SYSTEM PERAWAN

SYSTEM PERAWAN
Keadaan Berbalik Arah


__ADS_3

"Sekarang, anda sudah ingat bukan siapa kami?" orang yang memakai helm dan bermasker itu bertanya dengan tatapan mengejek penuh kemenangan kepada pria muda yang saat ini sedang ditodong dengan senjata api oleh rekan dari orang tersebut. Hari ini, aku akan buat kamu menyusul orang tua kamu, Tuan!"


Pria yang sedang ditodong senjata api mengepalkan kedua tangannya dengan sangat kencang. Di dalam dadanya ada gemuruh yang makin kian berkobar. Namun pria itu berusaha sekuat tenaga untuk menahan emosinya. Bukan karena takut dengan ancaman maupun senjata api yang ditodongkan tepat di belakang kepala, tapi dia berusaha meredam amarahnya agar bisa tetap berpikir jenih untuk menemukan cara melawan para penjahat berjumlah lima orang tersebut.


Usai melontarkan kata kata yang cukup membangkitkan emosi, pria itu menjauhkan kepalanya dari telinga orang yang dia sandra, lalu menoleh ke arah rekannya yang memegang senjata api dan siap untuk melaksanakan perintah selanjutnya. "Habisi dia, sekarang!"


Baru saja pria berhelm itu mengakhiri ucapan bernada perintah, di saat itu juga, kejadian tak terduga terjadi di depan mata pria itu dan orang diberi perintah. Bahkan mata semuanya yang melihat kejadian itu langsung membulat.


Jleb!


"Akhh!"


Dengan gerakan yang begitu cepat, Rafi menusukan senjata tajam ke lengan si pemegang senjata hingga senjata api itu terjatuh. Hal yang sama juga dilakukan oleh sang asisten hingga membuat para penjahat begitu terkejut dengan insiden diluar prediksi kelima penjahat.


Tentu saja, Rafi dan Dito sudah mempersiapkan semuanyanya termasuk alat penusuk. Itu baru senjata tajam berukuran kecil yang mereka selipkan di balik lengan baju. Semua persiapan penyerangan, mereka lakukan secara cepat di saat Rafi dan Dito diarahkan untuk menepi oleh para penjahat. Tentu saja, apa yang dilakukan Dito dan Rafi langsung membuat senjata api para penjahat terjatuh.

__ADS_1


"Kurang ajar!" teriak orang yang tadi memberi ancaman kepada Rafi, dan dia bersiap untuk menyerang targetnya. Akhirnya perkelahianpun tak dapat dihindari. Lima lawan dua, harusnya pertarungan tidak seimbang. Tapi Dito yang mantan satpam juga memiliki teknik bela diri yang bagus, ditambah Rafi yang memiliki kekuatan tak terduga meski dia memang sudah bisa bela dri, menjadi perpaduan sempurna sampai membuat para musuh kewalahan mengahapi mereka.


Dahk!


Bugh!


Dezzig!


"Akhh!" erangan kesakitan keluar dengan suara yang begitu kencang, saat beberapa hantaman dan tendangan mendarat pada tubuh para penjahat. Tidak membutuhkan waktu yang lama untuk Rafi dan Dito melumpuhkan para musuh. Beberapa menit setelah bertarung, kelima musuh sudah terkapar tak berdaya. Bahkan disaat ada yang berusaha untuk kabur, baik Rafi maupun Dito, langsung menghajarnya hingga tak berkutik.


"TGM, cihh! Apa cuma ini kekuatan kalian?" sekarang ejekan berpindah arah. Setelah membuka paksa helm dan sarung tangan para penjahat, jelas sekali Rafi melihat ada tatto tulang ikan bertuliskan TGM di punggung tangan para penjahat. "Mana kekuatan kalian yang katanya sangat menakutkan?"


"Apa kita eksekusi sekarang, Tuan?" tanya Dito.


"Tentu!" balas Rafi dengan santainya. "Sekalian telfon Daddy untuk mengirim orang. Kita butuh bantuan untuk membawa mereka semua."

__ADS_1


"Baik!" Dito beranjak menuju mobilnya, mengambil senjata lainnya sembari menghubungi Moreno untuk meminta bantuan. Tentu saja Moreno pasti menanyakan apa yang terjadi di sana, dan Dito menjelaskan dengan baik sampai Moreno merasa senang dan tenang.


"Apa yang akan kamu lakukan?" tanya orang yang tadi terlihat tetap garang, tapi berubah menjadi ketakutan begitu melihat senjata yang akan Rafi gunakan untuk menghukumnya.


"Tenang saja, kalian tidak akan mati hari ini," ucap Rafi dengan santainya. "Lakukan sekarang, Dit."


"Siap!"


"Tidak, tidak, Tidaaakk!" sayangnya teriakan mereka sama sekali tidak ada pengaruhnya sama sekali. Beberapa saat kemudian, kelima orang itus sudah tak sadarkan diri. Kini Rafi hanya harus menunggu anak buah Moreno menjemput mereka semua.


"Aku pikir, mereka akan sangat menakutkan. Nyatanya, hanya segitu doang kekuatan mereka," ucap Dito penuh dengan tatapan mengejek kepada lima orang yang sudah terkapar dan tidak sadarkan diri.


"Ya mereka kan bisanya main keroyokan tiba tiba kayak tadi, dengan ancaman senjata api, jadi kelihatannya sangat menakutkan. Padahal kalau nggak ada senjata api, mereka tidak ada apa apanya."


"Hahaha ... benar," Dito terbahak dengan suara yang cukup kencang. "Lalu, apa rencana kita berikutnya?"

__ADS_1


Rafi langsung tersenyum sinis dengan mata menatap lima pria yang terkapar. "Tentu saja melumpuhkan bos mereka yang sebenarnya."


...@@@@@...


__ADS_2