Saat Suamiku Lebih Memilih Temanku

Saat Suamiku Lebih Memilih Temanku
Sebuah harga yang pantas di bayar


__ADS_3

Eyang Putri dan Naka terlihat tengah membaca laporan audit keuangan kantor cabang yang nilai kemajuan nya sangat bagus dan meningkatkan cukup signifikan hingga membuat Eyang Putri dan juga Naka puas hingga membuat Mereka berdua berencana memberikan bonus tambahan bagi seluruh karyawan kantor cabang itu.


" Bagaimana Tuan juga Eyang Putri apakah laporan keuangan dari kantor cabang ada masalah? " Tanya Seketaris Anton


" Aku rasa tidak ada masalah dan pemasukan laba bersihnya juga lumayan bagus ya kan Eyang ." Jawab Naka


" Hem benar perusahaan cabang ini berkembang cukup bagus dan gimana kalau sebagai tanda syukurnya Kita adakan makan malam bersama seluruh karyawan di sana? " Kata Eyang Putri sembari memandang Seketaris Anton dan Naka secara bergantian


Naka dan Seketaris Anton yang mendengar kan ucapan Eyang Putri barusan pun langsung mengangguk setuju.


" Lalu kapan rencananya Eyang biar Anton bisa segera mengurusnya? " Tanya Naka dengan penuh semangat


" Secepatnya atau mungkin akhir pekan depan gimana Kalian setuju kan? " Ucap Eyang Putri


Naka dan Seketaris Anton pun kompak mengangguk setuju, dan Naka pun meminta Seketaris Anton agar segera memberitahu Manager kantor cabang itu juga mengurus segala sesuatu nya termasuk makanan dan lain sebagainya.


Hingga Mereka bertiga pun melanjutkan obrolan santai sembari membaca baca laporan perusahaan itu dengan santai dan ditengah tengah kesibukan itu tiba tiba pintu ruang kerjanya Naka pun diketuk oleh karyawati yang ternyata adalah asisten nya Seketaris Anton.


" Permisi Tuan . " Kata Karyawati tersebut dengan sopan sembari mengetuk pintu.


"Ya masuk. " Jawab Seketaris Anton tegas


Kemudian asisten tersebut terlihat masuk kedalam ruang kerjanya Naka.


"Ada apa? " Tanya Seketaris Anton singkat sembari menatap wajah Sang Asisten.


"Maaf Tuan, Nyonya ini ada tamu yang mencari Tuan Naka. " Jawab Asisten tersebut sopan


Baik Seketaris Anton, Naka maupun Eyang Putri heran dan kaget siapa Tamu yang dimaksud itu dan seingat Seketaris Anton hari ini tidak ada jadwal pertemuan dengan klien dari pihak manapun.


" Tamu, siapa Dia suruh masuk." Kata Naka


" Baik Tuan ." Balas Asisten tersebut seraya berpamitan keluar


Tak lama setelah itu kedua tamu yang dimaksud asitennya Seketaris Anton itu pun terlihat memasuki ruang kerjanya Naka dan ternyata adalah Pak Wijaya Pranoto dan Istri.


Ya Beliau berdua datang secara khusus ke kantor pusat Bagaskara Grub dan langsung menemui Naka juga Bu Sekar yang kebetulan hari ini sedang ada di kantor Bagaskara itu.

__ADS_1


" Selamat siang Bu Sekar, Nak Naka juga Seketaris Anton." Sapa Pak Wijaya sopan


" Selamat siang juga Pak Wijaya mari silahkan duduk." Balas Eyang Putri sopan


Kemudian Mereka semua pun terlihat mengambil tempat duduk masing masing di sofa mewah dalam ruang kerjanya Naka tersebut.


" Pak Wijaya juga Bu Wijaya kok tumben sekali Anda berdua datang ke sini ada angin apa yang membuat Anda berdua kesini? " Tanya Eyang Putri pura pura bersikap manis


" Iya benar apa yang dikatakan oleh Eyang saya barusan, ada masalah apa yang membuat Anda berdua datang kesini dan ini tidak seperti biasanya ? " Kata Naka menimpali ucapan Eyang Putri barusan.


Pak Wijaya dan Bu Wijaya pun terlihat saling melemparkan pandangan satu sama lain nya seakan tengah saling memerintahkan untuk mengutarakan maksud kedatangan nya siang itu.


" Begini Nak Naka , Bu Sekar dan juga Seketaris Anton maksud kedatangan Kami kesini ini ingin bertanya kenapa tiba tiba Bagaskara Grub memutuskan hubungan kerja dengan pihak Kami juga tentang penarikan saham dan hutan hutang nya tolong jelas kan ke Kami atau pihak perusahaan Kami melakukan kesalahan fatal ? " Ucap Pak Wijaya panjang lebar.


"Iya benar kenapa tiba tiba terjadi pemutusan hubungan kerja seperti ini berikut penarikan saham dan penagihan hutang hutang nya Kami rasa perusahaan Pranoto grub selama ini tidak pernah melakukan kesalahan apapun yang merugikan Bagaskara grub dan ini akan sangat merugikan pihak Kami tentunya." Kata Bu Wijaya menimpali ucapan Suaminya barusan.


"Harusnya jika terjadi masalah sebaiknya di rundingkan terlebih dahulu bukan dengan langsung memutus hubungan kerja begini." Kata Pak Wijaya mulai sedikit emosi


Naka yang semula sudah curiga dengan maksud kedatangan Mereka itu pun terlihat tenang mesti sedikit gusar menahan emosinya sementara Eyang Putri sudah terlihat terbakar emosi nya dan langsung menjawab ucapan ucapan Pak Wijaya dan istrinya itu dengan nada ketus


" Lalu apakah sewaktu Putri kebanggan keluarga Anda itu hendak mencelakai cucu menantu Saya, juga berunding terlebih dahulu dengan Anda berdua? " Tanya Eyang Putri dengan emosi yang mulai meninggi.


" Dan sekarang Anda bilang kalau keputusan pihak Kami ini merugikan pihak Anda, lalu bagaimana dengan perbuatan Putri Anda yang sudah jelas jelas membuat cucu menantu Saya kehilangan janin dalam kandungannya itu, apakah tidak Merugikan Kami dan ingat kerugian materi Anda itu tidak sebanding dengan kerugian moril Kami yang tak terlihai harganya." Pungkas Eyang Putri


Pak Wijaya dan istri itu pun semakin bingung dengan kemana arah ucapan Eyang Putri tersebut dan dalam hati bertanya tanya apa maksud ucapan itu


" Maaf Bu Sekar sebenarnya apa yang terjadi tolong beritahu Kami karena sungguh Kami tidak tau maksud ucapan Anda itu." Kata Bu Wijaya


"Anda ini tidak tau atau pura pura tidak tau kalau putri Anda ini adalah dalang dibalik percobaan pembunuhan yang mengakibatkan keguguran pada istri Saya. " Sahut Naka yang mulai sedikit emosi


Dan bak di sambar petir di siang hari Pak Wijaya dan Bu Wijaya itu pun shock kaget setengah mati mendengar perkataan Naka barusan sungguh Beliau tidak percaya dengan ucapan Naka barusan.


"Anda jangan sembarangan Menuduh tanpa bukti yang valid,dan Saya tau Anda sekeluarga tidak suka dengan Putri Saya tapi tolong jangan menuduhnya seperti ini. " Ujar Bu Wijaya emosi


"Kami tidak sembarangan Menuduh Kami punya buktinya apa bila Anda tidak percaya silahkan tanyakan Pada Putri Anda itu." Sahut Naka tak kalah emosi


"Tunggu sebenarnya apa yang dilakukan Maritha hingga seperti nya Anda berdua sangat emosi begini? " Tanya Pak Wijaya mulai curiga

__ADS_1


" Biar Saya kasih tau Anda kalau putri Anda itu telah meminta bantuan ke Tomy mantan kekasihnya dahulu untuk membunuh istri Saya dengan cara membayar seseorang menjalankan aksi kejam nya itu dan nasip baik masih baik masih berpihak ke istri Saya Dia hanya keguguran dan nyawanya masih bisa di Selamat kan." Jawab Naka dengan nada penuh emosi


Pak Wijaya dan Istrinya itupun kaget dengan penjelasan Naka barusan Mereka diam membisu tanpa sanggup menyangkal ucapan Naka barusan, seketika mematung dengan penuhan monolog dalam hati antara percaya dan tidak dengan ucapan Naka barusan


San namanya saja seorang Ibu pasti akan sekuat tenaga membela putri sulung nya itu saat ada seseorang yang mencoba menyampaikan kejahatan yang telah diperbuatnya itu.


" Tidak itu tidak mungkin, ini semua pasti fitnah sebejat bejatnya Maritha tidak akan pernah berani berbuat senekat ini pasti Kalian semua sembarangan menuduh." Sahut Bu Wijaya dengan nada meninggi


" Anda mau percaya atau tidak itu hak Anda yang jelas apa yang barusan Kami sampaikan itu adalah benar adanya, Anda boleh bertanya langsung pada Maritha maupun Tomy ." Balas Naka


" Lagi pula masih bagus Kami hanya memutuskan hubungan kerja sama dengan perusahaan Anda, atau Anda memilih untuk tetap menjalin kerja sama dan kasus ini akan Kami serahkan ke pihak kepolisian dengan resiko semua media akan memberitakan kejahatan putri Anda ini yang akibatnya akan lebih buruk lagi dengan anjloknya saham perusahaan Anda." Ucap Eyang Putri tak kalah emosi


Air mata Bu Wijaya pun menetes jatuh membasahi pipinya Beliau histeris menangis manakala Beliau dengan mata kepala nya melihat video yang barusan di perlihatkan oleh Naka yang memuat video pengakuan Tomy dan Maritha bahwa Mereka lah dalang dibalik kejahatan yang menimpa Tyas


Demikian halnya dengan Pak Wijaya yang nampak shock bercampur kecewa dengan kejahatan yang telah dilakukan oleh Maritha , sungguh Beliau tidak pernah berpikir kalau Maritha akan senekat itu, juga Beliau terlihat menangis meratapi bagaimana nasip Pranoto Grub akibat ulah dari putri tercinta yang selalu dimanja nya itu.


Eyang Putri juga dapat melihat dan merasakan kekecewaan yang mendalam di hati Pak Wijaya dan istri atas keputusan nya memutus hubungan kerja itu namun Beliau juga sangat sakit hati dengan perilaku Maritha putri tunggalnya Pak Wijaya itu


" Bu Sekar Saya mohon tolong beri perusahaan Kami kesempatan, Saya percaya Anda adalah orang yang bijaksana tidak akan mencampur antara urusan pribadi dan urusan pekerjaan jadi Saya mohon dengan hormat tolong kabur keputusan Anda ini Bu Saya mohon." Kata Pak Wijaya sembari memohon


" Maaf Pak Wijaya, apa yang telah diperbuat oleh Putri Anda ini sudah diluar batas toleransi Saya dan juga Naka lagi pula perusahaan ini sudah Saya wariskan kepada Naka jadi apa yang menjadi keputusan Naka adalah mutlak adanya dan Saya berkewajiban mendukung nya baik secara profesional maupun secara pribadi sebagia seorang Eyang." Balas Eyang Putri panjang lebar


" Bu Saya mohon Bu, berapa pun yang Anda minta akan Kami bayar asal Anda tidak memutuskan hubungan Kerja ini, sungguh Kami bisa bangkrut Bu tolong Bu Sekar Saya mohon." Kata Bu Wijaya seraya memohon mohon pada Eyang Putri


" Sudah lah Bu Wijaya keputusan Kami sudah bulat , lagipula berapa banyak uang yang Anda punya tak akan sanggup mengganti kerugian Kami ini jadi sekarang tolong tinggalkan ruang ini." Sahut Eyang Putri seraya mempersilahkan Pak Wijaya dan Istrinya itu untuk keluar


Pak Wijaya dan Istrinya itu pun tak mampu berbuat banyak dan segera keluar ruangan dengan langkah gontai seakan tengah meratapi nasip perusahaan Mereka yang perlahan lahan beranjak menuju kebangkrutan itu.


hay


hay


hay


para readyers tercinta nya mamak bagaimana kabar nya semua


semoga saja para pembaca tercintanya mamak selalu dilimpahi kesehatan keberkahan dan selalu dalam lindungannya dimana pun berada aamiin

__ADS_1


😘😘😘😘😘😘😘


__ADS_2