SYSTEM PERAWAN

SYSTEM PERAWAN
Malu Sendiri


__ADS_3

Siapapun orangnya pasti akan kaget jika dituduh melakukan sesuatu, padahal dia sendiri tidak tahu menahu soal apa yang terjadi di sekitarnya. Begitu juga yang dirasakan Marisa saat ini, wanita itu terlihat sangat terkejut saat namanya disebut sebagai penyebab seorang wanita jatuh terjerembab hingga tubuhnya menabrak meja dimana di atas meja itu ada susunan kue kue untuk hidangan para tamu


"Apa! Aku!" seru Marisa dengan wajah terkejut begitu Tania menyebut namanya sebagai orang yang menyebabkan kekacauan yang saat itu sedang terjadi. "Kenapa aku yang nggak tahu apa apa malah dituduh?" jelas saja dari perkataan yang diucapkan, Marisa sangat tidak terima dengan tuduhan yang tertuju padanya.


"Kalau bukan kamu siapa lagi? Orang cuma kamu satu satunya yang ada di situ saat aku lewat," tuduh Tania berusaha semakin memojokkan. Entah apa maksud wanita itu memutar balikkan fakta atas apa yang dia lakukan. Tapi yang jelas Tania tidak terima kalau dia telah gagal dalam rencana yang akan dia lakukan.


"Dih, tahu kamu ada di sini juga enggak, ngapain pake nuduh segala? Ada bukti nggak kalau aku yang menyebabkan kamu terjatuh?" meski kesal, arisa mencoba setenang mungkin menanggapinya agar tidak terpancing dengan provokasi yang dilakukan oleh Tania. Biar bagaimanapun disana banyak yang mengenal nama ayahnya, dan Marisa tidak ingin membuat malu nama orang tuanya hanya gara gara terpancing emosi lalu berbuat sesuatu dengan lepas kendali.


"Tentu saja aku aku punya bukti, emangnya aku ngomong seperti itu, asal nuduh doang," Tania masih berusaha membela diri. Tentu saja dia harus memainkan kebohongannya sampai akhir karena sudah kepalang basah melayangkan tuduhan kepada Marisa. "Tuh, dua temanku bisa dijadikan bukti kalau kamu penyebab semuanya."

__ADS_1


Semua yang menyaksikan drama yang sedang berlangsung, namnpak masih terdiam sembari menyimak perdebatan dua wanita itu. Begitu juga dengan Rafi, meski dia kesal dan sangat tahu kalau tuduhan Tania itu adalah kebohongan, Rafi ingin lihat, sejauh mana wanita yang sedang menuduh Marisa akan melakukan sandiwaranya.


"Nggak perlu pakai bawa bawa temen untuk dijadikan saksi, sudah pasti jelas kalau mereka akan membela kamu meski kamu salah," cetus Marisa yang sepertinya tahu jalan pikiran wanita yang sedang berdebat dengannya. Marisa lalu mendongak dan matanya berkeliling menatap langit langit ruangan tersebut. Senyum puasnya terkembang begitu Marisa menemukan apa yang dia cari.


Marisa kembali menatap remeh kepada wanita yang emosinya sedang tidak stabil itu. "Tuh ada cctv, bukankah semua kejadian disini terekam melalui cctv?"


Mendengar ucapan Marisa, tentu saja wajah amarah yang sedari tadi ditunjukkan oleh Tania, seketika berubah menjadi wajah terkejut dan juga panik. Dalam benaknya, dia merutuki kebodohannya sendiri karena tidak terlintas dalam pikiran Tania kalau ruangan tempat berlangsungnya pesta memang di awasi oleh cctv.


Sementara para tamu cukup riuh menanggapi drama yang baru saja usai. Dan pastinya drama yang terjadi dalam pesta tersebut membuat malu si Tuan rumah. Mereka tidak henti hentinya meminta maaf kepada para tamu dan sangat mengecam perbuatan Tania.

__ADS_1


Yang paling marah diantara anggota keluarga dari tuan rumah adalah pasangan Sergio dan Lupita. Mereka geram bukan main kepada Tania karena sudah mengagalkan rencana mereka, serta membuat malu keluarga. Lupita pun dengan segera menyusul sang keponakan yang saat ini sedang berada di tolet.


"Kamu kenapa bodoh banget sih, Tania! Kenapa melakukan hal sepele saja tidak becus kamu lakukan? Malah bikin sandiwara yang konyol seperti itu," cecar Lupita begitu dia menemui sang keponakan yang sedang berusaha membersihkan bajunya dari noda noda makanan.


"Loh, kok Tante malah ngataian aku bodoh?" Tania terlihat tidak terima. "Aku melakukan tudahan seperti agar Marisa terpancing emosinya dan kita bisa berkelahi. Aku kan juga sedang cari cara agar Marisa bisa terpisah dari Tuan Rafi, Tante."


"Tapi kan nggak perlu mempermalukan keluarga seperti itu," Lupita tidak terima dengan pembelaan keponakannya. "Akibat perbuatan bodoh kamu, sekarang banyak mata yang memandang kalau keluarga kita keluarga yang nggak beres. Kamu tahu apa artinya itu? Keluarga kita akan semakin kesulitan mencari rekan bisnis karena perbuatanmu tadi, bodoh!"


Setelah mengeluarkan kegeramannya, Lupita langsung pergi meninggalkan Tania yang nampak terkejut mendengar penuturan tantenya. Dia pun kembali merutuki kesialan yang menimpa dirnya. Lagi lagi nama Marisa disebut sebagai penyebab kesialan yang dia alami.

__ADS_1


...@@@@@@@...


__ADS_2