
Pagi pun tiba sinar mentari hangat menyapa dunia beserta isinya, dan nampak dengan jelas kesibukan yang luar biasa persiapan untuk hajatan di rumah Pak Samsul atau rumah kedua Orang tuanya Tyas.
"Yas Kamu temani Mbak Yuni kepasar beli semangka ya untuk tambahan es buah buat tamu yang hadir besok." Ucap Ibuk seraya menyerah kan tas keranjang besar untuk semangka nanti.
" Iya buk, kalau begitu Tyas mau siap siap dulu ganti baju." Balas Tyas seraya pamit masuk kamar untuk ganti baju.
Tak berselang lama Tyas pun sudah rapi dengan pakaiannya dan sudah siap untuk berangkat menemani Mbak Yuni ke pasar.
" Ayo Mbak Kita berangkat." Ajak Tyas kepada Kakak Ipar nya itu
" Ayo Kamu bonceng Aku ya Yas." Balas Mbak Yuni seraya meminta untuk di bonceng
Kemudian Mereka berdua pun berangkat kepasar untuk belanja , di sepanjang perjalanan menuju pasar Mereka pun mengobrol santai membahas banyak hal tetapi lebih banyak bernostalgia mengenang masa dulu sebelum Tyas menikah dan pindah ke Jakarta.
Hingga tanpa terasa Mereka telah sampai di tempat tujuan Mereka yakni pasar sayur tradisional terdekat, Tyas pun segera memarkirkan Sepeda matic nya di tempat khusus parkir sepeda motor lalu Mereka berdua pun berjalan bergandengan masuk kedalam pasar.
di dalam pasar Mereka segera membeli beberapa barang yang dibutuhkan nanti dan kebetulan sudah di catat oleh Ibuk jadi memudahkan Mereka untuk membeli.
Puas membeli sayur sayuran segar, Mereka beralih lapak menuju stand penjual buah buahan dan langsung memilih dua buah semangka yang sama besarnya lalu meminta ke pedagang untuk menimbangnya dan tak lupa Mereka membayar buah semangka nya itu.
Setelah semua barang belanja sudah di dapat akhirnya Mereka berdua pun berjalan keluar dari pasar dan menuju di sepeda motor yang diparkiran tadi.
Saat tengah berjalan seraya membawa belanja itu tanpa sengaja Tyas bertabrakan dengan seorang pemuda yang cukup tampan dan terlihat dari kaum pegawai negeri hal itu terlihat jelas dari baju dinas yang Dia pakai berikut lengkap dengan atributnya.
" Kamu Ning Tyas kan? " Tanya pemuda tampan itu seraya menatap wajah Tyas
Tyas terlihat kaget sebab Pria itu tau namanya dan Dia pun mengingat ngingat siapa gerangan pria itu.
__ADS_1
" Iya benar Kamu Tyas kan putri Pak Samsul? " Tanya Pria itu seraya tersenyum manis kearah Tyas
Sementara Tyas masih sibuk mengingat ngingat siapa Dia sebenarnya hingga Mbak Yuni pun menyikut lengan Tyas berharap agar segera menjawab pertanyaan pria itu
" Iya benar Aku Tyas dan maaf Anda ini siapa ya apakah Kita pernah kenal sebelumnya? " Tanya Tyas balik
Terlihat Pria itu tertawa gemas sembari berpikir bagaimana bisa Tyas lupa padanya, dan Pria itu juga nampak mengagumi perubahan pada diri Tyas baik secara fisik yang sekarang terlihat sangat cantik elegant dan secara sikap masih saja sopan seperti dulu.
" Ya Allah Yas, Kamu lupa ya sama Aku." Balas pria itu
" Iya maaf mungkin Kita sudah lama tidak berjumpa jadi Aku lupa siapa Anda." Sahut Tyas
" Aku Herawan, Yas teman sewaktu SMP dulu." Jawab Herawan
Iya Herawan nama Pria itu, teman semasa sekolah Tyas dulu dan sekian lama tidak berjumpa kini Mereka bertemu secara tidak langsung
" KabarKu baik, oya gimana kalau Kita ngobrol di sana dulu mumpung ketemu Kamu nggak keberatan kan Yas, Mbak? " Tanya Herawan pada Tyas dan Mbak Yuni
Tyas pun mengangguk tanda setuju sementara Mbak Yuni memilih untuk ijin pulang lebih awal sebab mau Mbak Yuni tidak mau mengganggu waktu ngobrolnya Tyas dan Herawan .
" Kamu mau minum apa Yas biar Aku belikan? " Tanya Herawan sesaat setelah Mereka sampai dan duduk di bangku taman kecil samping pasar
" Ah nggak usah repot repot Mas tadi Aku sama Mbak Yuni sudah minum jamu di dalam pasar sana." Jawab Tyas sopan
Mendengar jawaban dari Tyas barusan Herawan pun mengurungkan diri yang semula hendak berjalan membeli minuman untuk Mereka berdua dan memilih untuk duduk di samping Tyas
" Kamu sekarang tambah cantik dan berkelas saja Yas, dan Aku dengan Kamu sekarang buka usaha jualan menu sarapan pagi di Jakarta sana dan cukup sukses usaha Mu itu? " Tanya Herawan seraya menatap wajah Tyas intens
__ADS_1
" Ah Terima kasih Mas Kamu terlalu berlebihan dan mengenai usaha ku di Jakarta sana ya alhamdulillah pelan pelan sudah banyak kemajuannya." Jawab Tyas jujur
Kemudian Mereka pun melanjutkan obrolannya itu sekitar sepuluh menitan dan Tyas pun berpamitan untuk pulang sebab terlihat Ibuk beberapa kali menghubinginya lewat telepon
" Biar Aku antar Yas." Kata Herawan menawari diri untuk mengantar Tyas pulang
" Nggak usah Mas biar Aku naik ojek saja kasian Kamu sibuk." Balas Tyas sopan
" Sudah Kamu jangan nolak lagi, yuk Kita kesana mobilku ada disana dan Aku akan mengantarkan Kamu pulang." Ucap Herawan seraya menunjuk kearah mobilnya yang terparkir rapi di parkiran khusus mobil
Tyas pun tidak bisa lagi menolak dan akhirnya Dia pun pulang dengan diantarkan oleh Herawan sampai depan rumahnya yang kebetulan sudah ramai para tetangga juga sanak family yang berdatangan untuk membantu masak memasak untuk acara hajatan lusa.
" Ayo mampir dulu Mas biar aku bikinkan kopi." Ucap Tyas sesaat setelah Mereka telah sampai di depan rumah dan terlihat Mereka tengah menurunkan barang belanjaan dari dalam mobil milik Herawan itu
Dan belum sempat Herawan menjawab ajakan Tyas barusan, Nampak dari arah belakang muncullah Bapak .
" Lo Pak Camat Wawan, Ada urusan apa Pak kok sampai ke sini? " Tanya Bapak yang kaget dengan kedatangan Pak Camat di depan rumahnya itu
" Nggak ada urusan apa apa Pak tadi Saya ketemu Tyas di jalan dan Kami mengobrol singkat dan Tyas mohon ijin untuk pulang awal lalu Saya antar pulang." Jawab Herawan jujur
" Lo Kalian sudah saling kenal kah? " atanya Pak Samul yang anget saat mendengar penuturnya Herawan barusan.
" Iya tentu saja Pak, Mas Herawan ini sahabatku sewaktu sekolah dan sekian lama berpisah hari ini Kita bertemu kembali." Jawab Tyas sumringah.
"Oh begitu to cerita nya ya sudah ayo mampir Pak Camat." Kata Pak Samsul seraya menawarkan kopi pada Herawan
" Ah nggak usah Pak Samsul, Herawan mau pamit dulu sebab mau mencari Pak Lurah. " Balas Herawan
__ADS_1
Kemudian Herawan pun pamit untuk pulang sementara Tyas terlihat Dia tengah membawa barang belanjaan nya tadi itu kedalam dapur.