
Ditya tidak menggubris permintaan Tyas yang memintanya untuk keluar dan pergi dari ruko itu, Dia terlihat berjalan menghampiri Tyas .
" Kenapa Kamu tidak mau memberi Aku kesempatan sekali lagi Ku akui dulu Aku khilaf selingkuh dibelakangMu namun kini Aku menyesalinya Aku sadar Kamu yang terbaik yang pantas mendampingi Ku , Tyas Allah saja Maha Pengampun tetapi kenapa Kamu tidak mau memaafkan kekhilafan Ku kenapa Yas? " Kata Ditya sedikit memelas
" Tidak Mas, tidak ada kesempatan untuk seorang pembohong seperti Mu." Balas Tyas dengan mata berkaca kaca mulai menangis.
" Kenapa Kamu begitu egois Yas, apakah Kamu tidak mau menyenangkan hati kedua Orang Tua Kita ayolah Kita rujuk dan mengenai Wati Kamu jangan khawatir Aku bisa sewaktu waktu menceraikan nya sebab Kami hanya menikah siri. " Sahut Ditya memaksa agar Tyas mau menerima ajakanya untuk rujuk
Tyas tampak emosi mendengar kata kata Ditya barusan air matanya menetes jatuh membasahi pipinya membayangkan bagaimana luka yang telah lama kering itu kini di coba di korek kembali oleh Ditya.
" Nampaknya Kamu sudah benar benar gila Mas yang Kamu permainkan itu adalah ikatan suci pernikahan atas nama Allah Kamu menjadikannya istri dan sekarang Kamu seenak nya saja mau menceraikan Dia hanya karena penyesalan atas perceraian Kita dulu Pria macam apa Kamu Mas sampai sampai Aku tidak bisa paham tentang maksud pemikiran Mu itu. " Ucap Tyas dengan nada oenuh emosi
" Tyas Aku mohon Yas maaf kan Aku dan Aku mohon agar Kamu mau rujuk dengan Ku ,Aku sangat mencintai Mu dan bukankah Kita saling mencintai juga Kamu harus ingat bagaimana Aku menjaga kehormatan Mu tanpa merusaknya juga Kamu harus ingat hayalan dan mimpi indah masa depan rumah tangga Kita dulu. " Balas Ditya
Nampaknya Tyas semakin emosi dengan kata kata ngeyel nya Ditya barusan Dia sungguh sudah kehabisan kesabaran menghadapi mantan suaminya itu.
__ADS_1
" Stop Mas stop Aku sudah tidak butuh kata kata gombalan dari Mu itu semakin Kamu berkata akan semakin mengorek luka dihati Ku kembali dan hal itu akan membuat Aku semakin benci ke Kamu jadi sekarang tolong tinggalkan tempat ini cepatt." Teriak Tuas dengan berlinang air mata.
" Tenangkan lah hatimu Yas pikirkan baik baik ucapan Ku barusan." Kata Ditya yang kemudian terlihat berjalan ke luar meninggalkan ruko.
Sepergi nya Ditya, Tyas menangis pilu dan Diah sebagai sahabat nya yang tau benar kisah perceraian Mereka itupun tak kuasa menahan air matanya hingga akhirnya Dia pun ikut menangis
Diah segera memeluk tubuh sahabatnya itu dan mengajaknya duduk sebentar untuk menenangkan hati juga pikirannya sementara Yesi beranjak ke dapur untuk menghilangkan segelas air putih hangat untuk Tyas minum.
" Sudah Yas, Kamu jangan terus menangis berlarut-larut dalam kesedihan ayolah bangkit." Ucap Yesi seraya mengusap pundak Sang Teman sekaligus Sang Bos itu.
" Hatiku sangat sakit Bestie apalagi kalau mengingat bagaimana Mereka menghianati Ku secara diam diam bahkan menikah itu luka dihati ini kembali terbuka dan menganga gaes." Ucap Tyas seraya mengusap air matanya.
" Terima kasih banyak Bestie bestie Ku, Kalian memang juara." Balas Tyas mencoba untuk mengalihkan pikirannya itu.
"Sekarang Kamu hapus air mataMu itu dan yuk Kita catat itu orderan yang masuk gimana? " Ajak Dia seraya mengambilkan selembar tidur untuk mengelap air matanya Tyas .
__ADS_1
Tyas dan Yesi pun mengangguk , lalu Mereka bertiga pun mulai mencatati orderan cake yang masuk hari ini juga kopi yang kebetulan hati ini orderan membludak.
Dalam hati Tyas menyemangati dirinya sendiri untuk bangkit dan menghapus jejak buruk masalalu nya dengan Ditya dulu.
Apakah Tyas menyesal tentu saja jawabanya " Iya " dan hal itu adalah wajar mengingat Ditya adalah calon suami yang dipilihkan kedua Orang Tuanya.
Namun Tyas mencoba untuk berpikir positif dan berusaha mengambil hikmah dari kegagalan nya dalam rumah tangganya dulu.
Tyas beranggapan kegagalan adalah guru terbaik nya dan juga Dia bersyukur dikelilingi oleh orang orang baik yang selalu membantu nya dan juga keluarga yang sangat sangat menyayangi juga sangat peduli padanya itu.
Pelan namun pasti semangat dihati Tyas yang semula menghilang kini tumbuh kembali apalagi dirinya kini sudah tidak sendiri lagi ada Naka yang menempati ruang hati yang kosong itu.
Tyas bersyukur apapun yang Dia cita citakan pelan pelan Allah telah kabulkan, dan benar kata pepatah akan ada pelangi setelah badai.
Jika di ruko tempat Tyas tinggal masih diselimuti rasa haru bercampur pilu namun dihibur oleh Diah dan Yesi, maka hal lain tengah dirasakan oleh Ditya. Dia merasa kecewa bercampur putus asa dengan penolakan yang diucapkan Tyas barusan .
__ADS_1
Dia menghentikan mobilnya di sebuah taman yang dulu biasa Tyas datangi dan terlihat Dia membawa dua botol miras untuk di minumnya.
Di pinggir danau buatan itu Ditya menagis melupakan semua unek unek di dalam hatinya, Dia sangat kecewa dengan penolakan Tyas tadi