SYSTEM PERAWAN

SYSTEM PERAWAN
Rasa Yang Tertunda


__ADS_3

Rafi terkesiap, matanya membulat. Dia tidak menyangka ternyata pertanyaan yang diajukan oleh Angela adalah pertanyaan yang menjebak. Mata mereka kini bertatapan dengan ekspresi wajah yang berbeda. Jika Angela tersenyum nakal dan terlihat senang, Rafi justru ternganga karena tidak percaya dengan apa yang dia dengar.


"Hust! Tidak boleh!" tolak Rafi yang sebenarnya merasa gusar. Meski sangat bertentangan dengan kata hatinya, Rafi memilih menolaknya dan dia malah hendak beranjak untuk menghindari situasi yang membuat jiwa liarnya terus bergulat.


Gerakan tubuh Rafi yang hendak bangkit dari duduknya, langsung terbaca oleh mata Angela dan dengan cepat wanita itu menahan gerakan tubuh Rafi dengan menaruh tangannya di paha Rafi agak menekan sampai Rafi tak jadi berdiri. "Kenapa tidak boleh?"


"Kan kita sekarang kakak adik," alasan yang Rafi lontarkan malah membuat wanita itu tertawa. Rafi hanya bisa mendengus. Bukan kesal karena jawabannya ditertawakan oleh Angela, tapi dia mendengus karena suasana hatinya benar benar tidak menentu saat ini. Dimata Rafi, wanita bule di sebelahnya terlihat mengerikan dan sangat meresahkan.


"Sebenarnya kamu takutkan, kalau ketahuan punya kamu itu kecil? pakai alasan kakak adik segala," mendengar cibiran Angela, tentu saja ada rasa tidak terima dalam benak pria tersebut. Biar bagaimanapun, cibiran yang terlontar dari mulut Angela seperti sedang menguji harga diri laki laki yang merasa memiliki isi celana yang cukup besar.


Berdasarkan dari pengalaman selama tidur dengan beberapa wanita, Rafi kerap sekali mendapat pujian kalau isi celana Rafi itu gede. Bahkan Marisa sampai ketagihan dan membandingkan kalau milik Rafi lebih besar daripada milik mantan pacarnya, Maka itu Rafi sangat tidak terima dengan ejekan yang keluar dari mulut Angela.

__ADS_1


"Kalau tidak percaya ya lihat sendiri aja," akhirnya kata kata itu keluar dari mulut Rafi. Dalam hati Angela langsung bersorak riang. Ucapannya berhasil memancing reaksi Rafi untuk menunjukan apa yang ingin dia lihat.


Sebenarnya ucapan Angela yang mengatakan kalau milik pria di negara ini bukan sebuah kebohongan belaka. Di negara asalnya, Angela juga kadang membahas hal hal seperti itu bersama teman temannya. Bahkan pernah melakukan riset dengan mencari informasi melalui internet tentang ukuran isi celana pria. Berhubung saat ini Angela memiliki suadara dari negara ini, apa salahnya kalau wanita itu membuktikan rasa penasarannya.


"Baiklah," ucap Angela pada akhirnya. Rafi pun pasrah meski hatinya saat ini sedang dalam rasa yang campur aduk. Tangan Angela sudah mulai bergerak dan menempel pada kolor Rafi dan meraba isinya dari luar. Senyum wanita itu terlihat sumringah. Tidak ada rasa canggung sama sekali. Mungkin di negaranya, wanita itu sudah terbiasa melakukan hal seperti itu, makanya Angela terlihat tenang.


Berbeda dengan Rafi, wajah pemuda itu justru terlihat sedikit tegang dengan mata yang terus menatap pergerakan tangan Angela dan juga mengawasi pintu masuk. Setelah cukup puas dengan merabanya, tangan Angela kini perlahan bergerak masuk ke dalam dan berhasil menyentuh milik Rafi yang sudah menegang. Sisi kiri celana kolor Rafi sengaja digulung oleh Angela untuk mengeluarkan isi celana Rafi agar bisa bebas bergerak.


"Ya nggak tahu, tapi kan yang penting gede," balas Rafi yang kini sikapnya sudah mulai tenang sampi dia bisa menunjukkan kesombongannya. Rafi tidak segelisah tadi sebelum Angela melihat dan memainkan isi celananya. Sekarang dia maalah keenakan karena Rafi memang sangat suka jika isi celananya dibelai belai oleh wanita.


"Nanti kalau Marisa pergi, kamu tidur di kamarku ya, Fi."

__ADS_1


"Nanti kalau Daddy marah gimana? Aku nggak mau dikira anak yang tidak tahu diri."


"Tenang saja, Daddy tidak akan marah. Daddy kan sayang sama kamu. Jangan khawatir."


Rafi hanya terdiam. Tidak ada niat untuk membals ucapan wanita yang sedang memainkan isi celananya itu.


Sementara itu di hari yang sama, tapi di tempat yang berbeda, terlihat beberapa orang berbadan kekar sedang bersiap siap. Dilihat dari gerak geriknya, sepertinya mereka akan melakukan sebuah pergerakan.


"Seperti yang sudah kita rencanakan, kita berpencar menjadi dua kelompok. Sebagian mengintai kantor Folcano grup, sebagian mengintai kediamannya. Kalau melihat pria yang kemarin mengalahkan kalian, kita harus langsung bergerak dan segera memberi kabar, mengerti!"


"Siap!"

__ADS_1


...@@@@@...


__ADS_2