
Tyas mencoba menahan rasa mualnya itu agar jangan sampai muntah dan Naka yang paham kalau istri nya itu menahan mual langsung berinisiatif mengambilkan air putih hangat dan langsung meminta nya untuk segera meminumnya berharap agar rasa mual itu mereda.
" Huahahahah dasar lidah lokal dikasih makan enak malah nggak mau." Ejek Mbak Rina
Tyas yang mendengar ucapan Mbak Rina itu pun tersenyum dan meminta maaf karena Dia benar benar tidak bisa makan makanan yang disajikan malam itu dan anehnya Dia memilih untuk makan salad sayur saja ketimbang makan daging atau lainnya.
Selesai makan malam itu semua kembali ke kamar masing masing untuk istirahat guna mengumpulkan tenaga untuk perjalan pulang ke tanah air besok.
Kini Tyas dan seluruh rombongan sudah berada di dalam pesawat dan duduk di kursi kelas bisnis sama persis yang Mereka tumpangi sewaktu berangkat kembali.
Dan kejadian yang kemarin seperti nya terulang kembali Tyas terlihat gelisah dan sedikit mual, Naka yang berada di samping nya itu pun paham dan menarik kursi penumpang milik Tyas agar Dia bisa leluansa untuk berbaring istirahat.
" Sayang Kamu kenapa kok akhir akhir ini gelisah bercampur mual apakah Kamu sakit? " Tanya Naka sesaat setelah Mereka turun dari pesawat dan berjalan menuju pintu keluar bandara itu
" Nggak Mas mungkin Aku mabuk perjalanan saja." Jawab Tyas
" Iya lo Yas kok Eyang perhatiin Kamu kok kayak kurang enak badan begitu." Sahut Eyang Putri
" Tyas nggak papa kok Eyang, mungkin Tyas hanya kecapean bercampur mabuk perjalan kan ini pengalaman pertama nya Tuas naik pesawat keluar negeri pula." Jawab Tyas sopan
" Ya sudah nanti sampai timah biar Ibuk pijitin ya." Sahut Ibuk
" Nggak usah Buk, Ibuk juga capek kok lagian Tyas nggak papa kok nanti sampai rumah langsung mandi juga segar kembali." Balas Tuas meyakinkan kepada Mereka semua kalau dirinya baik baik saja.
Sopir yang menjemput Mereka telah sampai dan langsung membantu Mereka memasukan semua koper koper kedalam bagasi mobil dan langsung membawa seluruh penumpang itu pulang kerumah Eyang Putri karena kebetulan malam sudah semakin larut.
Sesampainya di rumah Eyang Putri, Tyas segera masuk kedalam kamar dan langsung masuk kamar mandi untuk mandi membersihkan diri lalu ganti baju sementara Naka terlihat tengah membawa masuk koper miliknya dan milik Tyas itu kedalam mobil pribadinya untuk dibawa pulang ke apartemen nya besok pagi
Selesai mandi dan menyisir rambutnya, Tyas segera turun ke lantai bawah bergabung dengan anggota keluarga lainnya yang tengah menunggu di meja makan untuk mengobrol santai sejenak sebelum beristirahat
Hingga malam pun semakin larut dan Mereka pun membuyarkan diri masuk kedalam kamar masing masing untuk istirahat demikian pula dengan Tyas dan Naka yang masuk kedalam kamar tidur milik Mereka untuk istirahat sebab sudah sangat capek bagi Mereka hari ini menempuh perjalanan yang cukup jauh
Pagi pun tiba, Tyas udah terbangun dari tidur nya dan merasakan mual yang luar biasa pada perutnya hingga memaksanya lagi ke dalam kamar mandi dan langsung memuntahkan seluruh isi perutnya yang hanya berisi air itu di lobang kloset kamar mandi
" Hoekkkk.
"Hoekkkkk.
"Hoekkkk.
__ADS_1
Tyas terus saja memuntahkan isi perutnya yang kosong itu dan sukses membuat Naka yang masih terlelap itu pun bangun dan langsung berlari menyusul istrinya yang tengah duduk lemas di depan wc itu dengan posisi jongkok
" Sayang Kamu kenapa kok jadi muntah muntah begini mana yang sakit? " Tanya Naka yang panik tak karuan itu
" Aku nggak tau Mas, bangun tidur perut kuku mual banget pengen muntah." Jawab Tyas seraya memuntahkan kembali isi perutnya
Naka semakin panik dengan keadaan istrinya itu dan Dia pun segera lari keluar kamar dan langsung mengetuk pintu kamar milik Eyang Putri juga kamar Ibuk dan Bapak yang kebetulan tadi malam menginap di rumah Eyang Putri itu
" Ada apa Naka kok Kamu panik begini? " Tanya Eyang Putri seraya membuka pintu kamar tidur nya itu
" Itu Eyang, Tyas tiba tiba muntah muntah tak karuan ." Jawab Naka terbata bata
" Apa terus sekarang gimana keadaannya? " Tanya Bu Rukmi yang baru saja keluar dari dalam kamar itu
" Dia masih ada di kamar mandi Buk. " Jawab Naka seraya berlari menuju kamar tidur nya itu
Eyang Putri dengan diikuti oleh Bapak dan Ibuk itu pun segera menyusul Tyas dan Naka yang berada di kamar nya memastikan bagaimana keadaan Tyas yang sebenarnya
Tyas terlihat sangat pucat tubuhnya lemas bahkan Dia tidak kuat untuk berjalan kembali ke tanjang tempat tidur nya itu
" Sayang Kamu kenapa sayang mana yang sakit? " Tanya Naka dengan nada terbata bata khas orang panik itu
" Mas Naka perut ku mual banget Mas." Jawab Tyas seraya memegangi perutnya itu
" Nggak tau Buk, Perut Tyas mual banget dari tadi mungkin masuk angin aja." Jawab Tyas polos
" Naka cepat panggil dokter Susan ke sini." Perintah Eyang Putri pada Naka
Naka pun mengangguk dan langsung menelpon Dokter Susan, Dokter Susan ini adalah dokter keluarga Bagaskara dan Beliau ini dokter senior profesional handal yang menangani secara khusus anggota keluarga besar Bagaskara.
" Kamu kemarin makan apa to Yas kok jadi begini keadaan Mu? " Tanya Bapak yang terlihat sangat cemas dengan keadaan Tyas yang terlihat sangat pucat itu
" Mbok Rah tolong buat kan teh panas buat Non Tyas." Kata Eyang Putri pada Mbok Rah
Mbok Rah oun mengangguk dan langsung ke dapur membuatkan teh panas untuk Tyas dan langsung membawanya ke dalam kamar tidur tempat Tyas berbaring.
"Monggo Non Tya silahkan diminum dulu teh nya mumpung masih panas." Ucap Mbok Rah seraya menyerah kan gelas berisi teh panas itu untuk Tyas
" Terima kasih banyak Mbok." Kata Tyas seraya meraih gelas tersebut dan belum sempat dirinya meminum teh tersebut Dia menaruhnya di nakas samping ranjang
__ADS_1
Dan langsung saja Dia berlari menuju kamar mandi lalu langsung jongkok di depan wc dan segera memuntahkan kembali isi perutnya
Melihat hal itu Mbok rah yakin dan paham kalau Sang Nona muda itu tengah berbadan dua, Kemudian Mbok Rah terlihat me bisikan sesuatu pada telinga majikan baiknya itu
" Maaf Buk, kayaknya Nona Tyas ini hamil lo." Bisik Mbok Rah pada Eyang Putri
Eyang Putri terlihat kaget mendengar bisikan dari Mbok Rah barusan, dan Beliau pun senang hingga timbul senyum smirk di bibir nya itu
" Naka bagaimana apakah Dokter Susan bisa segera datang kesini? " Tanya Eyang Putri yang sudah tidak sabar itu
" Iya Eyang, Beliau sudah dalam perjalanan." Jawab Naka seraya memegangi pundak Tyas yang masih saja muntah muntah itu
Dan benar saja kurang dari lima belas menit berlalu Dokter Susan telah tiba dan di antar Mbak Murti ke kamarnya Tyas , Dokter Susan meminta semua yang ada di situ untuk kelaur kamar dulu agar Beliau bisa leluansa memeriksa keadaan Pasien.
Pertama Dokter Susan memeriksa tekanan darah Tyas lalu memeriksa detak jantung nya lalu Beliau menanyakan ada keluhan apa padi diri Tyas
Tyas menyampaikan keluhannya yang akhir akhir ini sering merasa mual dan mudah sekali merasa capek berlebih, Dokter juga menanyai kapan terahir Tyas datang bulan dan Tyas oun menjawab secara jujur terahir kali datang bukan itu seminggu sebelum dirinya menikah dengan Naka yang mana berati dirinya sudah terlambat haid selama hampir dua bulan ini
Dokter Susan segera mengeluarkan alat test kehamilan atau biasa di sebut test pack lalu meminta Tyas untuk ke kamar mandi untuk buang air kecil dan menampung nya di wadah kecil yang telah di sediakan itu lalu memasukan alat tersebut kedalam tamoungan air snei tersebut.
Tyas segera menuruti perintah dokter dan langsung masuk kedalam kamar mandi lalu mengerjakan arahan yang telah diberikan dokter Susan barusan lalu membawa alat test tersebut keluar kanar mandi dan memberikannya pada Dokter Susan untuk dibantu membacakan hasilnya.
Dokter Susan tersenyum manakala melihat hasil test urine nya Tyas itu dan langsung meminta Tyas untuk berbaring kembali di ranjang nya sedangkan Beliau memanggik seluruh anggota keluarga itu untuk masuk kedalam kamar untuk memberitahu kabar bahagia itu
" Dokter Susan apa yang terjadi pada diri istri Saya ? " Tanya Naka yang terlihat sangat khawatir itu
" Iya Dokter apa yang terjadi pada Tyas? " Sahut Bu Rukmi menimpali pertanyaan Naka barusan
" Bapak Ibuk dan semua yang ada di sini mohon tenang dulu jangan panik, Saya telah memeriksa keadaan pasien dengan seksama dan ada kabar bahagia yang ingin Saya sampaikan." Jawab Dokter Susan dengan senyum sumringah nya itu
" Kabar bahagia apa itu dokter tolong jangan membuat Kami jadi penasaran begini." Ucap Eyang Putri yang kini mulai nampak penasaran
" Kabar bahagianya itu Nona Tyas sekarang ini sedang hamil anaknya Tuan Naka , Buk Sekar." Jawab Dokter Susan
" Apa hamil " Ujar semua yang ada di ruang itu kompak
" Iya benar Nona Tyas sekarang sedang hamil muda usia kandungannya kira kira masih berumur 6 mingguan dan untuk hasil pasti nya silahkan bawa Nona ke rumah sakit agar bisa diperiksa dengan lebih teliti lagi." Jawab Dokter Susan
" Alhamdulillah kalau benar Kamu hamil Kami semua sangat bersyukur sayang." Ucap Eyang Putri dengan mata betkaca kaca dan langsung memeluk Tyas
__ADS_1
" Iya Nduk Ibuk dan Bapak sangat senang mendengar kabar bahagia ini." Sahut Bu Rukmi dengan air mata yang mulai mentesi pipinya itu
" Sayang Kamu hamil anak Kita sayang." Kata Naka yang terlihat menagis dan langsung memeluk tubuh Tyas yang terlihat sangat lemas dan pucat itu