
Sesampainya di kamar Ditya langsung masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri tubuhnya terasa lengket akibat keringat seharian ini .
Dia mengguyur tubuhnya dibawah air shower dan tiba tiba bayangan wajah manis Tyas melintas dibenak nya hingga membaut Ditya menangis menyesali keadaan ini Dia menangis meluapkan segala emosinya di bawah guyuran shower mandi itu .
Berharap semua ini hanyalah mimpi saja namun nyatanya ini semua adalah kenyataan termasuk kenyataan bahwa kehiduoan rumah tangganya bersama Tyas kini sudah di ambang kehancuran .
Ditya segera menyelesaikan mandinya itu lalu segera ganti baju dan berbaring di kasur empuk nya berharap dapat segera tidur agar besok lebih segar , Namun nyatanya Ditya masih terjaga belum bisa tidur sebab bayangan wajah cantik Tyas juga sikap lembut penuh sopan santunnya itu sedang asik menari nari di benak Ditya .
Ditya merasakan hatinya mulai sakit sekali kala mengingat proses percerainya dengan Tyas namun Dirinya sadar kalau semua ini terjadi akibat dari kecerobohannya juga kebodohannya sendiri yang telah nekat menikahi Wati secara diam diam .
Kini yang ada hanya penyesalan harus kehilangan sosok seorang Istri sebaik dan secantik Tyas juga harus menerima segala kemurkaan kedua Orang Tuanya , Menyesal itu sudah pasti namun apakah semua itu ada gunanya dan jawabannya tentu saja tidak apalagi sekarang Wati tengah mengandung calon buah hati nya .
Ditya berusaha menipu hatinya sendiri agar terlihat kuat dan tabah dan harus siap bertanggung jawab kepada Wati juga kandungannya itu dan meskipun itu sangat sulit baginya namun Ditya berusaha untuk itu .
Sementara itu di rumah tempat tinggalnya Wati sekarang terlihat kemarahan nampak jelas di raut wajah Pak Samsul dan Bu Siti lebih tepatnya raut kekecewaan yang mendalam .
" Wati Wati Ibuk ndak nyangka Kamu bisa setega dan senekat ini Sungguh Ibuk ndak nyangka Kamu sudah berubah Kamu berani mempermalukan Kami kedua Orang Tua Mu apakah Kamu nggak menyadari itu Nduk ?" Tanya Bu Siti dengan nada penuh kecewa .
" Wati nggak salah Buk justru Mereka yang salah dan terlalu egois Mereka tidak sedikitpun memikirkan perasaan Wati mereka terus saja menyalahkan Wati dan Mas Ditya dalam masalah ini padahal Mereka lah penyebab semua ini coba saja Mereka tidak menjodohkan Tyas dengan Mas Ditya tentu semua ini tidak akan terjadi ." Jawab Wati dengan nada sesikit emosi .
" Wati diam Kamu ,lancang sekali Kamu bicara seperti itu ." Bentak Pak Imam
"Namun itulah kenyataan nya Pak , Mas Ditya itu pacar Wati , Kami pacaran sudah cukup lama jauh sebelum Mas Ditya dijodohkan dengan Tyas dulu Kami sudah merencanakan masa depan indah bersama bermimpi untuk rumah tangga yang harmonis namun semua itu harus hancur berantakan oleh keegoisan mereka yang telah menjodohkan Mas Ditya dengan Tyas ." Balas Wati dengan nada meninggi
Sangking tidak kuatnya menahan emosi Pak.Imam pun berandak dari duduk nya lalu menampar pipi Wati cukup keras hingga meninggalkan bekas tamparan di wajah Wati .
" Pak nyebut Pak eling bagaimana pun juga Wati itu anak Kita dan Dia sedang mengandung Pak ." Teriak Bu siti setengah histeris menyaksikan Pak Imam yang tengah emosi itu menampar Wati
" Bapak sudah tidak kuat menahan emosi didada ini Buk , Wati sudah keterlaluan sudah mempermalukan Kita di hadapan Orang banyak Dia juga sudah merusak tali persaudaraan keluarga Kita dengan keluarga Pak Samsul dan juga keluarga Pak Sugeng ." Ucap Pak Samsul
__ADS_1
" Wati Kamu tau tidak kalau apa yang Kamu lakukan ini salah.?" Tanya Bu Siti sembari memandangi Wati dengan seksama .
" Tau Buk ." Jawab Wati
" Kalau begitu minta maaf lah ke Mereka ,lalu besok ikut lah Kami pulang ke kampung halaman dan jangan ganggu kehidupan Ditya bersama Tyas biarkan Mereka bahagia dan Kamu bahagialah bersama Kami membesarkan calon anakMu nanti ." Kata Bu Siti mencoba menasehati Wati
" Ndak Buk , Wati tidak mau ikut Bapak dan Ibuk pulang ke desa ,Wati ini juga istrinya Mas Ditya dan bayi dalam kandungan ini butuh sosok Ayahnya yaitu Mas Ditya Buk lagipula Mereka sudah dalam proseng cerai ." Jawab Wati sedikit emosi
" Wati Kamu benar benar telah di butakan oleh nafsu keegoisan Mu , Ibuk sungguh kecewa ." Sahut Bu Siti dengan berurai air mata .
" Sudah lah Buk ndak ada gunanya juga Kamu menasehati Wati panjang lebar toh akhirnya Dia tidak mau mendengar kan nya lebih baik sekarang kemasi barang barangMu lalu Kita pulang sekarang
Juga ." Balas Pak Imam
Bu Siti pun segera bergegas mengambil tas nya yang berada di sofa lalu mengajak Pak Imam untuk pulang malam itu juga .
" Buk Pak ,Wati mohon jangan pulang ini sudah sangat malam Buk berbahaya sekali di luar sana ." Ujar Wati memohon agar kedua Orang Tuanya tidak nekat pulang malam itu
Setelah itu kedua Orang Tuanya Wati pun berjalan meninggalkan kediaman Wati lalu berniat pulang malam itu juga dan terlihat Mereka kebingungan mencari arah menuju stasiun kereta api dan itu sangat lumbrah mengingat ini pertama kalinya Mereka keJakarta dan ditambah lagi ini sudah larut malam jalanan sudah sepi tidak ada orang yang bisa ditanyai arah ke stasiun .
Hingga akhirnya muncul sebuah mobil dari arah depan .
" Mas Mas berhenti Mas itu kok kayak Pakdhe sama Budhe to ." Kata Mbak Rina
" Iya benar itu Mereka , Lalu mau kemana malam malam begini ?" Tanya Mas Gunawan serasa menginjal pedal rem mobilnya
" Nggak tau Mas ayo Kita turun samperin Mereka ." Jawab Mbak Rina
Setelah menepikan mobilnya ,Mbak Rina dan Mas Gun pun berjalan menghampiri Pakdhe dan Budhe yang sedang berjalan itu
__ADS_1
" Pakdhe , Budhe mau kemana malam malam begini ?" Tanya Mbak Rina
" Lo Rin , Gun kok Kalian ada di sini ?" Tanya balik Pakdhe .
" Iya Pakdhe ini Kami mau pulang kerumah sebentar kan Tyas sudah ada Bapak dan Ibuk ,lalu Pakdhe dan Budhe sendiri mau kemana kok jalan kaki malam malam begini ." Jawab Mbak Rina heran .
" Kami mau pulang Rin ." Jawab Pakdhe
" Pulang , Maksud Pakdhe pulang kampung ini sudah malam lo Pakdhe Budhe apa nggak sebaiknya besok pagi saja lalu dimana Wati kok nggak mengantar Pakdhe dan Budhe dan juga jarak stasiun nya dari sini masih jauh lo ." Sahut Mas Gun .
Pakdhe dan Budhe hanya tersenyum kecut mendengar pertanyaan dari Mas Gunawan barusan , Mbak Rina paham pasti terjadi pertengkaran diantara Mereka hingga akhirnya Dia pun mengajak Pakdhe dan Budhe untuk masuk mobil .
Meskipun awalnya Mereka menolak ajakan Mbak Rina untuk masuk mobil karena Mereka merasa sudah tidak punya muka lagi di hadapan keluarga besar nya Tyas , Namun Mbak Rina mampu meyakinkan Pakdhe dan Budhe kalau Mereka tidak pernah punya benci sedikitpun juga tidak ada hubungannya dengan masalah yang ada hingga akhirnya Pakdhe dan Budhe pun mau naik mobil dan ikut pulang ke rumah Mbak Rina .
Di sepanjang perjalanan Pakdhe dan Budhe hanya menunduk saja diam seribu bahasa tanpa bicara sepatah katapun hingga akhirnya Mbak Rina memulai percakapan .
"Pakdhe ,Budhe tolong jangan terus terusan menyalahkan Wati atas semua masalah ini kasian Dia juga dalam masalah ini apalagi Dia kini sedang hamil muda dan jika saja Ditya dulu jujur memberitahu pernikahannya dengan Tyas mungkin masalah ini tidak akan terjadi ."Ujar Mbak Rina mencoba mencairkan suasana .
"Iyo Nduk ,Pakdhe juga tau tapi yang membuat Pakdhe dan Budhe marah itu kenapa Wati bisa seegois itu Dia sudah tau kalau Ditya adalah suami nya Tyas yang tak lain adalah Sahabatnya namun kenapa Dia masih tetap nekad melanjutkan pernikahan sirinya dengan Ditya juga kenapa Dia tidak meminta ijin ke Kami sewaktu mau menikah dulu ." Balas Pakdhe
" Menurut Rina , Wati itu sedang emosi terbawa suasana apalagi Dia kini tengah hamil Pakdhe dan mengenai ijin menikah itu Ditya pernah bilang Mereka menikah atas desakan dari Budhe nya yang di Yogyakarta ." Kata Mbak Rina
" Apapun alasannya itu Pakdhe dan Budhe tidak bisa menerimanya Nduk Mereka sudah melakukan kesalahan besar merusak rumah tangga orang lain itu adalah sebuah dosa besar juga aib di keluarga Kami ." Sahut Pakdhe dengan nada emosi
Sementara Budhe hanya diam membisu dengan air mata yang jatuh membasahi pipinya , Nampak guratan kecewa terlihat jelas di wajah nya bagaimana bisa Gadis yang dulu dididiknya dengan kasih sayang juga tanggung jawab kini berubah jadi seorang gadis perusak rumah tangga Orang lain .
" Aku benar benar gagal jadi Ibu yang baik untuk Wati , Aku tidak bisa mendidiknya dengan baik hingga akhirnya Dia merusak rumah tangganya Tyas Aku benar benar menipu hatiku sendiri dengan semua masalah ini ." Ujar Bu Siti lirih
" Sudahlah Buk ini semua bukan hanya salah Ibuk tapi juga salah Bapak yang dulu mengijinkan Wati tinggal di Yogyakarta yang akhirnya Dia berkenalan dengan Ditya jika saja dulu Aku melarang Dia ikut Budhe ke Yogyakarta mungkin saja leadaan sekarang masih baik baik saja ." Balas Pak Imam
__ADS_1
Pak Imam segera meraih dan memeluk tubuh Bu Siti yang tengah menangis pilu , Sementara Mbak Rina yang duduk di bangku depan pun tak kuasa menahan haru hingga akhirnya ikut menangis .