Saat Suamiku Lebih Memilih Temanku

Saat Suamiku Lebih Memilih Temanku
Jangan mengulangi kegagalan yang sama


__ADS_3

" Ada apa sih Ma, kok Ditya dengar dari kamar sedari tadi Kalian ribut saja? " Tanya Ditya yang barusan keluar kamar itu.


" Nggak ada apa apa Dit, Mama hanya lagi ngingetin istri tercinta mu ini tentang tugas utama seorang istri terhadap suami nya di rumah baik urusan kebersihan , dan lain sebagai nya termasuk urusan memasak untuk suaminya jangan sampai suaminya terbiasa makan masakan wanita lain." Jawab Bu Ratih tegas


Ditya menatap wajah Wati yang terlihat tengah bersedih dengan ucapan Sang Mama itupun menjadi tidak tega kemudian Dia pun mengusap pundak sang istri sembari berkata


" Ma , please tolong jangan marahin Wati terus terusan dong kasih Dia kesempatan untuk belajar jadi istri yang baik untuk Ditya juga menjadi menantu yang baik seperti harapan Papa dan Mama jadi please jangan marahin Wati terus Ma kasian Dia." Kata Ditya berusaha membela Wati di tengah amukan Sang Mama itu


Bu Ratih yang mendengar ucapan Ditya barusan semakin emosi dan menunjukan sikap ke tidak sukaan nya kepada Wati tentunya.


" Mama tidak sedang memarahi Dia Dit, Mama hanya sedang menegur sekaligus mengingatkan Dia kalau memasak untuk suami itu tugas nya istri bukan orang lain apalagi itu Sahabatnya istri mu." Sahut Bu Ratih


Wati , Nila dan juga Ditya semakin bingung dengan kata kata Bu Ratih barusan terlebih bagi Nila yang tak paham dengan ucapan Bu Ratih itu hingga Dia pun memberanikan diri untuk berkata.


" Maaf kan Saya yang telah lancang memasak pagi ini Bu Ratih itu semua semata mata Saya kerjakan karena Saya kasihan melihat Wati yang kecapean beres beres kemarin hingga akhirnya Dia kesiangan dan tak sempat memasak sarapan pagi ini." Kata Nila gemetar berusaha menutupi kenyataan yang ada dimana memang biasanya Nila lah yang selalu memasak juga beres beres rumah itu


Bu Ratih menatap Nila dan Wati secara bergantian dengan tatapan sinis penuh emosi kemudian tatapan itu beralih kearah Ditya.


" Kamu jangan terus terusan membela Dia, Saya ini sedang menasehati menantu Saya sendiri agar belajar menjadi istri yang baik untuk suaminya, dan untuk Kamu Dit jangan sampai kegagalan rumah tanggamu yang dahulu terulang kembali." Sahut Bu Ratih sewot


" Looo Ma kok malah merembet kemana mana sih bahasan nya. " Balas Ditya yang mulai terpancing emosinya itu


" sudah Mama capek berdebat dengan Kalian." Ujar Bu Ratih sembari berjalan masuk kedalam kamar itu


Tak berselang lama Bu Ratih keluar kamar tak lupa menenteng tas nya lalu berjalan kearah luar, Sementara Ditya dan juga Nila dan Wati yang semula hendak duduk untuk mulai sarapan itu pun bangkit kembali dan segera menghampiri Bu Ratih.


" Mama mau kemana? " Tanya Ditya

__ADS_1


" Mama mau cari angin segar di rumah ini pengap penuh perdebatan." Jawab Bu Ratih tegas


" Iya, mau kemana Ma apa nggak sebaiknya Kita sarapan dulu dan selesai sarapan biar Ditya ajak Mama dan lain nya jalan jalan gimana? " Kata Ditya mencoba merayu Sang Mama


" Nggak usah Mama nggak lapar lagipula Mama mau ke ruko nya Tyas apa Kalian semua mau antar Mama kesana? " Tanya balik Bu Ratih


Kini giliran Ditya dan Wati yang dibuat shock dengan ucapan Bu Ratih barusan mengenai keinginan nya ke ruko milik Tyas, dan Mereka berdua seperti nya tengah berdiskusi lewat tatapan mata juga gestur tubuh hingga akhirnya Ditya pun mengambil keputusan yang mana membuat hati Bu Ratih senang.


" Ya sudah biar Ditya antar Mama sarapan di ruko milik Tyas ya, sementara Wati dan Nila sarapan di rumah lalu biar Mereka berdua jalan jalan mumpung hari libur." Ucap Ditya


Mendengar ucapan Ditya barusan hati Bu Ratih merasa senang amarahnya perlahan mulai turun dan Beliau pun mengangguk setuju.


Ditya segera beranjak ganti baju lalu bersiap siap mengantarkan Sang Mama untuk sarapan di ruko milik Tyas, sementara Wati dan Nila memilih tetap di rumah untuk sarapan sebelum akhirnya Mereka berdua juga pergi jalan jalan .


" Nil Kamu tau nggak siapa Tyas pemilik ruko yang dimaksud oleh Mama mertua ku tadi? " Tanya Wati pada Nila saat Mereka berdua tengah dalam perjalanan menuju sebuah pusat perbelanjaan itu.


" Dia itu mantan istrinya Mas Ditya." Jawab Wati


" Apaaaa Kamu nggak bohong kan Wat? " Kata Nila kaget dan hampir tak mempercayai ucapan Wati barusan


" Aku nggak bohong Nil, memang Mama mertua ku itu sangat sayang sama Tyas mantan istrinya Mas Ditya dan lebih sering memuji muji Dia di depan ku, juga kurang menyukai Aku, tapi nggak papa juga Nil yang penting Mas Ditya mencintai Aku ya kan." Jawab Wati seraya tersenyum


" Sabar ya Wat, semoga saja suatu hari nanti Allah membukakan hati mertua mu agar bisa menyayangi mu seperti Dia, dan juga Kamu harus berusaha menjadi lebih baik lagi agar Beliau cepat move on dari mantan menantunya itu." Jawab Nila bijak


Ya meskipun di dalam benaknya Nila bertumpuk tumpuk berbagai pertanyaan mengenai alasan kenapa bisa Ditya bisa bercerai dengan mantan istrinya dulu juga mengenai alasan kenapa pernikahan Wati dan Ditya dulu di laksanakan secara sembunyi sembunyi.


Namun demi menjaga perasaan sahabat karibnya itu, Nila lebih memilih untuk menyimpan berbagai pertanyaan nya itu rapat rapat dalam hati nya dan Dia pun lebih memilih untuk mengalihkan topik pembicaraan nya dengan bahasan lainnya yang mengundang gelak tawa diantara Mereka berdua.

__ADS_1


Sementara Ditya dan Bu Ratih yang masih dalam perjalanan menuju ruko milik Tyas itu terlihat tengah mengobrol santai membahas perihal kenaikan jabatan nya Ditya di kantor tempatnya bekerja selama ini


Hingga tiba tiba Bu Ratih membahas sesuatu yang agak nya membuat Ditya sedikit salah tingkah di depan Sang Mama itu.


" Dit apakah Kamu menyukai Nila sahabatnya istrimu itu? " Tanya Bu Ratih


Ditya sangat kaget dengan pertanyaan Snag Mama barusan itu, Dia langsung menoleh kearah Sang Mama yang duduk santai di samping nya itu.


" Apa maksud Mama, kenapa Mama bertanya seperti itu Ma? " Tanya balik Ditya


" Mama nggak punya maksud apa apa sih hanya ingin bertanya saja kok Aku lihat perhatian Mu keDia nggak wajar aja." Jawab Bu Ratih


" Ya nggak mungkin lah Ma, Dia itu sahabatnya istri ku dan Aku sangat mencintai istri ku sepenuh hati Ma jadi Mama jangan menuduh macam macam ah . " Jawab Ditya berbohong


" Ya bagus lah kalau begitu, ingat ya Dit Mama nggak mau kegagalan Mu dulu terulang kembali ya meskipun Kamu tau kalau Mama nggak suka sama si Wati tapi Mama juga nggak mendukung kalau sampai Kamu selingkuh dengan Nila seperti dulu Kamu selingkuhin Tyas." Sahut Bu Ratih enteng


" Ya nggak dong Ma, Wati itu cinta pertamaku dan Aku nggak mungkin menghianati nya lagipula Nila itu sudah ku anggap seperti sahabat Ku sendiri." Balas Ditya yang lagi lagi berbohong.


Hingga tak terasa Mereka sadari mobil yang Mereka tumpangi telah sampai di depan pelataran ruko yang kini disulap penampilannya menjadi cantik mewah elegant dengan renovasi terbarunya.


Ditya segera memarkirkan mobilnya lalu segera turun membukakan pintu mobil untuk Sang Mama dan berjalan masuk kedalam ruko tersebut secara beriringan.


Jika Bu Ratih merasa sangat kagum dengan kemegahan sekaligus penampilan menariknya Ruko itu maka hal lain tengah di rasakan Ditya dimana dirinya merasa sedikit deg deg an juga merasa kurang percaya diri untuk bertemu dengan Tyas yang dulunya adalah mantan istrinya dan kini menjadi istri dari pemilik perusahaan tempatnya bekerja itu.


Mereka berdua telah masuk kedalam ruko tersebut dan di sambut oleh Diah sahabat sekaligus orang kepercayaan nya Tyas di ruko tersebut.


Namun sayang nya Mereka berdua harus sedikit kecewa karena orang yang di carinya yakni Tyas ternyata belum datang, Diah memberitahu Bu Ratih juga Ditya bahwasanya Tyas sudah dalam perjalanan dan sebentar lagi sampai dan mempersilahkan Mereka berdua untuk duduk dulu menunggu kedatangan nya Tyas.

__ADS_1


__ADS_2