Saat Suamiku Lebih Memilih Temanku

Saat Suamiku Lebih Memilih Temanku
Aku menyesali nya


__ADS_3

Sementara itu di rumah kediaman Ditya bersama Wati , terlihat Mereka berdua tengah mengemasi baju baju dan peralatan pribadinya lalu memasukan nya kedalam koper .


Kemanan Mereka berdua akan pergi? dan jawaban nya adalah Mereka berdua akan pulang kampung kerumah kedua orang tua nya Ditya sesuai permintaan nya Bu Ratih yang meminta Ditya untuk pulang sebentar untuk menghadiri acara keluarga itu.


" Mas, sebenarnya Aku takut pulang ke rumah Papa dan Mama Mu." Ucap Wati seraya memasukkan peralatan make up nya kedalam make up bag pribadinya itu


" Kamu nggak perlu takut yang penting Kamu sopan nggak banyak tingkah pasti Mereka akan menerima Mu dengan baik kok ." Balas Ditya seraya menutup koper baju


Wati kaget dengan ucapan Ditya barusan dan berpikir sejenak apa maksud nya dengan kata jangan banyak tingkah.


" Apa maksud Mu dengan kata kata jangan banyak tingkah memangnya selama ini Aku bertingkah seperti apa Mas? " Tanya Wati seraya menatap wajah Ditya dengan seksama.


" Ya Aku tidak punya maksud apa apa Dek, Aku hanya tidak ingin Kamu melawan kata kata Mama dan Papa seperti tempo hari dan bersikaplah sedikit manis dan sopan kepada Mereka contoh lah Tyas yang bersikap sopan dan sangat menghormati juga menghargai Mereka agar Mereka bisa menerima Kamu seperti Mereka menerima Tyas." Jawab Ditya panjang lebar menjelaskan kepada Wati .


Wati terlihat shock dengan penjelasan Ditya barusan, dan tak dipungkiri hatinya terasa sakit bagai terbakar api kenapa semuanya harus memuja muja Tyas gumannya dalam hati.


" Tyas, Tyas Tyas kenapa semuanya harus Dibandingkan dengan nya kenapa Aku harus mencontoh Dia, Kami beda orang juga beda sifat Mas tolong hargai perasaan Ku kenapa Kamu selalu memujinya di depan Ku apakah Kamu tidak bisa move on dari nya? " Ucap Wati dengan nada emosi.


Ditya menghentikan aktivitas nya sebentar lalu menoleh kearah Wati dan nampaknya Dia mulai tersulut emosinya mendengar perkataan Wati barusan.


" Kenapa Kamu selalu emosi ketika Aku menasehati Mu agar lebih baik supaya bisa diterima oleh Mama Papa juga apa salahnya Kamu belajar dari Tyas cara menghormati orang tua juga Suami Mu ." Balas Ditya dengan nada datar dan dingin


" Selama ini Aku sudah berusaha untuk jadi istri yang baik untukMu dan menantu yang baik untuk kedua orang tuaMu namun hasilnya apa Kalian semua tidak bisa menghargai niat baikku Kalian sibuk memuja muja Tyas membandingkan nya dengan Aku tanpa memikirkan perasaan Ku."Kata Wati dengan diiringi isak tangis bercampur emosi


" Stop Wati stop Aku tidak ingin berdebat lagi dengan Kamu jadi stop membantah kata kata aku buang jauh jauh sifat keras kepala Mu itu dan segera selesai kan pekerjaan Mu agar akita bisa segera berangkat." Sahut Ditya dengan nada sedikit meninggi


Dan entah karena terlalu cintanya Wati kepada Ditya atau terlalu polosnya cenderung bodoh hingga akhirnya Wati memilih untuk menghentikan aksi debat nya itu dan segera menyelesaikan aktivitas nya merapikan barang barang pribadi nya itu.


Dan tak berselang lama baju dan peralatan pribadi yang akan Mereka gunakan nanti di rumah Papa dan Mama pun sudah selesai dirapikan dan sudah selesai dimasukkan kedalam koper.


Jika dulu setiap mau pulang ke rumah Papa dan Mama, Ditya selalu menyetir sendiri mobil pribadinya untuk membawa Tyas pulang namun sekarang keadaannya berbeda Dia memilih mengajak Wati pulang dengan naik kereta api .


Ditya beralasan capek jika harus menyetir mobil sendiri apalagi perjalanan nya cukup lumayan jauh juga takut terjebak macet namjn nyatanya itu bukan alasan utama nya Ditya.


Dia sengaja mengajak Wati naik kereta sebab Dia selalu terbayang bayang kenangan masalalu nya bersama Tyas dulu setiap kali Mereka pulang kampung dimana di sepanjang perjalanan Mereka itu selalu diselingi canda tawa obrolan hangat membahas hal hal receh lainnya.


Ya meskipun Wati adalah cinta pertama nya yang kini menjadi istri nya namun nampaknya Ditya masih dibayang bayangi masalalu bersama Tyas dan seperti nya benar yang diucapkan oleh Wati tadi kalau dirinya masih sangat kesulitan untuk moveon dari Tyas berikut bayangan senyum manisnya dan wajah gantinya itu.


" Mas Aku sudah siap ayo Kita berangkat." Kata Wati seraya menutup pintu kamar tidur

__ADS_1


Dan tanpa menjawab sepatah katapun Ditya segera beranjak dari duduk nya dan terlihat menyeret koper dan berjalan keluar rumah sementara Wati terlihat berjalan di belakangnya dan tak lupa mengunci pintu sebelum akhirnya Mereka berangkat mengendarai mobil menuju stasiun kereta api terdekat.


Tak perlu banyak memakan waktu Mereka telah sampai di depan stasiun kereta api , Ditya segera memarkirkan mobilnya di tempat parkir khusus untuk mobil yang menginap dan tak lupa mengeluarkan kopernya terlebih dahulu, Sementara itu Wati terlihat keluar dari dalam mobil dan meraih koper tersebut sembari menunggu Ditya yang membayar tiket untuk Mereka berdua.


Kini Mereka berdua sudah berada di dalam salah geebong kereta api kelas bisnis yang akan membawa Mereka untuk pulang ke tempat kelahirannya Ditya yang notabene juga kota kelahirannya Wati dan Tyas tentunya ya hanya beda nama kota saja.


Tak berselang lama Kereta yang Mereka naikki pun berangkat, sore itu di dalam kereta api kelas bisnis yang mereka naikki tidak terlalu padat penumpang jika Wati memilih untuk berselfie ria untuk diupload di sosial medianya hal berbeda dengan Ditya.


Dia terlihat menatap kearah luar jendela kereta menikmati pemandangan indah hamparan padi yang menghijau juga barusan pohon pohon kelapa yang berjejer rapi di pinggiran sawah dan ditambah dengan cahaya keemasan sinar mentari senja sungguh menambah keindahan mahal karya dari Yang Maha Kuasa.


Ditengah keasikannya menikmati keindahan pemandangan diluar jendela kereta itu, tiba tiba bayangan senyum manisnya Tyas melintas dibenak Ditya ada rasa rindu yang menjukang tinggi dihatinya.


Dia membayangkan wajah cantik sifat yang baik dan sopan nya Tyas dan ditambah dengan senyum manisnya itu, dan tak dipungkiri Dia menyesal dengan perpisahan nya dengan Tyas dulu.


Jika saja dulu Dia tidak menuruti hawa nafsunya dan berani jujur dan tegas mengambil sikap dengan menolak permintaan dari Budhe dan Wati untuk menikah siri dengan Wati mungkin kini dirinya sudah hidup bahagia dengan Tyas.


Hingga kehadiran pramugari kereta api yang hendak menyajikan menu makan malam untuk Mereka lah yang membuyarkan lamunan Ditya tentang Tyas itu.


Sementara itu dirumah keluarga Pak Samsul atau rumah kedua orang tuanya Tyas terlihat aktivitas yang terlihat sedikit sibuk dimana keluarga besar anak anak nya Pak Samsul dan Bu Rukmi sudah datang dan sedang berkumpul di dapur rumah Pak Samsul yang kebetulan ukuran dapur nya cukup besar dan bersih dan rapi itu.


Jika Ibuk dengan dibantu Mbak Yani dan Mbak Yuni tengah sibuk memasak menu makan malam untuk keluarga itu maka berbeda dengan Tyas yang dibantu Mbak Rina tengah sibuk membuat cake durian dan puding sesuai request dari Boby dan Mas Abi yang ingin dibuatkan cake oleh Tyas


Selesai memasak menu makan malam juga cake dan puding itu, Ibuk meminta Mbak Yani, Mbak Yuni , Mbak Rina juga Tyas untuk segera menyusun makanan nya diatas tikar di depan tv ya malam ini Mereka semua akan makan malam bersama secara lesehan di depan TV


Dan selesai menatanya, Ibuk segera memanggil Bapak juga yang lainnya untuk segera makan malam bersama dan kebetulan lagi ada saudara yang datang mengantarkan sayur lodeh nangka muda campur cabai kesukaan nya Tyas.


Malam itu keluarga besar Pak Samsul dan beberapa orang kerabat yang tadi membantu menyiapkan persiapan untuk pesta hajatan khitannya Boby itupun makan malam bersama dengan menu sederhana namun terasa nikmat dan diselingi canda tawa diantara Mereka


Pak Samsul merasakan damai yang luar biasa di hatinya melihat anak , menantu dan cucunya berkumpul dan makan malam bersama dan itu adalah hal yang sangat amat langka sebab Mereka kini tengah sibuk dengan aktivitas nya masing masing.


Selesai makan Mereka segera merapikan peralatan makan yang kotor mencuci dan menyimpannya lalu bergabung dengan kaum Bapak Bapak untuk mengobrol santai membahas banyak hal termasuk membahas kemajuan usaha milik Tyas di Jakarta sana


Mereka semua sangat mengagumi kemandirian juga kepiawaian Tyas dalam merintis dan membangun usahanya jualan menu sarapan pagi itu, dan Mereka juga memuji ketegaran juga ketabahan Tyas menerima ujian hidupnya yakni harus menyandang status janda diusianya yang masih sangat belia itu.


Menyesal dan menyalahkan Orang lain atas takdir yang tengah dijalani nya ? Ah itu bukan sifat Tyas.


Tyas tidak pernah sekalipun menyalahkan kedua orang tuanya juga tidak menyesali takdirnya yang harus menyandang status janda diusia musanya itu, namun Dia menganggap semua itu adalah suratan takdir untuk nya yang mana Dia percaya bahwa takdir itu sudah tertulis dari Allah untuk Dia Terima dan jalani.


Dia mengambil hikmah dari perpisahannya dengan Ditya hikmahnya adalah Kini Dia lebih bisa bersikap dewasa sedikit banyak belajar tentang dunia bisnis hingga memunculkan ide untuk membuka usaha jualan menu sarapan pagi yang kini mulai berkembang pesat itu

__ADS_1


Dan pelajaran yang bisa diambilnya adalah Dia harus bisa lebih peka dengan pasangannya bersikap dewasa dalam mengambil keputusan dan harus belajar banyak lagi untuk bisa menjadi pribadi yang baik lagi agar kegagalan itu tidak terjadi kembali,


Tyas merasa beruntung dan bersyukur memiliki keluarga yang sangat menyayanginya terlebih para kakak kakak nya yang siap pasang badan membantu dan melindungi nya itu dan yang paling Tyas syukuri adalah dukungan mental dari keluarga nya saat dirinya tengah diuji perceraian nya dulu.


Kini Tyas perlahan mulai bangkit dari keterpurukan hati nya pasca perceraian dulu, Dia sekarang lebih banyak menenggelamkan diri dalam kesibukan nya dalam membangun usaha jualan menu sarapan juga cake miliknya itu dan di hatinya juga sudah mulai tumbuh bibit cinta baru yang mulai bersemi berusaha menutupi tandus nya hati akibat ketraumaan yang mendalam.


" Yas kok Kamu malam melamun lagi kangen Naka ya? " Tanya Mbak Rina seraya menyikut lengan Sang Adik bontotnya itu


Tyas segera tersadar dari lamunannya itu dan segera menoleh kearah Mbak Rina juga anggota keluarga lainnya seraya tersenyum manis dengan muka merah merona menahan malu.


" Ah Mbak Rina ini ada ada saja." Ucap Tyas berusah menghilangkan rasa malunya itu


" Oya Yas, Mas Gun mau tanya kok Kamu bisa kenal dan bisa dekat dengan Naka itu dimana juga bagaimana ceritanya dan apa Kamu tau kalau Dia itu pengusaha muda sukses dan pemilik Bagaskara grub perusahaan besar di Jakarta? " Tanya Mas Gunawan


Dan sebenarnya Mas Gunawan ini sudah cukup lama menyimpan pertanyaan tersebut dan sekarang adalah kesempatan terbaik untuk nya bertanya pada Tyas.


Tyas sedikit kaget dengan pertanyaan Mas Gunawan barusan dan seakan mengingat nya membuat Tyas jadi malu juga sedikit emosi kembali manakala Dia mengingat bahwa Naka membohonginya soal status nya yang seorang CEO itu namun rasa cinta dihatinya menuntut nya untuk meredam sesikit emosinya itu.


" Kami bertemu dan kenalan secara tidak sengaja Mas." Jawab Tyas singkat


" Sekarang Bapak mau tanya sudah sejauh mana keseriusan hubunganMu dengan Naka, mengingat kemarin Naka bilang sendiri ke Bapak kalau Kamu itu adalah calon istrinya? " Sekarang giliran Bapak yang bertanya


Dan belum sempat Tyas menjawab Mas Abi yang masih saja mengingat kekolotan Bapak dulu yang menjodohkan Tuas dengan Ditya yang berakhir dengan perceraian itu pun segera menyela pertanyaan Bapak.


" Bapak tidak akan mengulangi kesalahan yang sama kan dengan memaksa Tyas menikah? " Tanya Mas Abi dengan sedikit emosi


" Enggak, Bapak hanya mau tanya saja Bi." Jawab Bapak


" Oh bagus kalau begitu dan Bapak harus selalu ingat dengan kesalahan Bapak dulu yang memaksa menjodohkan Tyas, hingga membuatnya harus mengalami kegagalan seperti ini." Balas Mas Abi


" Iya Bi, Bapak akan selalu ingat dengan kesalahan Bapak dulu dan Kamu Yas tolong maafkan Bapak ya Nduk." Sahut Bapak seraya menatap wajah Tyas dengan tatapan memelas


Suasana obrolan yang tadinya hangat itupun berubah menjadi haru apalagi Ibuk terlihat meneteskan air matanya seakan Beliau juga ikut merasakan sakit hati yang dialami Tyas akibat dari perceraian nya.


" Sudah sudah kok malah jadi begini, Mas Abi tolong jangan menyalahkan Bapak lagi percayalah Mas ini sudah takdir untuk Tyas dan toh sekarang Tyas sudah bangkit kembali." Ujar Tyas seraya menampilkan senyuman dan sifatnya yang ceria .


Dan akhirnya Mereka semua pun menyudahi suasa haru itu lalu menggantinya dengan candaan juga bernostalgia membahas masa masa kecil Mereka dulu


Hingga malam pun semakin larut dan Mereka pun membuyarkan diri untuk istirahat guna mengumpulkan tenaga untuk menjalani aktivitas nya besok menyiapkan segala sesuatu untuk pesta hajatan nanti.

__ADS_1


Lalu bagaimana dengan keadaan di apartement pribadi milik Naka malam itu dan jawaban nya adalah di apartemen tersebut terlihat Naka dengan ditemani oleh Seketaris Anton juga dua anak buahnya dan seorang hacker profesional tengah sibuk mengotak atik laptop pribadi milik Naka yang ternyata Mereka tengah mencoba berusaha menelusuri dimana keberadaan Tyas saat ini lewat pesan chating yang dikirim Tyas via WA itu


__ADS_2