
"Kenapa, Fi? kok bengong? Kagum lihat pesawat pribadi?" ledek Marisa saat melihat Rafi ternganga dengan mata yang hampir tidak berkedip, menatap sebuah pesawat yang katanya adalah milik keluarga Anderson. Selain takjub karena baru pertama kali naik pessawat, Rafi juga takjub karena baru kali ini dia melihat pesawat pribadi yang terlihat sangat megah. "Ayo, cepat masuk."
Rafi segera saja mengikuti langkah Marisa memasuki pesawat milik Moreno. Begitu sampai di dalam, Rafi kembali dibuat kagum dengan sarana yang tersedia pada pesawat itu. Ada beberapa kamar tidur, meja bar kecil, beberapa temppat duduk dan juga dapur serta toiletnya. Belum lagi para kru pesawat yang siap melayani membuat rasa kagum Rafi semakin bertambah.
Tingkah Rafi sontak saja membuat keluarga Moreno tersenyum. Bukan karena senyum menghina, tapi senyum yang terkembang dari mulut mereka adalah senyum hangat dan juga cukup kagum dengan kepolosan Rafi. Anak anak Moreno langsung mengajak Rafi duduk dan berbagi cerita sampai mereka benar benar berangkat.
Mereka memilih tempat wisata terkenal yang ada di pulau paling timur negara ini. Tentu saja dengan segala pertimbangan yang matang dan persetujuan dari semuanya, wisata alam yang sangat terkenal di dunia itu menjadi tujuan keluarga Moreno untuk melepas penat sekaligus merayakan jabatan baru Rafi.
Namun sayang, mereka tidak pergi sendiri. Ada dua orang asing yang mengikuti mereka. Setelah semalam mereka melancarkan aksinya dengan menjadi tamu. Kini dua orang asing itu, anak buah saingan bisnis Moreno melanjutkan rencana mereka. Keduanya akan menjalankan rencana itu di tempat Moreno dan keluarganya sedang menikmati acara liburannya.
Bukan hanya dua orang asing saja yang sedang berniat jahat pada keluarga Moreno, di lain tempat, Sergio dan para anak buahnya yang memiliki tatto tulang ikan bertuliskan TGM juga sedang berkumpul di suatu tempat. Sudah pasti Sergio memberitahukan segala informasi yang dia dapat kepada jaringan tersebut.
"Wahh! Kita benar benr terkecoh," cetus sang ketua jaringan begitu Sergio selesai menceritakan informasi yang dia tahu. "Jadi penjaga kos itu sudah tahu kalau kita yang telah melakukan perampokan dan menghambisi ayahnya? Sialan!"
__ADS_1
"Hahaha ... kita sudah dibodohi anak kecil. Aku pikir saat aku mencari Madi ke tempat kost, dia tidak tahu tentang jaringan kita. Ternyata hanya akting. Benar benar kurang ajar," anggota jaringan yang lain saling mengumpat dan menngeluarkan kekesalannya karena mereka merasa telah dibodohi oleh Rafi.
"Maka itu, kita harus segera bertindak memberi pelajaran pada Rafi, sebelum kita kalah langkah dengan anak itu," ucap Sergio lantang dan berapi api. Seketika semua anggota jaringan tato tulang ikan langsung terdiam sambil berpikir.
Hingga beberapa lama kemudian salah satu dari mereka menunjukan wajah berbinar sebagai tanda kalau dia memiliki sebuah ide. Orang itu lantas menceritakan ide itu dan dilihat dari ekspresi anggota alinnya, mereka sangat setuju dengan ide yang menurut mereka sangat bagus.
Dan masih di hari yang sama, tapi di tempat lain.
"Melda!" teriak seorang wanita yang saat itu sedang berada di sebuah kampus. Wanita yang dipanggil Melda lantas menoleh dan memandang orang yang memanggilnya dengan wajah datar. "Kamu udah dengar berita belum?" tanya orang itu dengan sangat bersemangat.
"Tadi aku dengar dari Nancy dan Lingze, kalau Rafi yang pernah tidur sama kamu itu, sudah diangkat menjadi presdir di Folcano grup."
"Apa!" pekik melda yang wajahnya langsung berubah. "Kamu serius?"
__ADS_1
"Serius banget, semua orang juga udah pada tahu, termasuk Tania."
"Wahh! Akhirnya saat itu datang juga. Aku bisa menggunakan video percintaan aku dengan Rafi untuk mengancamnya agar mau menikah denganku, gimana?"
"Ide bagus, Mel, tapi jangan lupa, bagianku juga."
"Pasti dong. Ya udah aku mending ke tempat kost Rafi dulu," dengan sangat yakin, Melda langsung saja pergi meninggalkan area kampus dengan segala rencana yang sudah dia pikirkan tanpa mencari tahu terlebih dahulu informasi yang akurat.
Waktu terus bergulir dan kini malam telah hadir. Rafi dan keluarga Moreno sudah sampai di tempat tujuan beberapa jam yang lalu. Saat ini mereka sedang menikmati makan malam. Hanya Angela yang tidak terlihat karena anak itu sedang ganti pakaian.
"Fi, tolong panggilkan Angela dong," pinta istrinya Moreno. "Dia sudah lama loh di kamarnya, apa dia nggak lapar?"
"Baik, Mom." Rafi segera saja beranjak menuju kamarnya Angela. Hanya melangkah beberapa meter saja, Rafi hampir sampai di kamar yang di huni Angela. Di saat Rafi berbelok menuju kamar wanita itu, mata Rafi membelalak dan wajahnya langsung menegang.
__ADS_1
...@@@@@@...