SYSTEM PERAWAN

SYSTEM PERAWAN
Siang Hari Bersama Amanda


__ADS_3

"Aku masukin batangku sekarang, ya, Sayang?"


Wanita yang sudah terbaring pasrah dengan kaki membentang tanpa mengenakan busana itu mengangguk pasrah. Wajahnya tampak pucat dan begitu tegang. Kedua tangannya bahkan mencengkram bantal yang ada di sisi kanan dan kirinya.


Rafi tersenyum manis. Tangan kirinya saat ini sedang membelai lembut celah rapat tanpa rerumputan dan terlihat sangat cantik seperti pemiliknya. Sedangkan tangan kanan Rafi, memegang batangnya yang sudah siap untuk menembus mahkota yang siap saji untuk di nikmati.


Ya, disinilah Rafi sekarang berada. Di dalam kamar hotel bersama wanita bernama Amanda yang rela menjual sesuatu yang berharga, pada pria yang baru dia kenal beberapa hari yang lalu. Setelah Amanda menceritakan alasannya menjual mahkota pada saat masih di restoran beberapa watu lalu, akhirnya mereka berdua beranjak menuju kamar yang sudah mereka pesan dan tanpa basa basi mereka langsung melakukan perang bibir begitu pintu kamar tertutup.


Kini Amanda tergolek pasarah tanpa busana dihadapan pria yang mau membayarnya dengan harga mahal. Memamerkan keindahan tubuhnya, meski hatinya sedikit was was. Namun dibalik rasa cemas yabg melanda, wanita itu sudah menanti saat saat dirinya melepas mahkota demi sejumlah uang.


Pinggang Rafi bergerak maju hingga ujung batangnya menempel pada pintu celah yang akan dia masuki. Ujung batang itu Rafi gesek gesekan sampai tubuh Amanda menggeliat. Begitu Rafi sudah merasa siap, pinggangnya mulai mendorong batangnya perlahan membelah celah yang masih sangat rapat tersebut.


"Akhh!" rintihan kesakitan langsung keluar dari mulut Amanda ketika Rafi perlahan menembus celah nikmatnya denga batang yang gagah menantang. pinggang Rafi terus mendorong hingga di tengah perjalanannya, Rafi merasakan batangnya menyentuh sesuatu yang menghalangi perjalanannya. Rafi berhenti sejenak untuk mengatur nafas dan kenyamanan. Begitu telah siap, Rafi langsung menhentak lubang itu dengan seluruh tenaga yang dia punya.


Bless!


"Akhh!" teriakan kesakitan Amanda langsung keluar dengan keras sampai suaranya memeuhi kamar tersebut. Nafas Rafi menderu sangat kencang dan dia menarik keluar batangnya. senyum Rafi terkembang sempurna saat noda darah menghiasi ujung batang kekarnya.


Selang beberapa puluh menit berlalu, kini Amanda dan Rafi sama sama terkapar di atas ranjang setelah menuntaskan permainan penuh kenikmatan. Nafas keduanya menderu dan mata mereka sama sama terpejam meski tidak terlelap.

__ADS_1


Kluntang!


Nada ponsel jadul Rafi berbunyi dan dia itu pasti pesan dari sistem. Sementara Rafi membiarkannya dulu, meski dia penasaran dengan hadiah misterius yang dijanjikan.


"Ternyata seperti ini rasanya disodok sodok oleh pria," gumam Amanda.


Mata Rafi terbuka dan dia menoleh ke arah wanita di sebelahnya. "Kenapa?"


"Ternyata enak banget. Pantas temenku banyak yang ketagihan."


Rafi tertawa sembari kembali menatap langit langit. "Kalau nggak enak, mana mungkin banyak wanita yang mau melepas mahkotanya secara gratis, Man."


"Seandaianya papi tahu aku sudah nggak suci lagi, gimana reaksi dia ya?"


"Nggak usah ditanya. sejak dia berselingkuh dari Mami, dan menikah lagi, aku sangat ingin membuat Papi menderita. Terutama istri mudanya."


Rafi tersenyum tipis. Seandaianya Amanda tahu kalau istri muda dari ayahnya masih ada hubungan saudara dengan Rafi, entah akan semurka apa wanita itu. Rafi memilih bungkam. Lagian tidak ada gunanya juga memberitahu Amanda soal itu. bahkan Rafi juga sangat menginginkan kehancuran mereka berdua.


"Apa kamu tidak memiliki sesuatu yang bisa digunakan sebagai senjata untuk menghancurkan Papi kamu?" tanya Rafi berusaha menyedilikinya.

__ADS_1


"Yang paling ampuh ya, menguasai perusahannya. Aku sih yakin perusahaan papih saat ini sedang dalam masalah besar. Makanya dia sedang mencari cara agar bisa menuyelamatkan perusahaannya."


"Mencari cara?"


"Ya. bahkan beberapa waktu yang lalu aku dengar, Om Alexander celaka. Aku sih yakin, itu ada campur tangan papi dan istri barunya. Pokoknya sejak ada wanita itu, aku dan mami serta kakak dan adikku benar benar kehilangan sosok papih."


Rafi nampak manggut manggut, lalu dia menggeser tubuhnya lebih dekat ke arah tubuh Amanda kemudian tangan Rafi meraih bukit kembar yang tersaji di depannya. "Lalu, apa rencana kamu dengan uang hasil penjualan mahkota kamu?"


Amanda langsung menatap Rafi. "Aku ingin membawa mamih pergi jauh dan memulai hidup baru. Aku harap akan ada seseorang yang menghancurkan hidup papih dan wanita ular itu."


Rafi tersenyum, dia mengarahkan mulutnya ke salah satu pucuk bukit kembar Amanda dan menyesapnya dalam dalam. "Aku bisa membantumu menghancurkan papi kamu."


Kening amanda sontak berkerut. "Kamu yakin?"


"Asal kamu mau membantuku."


"Membantu bagaimana?"


"Nanti aku kasih tahu, lebih baik sekarang, kita main lagi gimana?"

__ADS_1


Amanda sontak tersenyum. "Dengan senang hati, sodoklah lubangku sepuas kamu, Sayang."


...@@@@@@...


__ADS_2