
Seperti yang sudah direncanakan, Rafi dan Marisa kini sudah berada di dalam sebuah super mall. Setelah cukup lelah mengitari beberpa stand yang ada di sana, keduanya lantas memutuskan untuk melepas lelah sembari menikmati suasana di sebuah cafe. Dengan ditemani hidangan yang sudah mereka pesan, Rafi dan Marisa terlibat obrolan yang cukup ringan.
Namun sayang, tanpa mereka sadari, di tempat yang sama ada dua pasang mata yang nampak terkejut dengan keberadaan Rafi dan Marisa di sana. Dua pasang mata milik dua manusia itu beberapa kali memastikan kalau pandangan mereka itu tidak salah. Keduanya orang itu lantas saling pandang sejenak lalu kembali mengedarkan arah pandangnya ke tempat Rafi dan Marisa berada.
"Bukankah itu Tuan Rafi ya, Tante?" tanya wanita yang usianya lebih muda daripada wanita disebelahnya. "Apa mungkin itu pacarnya?"
"Itu marisa," jawab sang Tente."Kok bisa ya, Marisa berdua dengan Tuan rafi? Kita kalah cepat, Tania."
"Lalu kita harus bagaimana? Apa sebaiknya kita datangi mereka?" tanya tania.
"Jangan dulu," tolak Lupita. "Kita harus cari cara agar mereka pisah. Kamu harus bisa membuat Rafi tertarik sama kamu."
"Itu sih aku juga tahu. Tapi bagiamana caranya? Tuan Rafi aja seperti memasang tembok tinggi."
Lupita nampak terdiam. Dia langsung berpikir keras, mencari cara agar bisa mendekati Rafi. Di saat bersamaan, mereka melihat Marisa berdiri. Wanita itu melangkah menuju ke arah toilet. Dua wanita itu langsung saling pandang dan tersenyum senang karena merasa ada kesempatan bagus untuk mendekati Rafi.
__ADS_1
"Wahh, Marisa pergi tuh, Tante," seru Tania sumringah.
"Kebetulan banget. Mending kamu sekarang deketin Rafi, nanti Tante akan berusaha menahan Marisa agar lebih lama berada di toliet, oke?"
"Oke, Tante."
Setelah adanya kesepakatan, dua wanita beda usia itu langsung berdiri dan beranjak ke tempat tujuan masing masing. Dengan penuh percaya diri, Tania melangkah menuju ke arah pemuda yang sedang asyik menatap layar ponsel sembari sesekali menyesap es kopi pesanannya.
"Eh, Tuan Rafi! Anda disini?" seru Tania langsung memainkan perannya. Rafi yang merasa ada yang menyebut namanya, lantas langsung mendongak. Rafi cukup terkejut melihat wanita yang sama yang dia temui kemarin di kantor Moreno. "Apa anda disini sendirian?" tanya Tania dengan wajah yang berbinar.
"Ah iya, maaf. Mungkin karena saya terlalu senang bertemu dengan anda, jadi saya tidak memperhatikan nya," balas Tania. "Apa saya boleh bergabung? Teman anda kemana?" Tania dengan tak tahu malunya duduk di kursi yang ada di sana. Bahkan dia memilih kurisi kosong yang ada di sebelah Rafi.
lagi lagi Rafi dibuat terkejut. Bukannya menjawab pertanyaan Tania, Rafi memilih berdiri lalu melangkah mengitari meja dan duduk di kursi yang tadi di duduki Marisa. Sekarang Tania yang dibuat terkejut. Dalam hati wanita itu sebenarnya geram bukan main. Untuk kesekian kalinya Rafi menolak secara terang terangan.
Sementara itu, di waktu yang sama, Marisa terlihat juga terkejut melihat wanita yang sangat dia kenal dan sekaligus dia benci, berdiri di tempat yang sama tak jauh dari keberadaanya. Wanita itu langsung menunjukkan senyum sinisnya begitu Marisa mendekat dan berdiri sambil bercemin.
__ADS_1
"Ternyata kamu ada nyali juga menampakkan wajah kamu di negeri ini, Marisa," ucap wanita yang akrab di panggil Lupita sembari menatap cermin yang sama dengan Marisa.
"Apa yang harus aku takutkan? Kamu?" balas Marisa tak kalah sinis. Meski hatinya ada perasaan was was, tapi Marisa tidak mau terlihat lemah dimata wanita yang sangat dia benci itu.
"Yang sopan kalau ngomong! Aku ini Tantemu!" Lupita sedikit trpancing amarahnya hanya gara gara Marisa tidak memanggilnya dengan sebutan Tante.
"Sejak kapan kamu jadi Tante aku? sepertinya bangga banget jadi istri Om Sergio lewat jalur nungging," ejek Marisa.
"Kau!" geram lupita sembari menunjukan jari telunjuknya ke arah Marisa.
"Apa! yang aku bilang benar kan? kamu jadi istri Om Sergio dengan modal membentangkan paha doang! Jadi jangan harap, kamu akan diterima menjadi keluarga Walington." meski santai, ucapan Marisa mampu membangkitkan amarah wanita yang usianya lebih tua darinya.
"Awas aja! jangan salahkan aku jika terjadi apa apa sama kamu!" ancam Lupita dan dia langsung pergi meninggalkan Marisa. Niat hati ingin membuat takut sang keponakan dari suaminya, tapi dia sendiri yang kena mental
Marisa hanya tersenyum sinis. Setelah urusan di toilet selesai, dia segera keluar dari tempat itu. Betapa terkejutnya Marisa saat matanya menangkap dua orang wanita berada di tempat yang dia duduki tadi sebelum ke tioilet.
__ADS_1
...@@@@@@...