
" Ya Allah Tyas, Kamu sudah pulang Nduk? " Tanya Ibuk seraya memeluk Putri bungsunya itu erat erat
" Nggih Pak, Buk Tyas pulang ." Jawab Tyas seraya membalas pelukan Sang Bunda itu.
" Kamu sendirian saja Yas, dimana Mbak dan MasMu kan Kalian kemarin sudah sepakat untuk pulang bersama? " Kini giliran Bapak yang bertanya
"Iya Pak, Tyas pulang lebih awal sudah nggak kuat nahan kangen ke Bapak dan Ibuk hehehe." Jawab Tyas nyengir kuda
Bapak dan Ibuk yang mendengar pun ikut tertawa, Sebab Mereka juga merasakan hal yang sama apalagi Tyas ini anak bontot kesayangan jadi wajar kalau Bapak dan Ibuk sangat senang dengan kepulangannya itu.
Kemudian Mereka pun masuk kedalam rumah dan sudah seperti kebiasaan nya dulu, Tyas segera berjalan menuju kamar mandi untuk cuci muka dan tangan lalu beranjak menuju dapur .
" Ini kopi Mu Yas, ayo diminum dulu." Ujar Ibuk seraya meletakkan secangkir kopi panas untuk Tyas
" Terima kasih banyak Buk." Balas Tyas seraya meraih cangkir yang berisi kopi itu.
" Bagaimana perkembangan usaha jualan Menu sarapan Mu itu Nduk, apakah semua lancar lancar saja? " Tanya Bapak seraya menyesap rokok itu.
" Ya alhamdulillah Pak semua berjalan lancar sekarang Tyas sudah dibantu oleh enam orang karyawan sebab Tyas kewalahan melayani orderan cake yang terus masuk tiap harinya." Jawab Tyas seraya menyeruput kopi panas itu
" Alhamdulillah kalau begitu Bapak dan Ibuk ikut senang dengan kemajuan usahaMu itu, Kami akan terus membantu Mu lewat doa agar dipermudah segala urusan Mu dan cepat bertemu dengan jodohmu." Sahut Ibuk seraya duduk disamping Tyas.
Tyas hanya tersenyum sembari mengangguk tanda meng aamiinkan ucapan Ibuk barusan.
" Iya ngomong ngomong siapa Pria yang waktu itu ber telepon ria dengan Kami itu? "Tanya Bapak yang mulai penasaran
Tyas terlihat terjenggit kaget mendengar pertanyaan dari Bapak barusan,dan sudah dapat dipastikan bahwa Mas Naka lah pria yang barusan ditanyakan oleh Bapak itu.
" Lawong ditanya kok malah melamun." Ucap Ibuk seraya menoel lengan Tyas.
" Eh iya maaf Pak Buk maaf Tyas nggak dengar tadi Bapak tanya apa, oya Buk Tyas lapar ni. " Kata Tyas yang pura pura tidak dengar pertanyaan dari Bapak dan berusaha mengalihkan topik pembicaraan dengan kedua orang tuanya itu.
Nampaknya Bapak berniat untuk mengulangi pertanyaan nya barusan mengenai siapa pria itu, dan Ibu menyadari kalau Tyas hanya pura pura tidak dengar Dia hanya belum siap bicara jujur saja hingga akhirnya Ibuk pun berinisiatif mengajak Tyas dan Bapak untuk sarapan seadanya dengan menu sederhana ala desa.
Selesai sarapan Ibuk menyuruh Tyas untuk istirahat di kamar sementara Beliau Mereka berdua pamit berangkat ke sawah untuk memanen tomat dan cabai.
Tyas segera menutup pintu rapat lalu masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri juga ganti baju, lalu beranjak berbaring diatas kasur yang lama tidak Dia tiduri itu berniat untuk istirahat dan tak lama setelah itu Dia pun tertidur pulas maklum saja lelah dalam perjalanan.
Sementara itu di kediaman keluarga besar Bagaskara, terlihat Eyang Putri tengah sarapan dengan di temani oleh Mbok Jum juga para pekerja lainnya dan hal itu lumbrah Mereka tengah sarapan bareng dengan menu yang sama hanya saja Mereka memilih untuk duduk di meja dapur dengan alasan lebih leluansa.
__ADS_1
" Selamat pagi Eyang." Sapa Naka seraya berjalan menghampiri Sang Eyang Putri itu
" Pagi juga Sayang, ayo sarapan dulu." Balas Eyang Putri seraya menatap wajah Sang cucu kesayangan.
" Em nggak usah Eyang , Naka mau langsung berangkat saja ada urusan penting ." Sahut Naka seraya mencium kedua pipi Sang Eyang itu dan langsung pamitan berangkat kerja.
Disepanjang perjalanan menuju kantor Naka terlihat sangat gusar gelisah, Dia ingin segera bertemu dengan Tyas dan menjelaskan kesalah pahaman yang terjadi tadi malam itu.
Hingga tak berselang lama Dia telah sampai di depan ruko tempat Tyas, Naka segera memarkirkan mobilnya dan turun lalu segera berjalan masuk kedalam ruko.
" Hay Mas Naka." Sapa Yesi
" Hay juga, Mana Bos Mu? " Tanya Naka seraya celingak celinguk mencari keberadaan Tyas.
" Tyas to maksudnya? " Tanya balik Yesi
Naka mengangguk membenarkan pertanyaan Yesi barusan sembari masih celingukan mencari Tyas.
" Maaf Mas, Tyas nya sedang nggak ada di ruko dan kayaknya Dia belum pulang dari tadi malam." Jawab Yesi berbohong
Naka terlihat kaget mendengar jawaban Yesi barusan dan lebih tepatnya tidak percaya kalau Tyas tidak pulang tadi malam.
Dan belum sempat Yesi membalas perkataan Naka barusan, tiba tiba Diah muncul dari arah dapur belakang .
" Ada apa Mas Naka, Yesi kok kelihatan nya Kalian tengah berdebat begitu? " Tanya Diah bingung dengan perdebatan Mereka itu.
" Di, dimana Tyas tolong kasih tau Aku dimana Dia, Aku ingin menjelaskan kesalah pahaman tadi malam itu? " Tanya Naka dengan nada serius
Diah kaget dengan pertanyaan Naka barusan, Dan Dia pun sudah menduga kalau kedatangan Naka ini pasti menanyakan keberadaan Tyas.
" Tyas sedang nggak ada disini Mas." Jawab Diah berbohong dan hal ini sesuai dengan permintaan Tyas tadi malam sebelum Dia berangkat pulang kampung.
Naka terlihat kecewa dan kurang puas dengan jawaban Diah barusan.
" Di, please kasih tau Aku dimana Tyas berada, biarkan Aku bicara pada nya menjelaskan kesalah pahaman yang terjadi tadi malam semua itu tidak seperti yang Kalian lihat dan tidak seperti yang Tyas pikir." Kata Naka dengan serius
" Memangnya apa yang akan Kamu jelaskan ke Tyas Mas, bukankah semua sudah sangat jelas tadi malam Kamu makan malam bersama Maritha disaat hubunganMu dengan Tyas tengah tersandung masalah lalu untuk apa Kamu ingin menemui Tyas? " Tanya Diah dengan nada emosi
Naka tercengah kaget dengan kata kata Diah barusan dan Dia tau juga sadar pasti Tyas marah padanya dan menduga kalau dirinya dan Maritha tengah makan malam romantis bersama dan seakan membenarkan pengakuan Maritha kalau Dia adalah calon istri nya Naka.
__ADS_1
" Tadi malam itu Aku menghadiri undangan jamuan makan malam dari Asosiasi Pengusaha properti nasional, nah si Maritha ini mewakili Ayahnya yang juga anggota Asosiasi yang kebetulan Mereka juga punya perusahaan yang bergerak dibidang properti nah tadi malam itu waktu Aku mau berjalan keluar untuk menghubungi Tyas tiba tiba Si Maritha itu mengikutiku dari belakang hingga terlihatlah seperti yang Kalian lihat itu." Jawab Naka panjang lebar menjelaskan kesalah pahaman yang terjadi
Diah dan Yesi terlihat mengangguk mendengar penjelasan dari Naka itu ya meskipun Mereka berdua juga belum bisa seratus persen percaya, Namun Mereka tetap berusaha berada ditengah tengah diantara Naka dan Tyas dan Mereka pun juga percaya bahwa Naka adalah sosok yang baik penuh tanggung jawab dan Naka lah sosok yang tepat untuk mendampingi Tyas.
" Lalu apa hubungan Mu dengan Si Maritha itu Mas Naka, dan kalau memang benar hanya sebatas mantan kenapa Si Maritha itu sampai kesini pagi pagi melabrak Tyas dan mengancam Tyas? " Tanya Yesi dengan nada penuh amarah
" Sumpah Aku nggak bohong Aku dan Maritha itu hanya sebatas mantan dan mengenai kedatangan Maritha ke sini murni Aku nggak tau dan Aku akan meminta penjelasan padanya jadi Aku mohon kasih tau Aku dimana Tyas berada." Jawab Naka setengah memohon agar diberitahu dimana Tyas berada.
Diah dan Yesi saling bertukar pandang dan seakan tengah berdiskusi hendak menanggapi ucapan pengakuan Naka barusan dan nampak nya Mereka melihat sorot kejujuran dimata Naka.
" Tyas sedang tidak ada disini, Dia sedang diluar kota menenangkan diri dan Dia juga berperan agar Mas Naka tidak usah mencarinya sebab adiak akan kembali setelah hatinya tenang dan siap dengan semua ini." Ucap Diah mencoba menjelaskan kepada Naka kalau Tyas tidak ada si ruko
" Dimana Dia sebenarnya, kenapa kalian terkesan menutup nutupi keberadaan nya ke Aku apakah Kalian tidak percaya kalau Aku sangat mencintai Dia? " Tanya Naka seraya memandang Diah dan Yesi bergantian,
" Kami tidak menutupi nya Mas hanya saja ini semua adalah permintaan dari Tyas sendiri dan menurut Ku lebih baik Kita ikuti saja dari pada nanti malah semakin ricuh." Jawab Yesi dengan nada serius
" Benar Mas Naka, sekarang bukan waktu yang tepat untuk menjelaskan pada Dia tentang kenyataan yang sesungguhnya sebab hatinya masih diliputi oleh amarah jadi lebih baik beri Dia waktu untuk menenangkan diri dan tunggu Dia pasti akan kembali lagi tetapi Kamu juga harus berusaha membujuk Dia juga mulai menentukan kemana arah hubungan Kalian selanjutnya." Ucap Diah yang berusaha menasehati Naka agar lunak hatinya.
Naka terlihat mendengar kan setiap nasehat juga saran dari Diah dan Yesi, Dia juga terlihat sedikit tenang tidak se emosi seperti tadi dan tiba tiba terbesit sebuah ide besar dikepala nya.
" Ya sudah Aku pamit dulu ya kalau ada kabar apa apa dari Tyas tolong segera kabari Aku ya Terima kasih." Ucap Naka seraya berpamitan untuk menuju kantor
Sesampainya di kantor Naka segera memanggil Seketaris Anton untuk segera masuk kedalam ruang kerjanya, dan seperti jya ada tugas besar dan rahasia akan segera diemban oleh Seketaris Anton.
" Tok tok tok tok.
Suara pintu terdengar diketuk dari luar yang ternyata adalah Sekretaris Anton,Naka yang semula sedang membuka file file di dalam laptop kerjanya pun menghentikan kegiatannya itu sebentar laku menutup laptopnya dan meminta agar Seketaris Anton segera masuk kedalam.
" Iya Tuan, ada yang bisa bantu?" Tanya Seketaris Anton dengan nada serius.
" Kamu suruh anak buah Mu untuk segera mencari tau dimana Nona Tyas, cepat nggak pakai lama atau bonus mu bulan ini akan dihilangkan? " Ucap Naka yang memerintah setengah mengancam Seketaris Anton agar segera mencari keberadaan Tyas.
"Dimana Nona sekarang berada Tuan? " Tanya balik Seketaris Anton
Naka terlihat kaget dan menoleh dengan pertanyaan Seketaris Anton barusan,
" Aku tidak tau dan Aku tidak mau tau Kamu harus secepatnya mencari keberadaan Dia." Bentak Naka dengan nada kelas.
dan tanpa berpikir panjang lagi Seketaris Anton segera berpanitan untuk keluar ruangan guna menghubungi para anak buahnya untuk mencari Nona Tyas berada.
__ADS_1