Saat Suamiku Lebih Memilih Temanku

Saat Suamiku Lebih Memilih Temanku
Bahagia dengan caraKu sendiri


__ADS_3

Sementara itu di rumah kediaman Bu Dewi terlihat Wiland sedang gelisah bercampur kecewa dengan jawaban atas ungkapan cinta yang Dia nyatakan kepada Tyas.


" Wiland Mama masuk ya." Kata Bu Dewi yang tengah berdiri di depan pintu kamar Putra semata wayangnya itu.


" Iya Ma masuk aja." Balas Wiland


Bu Dewi segera membuka pintu kamar lalu masuk kedalam dan segera menyusul Putranya yang tengah duduk melamun di ranjang tidurnya.


" Kamu kenapa Sayang kok kelihatan Kamu bete banget. " Ujar Bu Dewi seraya menepuk pundak Wiland


" Ma , Wiland pengen cerita." Balas Wiland


" Iya silakan Sayang." Kata Bu Dewi mempersilahkan Wiland bercerita


Wiland pun bercerita tentang kedekatan nya dengan Tyas juga penolakan Tyas terhadap pernyataan cinta dan lamarannya lengkap dengan segala alasannya.


Bu Dewi mendengar kan curahan hati Sang Putera dengan seksama, Beliau terlihat menghela nafas nya panjang .


" Sayang Mama juga sedih mendengar penuturanMu tentang penolakan itu namun Kamu juga harus tau sayang di dunia ini Kamu tidak boleh egois dan memaksa kan perasaan seseorang meskipun Kamu sangat mencintai nya namun Kamu harus menghormati juga menghargai keputusannya yang hanya mau berteman dengan Mu tanpa melibatkan perasaan cinta." Ucap Bu Dewi seraya mengusap pundak Wiland .


" Ma, Wiland sangat mencintai Tyas Dia sosok yang baik Wiland sudah mengenalnya cukup lama ." Kata Wiland


" Mama tau Kamu sangat mencintai Dia, Namun Kamu harus tau apa yang dikatakan Tyas itu benar Kamu Sahabat mantan suaminya dan Dia tidak mau hubungan Mu dan Ditya hancur gara gara percintaan Kalian lagi pula Dia kan masih ingin menyembuhkan hatinya dari luka perceraian siapa tau suatu saat nanti hatinya berubah dan mau menerima cinta juga lamaran Mu itu." Nasehat Bu Dewi


Mendengar nasehat Sang Mama itu membuat hati dan pikiran Wiland menjadi sedikit tenang tidak se emosi tadi.


" Sekarang Kamu dengar saran dari Mama ya, Beri Dia waktu untuk menyembuhkan hatinya nikmati kebersamaan Kalian sebagai sahabat jangan memaksa Dia menerima ungkapan perasaan Mu itu juga bantu Dia menyembuhkan luka hatinya dulu buat Dia nyaman berada di samping Mu kasih Dia perhatian lebih dan biarkan semua mengalir sendiri." Kata Bu Dewi mencoba memberi saran Sang Putra.


" Baik Ma, Wiland akan mengikuti semua saran dari Mama dan juga Terima kasih banyak ya Ma atas nasehat dan sarannya." Kata Wiland seraya menggenggam erat tangan Sang Mama


" Sama sama Sayang juga jangan lupa selalu berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa agar direstui niat baik Mu itu, Sekarang Kamu istirahat ya biar besok Kamu tidak kesiangan." Balas Bu Dewi seraya bangkit dari duduk dan berjalan kelaur dari kamar Wiland

__ADS_1


Wiland pun mengangguk mengiyakan perkataan Sang Mama itu dan langsung istirahat .


Tak terasa Kini sudah hampir dua tahun berjalan Tyas memulai usahanya jualan menu sarapan.


Semua berjalan lancar usahanya berjalan lancar berkembang cukup pesat penghasilannya pun lumayan besar, Kini Tyas menyewa ruko samping tempat usaha miliknya itu untuk dipakai sebagai tempat proses pembuatan cake yang akhir akhir ini penjualannya cukup meningkat tajam.


Kedekatan nya dengan Naka pun mulai banyak kemajuan dimana Mereka semakin akrab misalnya dengan sering ngobrol bareng sharing sharing tentang dunia usaha khususnya bisnis makanan itu di sini Naka menempatkan diri layaknya mentor bagi Tyas.


Naka banyak memberi masukan juga kritikan mengenai usaha jualan milik Tyas itu, Dia juga yang meminta Tyas untuk berinovasi mencari ide untuk menu menu baru dan Dia juga Orang dibalik kemajuan usaha milik Tyas dengan cara membantu mempromosikan cake itu kepada semua kenalan rekanan bisnisnya.


" Mas Naka cobain ini." Ujar Tyas seraya menyerahkan piring kecil yang berisi sepotong cake yang baru saja selesai Dia buat itu .


" Hemm apa ini kok kelihatannya enak, inovasi baru ya? " Tanya Naka seraya meraih piring tersebut.


" Iya Mas tolong coba dong ." Jawab Tyas seraya menatap wajah Naka.


Tanpa berpikir panjang lagi Naka segera mencicipi cake yang baru saja dibuat dan kelihatannya Tyas sukses dengan eksperimen nya lagi hal ini terbukti dengan raut wajah Naka yang terlihat sumringah dan lahap memakan habis cake tersebut.


" Emm gimana ya." Jawab Naka mencoba membuat Tyas semakin penasaran.


" Oh ayolah Mas plissss jawab pertanyaan aku gimana rasa cake nya." Kata Tyas seraya menggoyang goyankan lengan milik Naka.


" Cake ini sih." Ucap Naka yang masih saja menggoda Tyas.


" Iya cake nya gimana, tolong dong jangan bikin Aku penasaran cepet kasih tau enak nggak cake nya." Balas Tyas.


"Ini cake nya enak banget, menurut Ku cake nya pas buat acara semi formal jadi sasaran jualanMu ini Ibu Ibu arisan maupun acara lainnya dan untuk penampilan Kamu harus menambahkan sedikit aksen irisan buah diatas cake nya agar terlihat lebih cantik dan menarik." Ucap Naka seraya memberikan masukan ke Tyas


Tyas sangat senang mendengar ulasan sekaligus saran dari Naka barusan, Dia merasa sangat beruntung bisa mengenal dan berteman akrab dengan sosok sebaik Naka meski awal pertemuan Mereka dulu harus dipenuhi rasa jengkel.


" Terima kasih banyak ya Mas Naka atas semua bimbingan dan juga kebaikan Mu selama ini." Kata Tyas

__ADS_1


Sangking senang dan gembiranya mendengar pujian juga saran dari Naka barusan, Tyas ber lompat lompat lalu secara refleks memeluk Naka dan Naka pun membalas pelukan Tyas


Saat Mereka berdua tengah berpelukan karena bahagia atas hasil cake yang menurut Naka dan yang lainnya sangat enak itu tanpa disadari Wiland melihat adegan


Wiland merasakan hatinya sakit manakala melihat Tyas tengah berpelukan dengan Naka dan terlihat sangat bahagia dan meskipun sakit Wiland mencoba menutupi nya agar tak terlihat oleh siapa pun terutama oleh Tyas.


" Hey ada apa ini kok Kalian berpelukan begitu?" Tanya Wiland seraya mendekat kearah Mereka


Tyas kaget dan langsung melepaskan pelukan yang dengan Naka, Dia terlihat malu karena tanpa sadar memeluk Naka dan terlihat oleh Wiland .


" Oh Mas Wiland ini tadi sangking senangnya Aku sampai nggak sadar meluk Mas Naka." Jawab Tyas.


" memangnya Kamu lagi senang kenapa Yas kok kelihatanya Kalian happy banget? " Tanya Wiland seraya memandang wajah Tyas dan Naka berganti an.


" Ini Mas tadi Aku iseng bereksperimen bikin cake dan hasilnya Mantap." Jawab Tyas


" Ber eksperimen gimana maksud Mu? " Tanya Wiland penasaran.


" Ya Aku mencoba berkreasi bikin cake aja lalu hasilnya enak juga bagus dan ini semua berkat dorongan dari Mas Naka yang selalu memintaku untuk selalu berinovasi dengan cara mencoba membuat menu menu baru." Kata Tyas panjang lebar seraya memandang Naka


Wiland semakin cemburu hatinya terasa sakit sebab akhir akhir ini Tyas lebih dekat dengan Naka dari pada dengannya juga Tyas lebih sering bersama dengan Naka.


" Oya Mas ,Kamu mau coba nggak biar Aku ambilin ya?" Tanya Tyas mencoba menawari Wiland


" Boleh tu." Jawab Wiland


Tyas oun segera berjalan menuju dapur untuk mengambilkan cake dan dua cangkir kopi untuk Wiland dan Naka.


Hingga akhirnya Mereka bertiga pun mengobrol bersama di ruko seraya menikmati cake baru yang barusan dibuat oleh Tyas.


Mereka mengobrol singkat sebab Naka meminta ijin untuk pulang dulu sebab ada urusan kantor yang mendadak sementara Wiland memilih untuk pulang kerumahnya dan Tyas pun kembali ke rutinitasnya untuk memilah milah resep cake terbaru.

__ADS_1


__ADS_2