
Malam ini Tyas sedang makan malam bersama Eyang Putri juga Naka dan para pegawai di rumah kediamannya Eyang Putri dengan menu spesial secara khusus di masak oleh koki hotel yang sengaja dipanggil oleh Eyang Putri untuk memasak hidangan makan malam tersebut.
Suasana makan malam di kediaman keluarga besar Bagaskara itu terlihat diselimuti suasana hangat penuh kekeluargaan tidak ada perbedaan mana majikan mana pekerja semua sama menu makan malamnya.
Eyang Putri terlihat tengah menyantap menu makan malam tersebut sembari mengobrol dengan cucu juga menantu kesayangannya itu.
Terlihat Mereka mengobrol banyak hal mulai dari urusan bisnis di kantor Bagaskara grup juga perkembangan ruko cake and pastry milik Tyas.
Hingga waktu makan pun telah usai, Eyang Putri mengajak Tyas juga Naka untuk mengobrol santai di sofa depan TV dan nampaknya obrolan Mereka ini lebih banyak bercandanya saja terbukti dengan terdengar nya suara gelak tawa di antara Mereka bertiga
Eyang Putri pamit sebentar untuk masuk kedalam kamar pribadinya dan tak berselang lama Beliau kembali dengan membawa sebuah amplop cokelat.
Beliau terlihat menyerahkan amplop tersebut pada Naka sang cucu kesayangan itu dan dengan diiringi senyum ramahnya itu Beliau mempersilahkan Naka untuk membukanya.
Naka yang menerima amplop itupun langsung membuka nya dan alangkah kaget nya dirinya juga Tyas yang tengah duduk di samping nya itu saat tau apa isi dari amplop tersebut yang ternyata berisi dua lembar tiket perjalanan liburan ke Taiwan.
" Eyang ini, ini beneran? " Tanya Naka yang terkejut saat melihat dua lembar tiket perjalanan tersebut.
" Ya tentu saja benar itu tiket sengaja Eyang Putri booking untuk Kalian." Jawab Eyang Putri dengan senyum manisnya
Tyas memandang Naka dan Eyang Putri secara bergantian Dia menatap Mereka dengan tatapan yang sulit diartikan yang jelas bingung kenapa Eyang Putri tiba tiba memberikan Mereka tiket perjalanan liburan ke Taiwan karena diantara Mereka berdua tidak ada yang sedang ulang tahun.
Lalu dalam rangka apa Eyang Putri membelikan tiket tersebut , atau ada urusan bisnis yang harus Naka tangani di sana dan masih banyak lagi pertanyaan yang menghiasi angan Tyas saat itu
" Sayang hei kok Kamu malah bengong sih? " Tanya Naka yang membuyarkan monolog Tyas dalam hati itu
" Iya kok malah bengong sih sayang, pasti Kamu lagi mikir ya kenapa Eyang Putri tiba tiba ngasih tiket itu untuk Kalian? " Sahut Eyang Putri menimpali pertanyaan Naka barusan.
" Iya Eyang ." Jawab Tyas jujur
Eyang Putri tertawa saat mendengar jawaban singkat nya Tyas barusan, Beliau juga memaklumi nya sebab ini adalah kali pertama nya Tyas mendapat kejutan dari nya yang secara mendadak itu, namun Eyang Putri bukanlah orang suka mencemooh jawaban Tyas barusan.
" Kalian sudah lama nggak pergi liburan ke luar negeri jadi Eyang punya inisiatif membelikan tiket ini untuk Kalian berdua liburan ya itung itung honeymoon lagi begitu." Ujar Eyang Putri yang sukses melegakan ke kepoan Tyas itu
Naka yang mendengar ucapan Eyang Putri barusan itupun terharu begitupun dengan Tyas dimana Dia merasa sangat beruntung memiliki Eyang mertua sebaik dan se perhatian Eyang Putri ini dan Mereka berdua pun langsung memeluk erat Eyang Putri seraya mengucapkan banyak banyak Terima kasih.
Malam pun semakin larut Naka mengajak Tyas untuk pamit pulang, sebenarnya Eyang Putri meminta Mereka berdua untuk menginap namun Naka bersikeras untuk pulang saja ke apartemen sekalian mau menyiapkan baju juga keperluan Mereka berdua untuk pergi liburan besok.
Di sepanjang perjalanan kembali ke apartemen terlihat Mereka berdua sedang mengobrol santai dengan tema agenda perjalanan liburan Mereka ke Taiwan, tempat tempat mana yang harus Mereka kunjungi dan lain sebagainya.
Hingga tiba saat nya Tyas berkata pada Naka .
" Mas Naka." Panggil Tyas
__ADS_1
" Iya sayang ada apa? " Tanya Naka seraya menoleh kearah sang istri itu
" Maafin Aku ya yang sampai sekarang belum bisa memberimu keturunan. " jawab Tyas seraya menatap wajah Sang suami itu
Naka yang mendengar jawaban Tyas barusan itupun terkejut kenapa tiba tiba Tyas berkata seperti itu bukanlah Mereka berdua maupun Eyang Putri juga tidak membahas hal itu.
" Sayang kenapa Kamu tiba tiba Kamu membahas hal itu kan selama ini Kita nggak pernah membahas hal ini lagipula Aku dan Eyang Putri tidak pernah membahasnya maupun mempermasalahkannya ? " Tanya Naka heran
" Iya Mas Aku tau hal itu, tapi sebagai seorang istri Aku belum sempurna kalau Aku belum bisa memberimu keturunan." Jawab Tyas
" Sayang, pasti Kamu sedang terbawa perasaan dengan kabar kehamilan nya Wati istrinya Tuan Ditya itu ya kan? " Tanya Naka
Tyas merasa kaget dari mana Naka tau tentang apa yang tengah dirasakannya itu, yang memang benar Dia kaget sekaligus iri dengan kehamilan nya Wati itu.
" Kamu nggak boleh berpikir seperti itu sayang Kamu nggak boleh baper, Kita harus ikhlas juga berusaha mengenai hasilnya Kita pasrah kan pada Allah semata mungkin Allah saat ini belum berkenan menitipkan calon bayi di rahim mu agar Kita bisa menikmati indah nya masa masa berdua seperti ini melewati saat saat indah layaknya pacaran sekaligus mempersiapkan diri untuk jadi calon orang tua yang baik untuk anak Kita nanti." Kata Naka yang mencoba menasehati Tyas.
" Iya Mas, tolong maafkan kesalahanKu yang dulu ya coba saja dulu kalau Aku nggak nekat keluar rumah pasti sekarang anak anak Kita sudah lahir." Sahut Tyas yang tiba tiba saja bersedih mengingat kejadian buruk yang menimpanya dulu
" Hey sayang stop jangan mengingat kejadian buruk itu lagi, ingat semua ini sudah di takdirkan oleh Allah Kita hanya bisa menjalaninya dengan ikhlas tidak ada kesalahan yang Kamu lakukan tapi jadikan masa lalu sebuah pembelajaran agar Kamu juga Aku lebih berhati hati dan bijak dalam mengambil keputusan dimana Kita terkadang harus menekan ego Kita. " Balas Naka
Mendengar nasehat dari sang suami itu sukses membuat Tyas terharu hingga tanpa di sadarinya air matanya jatuh menetesi pipinya.
" La kok Kamu malah nangis, stop jangan bersedih dong ya ? " Tanya Naka
Tyas hanya mengangguk dan mengusap air matanya itu lalu dengan manja nya Dia memeluk erat lengan sang suami yang tengah menyetir mobil tersebut, sungguh Tyas merasa beruntung sekaligus bersyukur memiliki suami sebaik dan sedewasa Naka pola pikirnya itu.
Mendengar kata kata Naka kali ini sukses membuat Tyas merengut emosi Dia segera bangkit sembari mencubit pinggang Naka.
Naka yang melihat Tyas tengah marah itu pun merasa gemas dan tertawa keras sembari membelai lembut rambut sang istri itu
Tak terasa Mereka telah sampai di apartemen tempat tinggal Mereka berdua dan sangking capeknya Mereka berdua pun langsung masuk kamar dan tidur mengumpulkan tenaga untuk menghadapi perjalanan panjang Mereka besok ke Taiwan.
Dan lagi pun tiba hari ini Naka tidak masuk ke kantor dan secara otomatis semua pekerjaan nya di urus oleh Seketaris Anton, ya Naka sangat bersyukur memiliki seorang sekretaris sebaik Anton.
Dia seorang sekertaris sekaligus orang kepercayaan nya Naka, Anton ini orang nya sangat lah tegas penuh tanggung jawab juga sangat loyal pada Naka dan Naka pun mengimbanginya dengan fasilitas juga gaji yang seoadan dengan kinerja nya Anton sangat sekertaris tersebut.
" Sayang Kamu sudah siap belum? " Tanya Naka
" Sudah Mas." Jawab Tyas seraya mengeluarkan sepatu casual nya dari dalam lemari sepatu tersebut
Kemudian Mereka berdua pun segera berangkat ke bandara dan langsung cek in sebab waktunya sudah sangat mepet .
Tak berselang lama pesawat yang Mereka berdua tumpangi itu pun lepas landas meninggalkan bandara megahnya Jakarta dan langsung terbang menuju bandara internasional nya negara Taiwan.
__ADS_1
Para pramugari pesawat tersebut melayani setiap penumpang pesawat tersebut dengan sangat sopan juga ramah dan karena Mereka berdua tidak paham dengan bahasa Mandarin maka bahasa Inggris lah yang menjadi jalan komunikasinya .
Waktu berlalu dengan cepat dan kini Mereka berdua telah tiba di negara Taiwan dan Mereka langsung di jemput oleh sopir pihak hotel tempat Mereka akan menginap dan lagi lagi ini semua sudah di atur oleh NakaEyang Putri tentunya.
Karena Merasa capek dalam perjalanan Mereka berdua memutuskan untuk istirahat dulu di hotel dan akan keluar nanti malam untuk jalan jalan.
Singkat cerita Mereka berdua sudah hampir satu minggu di Taiwan dimana Mereka berdua menikmati waktu waktu honeymoon tersebut mengidinya dengan acara jalan jalan ke tempat tempat indah nanti menarik juga makanan enak yang pastinya hallal bagi Tyas dan Naka di negara dengan julukan Formosa tersebut.
Kini tiba saat nya Mereka berdua pulang ke tanah air dan sebelum pulang seperti biasa Tyas mengajak Naka untuk belanja oleh oleh untuk seluruh keluarga juga seluruh pekerja di rumah kediaman Eyang Putri maupun di ruko miliknya.
Mereka berdua telah sampai di bandara Jakarta dan langsung di jemput oleh Seketaris Anton yang langsung membawa Mereka kembali ke apartement
" Anton, bagaimana keadaan perusahaan selama seminggu ini? " Tanya Naka pada Sang sekertaris itu
" Semua nya aman terkendali Tuan, dan nampaknya minggu depan akan ada klien baru yang datang ke kantor." Jawab Seketaris Anton
" Em bagus kalau begitu Kamu memang bisa Aku andalkan, oya klien dari mana? " Tanya Naka
" Klien dari Eropa Tuan." Jawab Seketaris Anton tegas
" Baik Kamu urus semuanya ." Sahut Naka
Sementara Naka dan Seketaris Anton tengah sibuk mengobrol, Tyas yang tengah duduk di sampingnya Naka itu tiba tiba merasa aneh dimana dirinya merasa mual dan ingin muntah.
" Maaf Seketaris Anton tolong carikan Aku toilet Aku ingin muntah." Kata Tyas yang sukses membuyarkan diskusi bisnis diantar Naka dan Seketaris Anton itu
" Sayang Kamu kenapa, Kamu baik baik saja kan atau Kita langsung ke rumah sakit saja? " Tanya Naka.
Perut Tyas semakin lama semakin mual saja hingga membuatnya hampir memuntahkan isi perutnya dalam mobil tersebut, Seketaris Anton yang panik itu pun segera menepikan mobilnya dan langsung membuka pintu mobil tersebut lalu meminta Tyas untuk memuntahkan isi perutnya itu di tepi jalanan yang kebetulan sedang sepi.
Tyas segera memuntahkan isi perutnya yang terus saja bergejolak itu hingga membuat tubuhnya lemas, Naka yang berada di sampingnya itu pun terlihat khawatir Dia memijat mijat pundak Tyas berharap agar keadaan sang istri dapat membaik.
Setelah dirasa sudah membaik Tyas kembali berjalan masuk ke mobil, sementara Naka segera meraih tisu basah untuk mengelap keringat sang istri tersebut sembari menyerahkan sebotol air mineral dan memintanya untuk minum.
" Sayang Kamu kenapa, Kita kerumah sakit sekarang ya? " Tanya Naka yang terlihat panik itu
" Nggak usah Mas, mungkin Aku hanya masuk angin saja kan tadi sewaktu di pesawat Aku lupa pakai selimut." Jawab Tyas merasa sedikit sudah enakan itu
" Beneran nggak papa? " Tanya Naka
" Iya Aku nggak papa kok sekarang sudah enakan." Jawab Tyas
" Tuan mungkin Nona Tyas ini jetlag, coba kasih ini permen jahe Tuan agar tidak kembali mual." Sahut Seketaris Anton seraya menyerahkan beberapa bungkus permen jahe pada Naka
__ADS_1
Naka segera meraih permen tersebut lalu membukan satu bungkus kemudian meminta Tyas untuk memakan permen tersebut
Apa yang sebenarnya terjadi pada diri Tyas saat ini apakah teman teman ada yang tau, kalau ada yang tau silahkan di tulis di komen ya 😚