SYSTEM PERAWAN

SYSTEM PERAWAN
Hadiah Misterius Lagi?


__ADS_3

Pukul empat sore, Rafi dan Widuri terlihat baru saja keluar dari kamar hotel. Meski baju mereka masih sama dengan yang mereka pakai saat masuk ke hotel tadi pagi, tapi dilihat dari rambut mereka yang basah, menandakan kalau mereka sudah mandi di dalam kamar hotel tersebut.


Rafi dan Widuri keluar dari kamar hotel seperti layaknya sepasang kekasih. Tubuh mereka saling menempel dengan senyum yang terkembang cerah. Berbeda dengan waktu ketika mereka baru datanag ke hotel tersebut. Itu semua saslah satu dari efek yang ditimbulkan akibat dari hubungan badan. Begitu mereka berada di halaman hotel, sang supir terlihat sudah menunggu. Tak perlu berlama lama, Rafi dan Widuri langsung masuk ke dalam mobil mewah itu dan setelahnya, mobil pun meluncur meninggalkan hotel.


"Tuan nggak ikut masuk?" tanya Widuri beberapa saat kemudian begitu mereka sampai di halaman rumah sakit. Widuri meminta langsung diantar ke tempat tersebut dan sesuai permintaannya, Rafi langsung mengabulkan.


"Tidak, usah. Saya masih banyak pekerjaan," tolak Rafi dengan halus. "Salam saja buat abang kamu ya? Dan jangan lupa pesan saya tadi, ya?"


"Baik, Tuan. besok senin saya akan buat rekening."


"Ya udah, kabari aku kalau kalau rekeningnya sudah siap. Besok kalau aku ada waktu aku kesini lagi. Nomer ponselku jangan sampai hlang."


"Baik, Tuan. Terimakasih."


Begitu selesai berbasa basi, Rafi lantas pamit dan mobilpun meluncur meninggalkan area rumah sakit. Rafi mengambil ponsel jadulnya yang dia bawa di dalam tas slempangnya untuk mengecek pesan masuk dari sistem. kali ini uang tiga ratus miliar langsung masuk ke rekening pribadinya dan Rafi juga kembali mendapatkan hadiah misterius. "Kali ini, apa hadiah misteriurnya?"


Setelah menjalankan misi keenamnya, Rafi memutuskan tidak akan mencari wanita bersegel untuk melanjutkan misinya, tapi Rafi memilih menunggu saja sampai ada wanita yang mendekat untuk menjual mahkotanya seperti Widuri tadi. Karena keadaan yang sudah berbeda, Rafi yakin, para wanita pasti akan berdatangan mendekat meski hanya menjadi teman tidur seperti yang terjadi pada Moreno.

__ADS_1


Rafi juga tidak lupa memberi kabar kepada Wildan kalau hari ini dia tidak jadi pergi ke tempat kost. Rafi cukup terkejut mendengar kabar dari Wildan kalau ada wanita aneh yang menyewa salah satu kamar dan wanita itu malah kabur setelah gagal menggoda Wildan. Rafi merasa aneh, kenapa wanita itu menggoda Wildan?"


"Bang Rafi tidak jadi kesini, Yang," ucap Wildan memberi tahu kekasihnya yang baru selesai memandikan Alisa.


"Kenapa?" tanya Kalina sejenak memnatap Wildan sambil mengeringkan tubuh Alisa yang basah.


"Tadi bang Rafi ada urussan. Kirain selesainya cepat, eh malah sampai sore gini," jawab Wildan. "Tapi besok kita disuruh siap siap saja. nanti ada supir yang akan mengantar baju buat kita pakai. Biar dramanya makin sukses."


Kalina nampak mengangguk tanda mengerti. "Kamu cerita nggak kalau kita udah pacaran?"


"Ya belum. Semoga Bang Rafi mau merestui kita ya, Yang?"


Wildan sontak saja langsung tersenyum lebar. "Ya kan selama ini dia yang nolong kita. Setidaknya aku sudah ngganggap dia menjadi abangku dan aku nggak mau dituduh menjadi pengkhianat karena menjalin hubungan dengan wanita yang pernah dekat dengan dia."


"Cih, ada ada aja kamu," Kalina berdecih dan dia melanjutkan merawat adiknya Wildan.


Wildan kembali cengengesan. "Yang, nanti malam main lagi mau nggak? Aku masih penasaran. Semalam kan kita main karena pengaruh obat perangsang."

__ADS_1


"Kamu cerita ke Rafi nggak, soal kejadian semalam?" tanya Kalina tidak bermaskud mengalihkan pembicaraan.


"Ya cerita. Bang Rafi mungkin sudah ngecek melalui cctv. Tadi juga bang Rafi bilang besok akan beli layar monitor biar aku juga bisa memantau cctv."


"Ya baguslah, biar lebih aman."


"Maka itu, Yang, nanti malam main lagi ya? Satu kali aja." tidak ada pilihan lain lagi, Kalina pun menuruti permintaan kekasihnya. Wildan sontan saja kegirangan.


Masih di hari yang sama, keluarga besar istri dari Sergio nampak sedang berkumpul di sebuah gedung hotel yang akan dijadikan tempat untuk berpesta. Dengan segala rencana mereka yang telah siapkan, termasuk mendekati salah satu pemilik perusahan kelas dunia dan anaknya yaitu Moreno serta Rafi.


"Tuan Moreno dan anaknya sudah paasti akan datang kan?" tanya kakak iparnya Sergio.


"Tentu, tadi aku habis main golf bareng dan aku sudah memastikannya," jawab Sergio dengan punuh keyakinan.


"Tapi ibu kok rada aneh ya mendengar nama anaknya? Rafi, kayak nama anaknya mail," ucap wanita tua yang ada disana.


"Kebetulan aja sama kali, Bu," ucap Lupita. "Mana mungkin anak pungut itu melahirkan seorang anak yang menjadi jutawan."

__ADS_1


Sang ibu mengangguk dan tersemyum lebar dan sudah dipastikan, mereka akan terkejut jika mengetahui sebuah kenyataan tentang Rafi.


...@@@@@...


__ADS_2