SYSTEM PERAWAN

SYSTEM PERAWAN
menjemput Marisa


__ADS_3

Akhirnya Rafi berangkat untuk menjemput Marisa pulang. Dengan berbekal informasi yang dia dapat dari tukang ojeg, Rafi segera meluncur ke tempat tujuan menggunakan motor barunya. Beruntung, Marisa tadi perginya menggunakan tukang ojeg yang biasa mangkal di deretan para pedagang yang ada di seberang jalan dan kebetulan Rafi sudah cukup mengenalnya.


Rafi memang tidak terlalu mengetahui letak tempat yang dimaksud oleh tukang ojeg. Tapi jaman sekarang, dengan adanya ponsel dan berabagai akses canggihnya, cukup mengetik nama tempat yang dituju, nanti akan ada aplikasi yang bisa dijadikan petunjuk arah. Dan Rafi memanfaatkan petunjuk tersebut.


Setelah menempuh perjalanan kurang dari dua puluh menit, Rafi telah sampai di tempat tujuan. Sekarang yang Rafi pikirkan bagaimana mencari Marisa di tempat seperti itu. Berdasarkan informasi yang Rafi dapat, Marisa berada di sebuah hotel dan sekarang Rafi sedang duduk di salah satu sudut hotel yang dimaksud,nguna mencari cara agar tahu dimana Marisa berada.


Rafi mencoba bertanya kepada orang yang ada di sekitarnya, dan berdasarkan saran dari orang itu, Rafi akhirnya memutuskan mencoba cara yang dia dapat. Benar saja, ternyata saran dari orang tersebut cukup ampuh. Dengan sedikit kebohongan kalau Rafi akan menemui pelanggan wanita bernama Marisa, pihak hotel memberi tahu dimana Marisa berada.


"Rafi!" seru Marisa saat dia membuka pintu dan mengetahui siapa yang telah mengetuknya. Rafi sebenarnya sudah cukup lama berada di depan kamar Marisa, tapi dia bingung mencari cara memancing Marisa keluar atau minimal membuka pintu. Setelah menemukan cara dengan berpura pura sebagai pelayan hotel, Rafi berhasil memancing Marisa membuka pintu.


Marisa hendak kembali menutup kamar hotelnya, tapi dengan gerakan cepat tangan Rafi masuk ke dalam untuk menghalangi pintu agar tidak tertutup. "Akhh!" Rafi berteriak kesakitan hingga Marisa mengurungkan niatnya untuk menutup pintu.


"Kamu apa apaan sih!" hardik Marisa kesal.


"Biarin aku masuk dulu," pinta Rafi, dan mau tidak mau wanita itu membiarkan si pemuda masuk dengan sendirinya.


"Mau apa kamu kesini? mau bujuk aku pulang? Jangan harap!" ucap Marisa ketus sambil mendudukan pantatnya di atas sofa yang tersedia disana.

__ADS_1


"Terserah kamu mau pulang atau tidak, paling nggak dengeri aku ngomong dulu," balas Rafi.


"Ngomong apaan? Paling cuma kebohongan doang."


"Ya makanya dengerin dulu. Bisa kan mendengarkan aku ngomong?"


"Dih, bujuk cewek kok kayak gitu banget. Ya udah cepet, mau ngomong apa!"


Rafi cengengesan, lalu dia mulai menceritakan tentang dirinya dan Madi. Dengan mengatakan secara detail dan cukup hati hati juga, Dari sangat jelas mencerikan tentang pria yang ingin keluar dari jeratan jaringan yang telah mengacaukan hidup keluarga Marisa. "Kamu tahu kan aku pernah nunjukin foto Sergio bersama kelurga ayahku, nah itu tuh aku dapat dari dia. Jadi, dia benar benar mau membantu kita untuk melumpuhkan om kamu."


Marisa maasih terdiam, meski pikirannya mencerna baik baik semua yang dikatakan Rafi, tapi dia belum menemukan kata yang tepat untuk menimpali ucapan pemuda itu. Sedangkan Rafi masih berceloteh ria menceritakan segalanya sampai benar benar berakhir.


"Gimana apanya?" Marisa malah balik bertanya.


"Kan aku sudah menceritakan semuanya, kenapa kamu malah diam?" tanya Rafi terlihat sedikit lebih kesal.


"Lah terus aku harus bagaimana? Aku harus jungkir balik gitu?" balas Marisa dengan cueknya.

__ADS_1


Rafi langung menggeram antara gemas dan kesal. "Ya udah ayok kita pulang?"


"Nggak mau, orang ini udah di bayar, sayang tahu, mahal mahal."


"Nanti aku ganti uangnya. Udah ayok pulang. Kasihan itu anak baru, baru datang malah disuruh jaga kost."


"Yang nyuruh kan kamu, bukan aku."


Meski terjadi perdebatan kecil, akhirnya Marisa mau juga ikut pulang. Ada rasa lega dalam diri hati Rafi dibalik rasa kesalnya saat ini. Setidaknya tanggung jawab untuk menjada Marisa, dia lakukan dengan baik. Mereka akhirnya pulang tanpa ada perebatan lagi di sepanjang perjalanan.


Di waktu yang sama, tapi di tempat yang berbeda. Nampam seorang pria dan wanita sedang duduk berdua di salah satu ruangan. Terlihat dari raut wajah mereka, sepertinya pria dan wanita itu sedang terlibat pembicaraan yang sangat serius.


"Coba, Mas, kamu ingat ingat lagi, kira kira Marisa saat ini berada dimana?" ucap seorang wanita kepada pria yang baru saja menyesap secangkir kopi.


"Sudah tak ada lagi. Marisa tidak punya banyak teman di kota ini," jawab si pria terlihat sedikit kesal dan frustasi.


Si wanita terdiam sembari berpikir pastinya. "Aneh, kalau dia masih di negara ini, sembunyi dimana itu anak? Kita harus segera menemukannya loh, Mas."

__ADS_1


"Aku tahu!"


...@@@@@...


__ADS_2