
Kedatangan Rafi dan Marisa yang mendadak di kediaman Tuan Alexander, tentu saja membuat semua orang yang ada di sana sangat terkejut. Kedatangan mereka yang tiba tiba dan tanpa pemberitahuan, mengundng banyak pertanyaan dari orang orang yang mengenal kedua orang itu. Apa lagi mereka datang dengan sebuah mobil lengkap bersama sang supir membuat penasaran seluruh isi rumah.
Namun sayang, Rafi dan Marisa tidak menyadari kalau kedatangan mereka ke rumah itu juga mengejutkan pihak lain. Tanpa sepengetahuan keduanya, ada dua orang pria yang bertugas mengawasi kediaman keluarga Alexander nampak terkejut dengan kedatangan mobil yang digunakan Rafi. Dua orang itu tentu saja langsung melakukan beberapa aksi, dan salah satunya adalah mengambil foto mereka.
Sembari menunggu Marisa yang sedang berkemas mengambil beberapa barang di dalam kamarnya, Rafi menjelaskan tentang apa yang terjadi pada dirinya kepada Pak budi dan orang orang yang ada di sana. Semua yang mendengar cerita Rafi tentu saja kembali merasa terkejut. Tapi mereka juga cukup senang karena keberuntungan yang menimpa anak itu.
Begitu Marisa selesai dengan urusan barang barangnya, Rafi pun selesai dengan obrolannya. Mereka berdua lantas pamit karena tidak enak kepada si pemilik mobil, takut dikira macam macam. Perginya mobil yang dikendarai Rafi dan Marisa dari rumah tersebut tentu saja tidak disia siakan oleh dua pria yang mengawasi rumah Alexander. mereka segera saja langsung mengikutinya.
"Kira kira siapa mereka? Dan apa tujuan mereka datang ke rumah Tuan Alexander?" tanya si pengemudi mobil yang mengikuti mobil Rafi.
"Bisa saja mereka itu rekan kerja Alexander atau seseorang yang memberi informasi kepada orang orang yang ada di rumah Walington," sahut pria di sebelahnya. "Yang jelas, dilihat dari mobilnya, pasti pemilik mobil itu bukan orang sembarangan."
__ADS_1
Sang pengemudi mobil nampak manggut manggut sebagai tanda setuju dengan apa yang diucapkan rekan di sebelahnya. "Apa nggak lebih baik kita ambil tindakan? Agar kita bisa mendapat informasi lebih? Mungkin saja, ini bisa membuat bos kita senang?" usul si pemgemudi dengan mata terus menatap lurus ke arah depan.
"Jangan!" tolak rekannya dengan tegas. "Kita selidiki saja dulu. Mungkin saja Tuan Sergio tahu siapa pemilik mobil tersebut. Bisa saja dia adalah orang yang sangat berpengaruh. Jangan sampai kita salah ambil tindakan yang bisa merugikan kita."
"Baiklah, akau ikutin kamu aja bagaimana baiknya."
Obrolan diantara mereka pun terhenti. Mata mereka terus awas menatap ke arah mobil mewah yang jaraknya tidak terlalu jauh. Hingga beberapa lama kemudian, mereka dibuat tercengang saat mata mereka menyaksikan mobil tersebut memasuki gerbang diamana gerbang tersebut adalah gerbang rumah orang yang memiliki nama besar.
"Kurang tahu itu. Mending kita buat laporan terlebih dahulu saja. Siapa tahu, laporan kita sangat berguna untuk Tuan Sergio."
"Ide bagus tuh. ya udah kamu laporin gih."
__ADS_1
Sesuai rencana, mereka langsung membuat laporan beserta beberapa bukti berupa video dan foto mobil milik Moreno yang memasuki rumah Alexander hingga memasuki rumah keluarga Anderson. Kedua pria itu yakin kalau berita yang mereka dapatkan, pasti akan sangat mengejutkan bagi sang bos.
Sementara itu begitu sampai di rumah Tuan Moreno, Rafi dan Marisa langsung menuju ke kamarnya. Mereka disambut dengan segala hormat serta perlakuan yang sungguh membuat mereka seperti tuan pemilik rumah. Awalnya Marisa bingung, barang barangnya mau di taruh dimana. Karena lemari yang ada di kamar Rafi, sudah penuh oleh segala pakaian baru milik pria tersebut. Atas saran beberapa pelayan, akhirnya Marisa mengunakan kamar yang ada di sebelah kamar Rafi untuk menaruh barang. Sedangkan urusan tidur, Marisa tetap tidak mau pisah dengan pemuda itu.
Karena terlalu sibuk dengan kegiatan hari ini yang penuh dengan kejutan, Rafi sampai lupa memeriksa ponsel jandulnya. Begitu dia mengecek ponsel yang dia simpan di laci dekat ranjang tidurnya, seperti biasa, Rafi mendapat pesan tentang misi yang sama dengan hadiah yang kembali semakin banyak.
Untuk misi kali ini, Rafi terlihat tidak begitu antusias. Entah kenapa, Rafi merasakan apa yang dia dapatkan dari misi tersebut sudah sangat melimpah dan lebih dari cukup. Di tambah lagi hadiah misterius yang Rafi terima juga semakin membuat dia merasa sangat puas.
Sayangnya, dari pesan sistem tersebut tidak terdapat pilihan lain untuk menghentikan tugas dari sistem. Rafi pun terdiam sembari merenungi tentang bagaimana caranya agar dia bisa bebas dari sistem tersebut.
...@@@@@...
__ADS_1