ya baik lah, tapi jangan lupa nanti siang Eyang tunggu di kantor pengurusan pasport ya juga jangan lupa ingatin yang lainnya nanti siang di jemput oleh Pak Prapto dan langsung ke kantor imigrasi." Balas Eyang Putri seraya melanjutkan makannya itu
" Terima kasih banyak Eyang Putri." Kata Tyas seraya menatap wajah Sang Eyang Putri dengan tatapan sayang itu
Eyang Putri pun tersenyum dan mengangguk dan Mereka semua pun melanjutkan acara sarapannya hingga selesai, Tyas dan Naka pun berpamitan untuk berangkat ke kerja sementara Eyang Putri mengajak Mbok Rah untuk membeli baju juga peralatan lainnya yang akan dipakai nanti sewaktu pergi umroh
Eyang Putri ini orang nya sangat baik walaupun kesannya galak namun aslinya Beliau ini orang baik sangat peduli kepada orang lain terlebih untuk pekerja pekerja di rumah nya maupun di kantor Bagaskara grub Beliau tidak memandang status kedudukan seseorang maupun harta bendanya namun Beliau melihat seberapa besar tanggung jawab yang dimiliki orang itu.
__ADS_1
Sebagai contohnya saat ini keluarga Bagaskara mengajak keluarganya besar Pak Samul orang tuanya Tyas juga para Mabak dan Mas nya juga mengajak Mbok Rah untuk bersama sama pergi menjalankan ibadah umroh di tanah suci dan tentu semua biaya di tanggung oleh Beliau dan hal ini sebagai wujud rasa syukur atas pernikahan Tyas dan Naka.