
" Naka tunggu." Panggil seorang gadis cantik berdandan seksi, seusia Naka itu.
Naka dan Tyas yang tengah berdiri di depan mobil milik Naka itupun menoleh kearah gadis yang tengah memanggil namanya tersebut
Ya benar gadis yang memanggil Naka itu adalah " Maritha " Dia adalah mantan kekasih nya Naka sejak Kuliah dulu Dia adalah pacar pertama Naka.
Kisah cinta Mereka dulu indah dan romantis namun semua itu hanya semu saat saja sebab Maritha diam diam sudah selingkuh dengan pria lain dibelakangnya Naka dan memilih meninggalkan Naka saat Dia tau perusahaan milik Naka dalam abang kebangkrutan.
Penghianatan yang dilakukan Maritha sungguh menghancurkan hati dan perasaan Naka waktu itu hingga sukses membuat dirinya menutup hati untuk wanita lain dan fokus untuk membangkitkan kembali perusahaan Bagaskara yang diambang kehancuran itu.
Kini perusahaan yang dipimpin Naka itu telah bangkit kembali dan berkembang cukup pesat dan besar cabang nya ada dimana mana bahkan sampai luar pulau dan menjalin kerja sama dengan perusahaan asing milik luar negri.
" Sayang Kamu masuk mobil dulu ya." Kata Naka seraya menoleh kearah Tyas
Tyas kaget dan bengong mendengar Naka meminta dirinya masuk mobil duluan dan yang paling membuat nya kaget dan bingung itu saat Naka memanggilnya dengan sebutan Sayang itu.
Maritha berjalan mendekat kearah Mereka berdua, Dan Naka yang tak ingin Tyas bertemu dengan Maritha pun segera membuka kan pintu mobil nya untuk Tyas seraya berkata.
" Sayang Kamu cepetan masuk mobil tungguin Aku di dalam mobil Aku mau ngomong sesuatu dulu sama Dia." Kata Naka seraya menunjuk kearah Maritha dengan dagunya itu
Tyas pun mengangguk paham kemudian Dia pun menuruti perintah Naka itu untuk segera masuk kedalam mobil milik Naka.
" Ada apa Kamu memanggilku?" Tanya Naka dengan suara dinginnya itu.
" Naka Kamu apa kabar dan siapa gadis kecil itu apakah Dia adik atau keponakanMu? " Tanya Maritha dengan suara manja nanti manis nya itu seraya mendekati Naka
Naka terlihat menjaga jarak dan menolak manakala Maritha hendak memeluknya itu, Dia juga terlihat menolak saat Maritha hendak menyalami tangannya itu.
" Nggak usah basa basi lagi ada perlu apa Kamu memanggilku? " Tanya Naka tanpa menatap wajah Maritha.
" Ya Aku ingin tau kabarMu aja dan Aku mau minta maaf atas kesalahan Ku dulu Naka." Jawab Maritha dengan senyum manisnya itu.
" Ya kabarKu seperti yang Kamu lihat Aku baik baik saja bahkan Aku sangat baik dan mengenai permintaan maafMu itu Aku sudah memaafkan nya jauh sebelum Kamu meminta maaf." Balas Naka
" Makasih sayang nggak dia sia Aku jauh jauh pulang dari swiss untuk menemui Mu dan meminta maaf padaMu yang nyatanya sesuai tebakanKu." Sahut Maritha.
Naka nampak tak menanggapi perkataan perkataan Maritha barusan Dia lebih memilih memandangi Tyas yang tengah asik mengamati interior mobil miliknya yang menurut Naka Tyas terlihat imut dan cantik berkelas.
__ADS_1
" Sayang siapa gadis itu apakah Dia adik sepupu Mu?" Tanya Maritha seraya menunjuk kearah Tyas yang duduk di dalam mobil sport milik Naka.
" Dia Orang yang spesial bagiku Dia calon istri Ku dan tolong stop Memanggilku dengan kata kata mu yang menjijikan itu." Jawab Naka dengan nada sinis
" Nggak mungkin itu Naka, Kamu pasti bercanda?" Tanya Maritha kaget
" Terserah Kamu percaya atau tidak yang jelas Aku sudah kasih tau Kamu dan maaf calon istri Ku sudah nunggu lama jadi Aku pamit pulang dulu." Jawab Naka seraya membalikkan badan hendak meninggalkan Maritha yang masih berdiri mematung.
" Naka tidak bisakah Kita memulai nya seperti dulu?" Tanya Maritha saat melihat Naka sudah berjalan hendak meninggalkannya itu.
Naka menoleh sebentar kearah Maritha itu seraya tersenyum sinis
" Heh simpan saja keinginan Mu itu." Jawab Naka seraya berjalan menyusul Tyas yang sedari tadi mengamati nya dari dalam mobil
" Naka tunggu Naka Kamu tidak bisa seperti ini Aku tau Kamu pasti berbohong sebab Kamu hanya cinta sama Aku saja dan Kamu nggak mungkin bisa menolak cintaku kembali Naka." Kata Maritha seraya berusaha menghentikan langkahnya Naka
Namun nampaknya Naka benar benar emosi dan tidak peduli dengan perkataan juga air matanya Maritha sungguh Dia sudah menghapus nama juga menghapus kenangan juga kisah cintanya dengan Maritha
Naka segera masuk kedalam mobilnya menyusul Tyas yang sedari tadi menunggunya di dalam mobil, Tyas yang sedari tadi mengamati perdebatan Mereka itu pun terlihat bengong tanpa berani bertanya terlebih dahulu pada Naka
Dan nampaknya Naka paham akan apa yang tengah dipikirkan oleh Tyas itu, Naka pun segera menghidupkan mobil nya berjalan mengendarai mobilnya melewati Maritha yang masih saja memanggil manggil namanya.
Tyas kaget dengan pertanyaan Naka barusan dari mana Naka bisa tau kalau dirinya ingin tanya tentang siapa wanita itu cuman Tyas dalam hati
" Dia mantan Ku Yas, Maritha namanya." Ucap Naka seraya memandang lurus kearah depan
" Maksud Mas Naka, Dia mantan pacar atau istri Mu? " Tanya Tyas bingung
" Dia mantan pacar Ku, Kami pacaran sejak kuliah dulu dan Dia diam diam menghianati Ku dengan menjalin hubungan dengan pria lain yang lebih kaya dari Ku." Jawab Naka dengan suara lirih seakan Dia masih memendam rasa kecewa nya pada Maritha
" Oh." Balas Tyas singkat
" Kita mampir ke taman itu dulu yuk Yas mumpung ada pasar malam sekalian Kita ngobrol mau kan Kamu? " Tanya Naka
" Ok." Jawab Tyas singkat
Naka pun menepikan mobilnya di depan sebuah taman besar yang kebetulan sedang ada pasar malam itu, Kemudian Mereka pun terlihat turun dari mobil dan berjalan beriringan memasuki area taman tersebut
__ADS_1
" Kita cari makan dulu yuk Yas, buat ngobrol nanti." Ajak Naka
" Aku mau beli minum aja deh Mas soalnya Aku masih kenyang tadi makan lumayan banyak heheheh." Jawab Tyas seraya tersenyum manis.
Naka pun mengajak Tyas berjalan menuju barisan stand penjual aneka minuman itu , dan terlihat Tyas memilih membeli lemon tea cup sementara Naka memilih jus mangga.
Selesai membeli minuman tersebut, Mereka berdua pun berjalan menuju bangku taman yang kosong dan duduk di sana.
" Yas Aku pengen cerita boleh nggak?" Tanya Naka seraya menoleh kearah Tyas
" Silahkan Mas dan dengan senang hati Aku akan mendengarkan nya." Jawab Tyas dengan senyum manisnya seraya menatap Naka dengan seksama
" Sebenarnya kisah asmara Ku hampir sama dengan kisah asmara yang Kamu jalani dulu." Ucap Naka memulai cerita nya itu
" Maksud nya Kamu juga dihianati begitu Mas?"Tanya Tyas kaget
" Iya, Dia meninggalkan Aku saat kehidupan ekonomi Ku dan keluarga sedang tidak baik baik saja dan bisa dibilang diambang kehancuran." Jawab Naka dengan suara paruh menahan tangis
" Haah, kenapa bisa begitu Mas? " Tanya Tyas heran
" Maritha itu dulu nya gadis yang baik dan tak memandang harta dan hal itu pula yang membuatKu suka pada Dirinya, Namun seiring waktu yang terus berjalan sepandai pandai nya orang menyembunyikan sifat aslinya pasti akan terkuak juga sifat aslinya yang mana sangat menuntut bahkan bisa dibilang matrealistis mengukur segalanya dengan uang." Jawab Naka seraya melamun mengingat luka hatinya dulu
" Terus? " Tanya Tyas yanng mulai kepo itu
" Hingga saat usaha milik almarhum kakek Ku dulu mengalami cobaan yang hampir membuatnya gulung tikar diambang kehancuran akibat meninggalnya Kakek ku dan penghianatan rekan bisnisnya itu, Maritha diam diam berselingkuh dengan pria lain yang lebih kaya dan lebih mapan dari Ku." Jawab Naka mencoba membuka memori kenangan buruk di angan nya itu
" Terus dari mana Mas Naka tau kalau Dia menghianati Mu ? " Tanya Tyas mulai merasakan iba itu
" Waktu itu tak sengaja saja Aku memergoki nya, Aku meminta Dia untuk memilih lelaki itu atau Aku namun nyatanya Dia lebih memiliki lelaki itu dan meninggalkan Aku dan segudang masalahKu kalau itu," Jawab Naka panjang lebar
Tyas mendengar kan semua cerita Naka itu dengan seksama mulai dari awal penghianatan oleh Maritha hingga usahanya untuk bangkit kembali menata hidupnya hingga akhirnya bisa seperti sekarang ini.
" Jadi sebenarnya Mas Naka ini sekarang kerja dimana? " Tanya Tyas yang mulai curiga itu
Nampaknya Naka paham dan tau kalau Tyas mulai curiga dengan pekerjaan dan status nya itu dan bukan Naka namanya kalau tidak pandai ngeles
"Aku sekarang kerja di toko perhiasan milik almarhum kakek Ku Yas, dan suatu hari nanti pasti Kamu akan tau heheheh." Jawba Naka seraya nyengir kuda menutupi kebohongan nya itu
__ADS_1
Kemudian Mereka pun melanjutkan obrolannya sampai larut malam, Barulah Naka mengajak Tyas untuk pulang kerumahnya masing masing.