
Pagi pun tiba Tyas sudah selesai dengan pekerjaan rumah tangganya juga sudah siap untuk berangkat kerja ya Dia hari ini ingin berangkat lebih awal karena sudah janjian dengan Diah Sahabatnya untuk menemaninya memesan tiket kereta api untuk perjalanan nya besok di minimarket terlebih dahulu .
Karena tadi malam Ditya nggak pulang jadi pagi ini Tyas tidak memasak sarapan Dia hanya menyeduh susu untuk diminumnya lalu berangkat kerja
" Pagi Mbak Tyas kok tumben pagi pagi sudah berangkat nggak diantar Mas Ditya ?" Sapa Petugas penjaga keamanan saat berpapasan dengan Tyas
" Iya selamat pagi juga Pak, hari ini masuk pagi Pak dan
kebetulan ada janji sama Teman ." Jawab Tyas yang kemudian pamit untuk berangkat kerja
Kurang dari lima belas menit Tyas sudah sampai di depan Supermarket tempat nya bekerja terlihat Diah sudah berdiri di sana menunggunya
" Hay gaes ." Sapa Tyas sambil mencium pipi Diah
" Hay Yuk Kita berangkat sekarang mumpung belum masuk jam kerja ." Ajak Diah
Karena jaraknya lumayan dekat mereka pun memutuskan untuk jalan kaki sebelum berangkat Tyas dan Diah memarkirkan motor nya di tempat parkir khusus karyawan baru setelah itu Diah dan Tyas bergandengan tangan berangkat ke minimarket sebrang jalan untuk membeli tiket kereta api
Saat sedang menunggu lampu merah ketika hendak menyebrang jalan itu tak sengaja Diah melihat mobil milik Ditya lewat
" Hay Yas Yas itu kan mobil Ditya tapi kok kesana bukankah kantor nya di kota sana dan itu siapa wanita yang di dalam mobilnya ?" Tanya Diah sambil menunjuk mobil Ditya yang baru saja lewat
" Halah Bukan Di kan mobil seperti punya nya Mas Ditya itu banyak sudah ah ayo Kita jalan ." Jawab Tyas
Sebenarnya Tyas tau dan juga memperhatikan mobil Ditya yang baru saja lewat di depannya barusan terapi Dia tidak ingin berpikir macam macam Dia ingin mengikuti arah permainan ini sampai sejauh mana Ditya bisa menyembunyikan semua ini dari nya
Sesampainya di minimarket Tyas hendak berjalan maju meminta bantuan kasir untuk memesan tiket kereta api
" Kamu besok berangkat dengan siapa besok Yas ?" Tanya Diah
" Iya Aku sendirian karena Mas Ditya bilang ada acara dengan teman temannya Weekend ini kenapa Kamu mau ikut ta ?" Kata Tyas menawari Diah
Wajah Diah tiba tiba berubah sumringah mendengar ajakan dari Tyas itu karena sudah lama dirinya ingin sekali ikut Tyas pulang kampung
" Dengan senang hati Aku ikut oya Yas coba Kamu telepon Wati siapa tau Dia bareng oulang kampung ." Jawab Diah gembira .
" Nggak Di kemarin Aku sudah ngasih tau Dia tapi katanya Dia ada acara dengan Suaminya mau honeymoon gitu ." Balas Tyas
Diah sedikit curiga kenapa Wati dan Ditya seperti sedang janjian ya .
Setelah memesan dua lembar tiket kereta class bisnis itu Diah dan Tyas pun segera buru buru kembali ke supermarket untuk mulai kerja .
" Dari mana Kalian tumben terlambat ?" Tanya Wiland curiga karena nggak biasanya Mereka terlambat .
" Maaf Manager Wiland Kami telat lima menit tadi Kami antri beli sarapan dulu ." Jawab Tyas tegas
Sementara Diah mengangguk membenarkan perkataan Tyas barusan .
" Baik lah besok kalian jadi cuti ?" Tanya Manager Wiland
Diah dan Tyas memgangguk dan Manager Wiland pun mengijinkan mereka cuti hanya tiga hari saja meski cuma sebentar mereka pun senang diijinkan cuti
Waktu pun berlalu sore pun datang Tyas dan Diah senang waktu pulang pun datang hari ini rencana nya mereka akan membeli beberapa oleh oleh untuk keluarga dikampung Tyas tetapi berhubung hujan maka mereka pun membatalkan rencananya dan hanya membeli beberapa bungkus makanan ringan juga roti kering untuk oleh oleh besok .
Tyas dan Diah berpisah kembali kerumah masing
__ADS_1
Sampai Rumah Tyas segera mandi lalu ganti baju dan keluar kamar tak berselang lama terlihat Ditya pulang dari kantor
" Sayang Aku pulang ." Sapa Ditya sembari melepas dasi dan membuka dua buah kancing baju nya
" Ya Mas ." Jawab Tyas singkat menoleh kearah Ditya
Ah baju yang sama berati tadi pagi itu beneran mobil Mas Ditya lalu siapa wanita yang duduk disamping nya tadi dan lagi lagi bekas merah di leher itu Tyas melihatnya dengan jelas dan sedikit emosi
" Mas kenapa leher Mu merah merah begitu ?" Tanya Tyas berpura pura lugu
Sontak Ditya kaget kebingungan kelimpungan dengan pertanyaan Tyas barusan
" Oh ini tadi Aku digigit serangga terus tak garuk jadi gini deh." Jawab Ditya berbohong
" Oh pasti gatal ya hati hati Mas Kamu harud segera mengobatinya takut nanti jadi infeksi bernanah lo ." Balas Tyas setengah menyindir .
" Iya Aku akan mengibati nya nanti Oya Kamu hari jadi diantar beli oleh oleh untuk keluarga di rumah kan ?"Tanya Ditya mencoba mengalihkan pembicaraan .
" Jadi Mas kalau begitu Aku siap siap dulu ya ." Jawab Tyas lalu beranjak masuk kamar untuk ganti baju
Selamg dua puluh menitan Tyas keluar kamar dan Ditya pun sudah mandi dan ganti baju Dia tengaj menunggui Tyas di sofa ruang tamu kemudian mereka pun berangkat ke sebuah pusat perbelanjaan untuk membeli oleh oleh
Saat ke mobil Tyas mendapati beberapa helai rambut wanita di kursi tempat biasa Dia duduk Dia juga mencium aroma parfum wanita tetapi bukan aroma parfum miliknya dan yang tak kalah mengejutkan Dia menlihat beberapa lembar tisu berserakan dibawah kursi penumpang belakang kemudi
Tyas sedikit heran dan bingung dengan temuan temuan nya di dalam mobil Ditya , Mau bertanya ke Ditya itu tidak mungkin karena Tyas sudah bisa menebak alasan yang akan diutarakan oleh Ditya jadi lebih memilih menyimpan pertanyaan nya di hati dan bertekad akan mencari tahu tentang semua ini dulu Tyas pernah punya rasa curiga pada Ditya dan berniat untuk menyelidiki nya namun rasa itu padam dan menghilang akibat rayuan dan perhatian manis Ditya yang ternyata hanya semu namun sekarang rasa itu tumbuh kembali di hati Tyas
Singkat cerita Tyas dan Ditya sudah sampai tempat tujuan setelah selesai membeli oleh oleh mereka pun menyempatkan diri untuk makan malam di sebuah restorant makanan Korea lalu pulang kembali ke apartement untuk istirahat karena besok Tyas harus bangun pagi sekali untuk berangkat pulang kampung menghadiri acara seratus harinya Kakek .
Pagi pun tiba Tyas sudah siap untuk berangkat ke stasiun kereta sementara Ditya baru saja bangun
" Pagi Mas Aku pamit berangkat dulu ya ." Balas Tyas
" Tunggu biar Aku antar sampai stasiun ya ." Tawar Ditya
" Nggak usah Mas itu Diah dan pacar nya sudah menunggu dibawah ." Balas Tyas
" Ya sudah Kamu hati hati ya Sayang nanti kalau sidah sampai kabari Aku ." Sahut Ditya sambil mengecup lembut kening Sang Istri
" Iya Mas Kamu juga hati hati ya jaga diri juga kaga hatimu ya jangan macam macam ingat mata Ku ada seratus lo dan sedang mengawasi Mu hehehehe ." Kata Tyas lembut menusuk
Tyas segera beranjak keluar lalu berangkat bersama Diah dan pacarnya menuju stadiun kereta sementara itu Ditya sedikit heran dengan perkataan Tyas barusan apa maksudnya dengan kata mata banyak dan sedang mengawasi nya apakah Tyas tau perselingkuhannya dengan Wati atau hanya bercanda saja juga kenapa akhir akhir ini Tyas seperti sedang menghidarinya dan tak berselang lama hp nya berbunyi ada panggilan masuk yang ternyata dari Wati membuyarkan lamunan nya
Ditya segera mengangkat telepon dari Sang Istri keduanya itu terdengar suara manja khas Wati mendayu dayu di sebrang sana tengah memberitahu Ditya bahwa dirinya sudah sebrang jalan dekat apartemen Ditya
" Apa Kamu sekarang di sebrang jalan dekat apartement Ku ?" Tanya Ditya kaget
" Iya Sayang Kamu jemput Aku ya takut ada yang curiga ." Jawab Tyas manja .
" Baiklah sekarang Aku temui Kamu disitu ." Balas Ditya
Ditya segera turun kebawah dan langsung jalan kaki kesebrang jalan menyusul Wati yang sedang menunggui nya itu dan tanpa sengaja seorang ibu ibu petugas kebersihan memergoki Ditya dan Wati yang sedang berpelukan tersebut .
" Kenapa Kamu nekad kesini sih mau ngapain coba terus gimana kalau sampai Tyas tau coba ?" Tanya Ditya heran
" Aman kok Mas Tyas sudah berangkat tigapuluh menit yang lalu keretanya barusan Dia juga telepon ." Jawab Wati
__ADS_1
" Lalu sekarang Kamu mau apa ?" Tanya Ditya lagi
" Mas Aku mau nginap di apartement Kalian kan Tyas sedang nggak ada jadi Aku bisa masakin sekalian temani Kamu ." Jawab Wati
" Sayang Kamu jangan nekat lalu bukankah kemarin Kita sudah sepakat untuk honeymoon ke puncak ." Balas Ditya yang kurang setuju kalau Wati tinggal diapartement selama Tyas tidak ada .
" Aku pikir itu akan menghabiskan banyak uang Mu saja jadi lebih baik Kita honeymoon nya diapartement kalian saja toh tujuannya juga sama Ya Mas Aku mohon ." Sahut Wati setengah memaksa Ditya agar menurutinya
Setelah berpikir cukup lama akhirnya Ditya pun setuju Dia mengajak Wati masuk kepintu utama apartement lalu naik ke unit tempat tinggal nya bersama Tyas
Sesampainya diapartement milik Ditya itu teelihat Wati sangat mengagumi kemewahan juga kerapian perabot didalam apartement ini kali pertamanya Dia berkunjung ke tempat tinggal Ditya dan Tyas rasa kagum pun tak bisa dibendung lagi oleh Wati
" Wah tempat tinggalmu bagus dan bersih sekali Mas juga sangat rapi ini pernak perniknya juga cantik ." Ujar Wati
" Iya Tyas yang menata dan membersihkannya tiap hari juga Tyas pula yang membeli pernak perniknya Dia sangat senang dengan kebersihan dan kecantikan rumah ." Jawab Ditya memuji Sang Istri pertama .
Wati yang mendengar Ditya tengah memuji Tyas itu pun merasa sakit hatinya Tyas Tyas terus yang dipuji kan harusnya dirinya lah yang jadi Ratu diapartement ini gerutu Wati dalam hati
Kemudian Wati beranjak menuju dapur yang biasa dipakai Tyas untuk memasak dan lagi lagi Dia terpana melihat aneka perabotan yang tertata rapi di laci dapur jdan hampir sama dengan ruangan lainnya dapur ini bersih sekali tanpa minyak dimana mana mungkin Tyas selalu membersihkannya guman Wati kedudian Dia membuka kulkas dan tara Dia melihat dengan mata kepalanya sendiri bagaimana Tyas mempersiapkan stok makanan sayur matang juga lauk pauk dan buah buah Dia menatanya satu persatu di dalam tupperwear lalu memasukkan nya kedalam kulkas sehingga memudahkan Ditya tinggal menghangatkan nya saja di microwave sebelum dimakan Tyas sungguh Istri yang baik dan perhatian tak heran kalau Mas Ditya meratukannya sengan segala kemewahan dan fasilitas lainnya
" Sayang Kamu lagi lihat apa ?" Tanya Ditya sembari memeluk tubuh Sang istri dari belakang .
" Tyas seorang istri yang baik ya Mas ,Dia sangat perhatian sama Kamu nih buktinya sebelum pulang kampung Dia membuatkan Mu stok makanan maafin Aku ya Mas yang belum bisa sebaik dan sesempurna Tyas untuk Mu ." Kata Wati masih dengan posisi yang sama
" Sayang Kamu itu sudah sempurna untuk Kalian berdua itu sama sama sempurna ." Balas Ditya sambil menciumi leher dan tengkuk Wati Dia juga mulai menggesek gesekkan alat vital nya ke bokong Wati
Wati mulai terbakar nafsu birahi Dia pun meraba raba pusaka Ditya dan mengeluarkannya dari dalam sangkar dan kedua makhluk tak punya hati plus malu itu pun melakukan hubungan badan di dapur yang biasa Tyas gunakan untuk memasak .
Sementara di dalam kereta yang membawa Tyas dan Diah terlihat Tyas murung tidak banyak bicara seperti biasanya waktu ditawari makan atau pun diajak ngobrol Diah Tyas menolaknya dengan alasan masih kenyang Dia pun lebih memilih melihat pemandangan diluar kereta dan Diah pun paham kalau Sang sahabat itu tengah menyembunyikan sesuatu hal segera Diah merangkul tubuh Tyas
" Kamu kenapa sih nggak biasanya seperti biasanya ?" Tanya Diah
Tyas menggelengkan kepalanya sekana membrri isyarat tidak ada apa apa
" Jangan bohong Yas Aku ini mengenalmu sudah lama jadi Aku tau kalau Kamu sedang menyimpan suatu masalah dihatimu ayolah cerita siapa tau Aku bisa bantu ." Ujar Diah sambil menggenggam erat tangan Tyas
Tyas masih tidak menjawab nya akan tetapi Dia memeluk tubuh Sang sahabat erat erat dan mulai menitikkan air matanya Diah sadar kalau Tyas tengah menangis dan Dia pun kaget kenapa ada apa dengan Tyas dan pasti ini ada hubungannya dengan Ditya
" Hey kok malah nangis sih ada apa Yas Kamu cerita dong ."
" Di , Mas Ditya selingkuh ." Jawab Tyas sesenggukan .
" Apaaaaa Kamu tidak sedang bercanda kan Yas ?" Tanya Diah kaget
" Tidak ." Jawab Tyas singkat sambil mengusap air matanya .
" Darimana Kamu tau Yas kalau Ditya selingkuh dan siapa selingkuhannya itu kasih tau Aku Yas biar Aku jambak rambutnya ." Balas Diah emosi
" ceritanya panjang dan tentang siapa wanita itu Aku masih mencari tau juga Aku minta tolong rahasiakan semua ini dari siapa pun termasuk Wati maupun Mas Wiland." Jawab Tyas
" Iya Aku janji akan merahasiakan semua ini dan aku janji Aku akan tetap mendukung Mu lalu apa keputusan Mu setelah Kamu tau siapa wanita yang menjadi selingkuhan Ditya selama ini ? . Tanya Diah penuh kesedihan
"Aku tidak tau keputusan apa yang akan Aku ambil yang jelas Aku ingin mencari tau siapa wanita itu dan tujuanku mengajak Kamu ikut pulang dengan Ku ini adalah Aku ingin cerita denfan Mu sekalian ini adalah salah satu rencana Ku juga untuk mencari tau tentang siapa wanita itu dan supaya Mas Ditya tidak mencurigai Mu ." Jawab Tyas dengan nada sedikit tegas .
Diah membelai rambut Tyas dengan lembut dalam hati Dia berkata Kamu sungguh wanita kuat Yas bisa menutupi luka dengan cara elegant Mu ."
__ADS_1
Kemudian Diah mencoba menghibur Tyas agar tidak bersedih lagi mengingat perselingkuhan yang dilakukan Ditya dengan wanita misterius itu .