
" Yas hari ini Kamu ada acara nggak? " Tanya Mbak Rina yang pagi ini datang ke ruko menjenguk Adik kesayangan nya itu.
" Em nggak ada Mbak, ada apa? " Tanya balik Tyas seraya melayani pembeli yang berdatangan itu
" Wah kebetulan ni, tolong temani Mbak belanja ya sekalian. " Jawab Mbak Rina seraya meneguk jus mangga itu
Tyas pun mengangguk sembari tersenyum kemudian Dia pun melanjutkan pekerjaan nya melayani pembeli sarapan itu hingga akhirnya Diah dan Yesi pun kembali dari belanja dan mengambil alih pekerjaan nya Tyas
Sementara itu Tyas langsung masuk kedalam kamarnya untuk mandi ganti baju lalu memoles tipis make up di wajah ayunya dan segera berangkat menemani Mbak Rina belanja di sebuah mall terbesar di pusat kota itu.
" Kamu pengen baju yang mana Yas, ambil aja biar Mbak yang bayar? " Kata Mbak Rina menawari baju kepada Tyas.
" Ah nggak usah Mbak, makasih." Jawab Tyas sopan
Meskipun Tyas kini sudah punya usaha yang cukup lancar dengan penghasilan yang lumayan besar, Tapi Mbak Rina tetap menawari membeli sesuatu untuk Tyas Dia tetap saja menganggap Tyas adalah adik kecilnya yang harus selalu di traktir dimanjakan
Sementara Tyas menolak tawaran dari Mbak Rina bukan tanpa sebab juga bukan karena kini dirinya sudah punya usaha sendiri, namun dirinya sungkan jika harus terus terusan merepotkan Mbak Rina dan Mas Gunawan itu sebab dibalik usaha nya yang sukses ini tak luput dari campur tangannya Mbak Rina dan Mas Gunawan.
" Dih mentang mentang sudah punya usaha sukses jadi nggak mau mbak tawarin traktiran beli baju." Kata Mbak Rina dengan nada kurang senang.
" Mbak bukan itu maksud Tyas, hanya saja Tyas nggak enak kalau terus terusan ngerepotin Mbak Rina. " Balas Tyas dengan nada bersalah nya itu
" La buktinya? " Kata Mbak Rina masih dengan nada sedikit sinis
Tyas merasa sangat bersalah dengan penolakannya barusan, Satu sisi Dia tidak ingin terus terusan merepotkan Mbak Rina dengan meminta untuk di traktir apalagi sekarang dirinya juga sudah mempunyai pendapatan dan satu sisi Dia sangat bersedih dengan kekecewaan yang tengah di rasakan Mbak Rina dengan penolakannya barusan.
" Ya udah Aku mau dua stel baju gimana boleh nggak? " Tanya Tyas mencoba mencairkan suasana kekecewaan dihati Mbak Rina.
Mbak Rina pura pura marah dan tak mendengar kata kata Tyas barusan yang meminta baju dua stel itu.
" Mbakkkk sudah dong jangan marah, Aku janji nggak akan menolak tawaran traktiran Mu lagi udah ya ngambeknya? " Kata Tyas seraya mencium Mbak Rina bermaksud membujuk agar tidak semakin emosi.
" Ya udah Mbak maafin tapi jangan diulangi lagi ya, Kamu mau yang mana coba cepetan ambil dan cobain gih sana." Jawab Mbak Rina seraya menoleh kearah Tyas.
Tyas pun tersenyum dan langsung berjalan mengambil dua stel baju yang tengah digantung itu dan langsung menunjukan nya ke Mbak Rina.
" Ini boleh kan? " Tanya Tyas seraya memperlihatkan baju yang barusan dipilihnya itu di depan Mbak Rina
" Boleh dong cepetan gih sana cobain . " Jawab Mbak Rina dengan senyum manis nya itu
Tyas pun tersenyum dan langsung berlalu keruang ganti untuk mencoba baju yang barusan dipilihnya itu dengan ditemani Mbak Rina tentunya
Puas memilih dan membayar baju pilihan Mereka itu, Mbak Rina mengajak Tyas untuk makan siang terlebih dahulu sebelum melanjutkan acara jalan jalan siang itu
" Kamu pilih makanan dulu ya Yas, Aku mau ke toilet sebentar." Kata Mbak Rina seraya berjalan menuju toilet
" Siap." Jawab Tyas singkat
Kemudian Dia pun terlihat membuka buka buku menu yang barusan diberikan oleh pramuniaga restoran itu
__ADS_1
Saat tengah asik memilih milih menu makan siang untuk dirinya dan Mbak Rina itu, tanpa disadari oleh nya Maritha bersama temannya sudah berdiri di depan meja tempat Tyas itu.
" Hay wanita kampungan ngapain Kamu disini? " Tanya Maritha dengan nada sinis setengah mengejek itu
" Ya seperti yang Kamu lihat Aku tengah memilih menu makanan untuk dimakan." Jawab Tyas seraya menatap wajah Maritha
" Hahahahahaha, wanita kampungan sekelas Kamu mau makan di sini emangnya Kamu mampu bayar." Sahut Maritha dengan nada sombongnya.
" Aku mau bayar atau nggak itu urusan Ku tidak urusannya dengan Kamu Nona." Ucap Tyas seraya menutup buku menu makanan dan meletakkan di meja
" Wah wah sombong sekali wanita kampung ini." Kata Maritha seraya menyedekap kan tangan nya itu
" Maaf Nona apa maksud Anda bicara seperti itu dan apa tujuan Nona kesini? " Tanya Tyas yang mulai tersulut emosi nya itu
" Kedatangan Ku kesini tentu saja mau makan, dan nggak sengaja ketemu wanita kampung perebut calon suami nya orang lagi di sini dengan gaya sok sosialita nya lagi memilih milih daftar makanan di sini yang notabene mahal harganya." Jawab Maritha dengan nada setengah mengejek itu
" Calon suami nya siapa yang Saya rebut Nona, Mas Naka itu single tidak sedang ada hubungan dengan siapa pun jadi stop menganggap dirimu yang sok cantik kecentilan ini adalah calon istri nya Mas Naka dan satu lagi yang perlu Kamu tau Aku ini calon istrinya Mas Naka dan ini cincin bukti lamarannya Mas Naka untuk Ku." Sahut Tyas berusaha memanasi Maritha dengan cara menujukan langsung cincin lamarannya dari Naka kepada Maritha
Dan usahanya Tyas ini nampaknya berhasil, Maritha terlihat menatap cincin yang tengah melingkar di jari manisnya Tyas itu dan langsung saja emosinya timbul dan membumbung tinggi hingga merubah wajahnya menjadi Merah menahan amarah
" Kenapa Anda diam saja Nona, atau jangan jangan Anda sedang meratapi nasip Anda yang menyesali keputusan Anda meninggalkan Mas Naka dulu saat perusahaan nya tengah di ujung kehancuran dan Kini Dia bangkit perusahaan nya sukses Anda berusaha kembali mendapatkan cintanya berikut hartanya Mas Naka dan yah hasilnya nihil tak seperti yang Anda harap kan." Kata Tyas seraya berjalan mengitari Maritha yang semakin tersulut emosinya
Maritha menjadi sangat emosi dan Dia pun langsung beranjak pergi meninggalkan Tyas dengan tatapan sinis penuh amarah.
Tak berselang lama Mbak Rina pun kembali dan tadi Mbak Rina secara tak sengaja berpapasan dengan Maritha yang terlihat sangat emosi itu.
" Oh itu tadi Mantan nya Mas Naka Mbak." Jawab Tyas seraya duduk di depannya Mbak Rina
" Oh kirain siapa, tapi Kamu baik baik aja kan Dia nggak ngapa ngapain Kamu kan? " Tanya Mbak Rina sedikit khawatir
" Tenang aja Dia nggak akan berani hehehehe." Jawab Tyas cengengesan
Tak berselang lama pelayanan restoran itu pun datang dengan membawa pesanan minuman yang Mereka pesan tadi juga pesanan makanan untuk Mereka berdua, dan Mereka berdua pun menikmati menu makan siang itu dengan diselingi canda tawa.
Selesai makan, Mbak Rina san Tyas pun melanjutkan jalan jalan Mereka itu mengitari isi mall mencoba berbagai aneka jajanan ringan yang dijual juga menonton film dibioskop hingga sore pun datang dan sebelum pulang Mbak Rina mengajak Tyas untuk membeli beberapa kotak makanan ringan untuk oleh oleh karyawan di ruko.
Sesampainya di ruko Tyas segera
meminta Diah dan Yesi untuk membagikan oleh oleh yang tadi dibeli nya itu kepada semua karyawan di ruko dan malam ini Mbak Rina nginep di ruko tempat tinggal Tyas sebab Mas Gunawan sedang ada tugas di luar kota.
" Yas tadi Eyang Putri nya Mas Naka ke sini lo." Kata Diah saat Mereka semua tengah menyiapkan menu makan malam sederhana di dapur lantai satu itu
" Oya ada apa bestie Beliau ke sini? " Tanya Tyas heran
" Nggak ada apa apa hanya nganterin buah untuk Kamu juga untuk Kita semua katanya sih dari saudaranya yang tinggal di puncak." Jawab Diah seraya menunjuk kearah kardus besar yang berisi buah buahan itu
Tyas pun segera menyelesaikan aktifitas nya menyiapkan menu makan malam itu dan langsung berjalan menghampiri kardus buah itu dan langsung membuka nya.
Dan taraaaa Tyas pun dibuat kaget saat melihat isi dalam kardus itu yang ternyata berisi buah kesukaannya yaitu buah mangga arum manis
__ADS_1
" Waoow buah kesukaann." Teriak Tyas kegirangan
" Apa Yas? " Tanya Yesi
" Ini." Jawab Tyas seraya menunjuk kan mangga itu kearah Yesi dan semua orang yang ada di dapur itu
Tyas pun mencium mangga itu bermaksud memastikan apakah mangga itu sudah matang dan sudah bisa dimakan atau belum dan nampaknya Mangga itu memang sudah mulai matang jadi sudah bisa mulai dimakan
Dia sangat senang dan langsung saja Dia mengambil HP miliknya di dalam tas pribadinya dan langsung menghubungi Eyang Putri bermaksud untuk mengucapkan banyak banyak Terima kasih telah diberi satu kotak besar buah mangga kesukaan untuk dirinya dan yang lainnya
Selesai menelpon Eyang Putri, Tyas mengajak Mbak Rina, Diah, Yesi juga karyawan yang lainnya untuk duduk bersama di lantai dapur lalu makan malam bersama dengan menu nasi liwet lengkap dengan aneka sayur, lauk dan lalapannya itu
Dan khusus malam ini yang memasak menu makan malam itu asli orang Sunda yang ahli memasak nasi liwet hingga tak hayal malam ini Tyas dan anggota keluarga ruko itu makan dengan sangat lahap.
Saat tengah asik menikmati makan malam itu Tyas tidak menyadari kalau Naka dan Seketaris Anton sudah berdiri dibelakangnya dan tengah asik mengamati Tyas yang terlihat sangat akrab dengan para karyawan nya itu
" Sungguh Kamu wanita yang cantik baik sopan sederhana dan sosok Bos yang baik dan merakyat." Guman Naka dalam hati.
" Hay Naka." Sapa Mbak Rina yang melihat kehadiran Naka dan Seketaris Anton itu
Sontak saja Tyas dan yang lainnya pun kaget dan langsung menoleh kearah Naka dan Seketaris Anton yang sedari tadi berdiri
mengamati Mereka yang tengah makan itu
" Lo Mas, sejak kapan Kalian berdiri di situ ? " Tanya Tyas seraya menatap wajah Naka
Kemudian Tyas pun memutar badannya dan hendak berdiri namun Naka memintanya untuk tetap duduk sementara Dirinya dan Seketaris Anton itu pun terlihat berjalan bergabung dengan Mereka semua.
" Kalian sudah makan belum? " Tanya Mbak Rina
" Kebetulan Kami belum makan Mbak." Jawab Seketaris Anton
Sementara Naka tengah asik memandangi wajah Sang Calon istri yang semakin hari semakin cantik saja
" Wah kebetulan nih, malam ini Kami lagi masak banyak jadi gimana kalau Kalian gabung makan malam bareng Kami? " Kata Yesi mencoba menawari makan malam kepada Naka dan Seketaris Anton
Naka dan Seketaris Anton pun kompak mengangguk dan Mereka pun segera duduk bergabung dengan yang lain nya untuk ikutan makan nasi liwetan khas Sunda itu.
Naka terlihat duduk di samping Tyas dan mulai ikut menikmati makan malam bersama dengan Tyas juga yang lainnya itu.
" Kalian jangan sungkan sungkan ya Kita ini semua keluarga jadi nikmati makan malam ini dengan santai." Kata Tyas
" Iya Terima kasih banyak Mbak Tyas." Jawab Karyawan bagian cake itu dengan lantang
Dalam hati Naka memuji sifat Tyas yang baik dan sederhana tidak ada jarak antara bos dan karyawan.
Selesai makan malam, Mereka semua pun kembali ke aktivitas nya masing masing dan karena sudah jam istirahat sebagian ada yang ijin keluar dan sebagian lagi tengah bersantai sambil bermain HP.
Tyas, Naka , Mbak Rina, Diah, Yesi dan Seketaris Anton pun memilih untuk mengobrol santai sebentar hingga akhirnya Naka dan Seketaris Anton pun pamit pulang untuk istirahat.
__ADS_1