SYSTEM PERAWAN

SYSTEM PERAWAN
Akhirnya Mereka Tahu


__ADS_3

"Akhh~, yang kenceng dong, Sha, bentar lagi mau keluar tuh," titah Rafi yang terbaring pasrah menikmati permaianan mulut Marisa pada batangnya. Marisa sendiri langsung mempercepat gerakan kepalanya sesuai perintah Rafi. Hingga beberapa menit kemudian, tubuh Rafi pun menegang dan mengejang bersamaan dengan menyemburnya cairan kental yang keluar dari dalam batang kekarnya ke dalam mulut Marisa.


Wanita yang barus saja menerima tembakan cairan di mulutnya langsung memuntahkan cairan itu ke sekitar batang yang baru saja dia nikmati. Tangannya terus bergerak naik turun untuk menuntaskan tetesan demi tetesan yang masih keluar dari lubang batang itu. Setelah merasa semuanya telah tuntas, tangan Rafi bergerak mengambil tisue yang tergeletak di meja tepi tempat tidur, dan menyerahkannya pada Marisa.


Setelah semua tetesan sudah dibersihkan, Marisa menggeser tubuhnya hingga kepalanya jatuh di dada bidang pemuda yang baru saja membuang benihnya. "Nanti jika kamu pergi, yang mainin isi celanaku siapa, Sha?" tanya Rafi dengan nafas yang masih sedikit menderu.


"Ya ampun! Aku kan nggak akan lama perginya, Fi. Paling satu minggu."


"Bagi aku satu minggu ya lama lah, orang udah kebiasan tiap malam tidur ada temannya, eh sekarang malah mau tidur sendiri lagi."


"Hahaha ..." Marisa malah terkekeh. "Kamu udah kayak jadi suamiku aja, Fi. Pake ngeluh segala nggak ada teman tidur. Bukankah jika aku nggak ada, kamu akan lebih bebas untuk mencicipi wanita lain?"


"Emang aku cowok apaan. Males banget mencicipi wanita yang sudah digunakan banyak laki laki."

__ADS_1


"Loh,ya nggak apa apa, yang penting kan lubangnya sama sama enak. Buktinya banyak kok yang mau selingkuh meski tahu itu lubang bekas orang lain."


"Tapi kan aku bukan orang lain. Lagian kamu itu aneh, Sha, ada cowok setia kayak gini malah disuruh selingkuh dan mencicipi wanita lain. Harusnya kan kamu senang dan bangga?"


"Hahaha ... kan kita belum memiliki hubungan resmi. Nggak mungkin dong aku ngatur ngatur hidup kamu. Lagian cowok itu kan biasanya nggak suka di atur atur dan di larang larang. Makanya, banyak cowok selingkuh ya karrena kadang dia merasa hidupnya selalu dibatasi oleh pasangan mereka."


"Iya juga sih. Tapi ya semoga saja, nanti jika kita nikah, tidak akan ada orang ketiga diantara kita ya, Sha."


Marisa malah kembali terkekeh, meskipun dia mengaminkan ucapan Rafi. Keduanya lantas melanjutkan obrolan lainnya hingga tanpa terasa mereka malah terlelap karena diserang rasa ngantuk.


"Gimana ceritanya kamu mendapat tawaran kerja sama dari perusahaan sebesar itu, Han?" tanya Sergio begitu dia dan yang lain mendengar cerita dari Burhan kalau dirinya kedatangan dua orang asing yang ternyata dari perusahaan terkenal yang bergerak di bidang alat transportasi juga. Meski tidak sebesar milik Moreno, tapi perusaahan tersebut juga cukup diperhitungkan di kancah bisnis internasional.


"Ya mungkin udah rejeki aku kali ya, ditolak Moreno, eh malah ada perusahaan yang datang menawarkan kerja sama. Walaupun syarat yang dia ajukan agak aneh sih, tapi ya mau bagaimana lagi, demi kemajuan perusahaanku, aku akan berussaha mewujudkan keinginan mereka," jawab Burhan dengan bangganya.

__ADS_1


"Apa? Memakai syarat? Kok bisa?" sekarang sang ayah yang melempar pertanyaaan karena dia cukup terkejut mendengar cerita dari anaknya tentang syarat tang diajukan oleh perusahaan yang mengajak anaknya kerja sama.


"Syaratnya, aku harus bisa mendekati Rafi dan mengajaknya kerja sama dengan perusahanku, Pak. Biasalah, saingan bisnis, pasti dia akan mencari kelemahan dari perusahaan Moreno, atau mencari sesuatu yang penting, yang bisa menumbangkan Folcano grup," jawab Burhan dengan santainya.


"Apa kamu sanggup menghadapi Rafi? Dia cukup sulit didekati loh?" kini gantian Lupita yang bersuara.


"Sesulit sulitnya cowok, kalau pancingannya dengan wanita cantik pasti akan luluh juga. Maka itu aku akan mencari cewek yang bisa memikat anak itu."


Semua yang ada di sana nampak setuju dengan ide yang Burhan miliki, termasuk Sergio. Laki laki itu sebenarnya juga memiliki informasi yang akan dia sampaikan kepada keluarga istrinya. Bisa jadi informasi yang dia dapatkan bisa menjadi jalan mudah untuk memnyelamatkan perusahaannya dan juga diri Sergio sendiri.


"Aku juga memiliki informasi yang sudah seharusnya kalian tahu," ucap Sergio beberapa saat kemudian.


"Informasi? Informasi apa itu?" tanya ayah mertuanya.

__ADS_1


"ini tentang orang tua Rafi," Sergio menjeda ucapannya dan memandang semua mata yang menatapnya dengan serius. "Ternyata benar kata Ibu, Rafi adalah anak dari anak pungut ibu yang bernama Mail."


...@@@@@@...


__ADS_2