
"Nancy!" pekik Rafi begitu matanya menatap ke arah depan post. di sana sudah ada wanita yang pertama kali dinikmati mahkotanya oleh Rafi. "Kirain ada apa? Bikin kaget aja kamu, sha? Pake teriak teriak segala.
Marisa langsung tersenyum lebar. "Katanya dia nyariin kamu nih."
"Kamu nyariin aku? Ada apa?" tanya Rafi.
"Aku mau ngasih tahu kamu sesuatu. Apa kita bicara sambil berdiri begini?" ucap Nancy.
Seketika Rafi langsung terkekeh lalu dia mengajak wanita itu untuk duduk di ruang tamu. Sebelum pergi, Rafi meminta Marisa agar tiduran di kamar saja, karena Rafi tidak mau terjadi apa apa jika Rafi sedang lengah. Awalnya Marisa menolak, tapi setelah Rafi memaksa, wanita itu akhirnya mau juga pindah ke kamar yang biasa digunakan untuk tidur berdua dengan Rafi.
"Kamu mau ngasih tahu apaan, Nan?" tanya Rafi begitu dia duduk di sebelah Dito, dan Nancy duduk di hadapannya.
"Beberapa hari kemarin ada cewek yang nginep disini nggak?" tanya Nancy mulai menceritakan tujuannya datang kesini.
Kening Rafi sontak berkerut sembari berpikir. Sedangkan Dito memilih diam dan menyimak pembicaraan yang terjadi di depan matanya. "Kata yang jaga kost disini sih beberapa hari yang lalu ada cewek yang nginep disini semalam, tapi wanita itu kabur karena yang jaga merasa wanita itu hendak berbuat jahat."
"Loh, emang sekarang yang jaga kost di sini ada dua?" Nancy nampak terkejut mendengar ucapan Rafi.
__ADS_1
"Ya kan aku sudah nggak kerja di sini lagi."
Jawaban rafi sontak saja membuat wanita dihadapannya kembali menunjukkan wajah terkejutnya. "Wahh! Jangan jangan benar kata Lingze, kamu calon presdir Folcano grup ya?"
"Apa! Presdir?" Dito yang sedari tadi diam juga turut terkejut dengan apa yang baru dia dengar. "Pantes di depan ada dua nobil mewah, kirain punya siapa, ternyata punya calon presdir."
Rafi sontak cengengesan. "Kamu tahu darimana berita itu?"
"Lingze yang cerita," jawab Nancy. "Lingze juga tahu dari Tania. Mereka kan akrab."
Rafi nampak mennganggukan kepalanya beberapa kali. Dia teringat saat sedang berbalas chat dengan Lingze beberapa hari yang lalu. "Lah terus tujuan kamu datang kesini itu ada apa?"
"Namanya Sindi. Dia dan temannya nggak sengaja mendengar obrolan aku dengan Lingze pas kita lagi main bareng. Dia berniat menjebak kamu lalu akan melakukan pemerasan. Tapi sepertinya rencana sindi kemarin gagal karena aku mendengar saat dia hampir berhasil menjebak penjaga kost dengan obat perangsang, datang seorang cewek yang menggagalkan rencananya."
Dua pria yang ada di sana tercengang mendengar cerita wanita dihadapannya. Terutama Rafi, dia terlihat paling terkejut mendengar infromasi dari Nancy. "Berarti dengan kata lain, dia ingin menjebak Rafi agar bisa berhubungan badan dengan siapa itu tadi? Sindi?" ucap Dito. Nancy sontak mengangguk. "Gila! cantik nggak orangnya?"
"Cantik lah, seksi lagi," jawab Nancy. "Cuma ya gitu, jika mendengar ada pria kaya raya, Sindi dan temannya yang bernama Melda akan melakukan apa saja untuk mendekati pria itu. Bahkan suami orang pun bisa mereka embat. Tapi aku rasa mereka malam itu salah sasaran deh."
__ADS_1
"Lah terus, darimana dia tahu kalau aku jaga kost disini?" tanya Rafi.
"Dari aku lah. kan tadi aku sudah cerita. Mereka sempat pura pura tanya tempat kost di daerah sini. Katanya untuk saudaranya. Ya otomatis aku tunjukin tempat ini dong. Eh sehari kemudian Lingze langsung memberi tahu aku tentang mereka, ya aku kaget."
"Wahh! Beraerti mereka cewek gatel dong?" terka Dito. Nancy kembnali terkekeh dan hal itu menjadikan jawaban atas pertanyaan Dito. "Tapi aku pengin nyoba sih rasanya gimana tidur dengan cewek kaya. Dia cewek kaya raya kan?"
Nancy sontak mengangguk. "Ya dia sebenarnya anaknya seorang pengusaha. Tapi ya gitu, karena sudah terbiasa hidup mewah, mereka menggunakan keindahan tubuhnya untuk berbuat jahat kepada pria pria kaya. Banyak kok yang sudah jadi korban."
"Wahh! Udah nggak beres kalau gitu," seru Dito. "Harusnya mereka dikasih pelajaran yang bisa bikin mereka jera. Orang tuanya tahu nggak sepak terjang wanita itu?"
"Kayaknya sih nggak mungkin tahu. Apa lagi orang tuanya sibuk bisnis mulu. Makanya mereka aman aman aja sampai sekarang."
"Gimana, Fi? Kalau kita kasih wanita itu pelajaran? Biar aku yang turun tangan, asal kamu juga mau bantuin."
"Boleh, siapa takut!"
"Good!"
__ADS_1
...@@@@@@@...