
Seketaris Anton segera menghubungi para anak buahnya meminta Mereka untuk menyelidiki Maritha juga Tomy apakah Mereka terlibat dalam musibah yang menimpa Tyas.
Selesai berbincang bincang sebentar dengan Seketaris Anton, Naka mengajak Anton Sang Sekertaris pribadinya itu untuk keluar mencari makan di sebuah restoran dekat kantor dan sebelum menuju restoran tersebut Mereka menyempatkan diri mengunjungi ruko tempat usaha milik Tyas.
Kehadiran Mereka disambut oleh para pekerja di ruko itu termasuk Diah dan Yesi yang langsung menanyakan kabar Tyas juga Mereka menyampaikan bela sungkawa tas musibah yang menimpanya itu.
Naka menerima ucapan bela sungkaaa dari para pekerja di ruko itu dengan diliputi rasa hari dan tak lupa Dia juga berterima kasih atas perhatian juga ke loyal an Mereka terhadap usaha milik Tyas meskipun Sang empunya usaha sedang dirundung musibah hingga tidak bisa mengawasi Mereka semua di ruko.
Meskipun Tyas tidak ada tak sedikit pun Mereka lengah maupun ceroboh, Mereka tetap saja sama malah semakin rajin cekatan apalagi kini skala usaha milik Tyas sudah berkembang cukup pesat baik secara online maupun offline apalagi orderan untuk cake durian dan cake macha nya sangat sangat membludak bahkan Mereka terpaksa harus lembur demi mengejar target.
Dan sebagai apresiasi atas kerja keras Mereka semua Naka memberi doble bonus akhir bulan kepada semua pekerja di ruko tempat usaha Tyas ,dan para pekerja itu pun sangat senang bersyukur kepada Allah atas bonus yang diberikan kepada Mereka semua itu.
Urusan bagi membagi bonus bulanan sudah beres begitupun juga dengan urusan lainnya, kini Naka dan Seketaris Anton pun melanjutkan perjalanan Mereka menuju restoran tempat Mereka berdua makan siang.
Semula Naka mengajak Seketaris Anton untuk makan siang di restoran dekat dengan kantor miliknya namun nampaknya Dia berubah pikiran dan mengajak Seketaris Anton untuk makan di restoran hotel bintang lima di pusat kota yang mana separoh lebih saham hotel itu juga milik Bagaskara Grub jadi Mereka berniat untuk makan siang di sana sekaligus meninjau kinerja juga perkembangan hotel mewah tersebut.
" Maaf Tuan kenapa Anda tiba tiba ngajak ke hotel sini ada apa gerangan? " Tanya Seketaris Anton heran
" Ya nggak ada apa apa sih cuma Aku pengen aja kesini makan sekalian meninjau hotel mewah ini." Jawab Naka
Kemudian Mereka berdua pun terlihat berjalan memasuki pintu utama masuk hotel mewah tersebut dan langsung di sambut oleh resepsionis beserta manager hotel tersebut.
" Selamat siang Tuan Naka, ada angin apa yang membawa Anda dan Seketaris Anton sampai di tempat ini, sungguh Anda sangat lama sekali tidak mengunjungi hotel? " Sapa Manager hotel mewah itu sesaat setelah melihat Naka dan Seketaris Anton masuk kedalam hotel tersebut
" Em selamat siang juga manager Han, tadi Kami berdua kebetulan lewat daerah sini jadi sekalian mau mampir untuk makan siang sekaligus meninjau perkembangan hotel Kalian tidak keberatan kan." Jawab Naka sopan
__ADS_1
" Oh tentu saja tidak Tuan, Kami sangat senang hati dan bersuka cita menyambut kedatangan Anda dan Seketaris Anton kesini dan Kami akan menyiapkan ruang khusus untuk Anda dan Seketaris Anton menikmati santap siang." Sahut Manager Han
" Terima kasih." Balas Naka singkat
Manager Han segera pamit menyiapkan ruangan khusus untuk Naka dan Seketaris Anton makan siang, Sementara Naka yang ditemani Seketaris Anton juga Manager operasional hotel itu pun berjalan jalan sebentar untuk melihat lihat keadaan hotel sekaligus memeriksa kinerja pegawai di sana.
Mulanya Naka dan Seketaris Anton juga Manager itu berjalan di sekitaran loby hotel mewah tersebut lalu berganti Ballroom hotel lalu memeriksa keadaan lantai atas dengan naik lift dan satu persatu lantai hotel tersebut disinggahi nya
Dan seperti nya tidak ada masalah di hotel mewah tersebut hingga akhirnya Mereka memutuskan untuk kembali ke lantai bawah bagian restoran privat hotel tersebut untuk makan siang.
Dengan menggunakan lift yang sama Mereka turun kebawah dan sepertinya suasana di hotel siang itu sedikit ramai dimana para pengunjung terlihat memasuki lift tersebut untuk turun kebawah mungkin hendak membeli makan.
Naka yang tadi di temani oleh Seketaris Anton juga Manager operasional hotel tersebut berada di barisan belakang di dalam lift tersebut ya maklum saja Mereka adalah penumpang pertama lift tersebut.
Jika Naka tengah sibuk membalas pesan dari istri tercintanya lewat WA hingga tak sempat melihat siapa orang barusan naik lift tersebut, maka hal lain berbeda dengan Seketaris Anton dimana secara tidak sengaja Dia sempat melihat sepasang pria dan wanita itu yang sepertinya adalah Maritha dan Tomy.
Sebenarnya Seketaris Anton ingin sekali langsung memberitahu keberadaan Maritha dengan Tomy di lift itu kepada Naka namun keinginan itu dipendam nya sebentar sebab Dia ingin tau apa yang tengah dibicarakan oleh Maritha dan Tomy yang kelihatan nya sangat lah menyenangkan kan itu.
" Makasih ya sayang Kamu hebat. " Bisik Tomy pada telinganya Maritha namun masih bisa di dengar oleh Seketaris Anton
" Iya asal Kamu melakukan apa yang Aku mau pasti Aku akan dengan senang hati melayani mu." Balas Maritha manja
" Oh gadis Ku ,Kau jangan khawatir Aku akan melakukan apapun itu asal Kamu senang termasuk dengan membunuh wanita kampung itu." Sahut Tomy dengan sedikit emosi
Seketaris Anton yang sengaja mengendap mendekati Mereka berdua itu pun dapat dengan jelas mendengar pembicaraan antara Maritha dan Tomy itu dan Dia pun semakin curiga bahwa Maritha lah dalang dibalik musibah yang menimpa Tyas.
__ADS_1
Dia segera beranjak pelan pelan mundur lalu membisikan sesuatu di telinganya Naka yang intinya Dia memberitahu Naka bahwa Maritha dan Tomy ada di dalam lift itu dan kelihatan nya tengah membahas rencana busuk terhadap Tyas.
Naka segera menyimpan ponsel nya dan mengikuti langkah Seketaris Anton untuk sedikit maju lalu mulai mencuri dengar pembicaraan Maritha dan Tomy di dalam lift itu.
" Untuk membunuh sepertinya jangan deh Tom, Aku juga nggak sejahat itu toh Aku sudah sangat puas dengan penderitaan yang dirasakan oleh wanita kampungan itu yang mana Dia harus kehilangan calon bayi yang ada dalam kandungannya itu dan hal ini memudahkan Aku untuk mengambil langkah selanjutnya." Kata Maritha sedikit lirih
Naka dan Seketaris Anton sangat kaget bak di sambar petir manakala Mereka berdua mendengar ucapan Maritha barusan lebih lebih Naka Dia menjadi emosidan ingin sekali meninju Mereka berdua
Namun niatan Naka itu berhasil dihalau oleh Seketaris Anton , sungguh Dia tidak ingin nama baik Naka tercemar dengan perbuatan konyol itu sebab di dalam lift tersebut masih ada Manager operasional hotel yang menemani Mereka tadi juga ada pengunjung hotel lainnya dan Seketaris Anton pun mengajak Naka untuk mendengar lanjutan obrolan nya Maritha dan Tomy.
" Langkah apa yang akan Kamu ambil sayang? " Tanya Tomy penasaran
" Ya itu rahasia ku dong yang jelas Aku tidak rela jika Naka jatuh kepelukan wanita kampungan itu sungguh Aku tidak rela dan Aku bersumpah akan menghancurkan rumah tangga Mereka . " Jawab Maritha bersungut sungut
Mendengar ucapan Maritha baru membuat Naka hampir kehilangan kendali untung saja Seketaris Anton masih bisa meredam nya Dia memiliki Naka agar menunggu sampai lift tersebut berhenti dilantai satu dan langsung menginterogasi Mereka berdua.
Dan untung nya Naka ini bukanlah orang yang gegabah Dia bisa menahan emosi nya dan menututi kata kata Seketaris Anton barusan untuk menunggu sampai lift tersebut telah sampai di lantai bawah.
Dan benar saja tak berselang lama lift itu telah sampai di lantai bawah dan pintunya pun mulai terbuka, para penumpang lift tersebut terlihat keluar dari dalam lift secara bergantian hingga tiba giliran Maritha dan Tomy keluar Naka buru buru menghentikan langkah Merek berdua
" Berhenti." Kata Naka menghentikan langkah Maritha dan Tomy
Maritha dan Tomy pun kaget dan langsung menoleh hendak melihat siapa yang telah berani menghentikan langkah Mereka itu dan alangkah kagetnya Mereka berdua saat tau kalau Naka lah yang telah menghentikan Mereka itu.
Dengan wajah pucat pasi karena ketakutan Maritha memberanikan diri menatap wajah Naka laki laki yang di gandrunginya itu dan wajah Seketaris Anton secara bergantian
__ADS_1