SYSTEM PERAWAN

SYSTEM PERAWAN
Kabar Dari Kampung


__ADS_3

"Bukankah itu Madi!" tunjuk salah satu pria yang sedang menyusuri sebuah setapak mencari letak rumah Rafi. Dia bersama temannya sangat terkejut melihat mantan angotanya berada di setapak yang sama dengan mereka. Anggota yang menurut mereka sudah berkhianat itu ternyata bersembunyi di tempat ini.


Madi yang berada di ujung setapak yang lain juga sangat terkejut melihat dua mantan rekannya sedang berdiri tak jauh dari setapak yang dia pijak. Pikiran pria beranak satu itu langsung berkecamuk. Niat pulang untuk beristirahat sepertinya akan dia batalkan karena keadaan yang tidak mendukung. Jalan satu satunya yang bisa Madi lakukan adalah berbalik arah dan lari menghindar.


Melihat mantan anggotanya malah kabur, dua orang itu langsung saja berlari mengejarnya. Dengan segala pemikiran yang bermunculan, dua pria itu harus mengetahui alasan yang mendasari Madi ada di sini. Dengan kekuatan penuh dua pria itu harus mendapatkan rekannya yang telah berkhianat.


Tapi sayang, baru saja mereka lari beberapa puluh meter, dua pria itu telah kehilangan jejak Madi. Karena mereka tidak mengetahui seluk beluk desa tersebut membuat mereka cukup kesulitan dalam menemukan jejak rekan kerjanya yang telah berkhianat. Beberapa gang yang mereka temukan membuat mereka bingung harus memilih gang yang mana, yang kemungkinan bisa dilewati oleh Madi.


Daripada membuang waktu, kedua pria yang memiliki tato tulang ikan itu memutuskan kembali menuju ke alamat rumah Rafi. "Kira kira apa yang dilakukan Madi di kampung ini ya?" tanya salah satu dari mereka disela sela langkah kakinya kembali menyusuri setapak.

__ADS_1


"Tadi kamu nggak lihat kalau dia menenteng tenggok! Mungkin saja sekarang dia sudah berjualan," rekan dari pria itu menimpali dengan apa yang dia lihat tadi.


"Apa dia benar benar sudah tobat? Sialan. Rupanya dia bersembunyi di kampung ini. Aku jadi curiga kalau keberadaan Madi di kampung ini ada hubungannya dengan Rafi. Nggak mungkin kalau ini hanya kebetulan semata bukan?"


Rekan dari pria itu mengangguk. Dia juga memiliki pemikiran yang sama dengan temannya. "Ya udah kita sekalian aja selidiki. Jika dugaan kita benar, berarti kita harus secepatnya ambil tindakan'" Sang teman setuju dan mereka mencari sosok yang bisa mereka gali informasinya tentang Rafi.


Sementara itu nafas Madi terengah engah sambil menyembunyikan tubuhnya di dalam sebuah pos kamling. Pria itu sungguh tidak menyangka jika mantan teman kerjanya menemukan keberadaannya di sini. Kehidupannya yang tenang, saat ini kembali terancam dengan adanya dua mantan rekan kerjanya itu. Berbagai pikiran langsung saja berkecamuk dengan banyak pertanyaan dalam benaknya.


"Loh, kok balik lagi, Mas? Ada yang ketinggalan?" tanya sang istri begitu melihat suaminya datang dan duduk di sebelah lapak jualan istrinya. Sejak mereka memutuskan pindah ke kampung itu, suami istri tersebut memang memutuskan jualan jajanan yaang mereka ambil dari beberapa rumah tetangga Rafi. Jika sang istri berjualan di depan sebuah toko, sang suami memilih berkeliling menjajakan jualannya. Kehidupan mereka bissa dibilang cukup tenang meski hasil yang mereka dapatkan tidak sebanyak yang Madi dapat saat masih bergabung dengan anggota TGM.

__ADS_1


"Ada bahaya, Dek, mantan rekan kerja Mas yang dahulu sekarang berada di kampung ini," balas Madi dan hal itu sukses membuat istrinya yang memang sudah tahu pekerjaan Madi sebelumnya, langung menunjukan wajah terkejutnya.


"Bagimana bisa, Mas? Apa mereka mencari kamu?" wajah terkejut sekaligus panik kini tergambar jelas di mata sang istri. Sementara anak mereka sedang tertidur pulas di atas kain yang dijadikan alas tidur di belakang suami istri itu duduk.


"Mas kurang tahu, Dek. Soalnya Mas tadi langsung lari karena mereka mengejar Mas."


"Aduh, terus kita harus bagaimana, Mas? Apa kita harus pindah lagi?" wanita itu semakin merasa frustasi.


"Nanti dulu, kita harus hubungi Rafi. Kali aja dia tahu apa yang terjadi dan nanti kita cari solusi yang tepat." sang istri langsung setuju dan Madi langsung mengambil ponselnya yang berada di dalam tas slempang.

__ADS_1


Sementara itu di dalam gedung kantor, Rafi sendiri masih mempelajari beberapa berkas sebagai bahan pelajaran yang diberikan oleh aisten Moreno. Dengan sunguh sungguh pemuda itu memperhatikan beberapa data sembari mendengarkan penjelasan dari sang asisten. Di saat Rafi sedang fokus, dering nada ponsel yang tiba tiba berdering langsung membuyarkan fokusnya. Rafi segera mengambil ponsel yang tergeletak di atas meja di hadapannya. Kening Rafi sempat berkerut saat ada nama Madi terpampang di layar ponselnya.


...@@@@@...


__ADS_2